[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-668748-113":3,"detail-sidebar-cat-1-id-113":79,"doc-detail-668748-id":113},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":72,"head_meta":74,"extra_data":76,"updated_unix":78},113,"id","chapter-1-introduction-research-background-668748","BAB I - PENDAHULUAN - Latar Belakang Penelitian","","Bab I membahas latar belakang penelitian terkait tujuan pendidikan dalam Kurikulum 2013 menurut Permendikbud No. 36 Tahun 2018, penekanan pendidikan seni budaya dan prakarya (SBdP) melalui pendekatan belajar dengan, melalui, dan tentang seni. Uraian menyoroti peran pendidikan melalui seni dalam perkembangan rasional dan emosional serta pentingnya kreativitas siswa. Fokus berikutnya pada pembelajaran karya seni rupa mozaik, fungsi media pengajaran, dan ragam material mozaik, sekaligus kendala kreativitas siswa akibat pola pembelajaran yang kurang aktif, kurang praktik keterampilan, dan interaksi satu arah.",{"@graph":14,"@context":71},[15,34,54],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/template/","Template",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/","Umum",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/template/chapter-1-introduction-research-background-668748/668748/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":48,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":49,"interactionStatistic":50},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/chapter-1-introduction-research-background-668748/668748.png","ImageObject",442,249,{"name":42,"@type":43},"RizkyPratama_92","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-11-01",true,{"@type":51,"interactionType":52,"userInteractionCount":4},"InteractionCounter",{"@type":53},"ViewAction",{"@type":55,"mainEntity":56},"FAQPage",[57,63,67],{"name":58,"@type":59,"acceptedAnswer":60},"Apa tujuan pendidikan dalam Kurikulum 2013 yang disebutkan dalam Permendikbud No. 36 Tahun 2018?","Question",{"text":61,"@type":62},"Tujuan pendidikan diarahkan untuk mempersiapkan manusia Indonesia memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara beriman, produktif, kreatif, inovatif, afektif, serta mampu berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan berperadaban.","Answer",{"name":64,"@type":59,"acceptedAnswer":65},"Bagaimana pembelajaran SBdP berkontribusi terhadap peserta didik?",{"text":66,"@type":62},"Pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya memberi pengalaman untuk berkreasi dan berprestasi melalui pendekatan belajar dengan, melalui, dan tentang seni, serta berperan dalam pembentukan karakter peserta didik yang harmonis.",{"name":68,"@type":59,"acceptedAnswer":69},"Apa masalah yang menyebabkan kreativitas siswa lemah pada pembelajaran karya mozaik?",{"text":70,"@type":62},"Kreativitas siswa kurang berkembang karena cara belajar menekankan peniruan, guru hanya mentransfer pengertian tanpa praktik keterampilan, dan interaksi berlangsung satu arah dari guru kepada siswa.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":73,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":75,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":77,"site_id":7},668748,1793499701,{"code":4,"msg":80,"data":81},"success",[82,86,90,94,98,102,106,110],{"id":83,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":84,"show_sort_weight":4,"slug":85},178,"Faktur","faktur",{"id":87,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":88,"show_sort_weight":4,"slug":89},192,"Formulir","formulir-192",{"id":91,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":92,"show_sort_weight":4,"slug":93},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":95,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":96,"show_sort_weight":4,"slug":97},179,"Poster","poster",{"id":99,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":100,"show_sort_weight":4,"slug":101},176,"Presentasi","presentasi",{"id":103,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":104,"show_sort_weight":4,"slug":105},177,"Resume","resume",{"id":107,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":108,"show_sort_weight":4,"slug":109},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":111,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":4,"slug":112},183,"umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":80,"data":114},{"doc_id":77,"user_id":115,"nickname":42,"user_avatar":116,"doc_module":22,"category_id":111,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":117,"file_id":118,"file_url":119,"file_type":120,"file_size":121,"view_count":4,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":122,"language":123,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":124,"faqs":125,"seo_title":126,"seo_description":12,"update_tm":78,"read_time":26},962094243231,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_155a257f0dc6eb9ab79c44ca47cae57d","BAB I  \nPENDAHULUAN  \n1.1 Latar Belakang Penelitian  \nDalam Permendikbud No. 36 Tahun 2018 menyebutkan ”bahwa tujuan