[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-seo-235672-113":41,"doc-detail-235672-id":114},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":42,"data":43},"ok",{"site_id":44,"language":45,"slug":46,"title":47,"keywords":48,"description":49,"schema_data":50,"social_meta":107,"head_meta":109,"extra_data":111,"updated_unix":113},113,"id","chapter-ii-literature-review-animation-story-and-storyboard","BAB II - Tinjauan Pustaka - Animasi, Story, dan Storyboard","","Dokumen ini menyajikan tinjauan pustaka untuk karya animasi, berfokus pada prinsip komunikasi visual, pembentukan emosi karakter, serta pengendalian dunia dalam dimensi animasi. Materi juga menguraikan konsep cerita pada film, alasan penonton memilih menonton, serta unsur cerita yang relevan, besar, dan bernilai melalui fase-fase serta kendala tokoh utama. Selanjutnya dibahas pengertian storyboard, kaidah informasi pada storyboard, kebutuhan eksplorasi referensi visual, hingga ragam pergerakan kamera dan bentuk shot yang digunakan.",{"@graph":51,"@context":106},[52,68,89],{"@type":53,"itemListElement":54},"BreadcrumbList",[55,59,62,65],{"item":56,"name":57,"@type":58,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":60,"name":10,"@type":58,"position":61},"https://docshare.wps.com/id/template/",2,{"item":63,"name":39,"@type":58,"position":64},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/",3,{"item":66,"name":47,"@type":58,"position":67},"https://docshare.wps.com/id/template/chapter-ii-literature-review-animation-story-and-storyboard/235672/",4,{"url":66,"name":47,"@type":69,"image":70,"author":75,"headline":47,"publisher":78,"fileFormat":81,"inLanguage":45,"description":49,"dateModified":82,"datePublished":83,"encodingFormat":81,"isAccessibleForFree":84,"interactionStatistic":85},"DigitalDocument",{"url":71,"@type":72,"width":73,"height":74},"https://docshare.wps.com/thumbnails/chapter-ii-literature-review-animation-story-and-storyboard/235672.png","ImageObject",442,249,{"name":76,"@type":77},"Valentina","Person",{"url":56,"name":79,"@type":80},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-21","2026-09-11",true,{"@type":86,"interactionType":87,"userInteractionCount":9},"InteractionCounter",{"@type":88},"ViewAction",{"@type":90,"mainEntity":91},"FAQPage",[92,98,102],{"name":93,"@type":94,"acceptedAnswer":95},"Apa prinsip dasar yang ditekankan dalam komunikasi visual pada animasi?","Question",{"text":96,"@type":97},"Sebuah karya visual yang baik terbentuk dari penggunaan prinsip dasar secara benar dan tepat sesuai kebutuhan produksi, termasuk penyampaian pesan visual melalui skenario dan penciptaan emosi pada karakter.","Answer",{"name":99,"@type":94,"acceptedAnswer":100},"Mengapa cerita menjadi unsur penting dalam film dan bagaimana efeknya pada penonton?",{"text":101,"@type":97},"Cerita harus menghibur dan mampu mengantarkan imajinasi penonton melalui sudut pandang pembuat cerita. Efek terhibur muncul bergantung pada kualitas cerita yang disampaikan, termasuk unsur relevan, besar, dan berharga serta fase cerita.",{"name":103,"@type":94,"acceptedAnswer":104},"Apa saja informasi yang umumnya terdapat dalam halaman storyboard?",{"text":105,"@type":97},"Storyboard umumnya memuat nomor adegan, huruf atau nomor shot, frame kamera, tanda panah gerakan kamera, tanda panah gerakan subjek, serta tempat untuk kelanjutan adegan dan catatan.","https://schema.org",{"og:url":66,"og:type":108,"og:title":47,"og:site_name":79,"og:description":49},"article",{"robots":110,"canonical":66},"index,follow",{"doc_id":112,"site_id":44},235672,1790019858,{"code":4,"msg":5,"data":115},{"doc_id":112,"user_id":116,"nickname":76,"user_avatar":117,"doc_module":9,"category_id":38,"category_name":39,"doc_title":47,"doc_description":49,"doc_content":118,"file_id":119,"file_url":120,"file_type":121,"file_size":122,"view_count":9,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":123,"language":124,"language_code":45,"site_id":44,"html_lang":45,"table_of_contents":125,"faqs":126,"seo_title":127,"seo_description":49,"update_tm":128,"read_time":129},13056703020460,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/be000253dac470eee5d?_k=1778207105932848923","Hak cipta dan penggunaan kembali:  \nLisensi ini mengizinkan setiap orang untuk menggubah, memperbaiki, dan membuat ciptaan turunan bukan untuk kepentingan komersial, selama anda mencantumkan nama penulis dan melisensikan ciptaan turunan dengan syarat yang serupa dengan ciptaan asli.  \nCopyright and reuse:  \nThis license lets you remix, tweak, and build upon work non-commercially, as long as you credit the origin creator and license it on your new creations under the identical terms.  \nTeam project ©2017  \nDony Pratidana S. Hum | Bima Agus Setyawan S. IIP  \nBAB II  \nTINJAUAN PUSTAKA  \n2.1. Pengenalan dalam Animasi  \nDalam buku miliknya, Shaw (2004) mengatakan bahwa sebuah karya visual yang  \nbaik tercipta dari penggunaan prinsip dasar secara benar dan tepat sesuai dengan  \nkebutuhan produksi. Ia menyebutkan beberapa hal dasar yang harus dicapai dalam  \nkomunikasi yang baik pada sebuah animasi, meliputi antara lain; mengetahui  \nbagaimana penyampaian pesan secara visual melalui sebuah skenario dalam film  \nanimasi sehingga menciptakan satu sifat emosi, bagaimana mengontrol sebuah  \ndunia dalam dimensi animasi, bagaimana untuk menciptakan seorang karakter,  \nbagaimana membuat emosi pada karakter tersebut seperti ekspresi bahagia atau  \nsedih, dan bagaimana membuat kondisi seakan-akan hidup seperti nyata.  \nGambar 2. 1. Adegan pada Film Animasi dengan Ekspresi Ceria.  \n(George & Aj, 2009)  \n2.2. Story  \nGlebas (2009) mendeskripsikan hal menarik tentang sebuah cerita pada film. Ia menjelaskan tentang alasan mengapa masyarakat memiliih untuk menonton  \nsebuah film. Hal utama yang dikemukakan olehnya adalah hiburan. Penontoningin mencari sebuah hal yang sifatnya menghibur dan melarikan diri dari apa yang dihadapi pada rutinitas sehari-hari, salah satunya dengan menonton film. Selanjutnya, hiburan tersebut disajikan melalui sebuah cerita. Cerita  \nmengantarkan imajinasi penonton melalui sudut pandang yang dibuat oleh  \npembuat cerita, kemudian dari tahap ini dibuat supaya penonton merasuk dan  \nmengikuti ke dalam cerita yang ada. Lalu, pada tahap ini efek terhibur yang akan  \nmuncul tergantung pada kualitas dari sebuah cerita yang disampaikan.  \nGambar 2. 2. Pixar Feature Film Up dengan Cerita yang Baik dan Menghibur.  \n(George & Aj, 2009)  \nKembali Glebas membahas lebih detil mengenai sebuah cerita. Hal yang  \npaling penting dalam cerita pada sebuah film adalah adanya sebuah unsur penting  \nyang relevan, besar dan berharga. Tiga unsur ini diperlukan untuk membuat kesan  \npada penonton bahwa mereka harus merasa penasaran sehingga ingin mengikuti  \ncerita pada sebuah film. Cerita yang disampaikan harus menjanjikan untuk dinanti  \noleh penonton. Salah satu cara yang sering digunakan adalah dengan membagi  \ncerita kedalam beberapa fase, serta adanya kendala yang ditemukan oleh tokoh  \nutama untuk mencapai tujuan dalam suatu cerita. Pada akhirnya, penonton akan  \nterhanyut dan mengikuti dengan cerita tersebut.  \n7  \n2.3. Storyboard  \n2.3.1. Pengenalan pada Storyboard  \nGlebas (2009) membahas tentang langkah yang harus diambil dalam mengerjakan  \nsebuah film. Semua diawali dengan adanya cerita, kemudian lanjut ke tahap  \npersiapan pembuatan storyboard. Adanya storyboard yang tercipta dapat  \nbervariasi tergantung pada yang ada dalam skrip. Poin utama yang harus  \ndihasilkan melalui sebuah storyboard adalah gambaran awal supaya tim produksi  \nlain mendapatkan pemahaman melalui gambar tersebut. Ia menegaskan bahwa  \nhasil gambar yang dihasilkan harus menginspirasi bagi mereka yang melihatnya.  \nGambar 2. 3. Contoh Storyboard dari Serial Bob the Builder.  \n(Shaw, 2004)  \nGlebas memberikan arahan untuk melakukan eksplorasi terhadap  \npengembangan visual. Referensi dapat dicari dari mana saja, seperti perpustakaan  \natau internet. Setelah cukup mengumpulkan data visual yang diperlukan, hal  \nmenarik lainnya adalah pengembangan visual, yaitu tampilan yang akan  \ndiciptakan pada film yang sedang digarap.  \nSelanjutnya, sebuah storyboard dibuat me","cbCaibjTxsNXgFVS","https://ap.wps.com/l/cbCaibjTxsNXgFVS","pdf",1629879,24,"Indonesian","# BAB II TINJAUAN PUSTAKA\n## 2.1 Pengenalan dalam Animasi\n## 2.2 Story\n## 2.3 Storyboard\n## 2.3.1 Pengenalan pada Storyboard\n## 2.3.2 Kaidah Umum Storyboard\n## 2.3.3 Pergerakan Kamera pada Storyboard","[{\"question\":\"Apa prinsip dasar yang ditekankan dalam komunikasi visual pada animasi?\",\"answer\":\"Sebuah karya visual yang baik terbentuk dari penggunaan prinsip dasar secara benar dan tepat sesuai kebutuhan produksi, termasuk penyampaian pesan visual melalui skenario dan penciptaan emosi pada karakter.\"},{\"question\":\"Mengapa cerita menjadi unsur penting dalam film dan bagaimana efeknya pada penonton?\",\"answer\":\"Cerita harus menghibur dan mampu mengantarkan imajinasi penonton melalui sudut pandang pembuat cerita. Efek terhibur muncul bergantung pada kualitas cerita yang disampaikan, termasuk unsur relevan, besar, dan berharga serta fase cerita.\"},{\"question\":\"Apa saja informasi yang umumnya terdapat dalam halaman storyboard?\",\"answer\":\"Storyboard umumnya memuat nomor adegan, huruf atau nomor shot, frame kamera, tanda panah gerakan kamera, tanda panah gerakan subjek, serta tempat untuk kelanjutan adegan dan catatan.\"}]","BAB II - Tinjauan Pustaka - Animasi, Story, dan Storyboard | PDF",1789099717,8]