[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-seo-234261-113":41,"doc-detail-234261-id":114},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":42,"data":43},"ok",{"site_id":44,"language":45,"slug":46,"title":47,"keywords":48,"description":49,"schema_data":50,"social_meta":107,"head_meta":109,"extra_data":111,"updated_unix":113},113,"id","chapter-2-theoretical-framework-and-thinking-framework","BAB II - KERANGKA TEORITIS DAN KERANGKA BERPIKIR","","Bab II menyajikan kerangka teoritis dan kerangka berpikir yang berfokus pada konsep diri. Uraian dimulai dari hakikat konsep diri: pengertian, peran penting dalam kehidupan, serta keterkaitan konsep diri dengan penilaian harga diri, cara individu memandang dan memperlakukan diri. Selain itu dibahas faktor pembentukan dan perkembangan konsep diri, termasuk pengalaman hidup, kontak sosial, umpan balik lingkungan, serta perbedaan konsep diri positif dan negatif terhadap penyesuaian diri dalam kehidupan sosial.",{"@graph":51,"@context":106},[52,68,89],{"@type":53,"itemListElement":54},"BreadcrumbList",[55,59,62,65],{"item":56,"name":57,"@type":58,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":60,"name":10,"@type":58,"position":61},"https://docshare.wps.com/id/template/",2,{"item":63,"name":39,"@type":58,"position":64},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/",3,{"item":66,"name":47,"@type":58,"position":67},"https://docshare.wps.com/id/template/chapter-2-theoretical-framework-and-thinking-framework/234261/",4,{"url":66,"name":47,"@type":69,"image":70,"author":75,"headline":47,"publisher":78,"fileFormat":81,"inLanguage":45,"description":49,"dateModified":82,"datePublished":83,"encodingFormat":81,"isAccessibleForFree":84,"interactionStatistic":85},"DigitalDocument",{"url":71,"@type":72,"width":73,"height":74},"https://docshare.wps.com/thumbnails/chapter-2-theoretical-framework-and-thinking-framework/234261.png","ImageObject",442,249,{"name":76,"@type":77},"Aran","Person",{"url":56,"name":79,"@type":80},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-21","2026-09-11",true,{"@type":86,"interactionType":87,"userInteractionCount":9},"InteractionCounter",{"@type":88},"ViewAction",{"@type":90,"mainEntity":91},"FAQPage",[92,98,102],{"name":93,"@type":94,"acceptedAnswer":95},"Apa yang dimaksud dengan konsep diri dan mengapa penting?","Question",{"text":96,"@type":97},"Konsep diri adalah pandangan seseorang tentang dirinya, termasuk siapa dia, perannya, dan apa yang ia inginkan. Konsep diri penting karena memengaruhi perilaku individu dan tercermin melalui cara seseorang bertindak serta menilai dirinya.","Answer",{"name":99,"@type":94,"acceptedAnswer":100},"Bagaimana konsep diri dipahami dalam hubungannya dengan harga diri?",{"text":101,"@type":97},"Pengamatan seseorang terhadap dirinya mengandung unsur penilaian yang sering disebut harga diri. Penilaian terhadap diri menjadi bagian dari bagaimana konsep diri terbentuk dan dialami.",{"name":103,"@type":94,"acceptedAnswer":104},"Apa saja faktor yang mempengaruhi perkembangan dan pembentukan konsep diri?",{"text":105,"@type":97},"Konsep diri dipelajari melalui pengalaman dan latihan, bukan bawaan sejak lahir. Faktor yang disebut meliputi bentuk tubuh, status sosial, taraf inteligensi, nama tokoh-tokoh bermakna, serta perlakuan dari orang tua, teman sebaya, dan guru yang memberi tanggapan serta umpan balik dari lingkungan.","https://schema.org",{"og:url":66,"og:type":108,"og:title":47,"og:site_name":79,"og:description":49},"article",{"robots":110,"canonical":66},"index,follow",{"doc_id":112,"site_id":44},234261,1790028644,{"code":4,"msg":5,"data":115},{"doc_id":112,"user_id":116,"nickname":76,"user_avatar":117,"doc_module":9,"category_id":38,"category_name":39,"doc_title":47,"doc_description":49,"doc_content":118,"file_id":119,"file_url":120,"file_type":121,"file_size":122,"view_count":9,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":123,"language":124,"language_code":45,"site_id":44,"html_lang":45,"table_of_contents":125,"faqs":126,"seo_title":127,"seo_description":49,"update_tm":128,"read_time":129},137455076865,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_29158cc5080c5b710cf443261637dec0","BAB II  \nKERANGKA TEORITIS DAN KERANGKA BERPIKIR  \nA. Deskripsi Teoritis  \n1. Hakikat Konsep diri  \na. Pengertian Konsep Diri  \nPudjijogyanti (1988: 4) mengatakan bahwa konsep diri berperan penting dalam kehidupan manusia karena keberhasilan hidup seseorang dipengaruhi oleh bagaimana individu memandang kualitas kemampuan yang dimilikinya. Sebelum dapat membangunrelasi yang baik dengan orang lain, individu harus memperhatikan keadaan dirinya terlebih dahulu. Belum cukup bagi seorangindividu untuk membina relasi dengan orang lain bila individu tidakmemiliki “relasi yang baik” dengan dirinya sendiri. Maksud dari relai yang baik dari diri sendiri adalah bagaimana seseorang memperlakukan, menilai dan memandang dirinya sendiri.  \nFitts (1971: 3) mengemukakan bahwa untuk mengenali dan memahami keberadaan diri manusia, ada aspek yang memegang peranan penting yakni “dirinya sendiri”. Diri sebagai yang diamati, dipersepsi dan dialami oleh individu itu sendiri disebut kosep diri.  \nPengamatan seseorang terhadap dirinya mengandung unsur penilaian, yang seringkali disebut sebagai harga diri (Fitts, 1971) .  \nKonsep diri merupakan pandangan seseorang terhadap dirinya sendiri, mengenai siapa dia, apa peranannya dalam lingkungandan apa yang ia inginkan. Konsep diri terbentuk dari gambaran diri (self image), yang pembentukannya melalui proses bertanya padadiri sendiri,“Siapakah saya?”,“Apa peran saya dalam kehidupan?”, Bagaimana nilai-nilai yang saya anut? Baik atau buruk?”,“Ingin jadiseperti apa saya kelak?”. Jawaban atas pertanyaan tersebut akan membentuk dari konsep diri yang kemudian membentuk penghayatan terhadap nilai diri (Fitts, 1971: 3) .  \nJoan Rais (dalam Singgih dkk 1995: 237) konsep diri adalah pendapat kita mengenai diri sendiri yang hanya terdapat dalampikiran sendiri, dan bukan dalam realitas yang konkrit. Konsep diri menurut Rogers adalah kesadaran batin yang tetap, mengenai pengalaman yang berhubungan dengan aku dan membedakan aku dari yang bukan aku (Hendriarti Agustiani, 2006:139) .  \nKonsep diri merupakan suatu sikap, pandangan dan keyakinanseseorang tentang dirinya (Burns, 1995: 5) . Konsep diri berperan penting dalam kehidupan manusia, karena konsep diri mempunyai  \npengaruh terhadap perilaku individu. Bagaimana seseorang memandang dirinya, akan tercermin melalui perilakunya ataudengan perkataan lain apa yang dilakukan individu akan sesuaidengan cara individu memandang dirinya sendiri.  \nDemikian dapat dipahami bahwa konsep diri adalahkeseluruhan pandangan individu mengenai diri sendiri. Pandangantersebut adalah dari internal (diri sendiri) dan eksternal (pandangandari luar) .  \nb. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan dan pembentukan konsep diri  \nKonsep diri bukanlah merupakan sebuah bawaan sejak lahir, akan tetapi konsep diri merupakan suatu hasil belajar atau latihan, karena konsep diri bukanlah suatu yang bersifat statis (tetap), tetapi konsep diri senantiasa mengalami perubahan atauperkembangan. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan konsep diri menurut Hurlock adalah bentuk tubuh, status sosial, taraf inteligensi, nama tokoh-tokoh (orang-orang yang bermakna bagi kehidupan seseorang) dan lain-lain. Konsep diriseseorang itu terbentuk dan berkembang dari pengalaman hidupnya sendiri. Pengalaman seseorang di masa kecil (misalnya  \nperlakuan tokoh-tokoh signifikan terhadap dirinya : orangtua, temanbergaulnya, guru-guru dan lainnya) akan sangat mempengaruhi perkembangan konsep dirinya, sebab pada masa itu seseorang belum mampu menyaring benar salah dan baik buruknya apa yang dikatakan dan diperbuat orang lain terhadap dirinya, semuadianggap bener dan harus ditaati. Bila seseorang seringkali mendapatkan perlakuan diremehkan, direndahkan, dipermalukan dan ditolak, seseorang cenderung berkonsep diri negative. Seseorang menganggap dirinya sebagai yang buruk sehinggahidupnya penuh kepesimisan. Sebaliknya jika seseorang sering mendapat perlakuan yang baik (dihormati, dicintai dan diterima) orang itu cenderu","cbCaithyCVVmqrt6","https://ap.wps.com/l/cbCaithyCVVmqrt6","pdf",273091,31,"Indonesian","# BAB II\n## KERANGKA TEORITIS DAN KERANGKA BERPIKIR\n## Deskripsi Teoritis\n### Hakikat Konsep Diri\n### Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan dan Pembentukan Konsep Diri","[{\"question\":\"Apa yang dimaksud dengan konsep diri dan mengapa penting?\",\"answer\":\"Konsep diri adalah pandangan seseorang tentang dirinya, termasuk siapa dia, perannya, dan apa yang ia inginkan. Konsep diri penting karena memengaruhi perilaku individu dan tercermin melalui cara seseorang bertindak serta menilai dirinya.\"},{\"question\":\"Bagaimana konsep diri dipahami dalam hubungannya dengan harga diri?\",\"answer\":\"Pengamatan seseorang terhadap dirinya mengandung unsur penilaian yang sering disebut harga diri. Penilaian terhadap diri menjadi bagian dari bagaimana konsep diri terbentuk dan dialami.\"},{\"question\":\"Apa saja faktor yang mempengaruhi perkembangan dan pembentukan konsep diri?\",\"answer\":\"Konsep diri dipelajari melalui pengalaman dan latihan, bukan bawaan sejak lahir. Faktor yang disebut meliputi bentuk tubuh, status sosial, taraf inteligensi, nama tokoh-tokoh bermakna, serta perlakuan dari orang tua, teman sebaya, dan guru yang memberi tanggapan serta umpan balik dari lingkungan.\"}]","BAB II - KERANGKA TEORITIS DAN KERANGKA BERPIKIR | PDF",1789085390,11]