[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-seo-237308-113":41,"doc-detail-237308-id":108},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":42,"data":43},"ok",{"site_id":44,"language":45,"slug":46,"title":47,"keywords":48,"description":49,"schema_data":50,"social_meta":101,"head_meta":103,"extra_data":105,"updated_unix":107},113,"id","chapter-2-overview-of-special-needs-schools","BAB II - TINJAUAN UMUM SEKOLAH LUAR BIASA","","Uraian Bab II membahas tinjauan umum Sekolah Luar Biasa (SLB) melalui penjelasan konsep sekolah dan pengertian SLB sebagai tempat pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK). Materi mencakup jenis-jenis SLB berdasarkan ketunaan, yaitu tipe A sampai G, serta standar perancangan fasilitas. Standar yang disoroti meliputi satuan pendidikan dan ketentuan lahan minimum SDLB, SMPLB, dan SMALB, termasuk ketentuan pengelompokan berdasarkan jumlah rombongan belajar dan tabel luas bangunan 1 serta 2 lantai.",{"@graph":51,"@context":100},[52,68,83],{"@type":53,"itemListElement":54},"BreadcrumbList",[55,59,62,65],{"item":56,"name":57,"@type":58,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":60,"name":10,"@type":58,"position":61},"https://docshare.wps.com/id/template/",2,{"item":63,"name":39,"@type":58,"position":64},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/",3,{"item":66,"name":47,"@type":58,"position":67},"https://docshare.wps.com/id/template/chapter-2-overview-of-special-needs-schools/237308/",4,{"url":66,"name":47,"@type":69,"author":70,"headline":47,"publisher":73,"fileFormat":76,"inLanguage":45,"description":49,"dateModified":77,"datePublished":77,"encodingFormat":76,"isAccessibleForFree":78,"interactionStatistic":79},"DigitalDocument",{"name":71,"@type":72},"Margaret","Person",{"url":56,"name":74,"@type":75},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-11",true,{"@type":80,"interactionType":81,"userInteractionCount":4},"InteractionCounter",{"@type":82},"ViewAction",{"@type":84,"mainEntity":85},"FAQPage",[86,92,96],{"name":87,"@type":88,"acceptedAnswer":89},"Apa pengertian sekolah menurut bahasa dan sumber rujukan yang digunakan dalam dokumen?","Question",{"text":90,"@type":91},"Dokumen menjelaskan bahwa kata “sekolah” berasal dari bahasa Latin yang terkait dengan waktu luang untuk kegiatan belajar. Selanjutnya, sekolah diuraikan sebagai bangunan atau lembaga untuk belajar-mengajar serta usaha menuntut ilmu pengetahuan menurut KBBI, lalu diperkuat dengan pengertian dari jurnal.","Answer",{"name":93,"@type":88,"acceptedAnswer":94},"Apa yang dimaksud dengan Sekolah Luar Biasa (SLB) dan siapa yang menjadi sasarannya?",{"text":95,"@type":91},"SLB dijelaskan sebagai sekolah bagi anak berkebutuhan khusus (ABK). Dokumen menekankan bahwa layanan pendidikan khusus ditujukan bagi anak dengan hambatan komunikasi/interaksi/bahasa, persepsi/motorik/mobilitas, emosi dan perilaku, serta kecerdasan dan akademik.",{"name":97,"@type":88,"acceptedAnswer":98},"Bagaimana standar perancangan SLB dibahas, khususnya pada bagian satuan pendidikan dan lahan?",{"text":99,"@type":91},"Dokumen menguraikan standar pembangunan dengan acuan aspek satuan pendidikan dan lahan. Untuk satuan pendidikan, dijelaskan jumlah rombongan belajar minimum yang dapat dilayani SDLB, SMPLB, dan SMALB. Bagian lahan menyajikan ketentuan luas lahan