[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-668768-113":3,"detail-sidebar-cat-1-id-113":79,"doc-detail-668768-id":113},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":72,"head_meta":74,"extra_data":76,"updated_unix":78},113,"id","chapter-2-literature-study-a-pragmatics","BAB II - STUDI KEPUSTAKAAN - A. Pragmatik","","BAB II membahas studi kepustakaan mengenai pragmatik dan tindak tutur dalam kajian linguistik. Bagian A menjelaskan pengertian pragmatik sebagai bidang yang mengkaji hubungan bahasa dengan konteks penggunaan, termasuk makna tuturan sesuai situasi, tujuan, peran pihak terlibat, norma, serta aspek sosial budaya. Bagian ini juga menguraikan aspek kajian pragmatik: deiksis, praanggapan, implikatur, dan tindak tutur sebagai unsur yang saling melengkapi. Bagian B mulai menjelaskan konsep tindak tutur sebagai tindakan melalui ujaran dengan maksud dan konsekuensi sosial.",{"@graph":14,"@context":71},[15,34,54],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/template/","Template",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/","Umum",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/template/chapter-2-literature-study-a-pragmatics/668768/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":48,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":49,"interactionStatistic":50},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/chapter-2-literature-study-a-pragmatics/668768.png","ImageObject",442,249,{"name":42,"@type":43},"Patrick","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-11-01",true,{"@type":51,"interactionType":52,"userInteractionCount":4},"InteractionCounter",{"@type":53},"ViewAction",{"@type":55,"mainEntity":56},"FAQPage",[57,63,67],{"name":58,"@type":59,"acceptedAnswer":60},"Apa yang dimaksud dengan pragmatik dalam kajian linguistik?","Question",{"text":61,"@type":62},"Pragmatik adalah bidang linguistik yang mengkaji hubungan bahasa dengan konteks penggunaannya dalam kehidupan nyata, termasuk makna tuturan yang sesuai situasi dan tujuan komunikasi.","Answer",{"name":64,"@type":59,"acceptedAnswer":65},"Apa saja aspek kajian pragmatik yang dijelaskan pada bagian studi pustaka ini?",{"text":66,"@type":62},"Aspek yang dibahas meliputi deiksis, praanggapan (presupposition), implikatur, dan tindak tutur. Keempatnya saling melengkapi dalam membentuk dan memahami makna.",{"name":68,"@type":59,"acceptedAnswer":69},"Bagaimana hubungan tindak tutur dengan konteks komunikasi?",{"text":70,"@type":62},"Tindak tutur tidak dapat dilepaskan dari konteks situasi tempat ujaran berlangsung, karena makna tuturan dipengaruhi oleh penutur, lawan tutur, serta kondisi saat tuturan disampaikan.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":73,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":75,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":77,"site_id":7},668768,1793503674,{"code":4,"msg":80,"data":81},"success",[82,86,90,94,98,102,106,110],{"id":83,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":84,"show_sort_weight":4,"slug":85},178,"Faktur","faktur",{"id":87,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":88,"show_sort_weight":4,"slug":89},192,"Formulir","formulir-192",{"id":91,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":92,"show_sort_weight":4,"slug":93},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":95,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":96,"show_sort_weight":4,"slug":97},179,"Poster","poster",{"id":99,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":100,"show_sort_weight":4,"slug":101},176,"Presentasi","presentasi",{"id":103,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":104,"show_sort_weight":4,"slug":105},177,"Resume","resume",{"id":107,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":108,"show_sort_weight":4,"slug":109},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":111,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":4,"slug":112},183,"umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":80,"data":114},{"doc_id":77,"user_id":115,"nickname":42,"user_avatar":116,"doc_module":22,"category_id":111,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":117,"file_id":118,"file_url":119,"file_type":120,"file_size":121,"view_count":4,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":122,"language":123,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":124,"faqs":125,"seo_title":126,"seo_description":12,"update_tm":78,"read_time":127},549758146520,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/80002397d8c0411e94?