[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-668660-113":3,"detail-sidebar-cat-1-id-113":79,"doc-detail-668660-id":113},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":72,"head_meta":74,"extra_data":76,"updated_unix":78},113,"id","chapter-1-introduction-research-background-668660","BAB I - PENDAHULUAN - Latar Belakang Penelitian","","BAB I PENDAHULUAN menjelaskan latar belakang penelitian mengenai perkembangan sektor properti komersial di Indonesia. Pertumbuhan dipengaruhi peningkatan ekonomi, urbanisasi, serta masuknya investasi domestik dan internasional. Properti komersial dipahami sebagai aset yang menghasilkan arus kas melalui aspek komersialnya, dengan contoh ruko, area perkantoran, kavling komersial, ritel, apartemen, dan hotel. Uraian menyoroti pengembang seperti Pondok Indah Group, Puri Indah, Pakuwon Group, dan BSD City, termasuk skema pembangunan bertahap dan ragam proyeknya. Namun, belum ada profil/dokumen yang merangkum detail produk komersial BSD City dan potensinya bagi investor. Karena itu diperlukan company profile untuk mendukung komunikasi serta membantu transfer knowledge kepada tim sales baru.",{"@graph":14,"@context":71},[15,34,54],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/template/","Template",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/","Umum",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/template/chapter-1-introduction-research-background-668660/668660/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":48,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":49,"interactionStatistic":50},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/chapter-1-introduction-research-background-668660/668660.png","ImageObject",442,249,{"name":42,"@type":43},"Mimi","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-31",true,{"@type":51,"interactionType":52,"userInteractionCount":4},"InteractionCounter",{"@type":53},"ViewAction",{"@type":55,"mainEntity":56},"FAQPage",[57,63,67],{"name":58,"@type":59,"acceptedAnswer":60},"Apa yang mendorong perkembangan sektor properti komersial di Indonesia?","Question",{"text":61,"@type":62},"Perkembangan dipicu peningkatan ekonomi, urbanisasi yang cepat, serta masuknya investasi dari dalam maupun luar negeri.","Answer",{"name":64,"@type":59,"acceptedAnswer":65},"Apa contoh properti komersial yang disebutkan dalam latar belakang?",{"text":66,"@type":62},"Contohnya meliputi ruko, area perkantoran, kavling komersial, area perbelanjaan (ritel), apartemen, dan hotel.",{"name":68,"@type":59,"acceptedAnswer":69},"Masalah apa yang ditemukan terkait profil produk komersial BSD City?",{"text":70,"@type":62},"BSD City belum memiliki dokumen/profil yang merekap dan menjelaskan detail produk komersial serta perbedaan potensinya, sehingga menyulitkan transfer knowledge dan penjelasan kepada pihak internal maupun investor.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":73,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":75,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":77,"site_id":7},668660,1793489389,{"code":4,"msg":80,"data":81},"success",[82,86,90,94,98,102,106,110],{"id":83,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":84,"show_sort_weight":4,"slug":85},178,"Faktur","faktur",{"id":87,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":88,"show_sort_weight":4,"slug":89},192,"Formulir","formulir-192",{"id":91,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":92,"show_sort_weight":4,"slug":93},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":95,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":96,"show_sort_weight":4,"slug":97},179,"Poster","poster",{"id":99,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":100,"show_sort_weight":4,"slug":101},176,"Presentasi","presentasi",{"id":103,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":104,"show_sort_weight":4,"slug":105},177,"Resume","resume",{"id":107,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":108,"show_sort_weight":4,"slug":109},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":111,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":4,"slug":112},183,"umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":80,"data":114},{"doc_id":77,"user_id":115,"nickname":42,"user_avatar":116,"doc_module":22,"category_id":111,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":117,"file_id":118,"file_url":119,"file_type":120,"file_size":121,"view_count":4,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":122,"language":123,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":124,"faqs":125,"seo_title":126,"seo_description":12,"update_tm":78,"read_time":30},2336477974920,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_155a257f0dc6eb9ab79c44ca47cae57d","BAB I  \nPENDAHULUAN  \n1.1 Latar Belakang Penelitian  \nSektor properti komersial di Indonesia telah menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pertumbuhan