[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-seo-236805-113":41,"doc-detail-236805-id":114},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":42,"data":43},"ok",{"site_id":44,"language":45,"slug":46,"title":47,"keywords":48,"description":49,"schema_data":50,"social_meta":107,"head_meta":109,"extra_data":111,"updated_unix":113},113,"id","chapter-1-introduction-background-of-the-problem-236805","BAB I - PENDAHULUAN - Latar Belakang Masalah","","Bab I Pendahuluan membahas landasan pemikiran tentang pendidikan sebagai proses transfer ilmu, transformasi nilai, dan pembentukan kepribadian, sekaligus menekankan pembentukan kesadaran dan karakter individu maupun masyarakat. Uraian mendasarkan konsep pendidikan pada UU RI serta menyoroti peran perguruan tinggi dalam menghasilkan sumber daya manusia berkualitas. Penjelasan beralih pada definisi mahasiswa, tahap perkembangan, serta tuntutan belajar mandiri dan kemampuan kerja. Dokumen menyoroti kesenjangan tujuan pendidikan dengan praktik yang sering mengarah pada orientasi angka akademik, yang berdampak pada kecurangan dan menurunnya integritas akademik.",{"@graph":51,"@context":106},[52,68,89],{"@type":53,"itemListElement":54},"BreadcrumbList",[55,59,62,65],{"item":56,"name":57,"@type":58,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":60,"name":10,"@type":58,"position":61},"https://docshare.wps.com/id/template/",2,{"item":63,"name":39,"@type":58,"position":64},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/",3,{"item":66,"name":47,"@type":58,"position":67},"https://docshare.wps.com/id/template/chapter-1-introduction-background-of-the-problem-236805/236805/",4,{"url":66,"name":47,"@type":69,"image":70,"author":75,"headline":47,"publisher":78,"fileFormat":81,"inLanguage":45,"description":49,"dateModified":82,"datePublished":83,"encodingFormat":81,"isAccessibleForFree":84,"interactionStatistic":85},"DigitalDocument",{"url":71,"@type":72,"width":73,"height":74},"https://docshare.wps.com/thumbnails/chapter-1-introduction-background-of-the-problem-236805/236805.png","ImageObject",442,249,{"name":76,"@type":77},"Ivy","Person",{"url":56,"name":79,"@type":80},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-21","2026-09-11",true,{"@type":86,"interactionType":87,"userInteractionCount":9},"InteractionCounter",{"@type":88},"ViewAction",{"@type":90,"mainEntity":91},"FAQPage",[92,98,102],{"name":93,"@type":94,"acceptedAnswer":95},"Apa yang dimaksud dengan pendidikan menurut uraian pada Bab I?","Question",{"text":96,"@type":97},"Pendidikan dipandang sebagai usaha sadar dan terencana yang mencakup proses pembelajaran untuk mengembangkan potensi peserta didik, termasuk kekuatan spiritual, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, dan keterampilan.","Answer",{"name":99,"@type":94,"acceptedAnswer":100},"Bagaimana posisi perguruan tinggi dalam tujuan pendidikan?",{"text":101,"@type":97},"Perguruan tinggi disebut mengemban tanggung jawab besar dalam melahirkan sumber daya intelektual dan mengembangkan potensi mahasiswa agar menjadi manusia beriman, berakhlak mulia, berilmu, serta berbudaya sesuai tujuan pendidikan tinggi.",{"name":103,"@type":94,"acceptedAnswer":104},"Mengapa orientasi angka akademik dapat menimbulkan masalah integritas?",{"text":105,"@type":97},"Ketika tujuan pendidikan dipersempit menjadi pencapaian angka akademik di ijazah atau kelulusan, pendidikan dapat menjadi salah arah dan mendorong mahasiswa melakukan segala cara, termasuk kecurangan, sehingga integritas menjadi kurang diperhatikan.","https://schema.org",{"og:url":66,"og:type":108,"og:title":47,"og:site_name":79,"og:description":49},"article",{"robots":110,"canonical":66},"index,follow",{"doc_id":112,"site_id":44},236805,1789968140,{"code":4,"msg":5,"data":115},{"doc_id":112,"user_id":116,"nickname":76,"user_avatar":117,"doc_module":9,"category_id":38,"category_name":39,"doc_title":47,"doc_description":49,"doc_content":118,"file_id":119,"file_url":120,"file_type":121,"file_size":122,"view_count":9,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":123,"language":124,"language_code":45,"site_id":44,"html_lang":45,"table_of_contents":125,"faqs":126,"seo_title":127,"seo_description":49,"update_tm":128,"read_time":129},549758252649,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/8000253669c5317157?