[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-219683-113":3,"detail-sidebar-cat-1-id-113":80,"doc-detail-219683-id":114},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":73,"head_meta":75,"extra_data":77,"updated_unix":79},113,"id","complete-dissertation-ibu-darmawati-chapter-i-introduction","DISERTASI LENGKAP IBU DARMAWATI - BAB I PENDAHULUAN","","Disertasi ini membahas peran bahasa sebagai alat komunikasi yang memunculkan peristiwa tutur dan tindak tutur dalam suatu situasi tutur. Kajian difokuskan pada konsep tindak tutur sebagai entitas sentral pragmatik, termasuk perbedaan tindak tutur langsung dan tidak langsung serta bentuk kalimat deklaratif, interogatif, dan imperatif. Uraian juga menekankan kesantunan berbahasa sebagai sistem hubungan interpersonal untuk meminimalkan konflik, khususnya dalam komunikasi orang tua dengan anak di lingkungan keluarga, dengan pengaruh faktor umur, pendidikan, jenis kelamin, budaya, dan lingkungan sosial.",{"@graph":14,"@context":72},[15,34,55],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/template/","Template",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/","Umum",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/template/complete-dissertation-ibu-darmawati-chapter-i-introduction/219683/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/complete-dissertation-ibu-darmawati-chapter-i-introduction/219683.png","ImageObject",442,249,{"name":42,"@type":43},"wps_ap_test_251126_0180","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document","2026-09-21","2026-09-08",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":30},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",{"@type":56,"mainEntity":57},"FAQPage",[58,64,68],{"name":59,"@type":60,"acceptedAnswer":61},"Apa hubungan bahasa dengan peristiwa tutur dan tindak tutur dalam komunikasi?","Question",{"text":62,"@type":63},"Bahasa sebagai alat komunikasi memungkinkan terjadinya peristiwa tutur dan tindak tutur dalam situasi tutur. Saat ujaran disampaikan dan didengar, terjadi interaksi linguistik yang bermakna tindakan.","Answer",{"name":65,"@type":60,"acceptedAnswer":66},"Apa yang dimaksud dengan tindak tutur dalam kajian pragmatik?",{"text":67,"@type":63},"Tindak tutur merupakan proses interaksi linguistik melalui ujaran dan dipahami melalui maksud atau arti tindakan. Dalam pragmatik, tindak tutur menjadi dasar analisis konsep lain seperti implikatur dan prinsip kerja sama.",{"name":69,"@type":60,"acceptedAnswer":70},"Mengapa kesantunan berbahasa penting dalam komunikasi orang tua dan anak?",{"text":71,"@type":63},"Kesantunan berfungsi mempermudah interaksi dan memperkecil potensi konflik, termasuk ketika orang tua bertutur kepada anaknya. Penggunaan perintah secara sopan juga dapat diwujudkan melalui kalimat berita atau kalimat tanya.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":74,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":76,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":78,"site_id":7},219683,1788879287,{"code":4,"msg":81,"data":82},"success",[83,87,91,95,99,103,107,111],{"id":84,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":85,"show_sort_weight":4,"slug":86},178,"Faktur","faktur",{"id":88,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":89,"show_sort_weight":4,"slug":90},192,"Formulir","formulir-192",{"id":92,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":93,"show_sort_weight":4,"slug":94},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":96,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":97,"show_sort_weight":4,"slug":98},179,"Poster","poster",{"id":100,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":101,"show_sort_weight":4,"slug":102},176,"Presentasi","presentasi",{"id":104,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":105,"show_sort_weight":4,"slug":106},177,"Resume","resume",{"id":108,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":109,"show_sort_weight":4,"slug":110},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":112,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":4,"slug":113},183,"umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":81,"data":115},{"doc_id":78,"user_id":116,"nickname":42,"user_avatar":117,"doc_module":22,"category_id":112,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":118,"file_id":119,"file_url":120,"file_type":121,"file_size":122,"view_count":30,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":123,"language":124,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":125,"faqs":126,"seo_title":127,"seo_description":12,"update_tm":79,"read_time":128},8796095027276,"https://avatar.qwps.com/avatar/d3BzX2FwX3Rlc3RfMjUxMTI2XzAxODA=","BAB I\nPENDAHULUAN\nLatar Belakang\nManusia sebagai makhluk individu dan sekaligus sebagai makhluk sosial sangat membutuhkan orang lain dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidup itu menyebabkan manusia berkomunikasi dalam berbagai situasi. Dalam hal ini, peranan bahasa sebagai alat komunikasi sangatlah penting. Meskipun manusia dapat juga menggunakan alat lain untuk berkomunikasi, namun bahasa merupakan alat komunikasi yang paling baik di antara alat-alat komunikasi lainnya. Dalam komunikasi inilah, terjadi peristiwa tutur dan tindak tutur dalam suatu situasi tutur.