[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-234205-113":3,"detail-sidebar-cat-1-id-113":80,"doc-detail-234205-id":114},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":73,"head_meta":75,"extra_data":77,"updated_unix":79},113,"id","chapter-1-introduction-background-work-environment-and-turnover-intention","BAB I - PENDAHULUAN - Latar Belakang Masalah, Lingkungan Kerja, dan Intensi Turnover","","Bab I Pendahuluan membahas latar belakang pentingnya memperoleh pekerjaan yang baik didukung fasilitas memadai, penghargaan, dan lingkungan kerja yang kondusif. Pengelolaan sumber daya manusia diposisikan sebagai investasi penting agar organisasi dapat mencapai tujuan secara efektif melalui penerimaan, penyeleksian, dan mempertahankan karyawan potensial. Ketidakpuasan kerja dijelaskan dapat mendorong karyawan mengambil sikap mundur atau berhenti, yang berakibat pada kebutuhan rekrutmen baru serta terganggunya kontinuitas dan produktivitas. Bab ini juga menguraikan alasan karyawan mengundurkan diri serta konsep intensi turnover sebagai niat untuk keluar yang terkait evaluasi pekerjaan dan ketidakpuasan, beserta beberapa aspek yang meliputi intention to quit dan job search.",{"@graph":14,"@context":72},[15,34,55],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/template/","Template",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/","Umum",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/template/chapter-1-introduction-background-work-environment-and-turnover-intention/234205/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/chapter-1-introduction-background-work-environment-and-turnover-intention/234205.png","ImageObject",442,249,{"name":42,"@type":43},"Maya Linwood","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-22","2026-09-10",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":22},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",{"@type":56,"mainEntity":57},"FAQPage",[58,64,68],{"name":59,"@type":60,"acceptedAnswer":61},"Mengapa pekerjaan yang baik dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari?","Question",{"text":62,"@type":63},"Pekerjaan yang baik membantu menopang kehidupan sehari-hari dan membuat individu cenderung berlomba menjadi lebih produktif serta mampu menghasilkan pekerjaan terbaik di tempat kerja.","Answer",{"name":65,"@type":60,"acceptedAnswer":66},"Apa dampak jika lingkungan kerja tidak kondusif terhadap karyawan dan perusahaan?",{"text":67,"@type":63},"Lingkungan kerja yang kurang kondusif menuntut waktu dan tenaga kerja lebih banyak, serta rancangan sistem kerja tidak efisien. Kondisi ini juga dapat berkaitan dengan meningkatnya ketidakpuasan yang mendorong karyawan keluar.",{"name":69,"@type":60,"acceptedAnswer":70},"Apa yang dimaksud dengan intensi turnover dan bagaimana hubungannya dengan ketidakpuasan kerja?",{"text":71,"@type":63},"Intensi turnover adalah kecenderungan atau niat karyawan untuk berhenti bekerja/keluar dari organisasi. Intensi turnover memberikan penjelasan tentang pandangan dan evaluasi pekerjaan serta muncul dari ketidakpuasan yang memengaruhi keputusan untuk keluar.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":74,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":76,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":78,"site_id":7},234205,1790044156,{"code":4,"msg":81,"data":82},"success",[83,87,91,95,99,103,107,111],{"id":84,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":85,"show_sort_weight":4,"slug":86},178,"Faktur","faktur",{"id":88,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":89,"show_sort_weight":4,"slug":90},192,"Formulir","formulir-192",{"id":92,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":93,"show_sort_weight":4,"slug":94},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":96,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":97,"show_sort_weight":4,"slug":98},179,"Poster","poster",{"id":100,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":101,"show_sort_weight":4,"slug":102},176,"Presentasi","presentasi",{"id":104,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":105,"show_sort_weight":4,"slug":106},177,"Resume","resume",{"id":108,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":109,"show_sort_weight":4,"slug":110},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":112,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":4,"slug":113},183,"umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":81,"data":115},{"doc_id":78,"user_id":116,"nickname":42,"user_avatar":117,"doc_module":22,"category_id":112,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":118,"file_id":119,"file_url":120,"file_type":121,"file_size":122,"view_count":22,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":123,"language":124,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":125,"faqs":126,"seo_title":127,"seo_description":12,"update_tm":128,"read_time":33},962084928432,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_155a257f0dc6eb9ab79c44ca47cae57d","BAB I  \nPENDAHULUAN  \nA. Latar Belakang Masalah  \nSetiap orang menginginkan dan mengharapkan pekerjaan yang baik untuk menopang kehidupan sehari-hari. Pekerjaan yang baik menjadikan manusiaberlomba-lomba menjadi orang yang produktif dan mampu menghasilkanpekerjaan terbaik di tempat kerjanya (Rahmawati, 2014) . Namun pekerjaan yang baik dan nyaman tidak mudah didapatkan oleh setiap orang. Pekerjaan yang baik dan nyaman harus diikuti dengan fasilitas memadai, penghargaan terhadap karyawan yang berprestasi dan lingkungan kerja yang baik. Lingkungan kerjamerupakan alat perkakas dan bahan yang dikerjakan, lingkungan sekitar tempatpegawai bekerja metode kerja, serta pengaturan kerjanya baik sebagai perseorangan maupun sebagai kelompok (Sedarmayati, 2009) . Lingkungan kerja yang kurang kondusif akan menuntut waktu dan tenaga kerja yang lebih banyak serta rancangan sistem kerja tidak akan efisien (Rahmawati, 2014) .  \nUndang-Undang Republik Indonesia No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang selanjutnya diatur dalam Surat Perjanjian Kerja (SPK) antara pekerja dengan perusahaan, juga dijelaskan dalam Peraturan Perusahaan (PP) ataupada Perjanjian Kerja Bersama (PKB) . Adapun hak-hak karyawan meliputi alat keselamatan kerja, jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek), upah dengan jumlah minimal sesuai ketentuan upah minimum di daerah/provinsi (UMP) . Ijin tidak hadirkerja yang dilegaliser untuk mendapat upah, cuti tahunan bagi yang memenuhi  \nsyarat, tunjangan hari raya, menggunakan fasilitas yang disediakan perusahaanseperti tempat ibadah, olah raga, kesenian, dan kegiatan koperasi karyawan.  \nKeberhasilan dan kesuksesan suatu perusahaan sangat ditentukan dari bagaimana perusahaan mengelola sumber daya yang dimilikinya, hal tersebutlah yang membuat para pengusaha sadar akan nilai investasi karyawan sebagai salah satu aset penting perusahaan (Ardana dalam Putra dkk, 2015) . Sumber dayamanusia adalah kemampuan terpadu dari daya pikir dan daya fisik yang dimiliki individu, perilaku dan sifatnya ditentukan oleh keturunan dan lingkungannya, sedangkan prestasi kerjanya dimotivasi oleh keinginan untuk memenuhikepuasannya (Hasibuan, 2014) . Manajemen sumber daya manusia adalah aktivitas yang penting di sebuah organisasi. Organisasi perlu mengatur sumber daya manusiauntuk mencapai tujuannya secara efektif, dengan senantiasa melakukan investasi untuk penerimaan, penyeleksian dan mempertahankan sumber daya manusia yang potensial agar tidak berdampak pada pengunduran diri karyawan (Cascio dalam Melky, 2015) .  \nKetika karyawan mengalami ketidakpuasan dalam bekerja, maka karyawan akan cenderung mengambil sikap untuk mundur atau berhenti dari perusahaan. Sebaliknya jika kondisi semakin baik, maka karyawan akan lebih lama bertahandalam perusahaan. Pengunduran diri karyawan, mengharuskan perusahaan mencaritenaga kerja baru agar program kerja perusahaan tetap berjalan terus walaupunkontinuitas dan produktivitas kerja karyawan serta perusahaan akan mengalamisedikit gangguan. Menurut Suwandi dan Indriantoro (dalam Setyanto 2013) , keluarmasuknya karyawan secara berlebihan akan merugikan perusahaan karena turunnya  \nproduktivitas, waktu dan biaya pelatihan yang meningkat, waktu rekrutmen danseleksi yang meningkat, efisiensi kerja yang menurun, dan kerugian tidak langsung lainnya seperti layanan pelanggan dan komitmen.  \nKaryawan yang mengundurkan diri mengakibatkan pemutusan hubungankerja dengan perusahaan, dengan demikian berakhirnya hak dan kewajiban dari pihak karyawan maupun perusahaan (Lum dalam Dewi dan Wulanyani, 2017) . Menurut Mathis dan Jakcson (2006) alasan karyawan mengundurkan diri: (1) Komponen organisasi, berupa nilai dan budaya, strategi dan peluang, dikeloladengan baik terorientasi pada hasil, kontinuitas dan keamanan kerja; (2) Peluang karier, berupa kontinuitas pelatihan, pengembangan dan bimbingan, perencanaan karier; (3) Hubungan karyawan, berupa perlakuan yang adil/tidak diskriminatif, dukungan dari supervisor/manajemen, hubungan rek","cbCaikr4893OjHJW","https://ap.wps.com/l/cbCaikr4893OjHJW","pdf",173030,10,"Indonesian","# BAB I PENDAHULUAN\n## A. Latar Belakang Masalah","[{\"question\":\"Mengapa pekerjaan yang baik dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari?\",\"answer\":\"Pekerjaan yang baik membantu menopang kehidupan sehari-hari dan membuat individu cenderung berlomba menjadi lebih produktif serta mampu menghasilkan pekerjaan terbaik di tempat kerja.\"},{\"question\":\"Apa dampak jika lingkungan kerja tidak kondusif terhadap karyawan dan perusahaan?\",\"answer\":\"Lingkungan kerja yang kurang kondusif menuntut waktu dan tenaga kerja lebih banyak, serta rancangan sistem kerja tidak efisien. Kondisi ini juga dapat berkaitan dengan meningkatnya ketidakpuasan yang mendorong karyawan keluar.\"},{\"question\":\"Apa yang dimaksud dengan intensi turnover dan bagaimana hubungannya dengan ketidakpuasan kerja?\",\"answer\":\"Intensi turnover adalah kecenderungan atau niat karyawan untuk berhenti bekerja/keluar dari organisasi. Intensi turnover memberikan penjelasan tentang pandangan dan evaluasi pekerjaan serta muncul dari ketidakpuasan yang memengaruhi keputusan untuk keluar.\"}]","BAB I - PENDAHULUAN - Latar Belakang Masalah, Lingkungan Kerja, dan Intensi Turnover | PDF",1789084745]