_k=1775819394049821470","BAB II  \nSTUDI KEPUSTAKAAN  \nA. Pragmatik  \n1. Pengertian Pragmatik  \nPragmatik merupakan salah satu bidang linguistik yang mempunyai peranan cukup penting dalam komunikasi. Dengan memahami dan menguasai pragmatik, seseorang akan memahami struktur fungsional yang berkaitan dengan struktur-struktur formal (gramatika) sebuah bahasa yang berfungsi didalam komunikasi (Sumarlam et al., 2023:1) . Dalam linguistik ilmu yang mengkaji konteks dalam ujaran adalah pragmatik. Pragmatik juga merupakan salah satu cabang ilmu linguistik yang menelaah hubungan antara bahasa dan konteks penggunaannya dalam kehidupan nyata. Pragmatik merupakan pengkajian terhadap makna tuturan (utterance meaning) sesuai dengan situasitutur (Fadilla et al., 2025:2919) . Pragmatik berkaitan dengan bahasa sebagaisarana berkomunikasi di mana pembicara menangkap gerakan tubuh, latarbelakang, tujuan komunikasi, peran semua pihak yang terlibat, norma yang berlaku dalam situasi, serta aspek sosial budaya, interaksi antar individu, dan variasi bahasa yang diterima, Tagor dalam Purwanti (2025:21) .  \nMenurut Rahardi (2016), pragmatik merupakan studi mengenai selukbeluk bahasa yang dikaitkan dengan pemakaiannya. Artinya, kajian pragmatikberfokus pada penggunaan bahasa dalam konteks komunikasi sehingga makna  \nyang ingin disampaikan penutur dapat dipahami sesuai dengan situasi, tujuan, serta hubungan antara penutur dan mitra tutur.  \nOleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pragmatik tidak hanyamembahas makna bahasa secara kontekstual, tetapi juga mencakup berbagaiaspek penting seperti tindak tutur, implikatur, dan kesantunan berbahasa keseluruhan aspek tersebut menunjukkan bahwa bahasa merupakan alatkomunikasi yang dinamis dan dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial sertasituasional. Dengan demikian, kajian pragmatik sangat penting untuk memahami bagaimana makna sebenarnya terbentuk dan digunakan dalaminteraksi manusia, sehingga komunikasi dapat berlangsung secara efektif dantepat sasaran.  \n2. Aspek Kajian Pragmatik  \nAspek yang menjadi fokus utama dalam kajian pragmatik yaitu studi tentang bagaimana makna dihasilkan, dipahami, dan digunakan dalam kontekskomunikasi. Berikut adalah aspek-aspek kajian pragmatik.  \n1) Aspek pertama dalam kajian pragmatik adalah deiksis, berhubungandengan kata atau ungkapan yang maknanya bergantung pada konteksujaran, seperti “saya”, “kamu”, “di sini”, atau “sekarang”. Deiksis menunjukkan arah pandang penutur terhadap ruang, waktu, dan pesertapercakapan  \n2) Aspek kedua adalah praanggapan atau presupposition. Praanggapanmerupakan asumsi yang dimiliki penutur dan pendengar sebelum tuturan disampaikan. Dengan kata lain, penutur sering kali berasumsi bahwa mitra  \ntutur memiliki pengetahuan atau pengalaman yang sama untuk memahami maksud ucapannya.  \n3) Aspek ketiga dalam kajian pragmatik adalah implikatur (implicature) . Menurut Mey dalam (Setyaningrum et al., 2023:188) implikatur adalah segala sesuatu yang tersirat oleh suatu bahasa, yang maksudnya sesuatuitu tidak tampak jelas dalam suatu penggunaan bahasa. Implikatur erat kaitannya dengan interprestasi ekspresi. Penafsiran itu sendiri sebenarnya membuat sesuatu yang disebut anggapan ataupenilaian.  \n4) Aspek keempat adalah tindak tutur (speech act), Tindak tutur merupakan suatu tindakan bertutur yang dilakukan oleh seseorang dengan maksud menyatakan tujuannya ke lawan tuturnya, seperti pemberitahuan, perintah, atau penyesalan (Apriansah et al., 2023) .  \nDengan demikian, keempat aspek tersebut, yaitu deiksis, praanggapan, implikatur, dan tindak tutur, saling melengkapi dalam menjelaskan bagaimana makna dibuat dan dipahami dalam interaksi komunikasi. Keseluruhan aspek ini menunjukkan bahwa pragmatik merupakan kajian yang sangat penting dalam memahami penggunaan bahasa secara nyata, karena tidak hanyamemperhatikan bentuk bahasa, tetapi juga fungsi, maksud, dan konteks sosial yang melatarbelakanginya.  \nB. Tindak Tutur  \n1. Pengertian Tindak Tutur  \nTindak tutur merupakan salah satu konsep uta","cbCaie4IPitHQh5i","https://ap.wps.com/l/cbCaie4IPitHQh5i","pdf",371467,28,"Indonesian","# BAB II\n## Studi Kepustakaan\n### A. Pragmatik\n#### 1. Pengertian Pragmatik\n#### 2. Aspek Kajian Pragmatik\n### B. Tindak Tutur\n#### 1. Pengertian Tindak Tutur","[{\"question\":\"Apa yang dimaksud dengan pragmatik dalam kajian linguistik?\",\"answer\":\"Pragmatik adalah bidang linguistik yang mengkaji hubungan bahasa dengan konteks penggunaannya dalam kehidupan nyata, termasuk makna tuturan yang sesuai situasi dan tujuan komunikasi.\"},{\"question\":\"Apa saja aspek kajian pragmatik yang dijelaskan pada bagian studi pustaka ini?\",\"answer\":\"Aspek yang dibahas meliputi deiksis, praanggapan (presupposition), implikatur, dan tindak tutur. Keempatnya saling melengkapi dalam membentuk dan memahami makna.\"},{\"question\":\"Bagaimana hubungan tindak tutur dengan konteks komunikasi?\",\"answer\":\"Tindak tutur tidak dapat dilepaskan dari konteks situasi tempat ujaran berlangsung, karena makna tuturan dipengaruhi oleh penutur, lawan tutur, serta kondisi saat tuturan disampaikan.\"}]","BAB II - STUDI KEPUSTAKAAN - A. Pragmatik | PDF",10]