[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-seo-236829-113":41,"doc-detail-236829-id":114},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":42,"data":43},"ok",{"site_id":44,"language":45,"slug":46,"title":47,"keywords":48,"description":49,"schema_data":50,"social_meta":107,"head_meta":109,"extra_data":111,"updated_unix":113},113,"id","compilation-of-labor-cases-in-korean-companies-labor-issues","Kompilasi Kasus Buruh dan Perusahaan Korea - Masalah-masalah Buruh","","Kompilasi ini merangkum berbagai masalah ketenagakerjaan yang dialami buruh pada perusahaan-perusahaan Korea di sektor seperti garment, printing, kimia, dan industri pakaian. Isi tabel memuat pelanggaran yang menonjol—misalnya upah di bawah upah minimum, penangguhan upah, PHK ilegal, tidak membayar THR dan kompensasi, pelanggaran jam kerja/lembur, penolakan cuti serta hak-hak terkait kesehatan, gangguan terhadap serikat (union busting), intimidasi, serta masalah K3. Dokumen juga mencantumkan korban/jumlah kasus, pemilik, dan tuntutan penegakan norma kerja.",{"@graph":51,"@context":106},[52,68,89],{"@type":53,"itemListElement":54},"BreadcrumbList",[55,59,62,65],{"item":56,"name":57,"@type":58,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":60,"name":10,"@type":58,"position":61},"https://docshare.wps.com/id/template/",2,{"item":63,"name":15,"@type":58,"position":64},"https://docshare.wps.com/id/template/formulir/",3,{"item":66,"name":47,"@type":58,"position":67},"https://docshare.wps.com/id/template/compilation-of-labor-cases-in-korean-companies-labor-issues/236829/",4,{"url":66,"name":47,"@type":69,"image":70,"author":75,"headline":47,"publisher":78,"fileFormat":81,"inLanguage":45,"description":49,"dateModified":82,"datePublished":83,"encodingFormat":81,"isAccessibleForFree":84,"interactionStatistic":85},"DigitalDocument",{"url":71,"@type":72,"width":73,"height":74},"https://docshare.wps.com/thumbnails/compilation-of-labor-cases-in-korean-companies-labor-issues/236829.png","ImageObject",442,249,{"name":76,"@type":77},"Valentina","Person",{"url":56,"name":79,"@type":80},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-19","2026-09-11",true,{"@type":86,"interactionType":87,"userInteractionCount":9},"InteractionCounter",{"@type":88},"ViewAction",{"@type":90,"mainEntity":91},"FAQPage",[92,98,102],{"name":93,"@type":94,"acceptedAnswer":95},"Masalah buruh apa saja yang paling sering muncul dalam kompilasi ini?","Question",{"text":96,"@type":97},"Banyak kasus terkait pembayaran upah di bawah upah minimum, penangguhan upah, tidak membayar THR atau kompensasi, PHK ilegal, jam kerja/lembur yang tidak sesuai, serta pelanggaran hak cuti. Juga muncul isu terkait K3 dan intimidasi di tempat kerja.","Answer",{"name":99,"@type":94,"acceptedAnswer":100},"Bagaimana kompilasi ini menunjukkan tuntutan dari para pekerja?",{"text":101,"@type":97},"Kolom tuntutan merangkum kebutuhan seperti pembayaran kekurangan THR, pembayaran kompensasi, serta penegakan norma dan syarat-syarat kerja. Beberapa entri menekankan pemulihan hak berserikat dan pemenuhan standar ketenagakerjaan.",{"name":103,"@type":94,"acceptedAnswer":104},"Apakah dokumen ini mencakup pelanggaran terkait serikat