_k=1778319167496531819","BAB I  \nPENDAHULUAN  \nA. Latar Belakang Masalah  \nPendidikan secara luas lebih dari sekedar pengajaran yang dapat dikatakansebagai suatu proses transfer ilmu, transformasi nilai, dan pembentukan kepribadiandengan segala aspek yang dicakupinya (Nurkholis, 2013) . Lebih lanjut, penekanan pendidikan bila dibandingkan dengan pengajaran terletak pada pembentukan kesadaran dan kepribadian individu atau masyarakat di samping transfer ilmu dan keahlian. Melalui proses tersebut, suatu bangsa atau negara dapat mewariskan nilainilai keagamaan, kebudayaan, pemikiran dan keahlian kepada generasi berikutnya, sehingga generasi selanjutnya benar-benar siap dalam menyongsong masa depan kehidupan bangsa dan negara yang lebih cerah. Hal tersebut sejalan dengan pengertian pendidikan menurut UU RI Nomor 20 Tahun 2003 pasal 1 ayat 1, yaitu:  \n“Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensidirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara”  \nBerdasarkan tujuan di atas, maka sudah selayaknya wujud dari pendidikan bukan saja menghasilkan seseorang yang memiliki kemampuan akademik yang mumpuni, melainkan juga berakhlak mulia, memiliki pengendalian diri, berkarakter, berbudi pekerti dan memiliki integritas.  \nSupardi (dalam Wibowo, 2013) menyatakan bahwa perguruan tinggi sebagai salah satu jenjang pendidikan formal di Indonesia mengemban tangung  \njawab dan kewajiban yang besar, khususnya dalam melahirkan sumber daya intelektual yang diharapkan nantinya dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas dansumber dayamanusia (SDM) bangsa ini. Universitas Mercu Buana Yogyakarta sebagai salah satu lembaga penyelenggara pendidikan tinggi di Indonesia memiliki tujuan yang sama dan sesuai dengan UU No. 12 Tahun 2012 pasal 5 tentang tujuan pendidikan tinggi yang salah satunya, yaitu:  \n“Pendidikan tinggi bertujuan untuk berkembangnya potensi mahasiswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa pada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, terampil, kompeten, dan berbudayauntuk kepentingan bangsa”.  \nIndividu yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi disebut mahasiswa. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa. Mahasiswa menurut teoriperkembangan yang dikemukakan oleh Santrock (2014) berada pada tahap perkembangan remaja akhir menuju dewasa awal yang berkisar antara usia 18 - 21 tahun. Berdasarkan beberapa tugas perkembangan remaja menurut Santrock (2014) yaitu membangun hubungan akrab dengan teman sebaya, menjalin hubungan intim dengan lawan jenis, menempuh pendidikan (menjalani peran sebagai peserta didik), bekerja dan membangun karir. Hurlock (1980) berpendapat bahwa remaja akhir yang dalam perkembangannya menuju dewasa awal mengalami perubahan tanggung jawabdari seorang pelajar yang sepenuhnya bergantung pada orang tua, berubah menjadiseseorang yang dewasa dan mandiri yaitu mampu menentukan sendiri pola hidup baru, dan memikul tanggung jawab yang baru serta membuat komitmen-komitmen baru untuk hidupnya sendiri.  \nBintoro, Purwanto dan Noviyani (2013) menyatakan bahwa mahasiswa sebagaipeserta didik di perguruan tinggi memiliki tuntutan untuk belajar lebih aktif secara mandiri dalam memperoleh pengetahuan, baik melalui proses belajar di kelas maupun dengan cara memanfaatkan fasilitas kampus yang tersedia dan mampu mengatur waktu dengan baik sehingga dapat menyelesaikan tugas-tugas perkuliahan tepat waktu.  \nMahasiswa dalam menempuh pendidikan di perguruan tinggi dipersiapkanmenjadi tenaga profesional yang berkualitas dan akan memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan masa studinya. Hal ini sejalan dengan UU No. 12 tahun 2012 yang secara ringkas menyatakan bahwa mahasiswa merupakan seseorang yang umumnya akan memasuki dunia kerja dan dunia profesional lainnya sesuai dengan tujua","cbCaigZICWSAhFSM","https://ap.wps.com/l/cbCaigZICWSAhFSM","pdf",150129,17,"Indonesian","# BAB I - PENDAHULUAN\n## A. Latar Belakang Masalah\n## Konsep Pendidikan dan Tujuannya\n## Peran Perguruan Tinggi dan Mahasiswa\n## Orientasi Akademik dan Dampak pada Integritas","[{\"question\":\"Apa yang dimaksud dengan pendidikan menurut uraian pada Bab I?\",\"answer\":\"Pendidikan dipandang sebagai usaha sadar dan terencana yang mencakup proses pembelajaran untuk mengembangkan potensi peserta didik, termasuk kekuatan spiritual, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, dan keterampilan.\"},{\"question\":\"Bagaimana posisi perguruan tinggi dalam tujuan pendidikan?\",\"answer\":\"Perguruan tinggi disebut mengemban tanggung jawab besar dalam melahirkan sumber daya intelektual dan mengembangkan potensi mahasiswa agar menjadi manusia beriman, berakhlak mulia, berilmu, serta berbudaya sesuai tujuan pendidikan tinggi.\"},{\"question\":\"Mengapa orientasi angka akademik dapat menimbulkan masalah integritas?\",\"answer\":\"Ketika tujuan pendidikan dipersempit menjadi pencapaian angka akademik di ijazah atau kelulusan, pendidikan dapat menjadi salah arah dan mendorong mahasiswa melakukan segala cara, termasuk kecurangan, sehingga integritas menjadi kurang diperhatikan.\"}]","BAB I - PENDAHULUAN - Latar Belakang Masalah | PDF",1789107848,6]