[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-668658-113":3,"detail-sidebar-cat-1-id-113":79,"doc-detail-668658-id":113},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":72,"head_meta":74,"extra_data":76,"updated_unix":78},113,"id","chapter-1-introduction-background-problem-statement-research-objectives-and-benefits-668658","BAB I - PENDAHULUAN - Latar Belakang Masalah, Rumusan Masalah, Tujuan dan Manfaat Penelitian","","Tinjauan pendahuluan membahas Diabetes Mellitus sebagai kelompok penyakit metabolik yang ditandai hiperglikemia akibat kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Diabetes digambarkan sebagai masalah kesehatan kronik di Indonesia dengan proporsi kasus yang belum terdiagnosis serta peningkatan prevalensi akibat perubahan gaya hidup dan bertambahnya populasi usia lanjut. Kepatuhan pengobatan dipaparkan sebagai faktor kendala keberhasilan terapi, sementara Glikohemoglobin (HbA1c) dan Glycated Albumin (GA) diposisikan sebagai indikator terkait kontrol glikemik serta relevansinya terhadap penelitian pada Diabetes Mellitus tipe 2.",{"@graph":14,"@context":71},[15,34,54],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/template/","Template",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/","Umum",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/template/chapter-1-introduction-background-problem-statement-research-objectives-and-benefits-668658/668658/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":48,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":49,"interactionStatistic":50},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/chapter-1-introduction-background-problem-statement-research-objectives-and-benefits-668658/668658.png","ImageObject",442,249,{"name":42,"@type":43},"McGucket","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-31",true,{"@type":51,"interactionType":52,"userInteractionCount":4},"InteractionCounter",{"@type":53},"ViewAction",{"@type":55,"mainEntity":56},"FAQPage",[57,63,67],{"name":58,"@type":59,"acceptedAnswer":60},"Apa latar belakang utama Diabetes Mellitus yang dibahas dalam dokumen ini?","Question",{"text":61,"@type":62},"Diabetes Mellitus dijelaskan sebagai penyakit metabolik dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi atau kerja insulin, serta menjadi masalah kesehatan kronik yang prevalensinya meningkat.","Answer",{"name":64,"@type":59,"acceptedAnswer":65},"Bagaimana rumusan masalah terkait Glycated Albumin (GA) pada Diabetes Mellitus tipe 2?",{"text":66,"@type":62},"Dokumen merumuskan hubungan tingkat kepatuhan minum obat dan dukungan keluarga terhadap nilai GA, serta peran intervensi edukasi terhadap peningkatan kepatuhan, dukungan keluarga, dan pengendalian nilai GA.",{"name":68,"@type":59,"acceptedAnswer":69},"Apa tujuan penelitian secara umum dan tujuan khusus yang disebutkan?",{"text":70,"@type":62},"Tujuan umum adalah mengetahui pengaruh edukasi dalam mengendalikan kadar GA pada penderita Diabetes Mellitus tipe 2. Tujuan khusus mencakup hubungan dukungan keluarga dan kepatuhan berobat terhadap GA serta pengaruh edukasi terhadap kadar GA.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":73,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":75,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":77,"site_id":7},668658,1793489295,{"code":4,"msg":80,"data":81},"success",[82,86,90,94,98,102,106,110],{"id":83,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":84,"show_sort_weight":4,"slug":85},178,"Faktur","faktur",{"id":87,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":88,"show_sort_weight":4,"slug":89},192,"Formulir","formulir-192",{"id":91,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":92,"show_sort_weight":4,"slug":93},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":95,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":96,"show_sort_weight":4,"slug":97},179,"Poster","poster",{"id":99,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":100,"show_sort_weight":4,"slug":101},176,"Presentasi","presentasi",{"id":103,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":104,"show_sort_weight":4,"slug":105},177,"Resume","resume",{"id":107,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":108,"show_sort_weight":4,"slug":109},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":111,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":4,"slug":112},183,"umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":80,"data":114},{"doc_id":77,"user_id":115,"nickname":42,"user_avatar":116,"doc_module":22,"category_id":111,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":117,"file_id":118,"file_url":119,"file_type":120,"file_size":121,"view_count":4,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":122,"language":123,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":124,"faqs":125,"seo_title":126,"seo_description":12,"update_tm":78,"read_time":127},1236954412713,"https://us-avatar.wpscdn.com/davatar_29158cc5080c5b710cf443261637dec0","BAB I  \nPENDAHULUAN  \nA. Latar Belakang Masalah  \nMenurut American Diabetes Association (ADA) tahun 2012, Diabetes Mellitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hipergikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, ataukedua-duanya. (Perkeni., 2011, WHO, 1999) . Diabetes Mellitus (DM) merupakan masalah kesehatan yang berkembang dengan prevalensi yang terus meningkat dan tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi (AL-Qazaset al., 2010) .  \nDiabetes adalah salah satu penyakit yang paling sering diderita dan penyakit kronik yang serius di Indonesia saat ini. Setengah dari jumlah kasus Diabetes Mellitus (DM) tidak terdiagnosa karena pada umumnya diabetes tidak disertai gejala sampai terjadinya komplikasi. Prevalensi penyakit diabetes meningkat karena terjadi perubahan gaya hidup, kenaikan jumlah kalori yang dimakan, kurangnya aktifitas fisik dan meningkatnya jumlahpopulasi manusia usia lanjut (Hiswani, 2014) .  \nFederasi Diabetes International (International Diabetes Federation) memperkirakan bahwa bahwa akan ada 380 juta orang dengan diabetes padatahun 2025 dibandingkan dengan perkiraan 240 juta orang pada tahun 2007, dengan beban penyakit yang lebih tinggi pada negara-negara yang berpenghasilan rendah dan menengah.(AL-Qazas et al., 2010) .  \nHasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) yang dilaporkan oleh Departemen kesehatan tahun 2008 menunjukkan bahwa prevalensi diabetes di Indonesia sebesar 5,7%(Harela, 2013) . Menurut WHO jumlah penyandang diabetes di Indonesia akan mengalami peningkatan dari 8,4 juta jiwa (tahun  \n2000) menjadi sekitar 21,3 juta jiwa (tahun 2030) (Harela, 2013) . Tingginyaangka morbiditas tersebut menjadikan Indonesia menduduki peringkat ke-4 dunia setelah Cina, India, Amerika Serikat (Kusniyah et al., 2011 , Harela, 2013) .  \nMeskipun terdapat banyak faktor yang mempengaruhi kontrol glikemikpada penderita diabetes, diyakini bahwa kepatuhan terhadap pengobatan DMadalah salah satu faktor kendala, dan keberhasilan pengobatan dibatasi akibat kurangnya kepatuhan pengobatan. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization WHO) kepatuhan didefinisikan sebagai “sejauh mana perilaku seseorang minum obat, mengikuti diet dan/atau melaksanakan perubahan gaya hidup sesuai dengan rekomendasi yang disepakati daripenyedia perawatan kesehatan” (“the extent to which a person’s behavior – taking medication, following a diet and/or executing lifestyle changes – corresponds with agreed recommendations from the health care provider”)(AL-Qazas et al., 2010) .  \nGlikohemoglobin adalah ikatan glukosa darah dengan hemoglobin. Glikohemoglobin (HbA1c) adalah suatu bentuk pada suatu nilai yang proporsional terhadap konsentrasi glukosa rata-rata dengan cara proses nonenzimatik didalam sirkulasi sel darah merah dalam rentang waktu selama 120 hari. Dengan adanya hiperglikemi, suatu peningkatan glikohemoglobin yang menyebabkan suatu peningkatan HbA1c (Gavran et al., 2011) .  \nGA sensitive pada perubahan kadar glukosa darah. Walaupun kondisi yang mempengaruhi metabolisme albumin akan mempengaruhi GA seperti nefrotik sindrom, sirosis hepatis, dan gangguan tiroid. (Ji Eun Lee at all. , 2014) .  \nMeta-analisis Norris et al. menunjukkan bahwa efek edukasi pada diabetes terlihat dalam kontrol glikemik. Penulis mengindentifikasi 31 artikel dari 1980 sampai 1999 yang mengevaluasi efiksasi pada penanganan edukasi dalam  \nkendali glikohemoglobin pada orang dewasa dengan diabetes tipe 2. Dalam meta-analisisnya, penulis menyatakan bahwa “Rata-rata, intervensiglikohemoglobin menurun sebesar 0,76%(interval kepercayaan 95%, 0,34- 1.18) lebih daripada kelompok kontrol pada masa 1 sampai 3 bulan edukasi. Sebuah temuan tambahan dari penelitian ini bahwa glikohemoglobin \"lebih menurun dengan tambahan waktu kontak antara peserta dan pendidik; sebuah penurunan 1% tercatat untuk setiap tambahan 23,6 jam (13,3-105,4) kontak.\"Secara keseluruhan, ada informasi yang terbatas mengenai hubungan dosisrespo","cbCailiEnxawk4dV","https://ap.wps.com/l/cbCailiEnxawk4dV","pdf",625279,48,"Indonesian","# BAB I PENDAHULUAN\n## A. Latar Belakang Masalah\n## B. Rumusan Masalah\n## C. Tujuan Penelitian\n## D. Manfaat Penelitian","[{\"question\":\"Apa latar belakang utama Diabetes Mellitus yang dibahas dalam dokumen ini?\",\"answer\":\"Diabetes Mellitus dijelaskan sebagai penyakit metabolik dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi atau kerja insulin, serta menjadi masalah kesehatan kronik yang prevalensinya meningkat.\"},{\"question\":\"Bagaimana rumusan masalah terkait Glycated Albumin (GA) pada Diabetes Mellitus tipe 2?\",\"answer\":\"Dokumen merumuskan hubungan tingkat kepatuhan minum obat dan dukungan keluarga terhadap nilai GA, serta peran intervensi edukasi terhadap peningkatan kepatuhan, dukungan keluarga, dan pengendalian nilai GA.\"},{\"question\":\"Apa tujuan penelitian secara umum dan tujuan khusus yang disebutkan?\",\"answer\":\"Tujuan umum adalah mengetahui pengaruh edukasi dalam mengendalikan kadar GA pada penderita Diabetes Mellitus tipe 2. Tujuan khusus mencakup hubungan dukungan keluarga dan kepatuhan berobat terhadap GA serta pengaruh edukasi terhadap kadar GA.\"}]","BAB I - PENDAHULUAN - Latar Belakang Masalah, Rumusan Masalah, Tujuan dan Manfaat Penelitian | PDF",17]