[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-233108-113":3,"detail-sidebar-cat-1-id-113":80,"doc-detail-233108-id":114},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":73,"head_meta":75,"extra_data":77,"updated_unix":79},113,"id","chapter-5-conclusion-and-suggestions-section-a-conclusion","BAB V - KESIMPULAN DAN SARAN - A. Kesimpulan","","Bab V memuat kesimpulan dan saran terkait pengembangan sektor pariwisata berbasis kebutuhan bahasa Inggris. Bahasa Inggris dipandang krusial karena berperan sebagai bahasa internasional bagi wisatawan asing untuk berkomunikasi dengan masyarakat setempat, termasuk dukungan dalam penunjuk arah dan fasilitas wisata tanpa bergantung penuh pada pemandu atau penerjemah. Partisipasi masyarakat menjadi dasar community based tourism dalam perencanaan dan pelaksanaan desa wisata. Hambatan utama meliputi tingkat pendidikan rendah, rendahnya minat belajar, keterbatasan waktu, serta kurangnya pelatihan dari pemerintah. Saran menekankan evaluasi program, penggunaan media praktis, indikator efektivitas (waktu, konsisten, tujuan), serta dialog untuk mengidentifikasi kebutuhan lokal.",{"@graph":14,"@context":72},[15,34,55],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/template/","Template",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/","Umum",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/template/chapter-5-conclusion-and-suggestions-section-a-conclusion/233108/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/chapter-5-conclusion-and-suggestions-section-a-conclusion/233108.png","ImageObject",442,249,{"name":42,"@type":43},"Cart","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-21","2026-09-10",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":22},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",{"@type":56,"mainEntity":57},"FAQPage",[58,64,68],{"name":59,"@type":60,"acceptedAnswer":61},"Mengapa bahasa Inggris dianggap krusial dalam pengembangan sektor pariwisata?","Question",{"text":62,"@type":63},"Bahasa Inggris merupakan bahasa internasional yang digunakan wisatawan asing untuk berkomunikasi dengan masyarakat setempat. Dukungan bahasa juga membantu penunjuk arah lokasi wisata, restoran, dan fasilitas umum tanpa harus selalu bergantung pada guide atau penerjemah.","Answer",{"name":65,"@type":60,"acceptedAnswer":66},"Apa faktor penghambat utama masyarakat dalam mempelajari bahasa Inggris?",{"text":67,"@type":63},"Faktor yang disebutkan meliputi rendahnya tingkat pendidikan, kurangnya kemauan belajar, tidak adanya tujuan yang jelas untuk belajar bahasa Inggris, dan waktu yang kurang mendukung proses belajar. Ketiadaan pelatihan peningkatan kualitas dari pemerintah juga menjadi kendala.",{"name":69,"@type":60,"acceptedAnswer":70},"Bagaimana saran untuk meningkatkan efektivitas program pembelajaran bahasa Inggris?",{"text":71,"@type":63},"Evaluasi pencapaian tujuan program digunakan untuk melihat pola pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Efektivitas diparameterkan melalui waktu, konsisten, dan tujuan, disertai upaya saling memotivasi antara pengajar/program dan warga.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":74,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":76,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":78,"site_id":7},233108,1789971081,{"code":4,"msg":81,"data":82},"success",[83,87,91,95,99,103,107,111],{"id":84,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":85,"show_sort_weight":4,"slug":86},178,"Faktur","faktur",{"id":88,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":89,"show_sort_weight":4,"slug":90},192,"Formulir","formulir-192",{"id":92,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":93,"show_sort_weight":4,"slug":94},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":96,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":97,"show_sort_weight":4,"slug":98},179,"Poster","poster",{"id":100,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":101,"show_sort_weight":4,"slug":102},176,"Presentasi","presentasi",{"id":104,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":105,"show_sort_weight":4,"slug":106},177,"Resume","resume",{"id":108,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":109,"show_sort_weight":4,"slug":110},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":112,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":4,"slug":113},183,"umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":81,"data":115},{"doc_id":78,"user_id":116,"nickname":42,"user_avatar":117,"doc_module":22,"category_id":112,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":118,"file_id":119,"file_url":120,"file_type":121,"file_size":122,"view_count":22,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":123,"language":124,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":125,"faqs":126,"seo_title":127,"seo_description":12,"update_tm":128,"read_time":129},18829141979164,"https://eur-avatar.wpscdn.com/davatar_6f874abed73319feea01a86fa6f0fab8","BAB V  \nKESIMPULAN DAN SARAN  \nA. Kesimpulan  \nBahasa Inggris merupakan sesuatu yang krusial dalampengembangan sektor pariwisata. Hal ini karena bahasa inggris adalah bahasa internasional, digunakan wisatawan