pekerja?",{"text":105,"@type":97},"Ya. Sejumlah kasus menyebut upaya pemberangusan hak berserikat (union busting), pemaksaan skema kompensasi, skorsing terhadap pengurus, dan tindakan intimidasi saat jam kerja yang berkaitan dengan aktivitas serikat.","https://schema.org",{"og:url":66,"og:type":108,"og:title":47,"og:site_name":79,"og:description":49},"article",{"robots":110,"canonical":66},"index,follow",{"doc_id":112,"site_id":44},236829,1789108017,{"code":4,"msg":5,"data":115},{"doc_id":112,"user_id":116,"nickname":76,"user_avatar":117,"doc_module":9,"category_id":14,"category_name":15,"doc_title":47,"doc_description":49,"doc_content":118,"file_id":119,"file_url":120,"file_type":121,"file_size":122,"view_count":9,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":64,"language":123,"language_code":45,"site_id":44,"html_lang":45,"table_of_contents":48,"faqs":124,"seo_title":125,"seo_description":49,"update_tm":113,"read_time":9},13056703020460,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/be000253dac470eee5d?_k=1778207105932848923","Masalah-masalah Buruh  \n\n| No | Nama | Sektor/Merek/Buruh | Tindakan pelanggaran dan korban | Pemilik | Tuntutan |\n| --- | --- | --- | --- | --- | --- |\n|  | PT Dada Indonesia.\u003Cbr>Purwakarta Jabar | Pakaian jadi/Adidas, GIII, H&M/+ 1300 | 1. Pemilik perusahaan kabur tanpa pemberitahuan, pada 31 Oktober 2018.\u003Cbr>2. Membayar upah di bawah upah minimum Rp.\u003Cbr>2.775.000 dari Rp. 3.445.617 | Owner: Han Soung Choul Web:\u003Cbr>[https://e](https://e)\u003Cbr>[dada.com:446/global/globaldada.asp](dada.com:446/global/globaldada.asp) | Pembayaran\u003Cbr>kompensasi |\n|  | SS Print Bekasi | Printing dan packaging/ Adidas/+ 500 orang | 1. Tutup mendadak dan pemilik kabur\u003Cbr>2. Tidak membayar kompensasi | Kong Su Ju Group: [ss.asia](ss.asia) | Pembayaran\u003Cbr>kompensasi |\n|  | PT Yutu Leport Indonesia | Garment | 1. PHK Ilegal\u003Cbr>2. Upah yang di tangguhkan setiap tahun.\u003Cbr>3. Jam kerja sampai 14 jam dan hanya di hitung 1 jam lembur/ hanya di bayar 20.000\u003Cbr>4. Upah lembur tidak sesuai UUK\u003Cbr>5. Tidak di berikan cuti haid, hamil dan izin sakit\u003Cbr>6. BPJS yang tidak dibayarkan\u003Cbr>7. Pekerja kontrak yang berkelanjutan\u003Cbr>8. Intimidasi leader yang berlebihan saat jam kerja\u003Cbr>9. Tidak menjalankan perintah pejabat negara |  | Penegakan\u003Cbr>norma dansyarat-syarat kerja |\n|  | PT Mikwang\u003Cbr>Prima Indo, Tangerang Banten | Embosing, cutting press molding, screen transfer paper/Adidas/+ 300 orang | 1. Pengusaha kabur sejak Desember 2018\u003Cbr>2. Februari 2019, perusahaan dinyatakan tutup\u003Cbr>3. Membayar upah di bawah upah minimum berdasarkesepakatan penangguhan upah sejak 2013 | Owner: Kim Seong Rok | Pembayaran\u003Cbr>kompensasi |\n|  | PT BTS Indonesia | Pakaian jadi/+ 357 orang | Tidak membayar upah sesuai upah minimum dan THR |  | Pembayarankekurangan THR |\n|  | PT Selaras Kausa Busana, Bekasi | Pakaian/K-Mart, A Glow, Sonoma, RPR, Target, March, Anthony, Justice, Mudd, Kohl’s, Disney, Tj May, APT 9, Hema,, Urbans, Fila./+  3500 | 1. Membayar upah di bawah upah minimum melaluiskema penangguhan upah sejak 2013.