[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-235215-113":3,"detail-sidebar-cat-1-id-113":74,"doc-detail-235215-id":108},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":67,"head_meta":69,"extra_data":71,"updated_unix":73},113,"id","chapter-ii-literature-review","BAB II - Tinjauan Pustaka","","BAB II membahas tinjauan pustaka mengenai standar akuntansi dan praktik pelaporan untuk entitas mikro, kecil, dan menengah. Uraian dimulai dari penerbitan SAK ETAP dan kebutuhan penyederhanaan yang melahirkan SAK EMKM, termasuk tujuan membantu pelaku UMKM menyusun laporan keuangan. Selanjutnya dijelaskan konsep laporan keuangan, unsur posisi keuangan (aset, liabilitas, ekuitas), serta tujuan, pengguna, dan mekanisme pengakuan unsur melalui kriteria pengakuan dan pengukuran andal.",{"@graph":14,"@context":66},[15,34,49],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/template/","Template",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/template/formulir/","Formulir",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/template/chapter-ii-literature-review/235215/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"author":36,"headline":10,"publisher":39,"fileFormat":42,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":43,"datePublished":43,"encodingFormat":42,"isAccessibleForFree":44,"interactionStatistic":45},"DigitalDocument",{"name":37,"@type":38},"Valentina","Person",{"url":19,"name":40,"@type":41},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-11",true,{"@type":46,"interactionType":47,"userInteractionCount":4},"InteractionCounter",{"@type":48},"ViewAction",{"@type":50,"mainEntity":51},"FAQPage",[52,58,62],{"name":53,"@type":54,"acceptedAnswer":55},"Apa perbedaan tujuan SAK EMKM dibanding SAK ETAP?","Question",{"text":56,"@type":57},"SAK ETAP ditujukan untuk entitas tanpa akuntabilitas publik, sedangkan SAK EMKM dibuat lebih sederhana untuk entitas mikro, kecil, dan menengah agar pelaporan tidak rumit serta memudahkan akses pendanaan.","Answer",{"name":59,"@type":54,"acceptedAnswer":60},"Apa saja unsur yang membentuk informasi posisi keuangan?",{"text":61,"@type":57},"Unsur posisi keuangan terdiri dari aset, liabilitas, dan ekuitas yang masing-masing didefinisikan sebagai sumber daya, kewajiban kini, dan hak residual atas aset setelah dikurangi liabilitas.",{"name":63,"@type":54,"acceptedAnswer":64},"Bagaimana kriteria pengakuan unsur laporan keuangan dijelaskan?",{"text":65,"@type":57},"Pengakuan adalah proses mencatat pos yang memenuhi definisi unsur dan kriteria pengakuan, dinyatakan baik dalam kata-kata maupun jumlah moneter, serta didasarkan pada kemampuan pengukuran yang andal.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":68,"og:title":10,"og:site_name":40,"og:description":12},"article",{"robots":70,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":72,"site_id":7},235215,1789095965,{"code":4,"msg":75,"data":76},"success",[77,81,84,88,92,96,100,104],{"id":78,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":79,"show_sort_weight":4,"slug":80},178,"Faktur","faktur",{"id":82,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":4,"slug":83},192,"formulir-192",{"id":85,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":86,"show_sort_weight":4,"slug":87},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":89,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":90,"show_sort_weight":4,"slug":91},179,"Poster","poster",{"id":93,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":94,"show_sort_weight":4,"slug":95},176,"Presentasi","presentasi",{"id":97,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":98,"show_sort_weight":4,"slug":99},177,"Resume","resume",{"id":101,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":102,"show_sort_weight":4,"slug":103},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":105,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":106,"show_sort_weight":4,"slug":107},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":75,"data":109},{"doc_id":72,"user_id":110,"nickname":37,"user_avatar":111,"doc_module":22,"category_id":82,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":112,"file_id":113,"file_url":114,"file_type":115,"file_size":116,"view_count":4,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":117,"language":118,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":119,"faqs":120,"seo_title":121,"seo_description":12,"update_tm":73,"read_time":122},13056703020460,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/be000253dac470eee5d?_k=1778207105932848923","BAB II  \nTINJAUAN PUSTAKA  \n2.1 Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil dan Menengah  \nPada tahun 2009 Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan  \nIndonesia (DSAK IAI) menerbitkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa  \nAkuntabilitas Publik (SAK ETAP) untuk diterapkan pada entitas kecil dan  \nmenengah. DSAK IAI kemudian melihat kebutuhan standar akuntansi yang lebih  \nsederhana pada entitas mikro kecil dan menengah, sehingga mereka menerbitkan  \nStandar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil dan Menengah (SAK EMKM)  \n(Ikatan Akuntansi Indonesia, 2016: 2) .  \nPenggunaan SAK EMKM ini ditujukan untuk pengguna entitas mikro,  \nkecil dan menengah, dimana penggunaan laporan keuangan pada UMKM  \ncenderung tidak membutuhkan laporan keuangan rumit dan analisis laporan  \nkeuangan secara mendalam (Kusuma & Lutfianny, 2018) . SAK EMKM memuat  \npengaturan akuntansi yang lebih sederhana dari SAK ETAP karena mengatur  \ntransaksi yang dilakukan oleh EMKM dengan pengukuran yang murni  \nmenggunakan biaya historis. SAK EMKM diharapkan mampu membantu pelaku  \nUMKM dalam menyusun laporan keuangan sehingga memudahkan pelaku UMKM mendapatkan akses pendanaan (Ikatan Akuntansi Indonesia, 2016: 2) .  \nPerubahan Ekuitas, Arus Kas, serta Catatan Atas Laporan Keuangan (Isnawan,  \n2012: 60) .  \nInformasi posisi keuangan entitas terdiri dari informasi mengenai aset,  \nliabilitas, dan ekuitas entitas pada tanggal tertentu. Unsur-unsur yang terdapat  \ndalam laporan keuangan adalah (Ikatan Akuntansi Indonesia, 2016:3):  \na. Aset adalah sumber daya yang dikuasai oleh entitas sebagai akibat dari  \nperistiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomik masa depan  \ndiharapkan akan mengalir ke entitas.  \nb. Liabilitas adalah kewajiban kini entitas yang timbul dari peristiwa masa  \nlalu, yang penyelesaiannya diharapakan mengakibatkan arus keluar dari  \nsumber daya entitas yang mengandung manfaat ekonomik.  \nc. Ekuitas adalah hak residual atas aset entitas setelah dikurangi seluruh  \nliabilitas.  \n2.2 Laporan Keuangan  \nLaporan keuangan merupakan hasil dari proses akuntansi yang menyediakan informasi keuangan yang bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam pengambilan keputusan dalam suatu perusahaan. Laporankeuangan terdiri dari lima macam laporan yaitu Laporan Laba Rugi, Neraca,  \nd. Penghasilan dan biaya, termasuk keuntungan dan kerugian. Definisi penghasilan meliputi pendapatan dan keuntungan. Pendapatan timbuldalam pelaksanaan aktivitas entitas yang biasa dan dikenal dengan sebutanyang berbeda seperti penjualan, penghasilan jasa, bunga, dividen, royalti, dan sewa. Definisi biaya mencakup baik kerugian maupun biaya yang  \ntimbul dalam pelaksanaan aktivitas entitas yang biasa. Biaya yang timbuldalam pelaksanaan aktivitas entitas yang biasa meliputi biaya pokok penjualan, gaji, dan penyusutan.  \n2.2.1 Tujuan Laporan Keuangan  \nTujuan laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi posisi keuangan  \ndan kinerja suatu entitas yang bermanfaat bagi sejumlah besar pengguna dalam  \npengambilan keputusan ekonomi oleh siapapun yang tidak dalam posisi dapat  \nmeminta laporan keuangan khusus untuk memenuhi kebutuhan informasi tersebut.  \nPengguna tersebut meliputi penyedia sumber daya bagi entitas, seperti kreditor  \nmaupun investor. Laporan keuangan juga menunjukkan pertanggungjawaban  \nmanajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya (Ikatan Akuntansi  \nIndonesia, 2016:3) .  \nStakeholder memerlukan laporan keuangan dalam rangka  \npertanggungjawaban manajemen, menganalisis keadaaan posisi keuangan suatu  \nentitas pada tanggal tertentu, serta mengevaluasi kemampuan entitas  \nmenghasilkan laba usaha selama periode tertentu dalam rangka mengambil  \nkeputusan ekonomi secara bijak. Hasil evaluasi tersebut kemudian menghasilkan  \ninformasi apakah entitas mampu membayar semua kewajibannya tepat waktu atau  \nbiaya dan biaya operasi entitas (Kartikahadi et al., 2012: 46) .  \n2.2.2 Pengakuan Unsur-Unsur Laporan Keuangan  \nPengakuan merupakan proses p","cbCaibXcHndsiVHd","https://ap.wps.com/l/cbCaibXcHndsiVHd","pdf",1093528,30,"Indonesian","# BAB II\n## Tinjauan Pustaka\n## Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil dan Menengah\n## Laporan Keuangan\n### Tujuan Laporan Keuangan\n### Pengakuan Unsur-Unsur Laporan Keuangan","[{\"question\":\"Apa perbedaan tujuan SAK EMKM dibanding SAK ETAP?\",\"answer\":\"SAK ETAP ditujukan untuk entitas tanpa akuntabilitas publik, sedangkan SAK EMKM dibuat lebih sederhana untuk entitas mikro, kecil, dan menengah agar pelaporan tidak rumit serta memudahkan akses pendanaan.\"},{\"question\":\"Apa saja unsur yang membentuk informasi posisi keuangan?\",\"answer\":\"Unsur posisi keuangan terdiri dari aset, liabilitas, dan ekuitas yang masing-masing didefinisikan sebagai sumber daya, kewajiban kini, dan hak residual atas aset setelah dikurangi liabilitas.\"},{\"question\":\"Bagaimana kriteria pengakuan unsur laporan keuangan dijelaskan?\",\"answer\":\"Pengakuan adalah proses mencatat pos yang memenuhi definisi unsur dan kriteria pengakuan, dinyatakan baik dalam kata-kata maupun jumlah moneter, serta didasarkan pada kemampuan pengukuran yang andal.\"}]","BAB II - Tinjauan Pustaka | PDF",11]