minimum melalui tabel untuk berbagai jenjang serta bangunan 1 dan 2 lantai.","https://schema.org",{"og:url":66,"og:type":102,"og:title":47,"og:site_name":74,"og:description":49},"article",{"robots":104,"canonical":66},"index,follow",{"doc_id":106,"site_id":44},237308,1789111300,{"code":4,"msg":5,"data":109},{"doc_id":106,"user_id":110,"nickname":71,"user_avatar":111,"doc_module":9,"category_id":38,"category_name":39,"doc_title":47,"doc_description":49,"doc_content":112,"file_id":113,"file_url":114,"file_type":115,"file_size":116,"view_count":4,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":117,"language":118,"language_code":45,"site_id":44,"html_lang":45,"table_of_contents":119,"faqs":120,"seo_title":121,"seo_description":49,"update_tm":107,"read_time":122},137451207643,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_3d24733baf745e90a7e4bdd5f77d97b2","BAB II  \nTINJAUAN UMUM SEKOLAH LUAR BIASA  \n2.1  \nTINJAUAN UMUM SEKOLAH  \n2.1.1. Pengertian Sekolah  \nKata sekolah berasal dari bahasa latin yaitu skhole, scola, scolaeatau skhola yang memiliki arti waktu luang atau bisa disebut juga waktu luang untuk kegiatan belajar. 1  \nBerdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, Sekolah2 merupakan bangunan atau lembaga untuk belajar dan mengajar sertatempat menerima dan memberi pelajaran, waktu atau pertemuan ketikamurid diberi pelajaran, dan usaha menuntut kepandaian (ilmu pengetahuan ) pelajaran ; pengajaran.  \nSedangkan menurut jurnal yang dituliskan oleh bina kesehatan masyarakat, Sekolah3 adalah Taman Kanak-kanak, Taman Kanak-kanak Luar Biasa, Raudatul Athfal, Sekolah Dasar, Sekolah Dasar Luar Biasa, Madrasah Ibtidaiyah, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa, Madrasah Tsanawiyah, Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Atas Luar Biasa, Madrasah Aliyah, Sekolah Menengah Kejuruan, Madrasah Aliyah Kejuruan serta Satuan Pendidikan Keagamaan yang sederajat dan setara termasuk Pondok Pesantren baikpada pendidikan formal dan non formal.  \nSehingga secara garis besar sekolah merupakan bangunanataupun lembaga yang digunakan sebagai tempat ataupun sarana untuk memberi dan atau menerima pelajaran dengan waktu yang khusus .  \n1 Wikipedia, para 4  \n2 KBBI, 2014  \n3 Bina Kesehatan Masyarakat, 2010  \n2.2. Tinjauan Sekolah Luar Biasa  \n2.2.1. Pengertian Sekolah Luar Biasa  \nPengertian Sekolah Luar Biasa4 ialah tempat pendidikan bagianak berkebutuhan khusus (ABK) , bentuk-bentuk layanan pendidikankhusus ditujukan bagi :  \n- Anak hambatan komunikasi, interaksi dan bahasa.  \n- Anak dengan hambatan persepsi, motorik dan mobilitas.  \n- Anak dengan hambatan emosi dan perilaku.  \n- Anak dengan hambatan kecerdasan dan akademik.  \nSekolah Luar Biasa (SLB) 5 adalah sekolah bagi anak berkebutuhan khusus, yaitu salah satu jenis sekolah yang bertanggung jawab melaksanakan pendidikan untuk anak-anak yang berkebutuhankhusus .  \n2.2.2. Jenis-jenis Sekolah Luar Biasa  \nSekolah luar biasa yang merupakan sekolah bagi anak berkebutuhan khusus, memiliki beberapa jenis atau tipe berdasarkankekhususan ataupun ketunaan yang dimiliki anak berkebutuhan khusustersebut.  \nSekolah Luar Biasa6 terbagi menjadi 5 jenis atau tipe sebagaiberikut.  \ni. SLB tipe A untuk anak berkebutuhan khusus tunanetra, ii. SLB tipe B untuk anak berkebutuhan khusus tuna rungu, iii. SLB tipe C untuk anak berkebutuhan khusus tunagrahita, iv. SLB tipe D untuk anak berkebutuhan khusus tunadaksa,  \nv. SLB tipe E untuk anak berkebutuhan khusus tunalaras dan  \n4 Hermanto, 2008  \n5 Bina Kesehatan Masyarakat, 2010  \n6 Delphie, 2009  \nvi. SLB tipe G untuk anak berkebutuhan khusus cacatganda.  \n2.2.3 Standar Perancangan Sekolah Luar Biasa  \nLampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 33 tahun 2008 tanggal 23 juni 2008 menjabarkan mengenai standar sarana dan prasarana untuk Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB), Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), dan Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) .  \nPenjabaran mengenai peraturan dan standar pembangunan Sekolah Luar Biasa dibagi menjadi beberapa aspek, berikut ialah aspekaspek yang menjadi acuan dalam perancangan sekolah luar biasa.  \n2.2.3.1 Satuan Pendidikan  \n1. Satu SDLB memiliki sarana dan prasarana yang dapat melayani minimum 6 rombongan belajar peserta didik dengan satu ataubeberapa ketunaan.  \n2. Satu SMPLB memiliki sarana dan prasarana yang dapat melayani minimum 3 rombongan belajar peserta didik dengan satu ataubeberapa ketunaan.  \n3. Satu SMALB memiliki sarana dan prasarana yang dapat melayani minimum 3 rombongan belajar peserta didik dengan satu ataubeberapa ketunaan.  \n4. Minimum satu SDLB dan satu SMPLB disediakan untuk satu kabupaten / kota.  \n5. Pada suatu wilayah berpenduduk lebih dari 250.000 jiwa, dandibutuhkan penambahan rombongan belajar untuk SDLB dan atau SMPLB yang telah ada, dapat dilakukan penambahan sarana dan prasarana pada SDLB dan atau SMPLB tersebut ata","cbCaiv3sORwiO2El","https://ap.wps.com/l/cbCaiv3sORwiO2El","pdf",144237,31,"Indonesian","# Tinjauan Umum Sekolah Luar Biasa\n## Tinjauan Umum Sekolah\n### Pengertian Sekolah\n## Tinjauan Sekolah Luar Biasa\n### Pengertian Sekolah Luar Biasa\n### Jenis-jenis Sekolah Luar Biasa\n### Standar Perancangan Sekolah Luar Biasa\n#### Satuan Pendidikan\n#### Lahan","[{\"question\":\"Apa pengertian sekolah menurut bahasa dan sumber rujukan yang digunakan dalam dokumen?\",\"answer\":\"Dokumen menjelaskan bahwa kata “sekolah” berasal dari bahasa Latin yang terkait dengan waktu luang untuk kegiatan belajar. Selanjutnya, sekolah diuraikan sebagai bangunan atau lembaga untuk belajar-mengajar serta usaha menuntut ilmu pengetahuan menurut KBBI, lalu diperkuat dengan pengertian dari jurnal.\"},{\"question\":\"Apa yang dimaksud dengan Sekolah Luar Biasa (SLB) dan siapa yang menjadi sasarannya?\",\"answer\":\"SLB dijelaskan sebagai sekolah bagi anak berkebutuhan khusus (ABK). Dokumen menekankan bahwa layanan pendidikan khusus ditujukan bagi anak dengan hambatan komunikasi/interaksi/bahasa, persepsi/motorik/mobilitas, emosi dan perilaku, serta kecerdasan dan akademik.\"},{\"question\":\"Bagaimana standar perancangan SLB dibahas, khususnya pada bagian satuan pendidikan dan lahan?\",\"answer\":\"Dokumen menguraikan standar pembangunan dengan acuan aspek satuan pendidikan dan lahan. Untuk satuan pendidikan, dijelaskan jumlah rombongan belajar minimum yang dapat dilayani SDLB, SMPLB, dan SMALB. Bagian lahan menyajikan ketentuan luas lahan minimum melalui tabel untuk berbagai jenjang serta bangunan 1 dan 2 lantai.\"}]","BAB II - TINJAUAN UMUM SEKOLAH LUAR BIASA | PDF",11]