asing untuk dapat berkomunikasi dengan masyarakat setempat. Untuk menunjukan arah jalan lokasi wisata, restoran , fasilitas umum tanpa bantuang guide / penerjemah wisata dapat membantu meningkatkan potensi destinasi wisata dan menjadi nilai lebih. Partisipasi masyarakat dalam pembangunan merupakan hal penting ketika diletakkan atas dasar bahwa masyarakatlah yang paling tahu apa yang dibutuhkan. Partisipasi masyarakat dalam tahap perencanaan menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Sermomengaku membutuhkan Bahasa Inggris dalam pembangunan desa wisata dan sarana untuk mengangkat potensi daerah terkait pengembangan desa wisata. Hal ini terjadi, karena gagasan pengembangan desa wisata dilakukan oleh community based tourism melibatkan masyarakat sebagaipemilik sumber daya.  \nSegi penguatan sumber daya manusia yang tinggal di lokasi potensi wisata, pemerintah masih belum maksimal. Hal ini dikarenakan beberapa faktor seperti rendahnya pendidikan yang dimiliki masyarakattersebut, kesadaran masyarakat dalam berpatisipasi seperti ikut pelatihan masih rendah. Namun, diakui juga pemerintah nampaknya kurang aktif  \ndalam upaya meningkatkan sumber dayanya. Namun kenyataannya Bahasa Inggris masih menjadi suatu hambatan bagi masyarakat. Tingkat pendidikan yang rendah, kemauan belajar dari masyarakat, kurangmemiliki tujuan untuk belajar Bahasa Inggris dan waktu yang kurang mendukung adanya proses serta ketiadaan pelatihan peningkatan kualitas dari pemerintah menjadi faktor yang jamak ditemukan di lokasi penelitian.  \nB. Saran  \n1. Evaluasi pencapaian tujuan program. Dengan menggunakan evaluasi program dapat menggambarkan pola sesuai dengan komponen pengetahuan, keterampilan dan sikap (listening, speaking, pronunciation) proses dan tujuan serta memberi masukan untuk kelanjutan dan modifikasi program. Memperoleh informasi tentang faktor pendukung dan penghambat program. Serta memberikan masukan untuk motivasi dan pembinaan pengelola dan pelaksana program.  \n2. Menggunakan media yang praktis serta digunakan sewaktu waktu seperti youtube dari channel Guruku Mr D atau instagram flipenglishparedijelaskan untuk kesalahan umum penggunaan dan pengucapan kata, singkatan dalam bahasa inggris, contoh percakapan petunjuk arah dansebagainya sebagai sarana untuk dapat belajar efektif.  \n3. Parameter yang digunakan untuk menetukan efektivitas adalah waktu, konsisten, tujuan. Menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Sermomengaku membutuhkan bahasa inggris dalam pembangunan desa wisata dan sarana untuk mengangkat potensi daerah terkait pengembangan desa  \nwisata. Konsisten itu harus ada saling memotivasi, saling menguatkan satu sama lain, baik dari pengajar atau program dan juga dari warga itu sendiri. Menentukan goals (tujuan) yang akan dicapai dengan jelas , sehinggamasyarakat memiliki gambaran ke depan dapat berjalan sesuai dengan rencana menyadari adanya kepentingan kebutuhan bahasa inggris terutama di daerah dekat tempat wisata.  \n4. Masyarakat diajak berdialog dalam mengidentifikasi kebutuhan masyarakat lokal. Hal ini terjadi, karena (1) gagasan pengembangan desa wisata dilakukan oleh community based tourism melibatkan masyarakatsebagai pemilik sumber daya. Sehingga masyarakat Sermo memahamilatar pengembangan desa wisata; (2) masyarakat menjalankan apa yang diprogramkan oleh mereka sendiri, misalnya kesediaan menerimakedatangan tamu dan kebutuhan soft skills dan hard skills di bidangpariwisata; (3) masyarakat lokal berpatisipasi aktif dalam arti ikut memberi warna terhadap keputusan yang diambil oleh masyarakat itu sendiri.  \nDAFTAR PUSTAKA  \nAmes. (1992) . Classrooms: Goals, Structures, And Student Motivation. Journal of Educational Psychology, 84(3), 261–271  \nDani Julius Zebua, David Oliver Purba. (2020) . Maret 2020, Seluruh Penerbangan Dom","cbCaip8o93S0ev5f","https://ap.wps.com/l/cbCaip8o93S0ev5f","pdf",4590336,39,"Indonesian","# BAB V\n## KESIMPULAN DAN SARAN\n### A. Kesimpulan\n### B. Saran\n# DAFTAR PUSTAKA","[{\"question\":\"Mengapa bahasa Inggris dianggap krusial dalam pengembangan sektor pariwisata?\",\"answer\":\"Bahasa Inggris merupakan bahasa internasional yang digunakan wisatawan asing untuk berkomunikasi dengan masyarakat setempat. Dukungan bahasa juga membantu penunjuk arah lokasi wisata, restoran, dan fasilitas umum tanpa harus selalu bergantung pada guide atau penerjemah.\"},{\"question\":\"Apa faktor penghambat utama masyarakat dalam mempelajari bahasa Inggris?\",\"answer\":\"Faktor yang disebutkan meliputi rendahnya tingkat pendidikan, kurangnya kemauan belajar, tidak adanya tujuan yang jelas untuk belajar bahasa Inggris, dan waktu yang kurang mendukung proses belajar. Ketiadaan pelatihan peningkatan kualitas dari pemerintah juga menjadi kendala.\"},{\"question\":\"Bagaimana saran untuk meningkatkan efektivitas program pembelajaran bahasa Inggris?\",\"answer\":\"Evaluasi pencapaian tujuan program digunakan untuk melihat pola pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Efektivitas diparameterkan melalui waktu, konsisten, dan tujuan, disertai upaya saling memotivasi antara pengajar/program dan warga.\"}]","BAB V - KESIMPULAN DAN SARAN - A. Kesimpulan | PDF",1789075599,14]