[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-seo-237431-113":41,"doc-detail-237431-id":106},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":42,"data":43},"ok",{"site_id":44,"language":45,"slug":46,"title":47,"keywords":48,"description":49,"schema_data":50,"social_meta":99,"head_meta":101,"extra_data":103,"updated_unix":105},113,"id","chapter-1-introduction-background-of-the-problem-237431","BAB I - PENDAHULUAN - Latar Belakang Masalah","","Bab I Pendahuluan menguraikan peran bahasa dalam kehidupan manusia dan konteks pendidikan di Indonesia, sekaligus menegaskan tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis teks pada Kurikulum 2013. Uraian menyoroti kompetensi menulis teks eksposisi untuk peserta didik kelas X melalui aspek isi, struktur, dan kebahasaan yang koheren. Bagian ini juga merangkum pandangan para ahli tentang komitmen, proses, latihan menulis, serta kendala yang dihadapi. Berdasarkan wawancara pada siswa SMK Pasundan 2 Bandung, dipaparkan rendahnya motivasi dan kesulitan mencari ide serta mengembangkan isi, sehingga diperlukan penerapan model CORE untuk pembelajaran menulis teks eksposisi.",{"@graph":51,"@context":98},[52,68,89],{"@type":53,"itemListElement":54},"BreadcrumbList",[55,59,62,65],{"item":56,"name":57,"@type":58,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":60,"name":10,"@type":58,"position":61},"https://docshare.wps.com/id/template/",2,{"item":63,"name":39,"@type":58,"position":64},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/",3,{"item":66,"name":47,"@type":58,"position":67},"https://docshare.wps.com/id/template/chapter-1-introduction-background-of-the-problem-237431/237431/",4,{"url":66,"name":47,"@type":69,"image":70,"author":75,"headline":47,"publisher":78,"fileFormat":81,"inLanguage":45,"description":49,"dateModified":82,"datePublished":83,"encodingFormat":81,"isAccessibleForFree":84,"interactionStatistic":85},"DigitalDocument",{"url":71,"@type":72,"width":73,"height":74},"https://docshare.wps.com/thumbnails/chapter-1-introduction-background-of-the-problem-237431/237431.png","ImageObject",442,249,{"name":76,"@type":77},"Sarah ","Person",{"url":56,"name":79,"@type":80},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-19","2026-09-11",true,{"@type":86,"interactionType":87,"userInteractionCount":9},"InteractionCounter",{"@type":88},"ViewAction",{"@type":90,"mainEntity":91},"FAQPage",[92],{"name":93,"@type":94,"acceptedAnswer":95},"Apa masalah utama yang ditemukan pada peserta didik saat pembelajaran menulis teks eksposisi?","Question",{"text":96,"@type":97},"Peserta didik masih sulit mencari ide untuk dikembangkan, belum menguasai kosakata, mengalami kesulitan mengembangkan isi, kurang tertarik, dan pendidik belum menemukan model pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan minat.","Answer","https://schema.org",{"og:url":66,"og:type":100,"og:title":47,"og:site_name":79,"og:description":49},"article",{"robots":102,"canonical":66},"index,follow",{"doc_id":104,"site_id":44},237431,1789112425,{"code":4,"msg":5,"data":107},{"doc_id":104,"user_id":108,"nickname":76,"user_avatar":109,"doc_module":9,"category_id":38,"category_name":39,"doc_title":47,"doc_description":49,"doc_content":110,"file_id":111,"file_url":112,"file_type":113,"file_size":114,"view_count":4,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":115,"language":116,"language_code":45,"site_id":44,"html_lang":45,"table_of_contents":117,"faqs":118,"seo_title":119,"seo_description":49,"update_tm":105,"read_time":64},962085320529,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_9964176cb1d06d4a9deccf72a44ae3dc","BAB I  \nPENDAHULUAN  \nA. Latar Belakang Masalah  \nBahasa merupakan salah satu piranti penting dalam kehidupan manusia. Bahasa yang dimaksud adalah bahasa yang disampaikan dengan lisan maupun tulisan. Di Indonesia, bahasa Indonesia selain digunakan dalam berkomunikasi sehari-hari, bahasa Indonesia juga digunakan dalam interaksi didalam dunia pendidikan. Hal ini mengandung makna yang sangat dalam bahwa bahasa Indonesia tidak dapat digantikandengan bahasa apapun selama penyelenggaraan pendidikan masih dilakukan di bumi Indonesia.  \nPembelajaran bahasa Indonesia dalam Kurikulum 2013, peserta didik diharapkan mampu mengonstruksi dan menggunakan teks sesuai dengan tujuan dan fungsisosialnya. Dalampembelajaran bahasa berbasis teks, bahasa Indonesia diajarkan bukansekadar sebagai pengetahuan bahasa, melainkan sebagai teks yang mengemban fungsiuntuk menjadi sumber aktualisasi diri penggunanya pada konteks sosial-budaya akademis. Teks dimaknai sebagai satuan bahasa yang mengungkapkan makna secarakontekstual.  \nSalah satu kompetensi yang harus dikuasai peserta didik kelas X dalam Kurikulum 2013 adalah mengembangkan teks eksposisi secara tertulis yang ada pada KD 4.3 yaitu: mengembangkan isi (permasalahan, argumen, pengetahuan, dan rekomendasi), struktur dan kebahasaan yang koheren sesuai dengan karakteristik teks yang akan dibuat baik secara lisan maupun tulisan. KD 4.2 yang mengacu padaketerampilan berhubungan dengan KD 3.1 yang mengacu pada pengetahuan.  \nYunus (2015, hlm. 19) menyatakan “Menulis memang bukan pekerjaan mudah, namun juga tidak sulit. Menulis sebagai keterampilan hanya butuh komitmen. Komitmen menulis setiap hari, konsisten dan tidak pernah berhenti. Menulis apa saja setiap hari. Untuk keterampilan menulis, tidak diperlukan diskusi, apalagi perenungan  \ntentang bagaimana dapat menulis dengan baik. Menulis tidak melulu untuk dipelajari. Selain komitmen, menulis adalah proses. Proses menuangkan ide di kepala ke dalambentuk tertulis. Komitmen dan proses menjadi kata kunci yang paling penting dalamaktivitas menulis.”  \nSejalan dengan pendapat Yunus, Tarigan (2008, hlm. 3) menyampaikan bahwa“Keterampilan menulis tidak akan datang secara otomatis, tetapi harus melalui latihandan praktik yang banyak dan teratur. Kegitan menulis mampu dilatih dengan segala bentuk kegiatan belajar yang diterapkan di sekolah. Sedini mungkin kemampuan harusdilatih, baik itu dengan segala bentuk metode pembelajaran atau kegiatan lainnya yang bisa melatih kemampuan menulis”.  \nZainurrahman (2018, hlm. 206) menyampaikan “Kendala-kendala dalam menulis, di antaranya kesulitan karena kekurangan materi, kesulitan memulai dan mengakhiri tulisan, kesulitan struktutasi dan penyelarasan isi, dan kesulitan memilih topik”.  \nJadi, menulis adalah pekerjaan yang tidak sulit tapi juga tidak mudah. Dalam menulis harus berkomitmen, berkomitmen untuk menulis setiap hari supaya keterampilan dalam menulis menjadi lebih terlatih. Dalam menulis tidak diperlukan diskusi, kita dapat menuliskan apa saja yang diinginkan, karena menulis juga dapatdisebut dengan proses menuangkan ide pikiran di kepala ke dalam bentuk tulisan.  \nMenurut Dalman (2016, hlm.119) “Karangan eksposisi merupakan salah satu jenis karangan yang harus diperkenalkan kepada siswa dan dikuasai oleh seorang guru mata pelajaran bahasa Indonesia. Karangan ini dimaksud untuk memaparkan pengetahuan dan pengalaman si penulis yang diperolehnya dari kajian pustaka ataulapangan dengan tujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan si pembacatentang suatu hal”.  \nTeks eksposisi termasuk salah satu teks yang harus dikuasai peserta didik dijenjang SMA dan SMK kelas X. Menurut Keraf (1995, hlm. 6) “Teks eksposisi merupakan salah satu bentuk tulisan atau retorika yang berusaha untuk menerangkan dan menguraikan suatu pokok pikiran yang dapat memperluas pandangan atau pengetahuan seseorang yang membaca uraian tersebut. Jadi teks eksposisi harus  \ndikuasai peserta didik agar peserta didik mampu menerangkan serta menguraikan ","cbCairnp2sriHzmA","https://ap.wps.com/l/cbCairnp2sriHzmA","pdf",331650,9,"Indonesian","# BAB I - PENDAHULUAN\n## A. Latar Belakang Masalah\n## B. Identifikasi Masalah Penelitian","[{\"question\":\"Apa masalah utama yang ditemukan pada peserta didik saat pembelajaran menulis teks eksposisi?\",\"answer\":\"Peserta didik masih sulit mencari ide untuk dikembangkan, belum menguasai kosakata, mengalami kesulitan mengembangkan isi, kurang tertarik, dan pendidik belum menemukan model pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan minat.\"}]","BAB I - PENDAHULUAN - Latar Belakang Masalah | PDF"]