\u003Cbr>2. Perusahaan tutup produksi Oktober 2018\u003Cbr>3. Pemilik perusahaan kabur Oktober 2018 | Owner: Jae Chul Kim | Pembayaran\u003Cbr>kompensasi |\n\n\n|  | PT Kahoindah Citragarmen , Cakung Jakarta | Fantastic, Magistic | Mengingkari kesepakatan untuk mempekerjakan 68 orang buruh yang dipindahkan dari Kahoindah Citragarment 2 Bekasi | Hojeon Group |  |\n| --- | --- | --- | --- | --- | --- |\n|  | PT Kahoindah\u003Cbr>Citragarmen 2, Bekasi Jabar | Pakaian jadi/\u003Cbr>Nike, Fantastics, Magistic + 3000 orang | 1. Perusahaan tutup dan pindah ke KBN Cakung, pada\u003Cbr>12 Oktober 2018\u003Cbr>2. Memaksa buruh menerima skema kompensasi di bawah peraturan perundangan | Hojeon Group |  |\n|  | PT Korea Fine Chemical | Kimia | 1. PHK, upah di bawah UMK dan union busting | CHOI JAEYOEL | Penegakan\u003Cbr>norma dansyarat-syarat kerja |\n|  | PT Putra Pile Indah |  | 1. PHK sepihak serikat buruh\u003Cbr>2. Diskriminasi pengurus\u003Cbr>3. Proses kasusnya sampai kedinas\u003Cbr>Jumlah yang berkasus 45 orang | 1. KIM JONG\u003Cbr>2. PARK\u003Cbr>3. LEE |  |\n|  | PTAbadi Sejahtera Mulia Tangerang |  | 1. Sejak 2015 membayar upah di bawah UMK, tanpamengajukan penangguhan\u003Cbr>2. Tidak membayar upah cuti karena sakit, menikah dan mengkhitankan anak dan berkegiatan di serikat buruh\u003Cbr>3. Mutasi pengurus dan anggota terkait berdirinyaserikat.\u003Cbr>2.Skorsing terhadap pengurus terkait tugas serikat.\u003Cbr>3.pembaharuan kontrak tanpa memperhitungkan kontrak sebelumnya.\u003Cbr>4.Ada ancaman kekerasan yg dilakukan oleh pekerjalain yang dipercaya oleh perusahaan.\u003Cbr>5.PHK sepihak tidak sesuai dengan perundang undangan ketenaga kerjaan.\u003Cbr>6. Tidak diterapkannya K3 dengan baik di PTASM, maka sering terjadi kecelakan kerja yang di alami oleh pekerja.\u003Cbr>7. Kelebihan jam kerja tidak di hitung lembur. |  | Penegakan\u003Cbr>norma dansyarat-syarat kerja |\n|  | PT Sumber Batu Berkah |  | Pelanggaran: status kerja, Upah, Upah Lembur, K3, dan upaya pemberangusan hak berserikat (Union Busting). |  | Penegakan\u003Cbr>norma dansyarat-syarat kerja |\n\n\n|  | PT Yantek Area Tanjung","cbCairTOr1IYLu28","https://ap.wps.com/l/cbCairTOr1IYLu28","pdf",124860,"Indonesian","[{\"question\":\"Masalah buruh apa saja yang paling sering muncul dalam kompilasi ini?\",\"answer\":\"Banyak kasus terkait pembayaran upah di bawah upah minimum, penangguhan upah, tidak membayar THR atau kompensasi, PHK ilegal, jam kerja/lembur yang tidak sesuai, serta pelanggaran hak cuti. Juga muncul isu terkait K3 dan intimidasi di tempat kerja.\"},{\"question\":\"Bagaimana kompilasi ini menunjukkan tuntutan dari para pekerja?\",\"answer\":\"Kolom tuntutan merangkum kebutuhan seperti pembayaran kekurangan THR, pembayaran kompensasi, serta penegakan norma dan syarat-syarat kerja. Beberapa entri menekankan pemulihan hak berserikat dan pemenuhan standar ketenagakerjaan.\"},{\"question\":\"Apakah dokumen ini mencakup pelanggaran terkait serikat pekerja?\",\"answer\":\"Ya. Sejumlah kasus menyebut upaya pemberangusan hak berserikat (union busting), pemaksaan skema kompensasi, skorsing terhadap pengurus, dan tindakan intimidasi saat jam kerja yang berkaitan dengan aktivitas serikat.\"}]","Kompilasi Kasus Buruh dan Perusahaan Korea - Masalah-masalah Buruh | PDF"]