\n1\nProses komunikasi manusia dalam bentuk tuturan atau ujaran mengandung kerja sama. Ketika sebuah kalimat dituturkan dan didengar oleh orang lain, orang tersebut akan melakukan tindakan yang diminta. Kesediaan seseorang dalam melakukan pekerjaan itu, tentu karena adanya kerja sama antarindividu. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa bahasa bersifat kooperatif. Selain bersifat kooperatif, bahasa juga digunakan sebagai alat komunikasi. Penggunaan bahasa sebagai alat komunikasi dipengaruhi oleh faktor sosial dan faktor situasional. Bahasa akan berkembang sesuai latar sosial budaya pemakainya, baik berdasarkan kondisi sosiologis maupun kondisi psikologis penggunanya. Variasi atau ragam bahasa pedagang,  ragam bahasa orang tua, ragam bahasa pejabat, ragam bahasa politikus, ragam bahasa remaja termasuk bahasa gaul merupakan perilaku kebahasaan yang bersifat  individu.\nBahasa digunakan sebagai alat komunikasi. Komunikasi merupakan  serangkaian tindak ujar yang dipakai secara sistematis untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam setiap peristiwa komunikasi, pada umumnya manusia saling menyampaikan informasi yang dapat berupa pikiran, gagasan, maksud, perasaan, dan emosi secara langsung. Dalam setiap proses komunikasi ini, terjadilah  peristiwa tutur (speech event) dan tindak tutur (speech act) dalam satu situasi tutur (speech situation). Peristiwa tutur dan tindak tutur merupakan kajian pragmatik. Tindak tutur adalah proses berlangsungnya interaksi linguistik dalam suatu bentuk ujaran. Hal ini juga  mencakup ekspresi situasi psikologis dan tindak sosial seperti memengaruhi perilaku orang lain atau membuat suatu kesepakatan yang melibatkan dua pihak yaitu penutur dan mitra tutur. Jadi, tindak tutur lebih dilihat pada makna atau arti tindakan dalam tuturannya.\nTindak tutur dapat berupa tindak tutur langsung dan tidak langsung.  Tindak tutur ini dapat berbentuk kalimat deklaratif, interogatif, dan imperatif. Kalimat deklaratif digunakan untuk memberitakan sesuatu, kalimat interogatif untuk menanyakan sesuatu, dan kalimat imperatif untuk memerintahkan ataupun mengajak seseorang. Tindak tutur (speech act) termasuk unsur pragmatik yang melibatkan pembicara, pendengar atau penulis, pembaca serta yang dibicarakan (Setiawan, 2005:16). Tindak tutur atau pertuturan (speech act, speech event) merupakan pengujaran kalimat untuk menyatakan sesuatu maksud dari pembicara agar dapat diketahui oleh pendengar (Kridalaksana,1984:154). Tindak tutur adalah salah satu kegiatan fungsional manusia sebagai makhluk sosial. Kemampuan ini  didapatkan melalui pemerolehan (acquisition) maupun pembelajaran (learning). Pemerolehan bahasa lazimnya dilakukan secara nonformal, sedangkan pembelajaran dilakukan secara formal (Subiyakto, 1992:88).\nTindak tutur merupakan analisis pragmatik, yaitu cabang ilmu bahasa yang mengkaji bahasa dari aspek pemakaian aktualnya. Leech (1993:5-6) mengatakan bahwa pragmatik mempelajari maksud ujaran (yaitu untuk apa ujaran itu dinyatakan); menanyakan apa yang seseorang maksudkan dengan suatu tindak tutur; dan mengaitkan makna siapa berbicara, kepada siapa, di mana, bilamana, serta bagaimana. Tindak tutur merupakan entitas yang bersifat sentral di dalam pragmatik dan juga merupakan dasar bagi analisis topik-topik lain dibidang ini seperti praanggapan, implikatur percakapan, prinsip kerja sama dan prinsip kesantunan.\nTindak tutur sebagai tindakan  yan","cbCaiklukjYZwns9","https://ap.wps.com/l/cbCaiklukjYZwns9","docx",249513,240,"Indonesian","# BAB I\n## PENDAHULUAN\n## Latar Belakang","[{\"question\":\"Apa hubungan bahasa dengan peristiwa tutur dan tindak tutur dalam komunikasi?\",\"answer\":\"Bahasa sebagai alat komunikasi memungkinkan terjadinya peristiwa tutur dan tindak tutur dalam situasi tutur. Saat ujaran disampaikan dan didengar, terjadi interaksi linguistik yang bermakna tindakan.\"},{\"question\":\"Apa yang dimaksud dengan tindak tutur dalam kajian pragmatik?\",\"answer\":\"Tindak tutur merupakan proses interaksi linguistik melalui ujaran dan dipahami melalui maksud atau arti tindakan. Dalam pragmatik, tindak tutur menjadi dasar analisis konsep lain seperti implikatur dan prinsip kerja sama.\"},{\"question\":\"Mengapa kesantunan berbahasa penting dalam komunikasi orang tua dan anak?\",\"answer\":\"Kesantunan berfungsi mempermudah interaksi dan memperkecil potensi konflik, termasuk ketika orang tua bertutur kepada anaknya. Penggunaan perintah secara sopan juga dapat diwujudkan melalui kalimat berita atau kalimat tanya.\"}]","DISERTASI LENGKAP IBU DARMAWATI - BAB I PENDAHULUAN | DOCX",84]