[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-seo-235028-113":41,"doc-detail-235028-id":114},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":42,"data":43},"ok",{"site_id":44,"language":45,"slug":46,"title":47,"keywords":48,"description":49,"schema_data":50,"social_meta":107,"head_meta":109,"extra_data":111,"updated_unix":113},113,"id","cost-and-time-control-for-borobudur-tourism-area-concourse-project-implementation-using-the-earned-value-concept","Pengendalian Biaya Dan Waktu Pada Pelaksanaan Proyek Area Concourse Kawasan Pariwisata Borobudur Dengan Metode Konsep Nilai Hasil","","Pengendalian biaya dan waktu diperlukan untuk memastikan proyek pelebaran Area Concourse Candi Borobudur berjalan tepat waktu dan tepat biaya. Revitalisasi dipicu beban pengunjung yang meningkatkan berat struktur perkerasan eksisting, sementara area awal 15 meter direncanakan menjadi 22 meter. Penelitian menerapkan Metode Konsep Nilai Hasil melalui BCWS, BCWP, dan ACWP, lalu analisis varian serta indeks kinerja (CV, SV, CPI, SPI) untuk memprediksi estimasi biaya dan durasi penyelesaian. Hasil menunjukkan indikator kinerja lebih ekonomis dan durasi sesuai rencana.",{"@graph":51,"@context":106},[52,68,89],{"@type":53,"itemListElement":54},"BreadcrumbList",[55,59,62,65],{"item":56,"name":57,"@type":58,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":60,"name":10,"@type":58,"position":61},"https://docshare.wps.com/id/template/",2,{"item":63,"name":39,"@type":58,"position":64},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/",3,{"item":66,"name":47,"@type":58,"position":67},"https://docshare.wps.com/id/template/cost-and-time-control-for-borobudur-tourism-area-concourse-project-implementation-using-the-earned-value-concept/235028/",4,{"url":66,"name":47,"@type":69,"image":70,"author":75,"headline":47,"publisher":78,"fileFormat":81,"inLanguage":45,"description":49,"dateModified":82,"datePublished":83,"encodingFormat":81,"isAccessibleForFree":84,"interactionStatistic":85},"DigitalDocument",{"url":71,"@type":72,"width":73,"height":74},"https://docshare.wps.com/thumbnails/cost-and-time-control-for-borobudur-tourism-area-concourse-project-implementation-using-the-earned-value-concept/235028.png","ImageObject",442,249,{"name":76,"@type":77},"Bintang","Person",{"url":56,"name":79,"@type":80},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-21","2026-09-11",true,{"@type":86,"interactionType":87,"userInteractionCount":9},"InteractionCounter",{"@type":88},"ViewAction",{"@type":90,"mainEntity":91},"FAQPage",[92,98,102],{"name":93,"@type":94,"acceptedAnswer":95},"Mengapa pengendalian biaya dan waktu dibutuhkan pada proyek Area Concourse Borobudur?","Question",{"text":96,"@type":97},"Karena pelaksanaan proyek harus berjalan tepat waktu dan tepat biaya sesuai rencana. Beban pengunjung yang meningkat membuat struktur eksisting semakin berat sehingga diperlukan penanganan terukur.","Answer",{"name":99,"@type":94,"acceptedAnswer":100},"Bagaimana Metode Konsep Nilai Hasil digunakan dalam analisis proyek?",{"text":101,"@type":97},"Metode ini menggunakan BCWS, BCWP, dan ACWP untuk menghitung varian biaya dan jadwal serta indeks kinerja. Indikator yang dipakai meliputi CV, SV, CPI, dan SPI.",{"name":103,"@type":94,"acceptedAnswer":104},"Apa kesimpulan kinerja biaya dan jadwal dari hasil perhitungan?",{"text":105,"@type":97},"Nilai CPI to-go 1,55 menunjukkan biaya lebih ekonomis, sedangkan SPI to-go 1,00 menunjukkan durasi penyelesaian sesuai rencana. Perbandingan BAC dan BEAC juga mengindikasikan proyek mengalami keuntungan.","https://schema.org",{"og:url":66,"og:type":108,"og:title":47,"og:site_name":79,"og:description":49},"article",{"robots":110,"canonical":66},"index,follow",{"doc_id":112,"site_id":44},235028,1790032515,{"code":4,"msg":5,"data":115},{"doc_id":112,"user_id":116,"nickname":76,"user_avatar":117,"doc_module":9,"category_id":38,"category_name":39,"doc_title":47,"doc_description":49,"doc_content":118,"file_id":119,"file_url":120,"file_type":121,"file_size":122,"view_count":9,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":123,"language":124,"language_code":45,"site_id":44,"html_lang":45,"table_of_contents":125,"faqs":126,"seo_title":127,"seo_description":49,"update_tm":128,"read_time":64},962085564381,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_6f874abed73319feea01a86fa6f0fab8","Pengendalian Biaya Dan Waktu Pada Pelaksanaan Proyek Area Concourse Kawasan Pariwisata Borobudur Dengan Metode  \nKonsep Nilai Hasil  \nWidya Kartika1, Buddewi Sukindrawati1, Nurrosyid Aldian1  \n1 Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Janabadra, Jl. Tentara Rakyat Mataram No.55-57, 55231  \n[Email: widya.kartika@janabadra.ac.id](Email: widya.kartika@janabadra.ac.id)  \nAbstract  \nThe revitalization of the Borobudur area occurred as a