[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-237057-113":3,"detail-sidebar-cat-1-id-113":80,"doc-detail-237057-id":114},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":73,"head_meta":75,"extra_data":77,"updated_unix":79},113,"id","chapter-5-conclusions-and-suggestions-237057","BAB V - SIMPULAN DAN SARAN","","Bab V menyajikan simpulan dan saran dari penelitian mengenai strategi penolakan tidak langsung dalam bahasa Jepang dan bahasa Indonesia. Simpulan merangkum temuan 18 jenis strategi dalam bahasa Jepang dan 16 jenis strategi dalam bahasa Indonesia, sekaligus menunjukkan persamaan dan perbedaan penggunaannya. Persamaan menekankan strategi kesantunan positif dan negatif serta kecenderungan memakai 1–3 strategi per tuturan. Perbedaan mencakup variasi alasan, penggunaan janji dan permintaan maaf, serta perbedaan intonasi yang memengaruhi penerimaan.",{"@graph":14,"@context":72},[15,34,55],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/template/","Template",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/","Umum",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/template/chapter-5-conclusions-and-suggestions-237057/237057/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/chapter-5-conclusions-and-suggestions-237057/237057.png","ImageObject",442,249,{"name":42,"@type":43},"Theodora","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-20","2026-09-11",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":26},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",{"@type":56,"mainEntity":57},"FAQPage",[58,64,68],{"name":59,"@type":60,"acceptedAnswer":61},"Apa saja simpulan utama terkait strategi penolakan tidak langsung dalam bahasa Jepang?","Question",{"text":62,"@type":63},"Penelitian menemukan 18 jenis strategi penolakan tidak langsung dalam bahasa Jepang, seperti alasan, dalih, pengisi jeda, permintaan maaf, alternatif, hingga candaan.","Answer",{"name":65,"@type":60,"acceptedAnswer":66},"Berapa jenis strategi penolakan tidak langsung yang ditemukan dalam bahasa Indonesia, dan apa saja contohnya?",{"text":67,"@type":63},"Terdapat 16 jenis strategi dalam bahasa Indonesia, termasuk alasan, dalih, pengisi jeda, permintaan maaf, pernyataan alternatif, penjelasan, serta penundaan.",{"name":69,"@type":60,"acceptedAnswer":70},"Apa perbedaan mendasar antara strategi penolakan dalam bahasa Jepang dan bahasa Indonesia?",{"text":71,"@type":63},"Alasan dalam bahasa Jepang tidak terlalu spesifik pada tempat/waktu/rencana, sedangkan bahasa Indonesia cenderung menjelaskan secara spesifik; orang Jepang jarang memberi janji saat penolakan, sementara Indonesia sering melakukannya, dan Jepang sering memakai permintaan maaf.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":74,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":76,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":78,"site_id":7},237057,1789109286,{"code":4,"msg":81,"data":82},"success",[83,87,91,95,99,103,107,111],{"id":84,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":85,"show_sort_weight":4,"slug":86},178,"Faktur","faktur",{"id":88,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":89,"show_sort_weight":4,"slug":90},192,"Formulir","formulir-192",{"id":92,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":93,"show_sort_weight":4,"slug":94},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":96,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":97,"show_sort_weight":4,"slug":98},179,"Poster","poster",{"id":100,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":101,"show_sort_weight":4,"slug":102},176,"Presentasi","presentasi",{"id":104,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":105,"show_sort_weight":4,"slug":106},177,"Resume","resume",{"id":108,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":109,"show_sort_weight":4,"slug":110},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":112,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":4,"slug":113},183,"umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":81,"data":115},{"doc_id":78,"user_id":116,"nickname":42,"user_avatar":117,"doc_module":22,"category_id":112,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":118,"file_id":119,"file_url":120,"file_type":121,"file_size":122,"view_count":26,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":33,"language":123,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":124,"faqs":125,"seo_title":126,"seo_description":12,"update_tm":79,"read_time":26},687197207919,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/a000253d6f5f7c60be?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1779446848396160552","BAB V  \nSIMPULAN DAN SARAN  \n5.1 Simpulan  \nSetelah melalui tahap demi tahap proses penelitian yang dilakukan sesuaidengan metode penelitian yang telah dipaparkan pada bab sebelumnya, penulis sampai pada simpulan yang akan penulis bagi menjadi tiga poin penting sebagaihasil simpulan.  \n1. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan secara mendetail padabagian sebelumnya, penulis menemukan 18 jenis strategi penolakan tidaklangsung di dalam Bahasa Jepang yang digunakan baik kepada mitra tuturakrab maupun tidak akrab. Strategi-strategi tersebut adalah: 1) alasan (理由/riyuu), 2) dalih (言い訳/iiwake), 3) pengisi jeda (間を待たせる表現/aida wo mataseru hyougen), 4) permintaan maaf (謝罪/shazai), 5) pernyataan alternatif (代案提示/daian teiji), 6) mengkritisi tindak ilokusi mitra tutur (依頼者への批判/iraisha e no hihan), 7) rasa terima kasih/apresiasi (感謝/kansha), 8) melepaskan mitra tutur dari tanggung jawab (話しての負担を軽減する/hanashite no futan wo keigen suru), 9) pengalihan topik pembicaraan (話題観点/wadai kanten), 10) penjelasan (弁明/benmei), 11) pernyataanprinsip (信念の陳述/shinnen no chinjutsu), 12) kurangnya antusiasme (熱意の欠如), 13) pernyataan filosofi (人生観 ・ 決めたり文句/jinseikan ・ kimetari monku), 14) harapan (願望/ganbou), 15) janji di masa depan (約束/yakusoku), 16) pembelaan diri (自己防衛/jiko bouei), 17) meninggalkantempat/menghindar (場を離れる/ba wo hanareru), dan 18) candaan (冗談/joudan) .  \n2. Terdapat 16 jenis strategi penolakan tidak langsung di dalam Bahasa Indonesia yang penulis temukan di dalam penelitian, yaitu 1) alasan, 2) dalih, 3) pengisi jeda, 4) permintaan maaf, 5) pernyataan alternatif, 6) mengkritisi  \ntindak ilokusi mitra tutur, 7) rasa terima kasih/apresiasi, 8) melepaskan mitra tutur dari tanggung jawab, 9) penjelasan, 10) pernyataan prinsip, 11) harapan, 12) janji di masa depan, 13) meninggalkan tempat/menghindar, 14) keraguraguan, 15) pengulangan sebagian dari permohonan, dan 16) penundaan.  \n3. Menggunakan ungkapan lain sebagai bentuk strategi dalam melakukanpenolakan, atau menggunakan kata-kata yang mengandung eufemisme, umum digunakan oleh penutur Bahasa Jepang maupun Bahasa Indonesia. Strategi tersebut dilakukan tidak lain untuk menjaga norma-norma agar tidakmenimbulkan konflik sosial. Berdasarkan hasil analisis yang telah penulislakukan di dalam penelitian ini, persamaan dan perbedaan strategi penolakantidak langsung di dalam Bahasa Jepang dan Bahasa Indonesia adalah:  \nPersamaannya:  \na) Strategi penolakan tidak langsung di dalam Bahasa Jepang dan Bahasa Indonesia yaitu penutur di kedua bahasa tersebut menggunakan baik strategikesantunan positif (positive politeness strategy) dengan tujuan agarterjaganya nilai-nilai keakraban di antara penutur dan mitra tutur, dan juga melakukan strategi kesantunan negatif (negative politeness strategy) dimana tujuan dilakukannya strategi tersebut adalah penutur mengharapkan adanya jarak sosial di antara keduanya.  \nb) Di dalam melakukan sebuah penolakan, baik di dalam Bahasa Jepang dan Bahasa Indonesia, rata-rata penutur menggunakan satu hingga tiga jenis strategi penolakan di dalam satu kali tuturan penolakan. Hasil penelitian jugamenunjukkan bahwa penolakan terhadap mitra tutur yang akrab membutuhkan negosiasi yang lebih panjang daripada penolakan yang dilakukan terhadap mitra tutur yang tidak akrab karena menggunakan satu bahkan hingga empat strategi dalam satu kali tuturan. Hal ini berarti penutur di kedua bahasa tersebut sangat memperhatikan nilai-nilai keakraban ketika melakukan penolakan, agar tidak terjadi konflik terutama dengan mitra tuturyang memiliki kedekatan sosial dengan penutur.  \nPerbedaannya:  \n4. a) Mengenai jenis strategi penolakan yang digunakan, alasan adalah strategi yang paling sering dilakukan ketika melakukan penolakan. Orang Jepang tidak begitu spesifik pada tempat, waktu, atau rencana yang akan merekalakukan dalam mengemukakan alasan penolakan, seperti ungkapan “atashi, chotto youji ga...”. Sementara orang Indonesia menjelaskan dengan spesifikalasan yang dikemukakan, karena apab","cbCaiobrCezX06Q7","https://ap.wps.com/l/cbCaiobrCezX06Q7","pdf",300624,"Indonesian","# Simpulan\n## Temuan strategi penolakan tidak langsung dalam bahasa Jepang\n## Temuan strategi penolakan tidak langsung dalam bahasa Indonesia\n## Persamaan dan perbedaan strategi antara bahasa Jepang dan bahasa Indonesia\n# Saran","[{\"question\":\"Apa saja simpulan utama terkait strategi penolakan tidak langsung dalam bahasa Jepang?\",\"answer\":\"Penelitian menemukan 18 jenis strategi penolakan tidak langsung dalam bahasa Jepang, seperti alasan, dalih, pengisi jeda, permintaan maaf, alternatif, hingga candaan.\"},{\"question\":\"Berapa jenis strategi penolakan tidak langsung yang ditemukan dalam bahasa Indonesia, dan apa saja contohnya?\",\"answer\":\"Terdapat 16 jenis strategi dalam bahasa Indonesia, termasuk alasan, dalih, pengisi jeda, permintaan maaf, pernyataan alternatif, penjelasan, serta penundaan.\"},{\"question\":\"Apa perbedaan mendasar antara strategi penolakan dalam bahasa Jepang dan bahasa Indonesia?\",\"answer\":\"Alasan dalam bahasa Jepang tidak terlalu spesifik pada tempat/waktu/rencana, sedangkan bahasa Indonesia cenderung menjelaskan secara spesifik; orang Jepang jarang memberi janji saat penolakan, sementara Indonesia sering melakukannya, dan Jepang sering memakai permintaan maaf.\"}]","BAB V - SIMPULAN DAN SARAN | PDF"]