ini didorong oleh berbagaifaktor seperti peningkatan ekonomi, urbanisasi yang cepat, serta masuknya investasi baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Properti Komersial adalah jenis properti yang memiliki kemampuan komersial untuk menghasilkan arus kas dari semua aspek komersialnya (Santoso, 2013) . Contoh properti komersial adalah ruko (rumah toko), area perkantoran, kavling komersial, area perbelanjaan (ritel), apartemen, dan hotel. Properti komersial biasanya menjadi modal bagi pemilikmaupun investor untuk mendapatkan penghasilan lebih melalui sewa maupun bisnis. Misalnya, sebuah ruko dapat disewakan untuk pihak ketiga maupun dapat dipakai oleh pemilik sebagai alat bisnis. Keduanya sama-sama menguntungkanpemilik modal.  \nDi Indonesia, properti komersial dikembangkan oleh berbagai developerseperti PT Metropolitan Kentjana TBK yang dikenal dengan salah satu produk pengembangannya, yaitu Pondok Indah Group. Dilansir dari Pondok Indah Group (n.d.), Pondok Indah Group berdiri pada tahun 1972. Proyek pertama yang dilakukan oleh Pondok Indah Group adalah kompleks perumahan Pondok Indah, yang terletak di Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Dengan semangat dan filosofi\"Komitmen untuk Keunggulan\", Pondok Indah Group mengembangkan perkebunan karet dengan luas sekitar 460 hektar menjadi kompleks perumahan dan area komersial paling prestisius dan lengkap di Indonesia, yang dihuni oleh lebih dari 35.000 penduduk.  \nSetelah keberhasilan proyek pertamanya pada tahun 1983, Pondok Indah Group melanjutkan kesuksesan dengan mengembangkan lahan seluas 180 hektarmenjadi area perumahan, komersial, dan pemerintahan yang paling mewah dan lengkap di Jakarta Barat, yaitu Puri Indah. Saat ini, proyek PT Metropolitan  \nKentjana TBK masih fokus membangun kawasan hunian dan komersial yang mewah.  \nPT Pakuwon Jati TBK juga menjadi salah satu pengembang properti terbesar yang didirikan pada tahun 1982 dan terdaftar di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya sejak tahun 1989 (PT Pakuwon Jati Tbk, n.d.-b) . Pakuwon Group merupakan pengembang real estate yang beragam fokus di Jakarta dan Surabaya. Portofolio  \nperusahaan ini meliputi properti prime seperti pusat perbelanjaan, hunian,  \nkomersial, dan pengembangan properti perhotelan. Pakuwon Group merupakan  \npelopor konsep Superblock di Indonesia, yaitu pengembangan terpadu berukuran  \nbesar yang mencakup pusat perbelanjaan ritel, kantor, kondominium, dan hotel.  \nBeberapa proyek besar yang dimilikinya adalah Mall Kota Kasablanka, Pakuwon  \nMall, dan juga Pakuwon Tower (PT Pakuwon Jati Tbk, n.d.-a) .  \nSebagai kompetitor dari kedua nama besar di atas, salah satu pengembang  \nproperti komersial di Indonesia adalah PT Bumi Serpong Damai (selanjutnya BSD  \nCity), yang telah mengembangkan kawasan mix-used development kota mandiri.  \nBSD City sebagai bagian dari Sinar Mas Land merupakan pengembang kota  \nmandiri terkemuka. BSD City pada mulanya didirikan oleh bapak Eka Tjipta  \nWidjaja pada tahun 1984 (Hanggoro, 2019) . Sejak tahun 1984, BSD City telah  \nmenjadi salah satu perusahaan yang berada di garis depan dalam pengembangan  \nkawasan. Sebagai bagian dari grup bisnis di bawah Sinar Mas Land, proyek  \nandalannya di Indonesia, BSD City, secara luas diakui sebagai skema perencanaan  \nperkotaan yang paling ambisius di negara ini. PT Bumi Serpong Damai memiliki  \nberbagai proyek, baik itu residential, commercial, retail and hospitality, dan  \nexhibition center.  \nBSD City merupakan induk bisnis dari Sinar Mas Land. BSD City berlokasi di  \narea Tangerang Selatan, dengan luas pengembangan lebih dari 6.000 hektar.  \nGambar 1. 1 Masterplan BSD City  \nSumber : Annual Report PT Bumi Serpong Damai (2023)  \nPengembangan ini terbagi menjadi 3 fase seperti yang tertera pada gambar 1.2.  \nArea pengembangan fase pertama adalah seluas 1.500 hektar, pada fa","cbCaisR8BD15PwXX","https://ap.wps.com/l/cbCaisR8BD15PwXX","pdf",257001,7,"Indonesian","# BAB I PENDAHULUAN\n## 1.1 Latar Belakang Penelitian","[{\"question\":\"Apa yang mendorong perkembangan sektor properti komersial di Indonesia?\",\"answer\":\"Perkembangan dipicu peningkatan ekonomi, urbanisasi yang cepat, serta masuknya investasi dari dalam maupun luar negeri.\"},{\"question\":\"Apa contoh properti komersial yang disebutkan dalam latar belakang?\",\"answer\":\"Contohnya meliputi ruko, area perkantoran, kavling komersial, area perbelanjaan (ritel), apartemen, dan hotel.\"},{\"question\":\"Masalah apa yang ditemukan terkait profil produk komersial BSD City?\",\"answer\":\"BSD City belum memiliki dokumen/profil yang merekap dan menjelaskan detail produk komersial serta perbedaan potensinya, sehingga menyulitkan transfer knowledge dan penjelasan kepada pihak internal maupun investor.\"}]","BAB I - PENDAHULUAN - Latar Belakang Penelitian | PDF"]