result of the burden of visitors on the existing road pavement structure becoming increasingly heavy over the years, especially in the Borobudur Temple Concourse Area, which is a road made of andesite stone with a garden in the middle as the median of the road. The Concourse area is 15 meters wide. Plans are to widen it to 22 meters. The widening of the Concourse Area aims to see the splendor of Borobudur Temple from a distance and to provide access for President-level VVIP guests, thereby making the Borobudur Temple Area a Super Priority (DSP) tourism destination. Implementation of this project requires appropriate control so that the project can run on time and at the right cost as planned. The Results Value Concept Method is a control method technique used to control the project budget and schedule in an integrated manner. Stages of data analysis for each job, namely determining BCWS (Budgeted Cost of Work Schedule), determining BCWP (Budgeted Cost of Work Performed), and determining ACWP (Actual Cost of Work Performed) . Variance analysis and performance indices from the Earned Value Concept method consist of Cost Variance (CV) and Schedule Variance (SV), Cost Performed Index (CPI), and Schedule Performed Index (SPI) . In the final results of the analysis of the application of the Earned Value Concept method, the required values for the estimated project completion costs are BEAC (Rp 10.271.541.738) and BETC (Rp-4.259.269.612) . Meanwhile, the estimated remaining time for SETC is 0, and the total time for completion of SEAC is 30 weeks in accordance with the project completion plan. The CPI to-go performance confidence index value of 1.55 indicates more economical costs, and the SPI to-go index of 1.00 means the duration of completion according to plan. The value of BAC (Rp 11.462.502.700) > BEAC (Rp 10.271.541.738) shows that the project is making a profit. The value of SAC (30 weeks) = SEAC (30 weeks) directs the project was completed according to plan.  \nKeywords: Cost and Time Performance, Earned Value Concept, Project Control  \nAbstrak  \nRevitalisasi Kawasan Borobudur terjadi akibat beban pengunjung terhadap struktur eksisting perkerasan jalan semakin tahunsemakin berat terutama di Area Concourse Candi Borobudur yaitu jalan dari susunan batu andesit dengan taman yang berada ditengah sebagai median jalan. Area Concourse memiliki lebar 15 meter, rencana diperlebar menjadi 22 meter. Perlebaran Area Councourse bertujuan untuk melihat kemegahan Candi Borobudur dari jarak jauh dan untuk menyediakan jalur tamu VVIP setingkat Presiden sehingga menjadikan Kawasan Candi Borobudur sebagai wisata Destinasi Super Prioritas (DSP) . Pelaksanaan proyek ini membutuhkan pengendalian yang sesuai supaya proyek dapat berjalan tepat waktu dan tepat biaya sesuai dengan yang direncanakan. Metode Konsep Nilai Hasil merupakan teknik metode pengendalian yang dilakukan gunamengendalikan anggaran dan jadwal proyek secara terpadu. Tahapan analisis data pada masing-masing pekerjaan, yaitumenentukan BCWS (Budgeted Cost Of Work Schedule), menentukan BCWP (Budgeted Cost of Work Performed), menentukan ACWP (Actual Cost of Work performed) . Analisis varian dan indeks kinerja dari metode konsep nilai hasil (Earned Value Concept) terdiri dari Cost Variance (CV) dan Schedule Variance (SV), Cost Performed Indeks (CPI) dan Schedule Performed Indeks (SPI) . Pada hasil akhir dari analisis penerapan metode konsep nilai hasil (Earned Value Concept) nilai kebutuhan perkiraaan biaya penyelesaian proyek adalah BEAC (Rp10.271.541.738) ","cbCairVlILl4xfiw","https://ap.wps.com/l/cbCairVlILl4xfiw","pdf",1754936,8,"Indonesian","# Pendahuluan\n## Latar belakang pariwisata dan peran kawasan Borobudur\n## Kebutuhan pengendalian biaya dan waktu pada pelaksanaan proyek","[{\"question\":\"Mengapa pengendalian biaya dan waktu dibutuhkan pada proyek Area Concourse Borobudur?\",\"answer\":\"Karena pelaksanaan proyek harus berjalan tepat waktu dan tepat biaya sesuai rencana. Beban pengunjung yang meningkat membuat struktur eksisting semakin berat sehingga diperlukan penanganan terukur.\"},{\"question\":\"Bagaimana Metode Konsep Nilai Hasil digunakan dalam analisis proyek?\",\"answer\":\"Metode ini menggunakan BCWS, BCWP, dan ACWP untuk menghitung varian biaya dan jadwal serta indeks kinerja. Indikator yang dipakai meliputi CV, SV, CPI, dan SPI.\"},{\"question\":\"Apa kesimpulan kinerja biaya dan jadwal dari hasil perhitungan?\",\"answer\":\"Nilai CPI to-go 1,55 menunjukkan biaya lebih ekonomis, sedangkan SPI to-go 1,00 menunjukkan durasi penyelesaian sesuai rencana. Perbandingan BAC dan BEAC juga mengindikasikan proyek mengalami keuntungan.\"}]","Pengendalian Biaya Dan Waktu Pada Pelaksanaan Proyek Area Concourse Kawasan Pariwisata Borobudur Dengan Metode Konsep Nilai Hasil | PDF",1789093741]