[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-seo-233986-113":41,"doc-detail-233986-id":114},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":42,"data":43},"ok",{"site_id":44,"language":45,"slug":46,"title":47,"keywords":48,"description":49,"schema_data":50,"social_meta":107,"head_meta":109,"extra_data":111,"updated_unix":113},113,"id","creative-accounting-as-good-information-or-misleading-akrual-journal-of-accounting-vol-8-no-2-april-2017","Creative Accounting sebagai Informasi yang Baik atau Menyesatkan - (AKRUAL: Jurnal Akuntansi Vol 8, No 2, April 2017)","","Penelitian ini mengkaji creative accounting sebagai informasi yang baik atau menyesatkan bagi investor. Metode yang digunakan bersifat kualitatif deskriptif dengan teknik analisis studi pustaka. Hasil menunjukkan creative accounting dimanfaatkan manajemen untuk menaikkan nilai perusahaan serta memberi kepuasan pada investor. Fenomena terutama terjadi pada periode 2002–2008; secara teori dapat dipahami, namun dari sisi etika tidak dapat diterima karena menimbulkan informasi yang menyesatkan bagi pengguna. Secara empiris, sejak penerapan IFRS, pemberitaan tentang creative accounting pada perusahaan besar menurun.",{"@graph":51,"@context":106},[52,68,89],{"@type":53,"itemListElement":54},"BreadcrumbList",[55,59,62,65],{"item":56,"name":57,"@type":58,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":60,"name":10,"@type":58,"position":61},"https://docshare.wps.com/id/template/",2,{"item":63,"name":39,"@type":58,"position":64},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/",3,{"item":66,"name":47,"@type":58,"position":67},"https://docshare.wps.com/id/template/creative-accounting-as-good-information-or-misleading-akrual-journal-of-accounting-vol-8-no-2-april-2017/233986/",4,{"url":66,"name":47,"@type":69,"image":70,"author":75,"headline":47,"publisher":78,"fileFormat":81,"inLanguage":45,"description":49,"dateModified":82,"datePublished":83,"encodingFormat":81,"isAccessibleForFree":84,"interactionStatistic":85},"DigitalDocument",{"url":71,"@type":72,"width":73,"height":74},"https://docshare.wps.com/thumbnails/creative-accounting-as-good-information-or-misleading-akrual-journal-of-accounting-vol-8-no-2-april-2017/233986.png","ImageObject",442,249,{"name":76,"@type":77},"Mia  ","Person",{"url":56,"name":79,"@type":80},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-22","2026-09-10",true,{"@type":86,"interactionType":87,"userInteractionCount":61},"InteractionCounter",{"@type":88},"ViewAction",{"@type":90,"mainEntity":91},"FAQPage",[92,98,102],{"name":93,"@type":94,"acceptedAnswer":95},"Apa tujuan penelitian tentang creative accounting dalam artikel ini?","Question",{"text":96,"@type":97},"Penelitian bertujuan menilai apakah creative accounting merupakan informasi yang baik atau menyesatkan bagi investor.","Answer",{"name":99,"@type":94,"acceptedAnswer":100},"Metode penelitian apa yang digunakan?",{"text":101,"@type":97},"Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis studi pustaka.",{"name":103,"@type":94,"acceptedAnswer":104},"Mengapa creative accounting dapat dikategorikan menyesatkan?",{"text":105,"@type":97},"Creative accounting dinilai tidak dapat diterima secara etika karena pelaporannya dapat memberikan informasi yang menyesatkan bagi pengguna, termasuk calon investor.","https://schema.org",{"og:url":66,"og:type":108,"og:title":47,"og:site_name":79,"og:description":49},"article",{"robots":110,"canonical":66},"index,follow",{"doc_id":112,"site_id":44},233986,1790067071,{"code":4,"msg":5,"data":115},{"doc_id":112,"user_id":116,"nickname":76,"user_avatar":117,"doc_module":9,"category_id":38,"category_name":39,"doc_title":47,"doc_description":49,"doc_content":118,"file_id":119,"file_url":120,"file_type":121,"file_size":122,"view_count":9,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":123,"language":124,"language_code":45,"site_id":44,"html_lang":45,"table_of_contents":125,"faqs":126,"seo_title":127,"seo_description":49,"update_tm":128,"read_time":64},687207024478,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_a8503ba1806abce46bf441b54a3ca4cd","AKRUAL: JurnalAkuntansi Vol 8, No 2,(April) 2017  \np-ISSN: 2085-9643  \ne-ISSN: 2502-6380 [http://journal.unesa.ac.id/index.php/aj](http://journal.unesa.ac.id/index.php/aj)  \nCREATIVE ACCOUNTING SEBAGAI INFORMASI YANG BAIK ATAU MENYESATKAN?  \nAlit Triani  \nJurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi UNESA  \n[alittriani@unesa.ac.id](alittriani@unesa.ac.id)  \nReceived: 18-01-17  \nReviewed: 30-01-17  \nAccepted: 11-04-17  \nPublished: 20-07-17  \nABSTRAK  \nTujuan penelitian ini untuk melihat creative accounting sebagai informasi yang baik atau menyesatkan bagi investor. Metode penelitian yang digunakan kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini dengan pendekatan studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan creative accounting yang dilakukan oleh manajemen untuk menaikkan nilai perusahaan dan memberikan kepuasaan pada investor. Fenomena creative accounting lebih banyak terjadi di antara periode 2002 sampai 2008. Upaya creative accounting meskipun dapatdibenarkan dalam tataran teori, namun tidak dapat diterima dari sisi etika. Pelaporan kegiatan perusahaan dengan upaya creative accounting secara norma salah, dikarenakan hal ini memberikan informasi yang menyesatkanbagi pengguna informasi tersebut, seperti calon investor. Secara empiris, sejak diberlakukannya IFRS (International Financial Reporting Standards) , berita media tentang creative accounting pada perusahaan-perusahaan besar di beberapa negara mulai berkurang. Namun, dalam meta analisis studi dari Dechow (2011), menemukan cara baru untuk mendeteksi upaya creative accounting dengan model reverse.  \nKata kunci: asimetri informasi, laporan tahunan, laporan tahunan, tatakelola perusahaan  \nPENDAHULUAN  \nTingginya aktivitas ekonomi dan perkembangandunia bisnis, akan menuntut perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Persaingan yang tinggi menuntut manajemen me-lakukan kreativitas manajemen untuk menghasilkan produk yang mempunyai dayasaing di pasar, baik pasar barang maupun pasar modal. Upaya manajemen dalam menaikkan nilai perusahaan (laba) secara umum dilakukanmelalui metode pencatataan aktivitas dan perhitungan nilai perusahaan. Nilai perusahaanyang tinggi akan menaikkan peluang perusahaan  \nmenjadi leading firm atau leader di pasar modal (Kellog dan Kellog, 1991) .  \nCreative accounting yang dilakukan oleh manajemen mepunyai tujuan menaikkan nilai perusahaan, dan memberikan kepuasan bagi investor dan pemilik. Secara teoritis, upaya creative accounting lebih berkaitan denganupaya memanfaatkan celah yang di ada dalam standar penyusunan laporan informasi keuangan, tanpa harus melakukan pelanggaran atas standarakuntansi.  \nCopyright @ 2017 AKRUAL: JurnalAkuntansi 103  \nAKRUAL: JurnalAkuntansi Vol 8, No 2,(April) 2017  \np-ISSN: 2085-9643  \ne-ISSN: 2502-6380 [http://journal.unesa.ac.id/index.php/aj](http://journal.unesa.ac.id/index.php/aj)  \nKerangka Teoritis Metodologi Penelitian  \nPerkembangan akuntansi dalam konteks sosial dan praktik budaya yang kian beragam semakin mengukuhkan eksistensi paradigma kualitatif. Kemampuannya menghasilkan produk analisis yang mendalam selaras dengan settingnya. Beberapa metode penelitian berbasis kualitatif ini seperti; analisis wacana, studi kasus, semiotik dan etnografi kini mulai dilirik para ilmuwan dan peneliti akuntansi. Menyadari akan pentingnya manfaat multiparadigma dalam risetakuntansi maka peneliti mencoba menyelami metode pendekatan yang berbeda dengan pendekatan-pendekatan antropologi yaitupendekatan enterpretive dengan tujuan untukmendapatkan gambaran khusus instisarikebudayaan yang diteliti.  \nStudi ini menggunakan pendekatan kualitatif atau non-positivistik dengan pendekatan deskriptif. Adapun cara yang dilakukan penulisdalam pembahasan ini menggunakan perubahan standar yang berlaku, yang dari US GAAP ke penerapan IFRS ,dengan berlakunya IFRS ini metode pencatatan yang berlaku juga berubah dari metode cash basis di ijinkan, berubah menjadi hanya metode accrual basis yang diterap","cbCaiiU2GOX2sMrA","https://ap.wps.com/l/cbCaiiU2GOX2sMrA","pdf",186103,9,"Indonesian","# Abstrak\n## Kata kunci\n# Pendahuluan\n# Kerangka Teoritis dan Metodologi Penelitian\n## Pendekatan kualitatif dan perubahan standar (US GAAP ke IFRS)\n# Analisis dan Pembahasan\n## Cash basis: celah kecurangan\n## Perilaku opportunis dan penggelembungan pendapatan","[{\"question\":\"Apa tujuan penelitian tentang creative accounting dalam artikel ini?\",\"answer\":\"Penelitian bertujuan menilai apakah creative accounting merupakan informasi yang baik atau menyesatkan bagi investor.\"},{\"question\":\"Metode penelitian apa yang digunakan?\",\"answer\":\"Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis studi pustaka.\"},{\"question\":\"Mengapa creative accounting dapat dikategorikan menyesatkan?\",\"answer\":\"Creative accounting dinilai tidak dapat diterima secara etika karena pelaporannya dapat memberikan informasi yang menyesatkan bagi pengguna, termasuk calon investor.\"}]","Creative Accounting sebagai Informasi yang Baik atau Menyesatkan - (AKRUAL: Jurnal Akuntansi Vol 8, No 2, April 2017) | PDF",1789082625]