pendidikan dalam kurikulum 2013 adalah untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga Negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban duani.” Hal ini ditujukankarena pendidikan diyakini dapat mendorong siswa untuk memaksimalkan potensisumber daya manusia sebagai calon yang diandalkan untuk menjadi kritis, logis, inovatif dan untuk menyelesaikan masalah. Dan juga dapat mengembangkan kemampuan danmembentukwatak sertaperadaban bangsayang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensipeserta didik. Sejalan dengan pendapat (Israwati, Elly, Surliani, 2018) bahwa pendidikan seni pada jenjang pendidikan dasar, pendidikan seni terdapat pada mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) . Pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) ini akan memberikan pengalaman peserta didik dalam berkreasi dan berprestasi melalui pendekatan belajar dengan seni, belajar melalui seni, dan belajar tentang seni. Pendidikan seni budaya dan prakarya memiliki peran penting dalam pembentukan probadi peserta didik yang harmonis yaitu dengan memperhatikan kebutuhan perkembangan peserta didik.  \nPendidikan melalui seni ini cukup penting, seni dipandang sebagai sarana ataualat untuk mencapai tujuan pendidikan bukan untuk tujuan seni. Konsep ini tidak menyiapkan peserta didik menjadi seniman. Pembelajaran yang menggunakan pendekatan ini lebih menekankan pada proses bukan hasil. Pendidikan melalui seni menggunakan seni untuk mendorong perkembangan peserta didik secara optimal menciptakan keseimbangan rasional dan emosional, keseimbangan kinerja otak kanan dan otak kiri (Parmadhi, dalam Soetopo, 2015) . Sedangkan menurut Suhaya (2016) Anak adalah idealnya, sedangkan seni adalah sarananya. Maksud dari konsep ini adalah bahwa seni merupakan sarana bagi anak dalam proses pertembuhan mental dan jiwa kreatifnya. Sehingga untuk mengembangkan kreativitas siswa khususnya kemampuan karya seni, guru sangat berperan penting  \n1  \ndan dituntut untuk menguasai kompetensi keguruannya dan selalu berupayamelaksanakan proses pembelajaran yang menarik, menantang, dan menyenangkanbagi siswa. Di samping itu, guru dituntut untuk menciptakan kondisi pembelajaranyang aktif, kreatif, inovatif disertai dengan kemampuan untuk memanfaatkan berbagai sarana dan prasarana yang ada serta ketepatan memilih dan memilah media pengajaran yang sesuai dengan kompetensi dasar yang akan dicapai sehingga secara signifikan diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.  \nSalah satu jenis materi dalam pendidikan seni, yaitu pada pembelajaran karyaseni rupa mozaik. Mozaik merupakan suatu kegiatan menempelkan atau merekatkan bahan diatas bidang dasar yang merupakan keterampilan yang perludikuasai siswa. Salah satu unsur yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa khususnya keterampilan, karya seni mozaik merupakan salah satu media pengajaranyang memperlajari tentang ketekunan, ketelitian, kesabaran dan keuletan. Penggunaan media dalam membuat karya mozaik juga dapat meningkatkan proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat baru bagi siswa, membangkitkan motivasi, serta mempengaruhi psikologi siswa. Media pengajaran sangat membantu untuk mewujudkan keefektifan proses pembelajaran di sekolah.  \nMenurut Danim (dalam Rohani&Karo, 2018) mengemukakan media pendidikan merupakan seperangkat alat bantu atau pelengkap yang digunakan oleh guru atau pendidik dalam rangka berkomunikasi dengan siswa atau peserta didik. Kondisi dalam dunia pendidikan di Indonesia masih banyak guru yang kurang menciptakan kondisi pembelajaran yang aktif, kreatif, dan inovatif. Hal tersebut diakibatkan karena masih banyak guru yang belum terbiasa memanfaatkan berbagai sarana dan prasarana yang ada. Di samp","cbCaiusYL6hd0GXz","https://ap.wps.com/l/cbCaiusYL6hd0GXz","pdf",121740,6,"Indonesian","# BAB I\n## PENDAHULUAN\n## Latar Belakang Penelitian","[{\"question\":\"Apa tujuan pendidikan dalam Kurikulum 2013 yang disebutkan dalam Permendikbud No. 36 Tahun 2018?\",\"answer\":\"Tujuan pendidikan diarahkan untuk mempersiapkan manusia Indonesia memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara beriman, produktif, kreatif, inovatif, afektif, serta mampu berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan berperadaban.\"},{\"question\":\"Bagaimana pembelajaran SBdP berkontribusi terhadap peserta didik?\",\"answer\":\"Pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya memberi pengalaman untuk berkreasi dan berprestasi melalui pendekatan belajar dengan, melalui, dan tentang seni, serta berperan dalam pembentukan karakter peserta didik yang harmonis.\"},{\"question\":\"Apa masalah yang menyebabkan kreativitas siswa lemah pada pembelajaran karya mozaik?\",\"answer\":\"Kreativitas siswa kurang berkembang karena cara belajar menekankan peniruan, guru hanya mentransfer pengertian tanpa praktik keterampilan, dan interaksi berlangsung satu arah dari guru kepada siswa.\"}]","BAB I - PENDAHULUAN - Latar Belakang Penelitian | PDF"]