[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-seo-233062-113":41,"doc-detail-233062-id":108},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":42,"data":43},"ok",{"site_id":44,"language":45,"slug":46,"title":47,"keywords":48,"description":49,"schema_data":50,"social_meta":101,"head_meta":103,"extra_data":105,"updated_unix":107},113,"id","chapter-1-introduction-background-of-the-problem-233062","BAB 1 - PENDAHULUAN - Latar Belakang Masalah","","Bab ini membahas latar belakang perlunya pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung kegiatan operasional perusahaan, termasuk penerapan pada usaha jasa seperti rumah sakit. Dijelaskan bahwa teknologi informasi membantu pengolahan data secara efektif dan efisien melalui konsep input-proses-output, sehingga informasi yang dihasilkan cepat dan akurat untuk pengambilan keputusan. Penekanan juga diberikan pada pengelolaan sistem penggajian yang masih berpotensi manual dan perlunya sistem terkomputerisasi agar meminimalkan kesalahan perhitungan serta mendukung kualitas kinerja karyawan.",{"@graph":51,"@context":100},[52,68,83],{"@type":53,"itemListElement":54},"BreadcrumbList",[55,59,62,65],{"item":56,"name":57,"@type":58,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":60,"name":10,"@type":58,"position":61},"https://docshare.wps.com/id/template/",2,{"item":63,"name":27,"@type":58,"position":64},"https://docshare.wps.com/id/template/presentasi/",3,{"item":66,"name":47,"@type":58,"position":67},"https://docshare.wps.com/id/template/chapter-1-introduction-background-of-the-problem-233062/233062/",4,{"url":66,"name":47,"@type":69,"author":70,"headline":47,"publisher":73,"fileFormat":76,"inLanguage":45,"description":49,"dateModified":77,"datePublished":77,"encodingFormat":76,"isAccessibleForFree":78,"interactionStatistic":79},"DigitalDocument",{"name":71,"@type":72},"Oliver Hayes","Person",{"url":56,"name":74,"@type":75},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-10",true,{"@type":80,"interactionType":81,"userInteractionCount":4},"InteractionCounter",{"@type":82},"ViewAction",{"@type":84,"mainEntity":85},"FAQPage",[86,92,96],{"name":87,"@type":88,"acceptedAnswer":89},"Mengapa teknologi informasi perlu diterapkan dalam kegiatan operasional perusahaan?","Question",{"text":90,"@type":91},"Teknologi informasi mendorong beralih dari sistem manual menjadi terkomputerisasi agar perusahaan dapat bertahan dengan pesaing. Penerapannya membantu proses data menjadi lebih praktis serta menghasilkan informasi cepat dan akurat untuk pengambilan keputusan.","Answer",{"name":93,"@type":88,"acceptedAnswer":94},"Apa peran teknologi informasi dalam usaha jasa seperti rumah sakit?",{"text":95,"@type":91},"Teknologi informasi membantu kegiatan operasional rumah sakit, khususnya pengelolaan data pasien rawat inap dan rawat jalan. Sistem juga memudahkan alur persediaan obat serta pelaporan stok, harga, dan tanggal kadaluarsa.",{"name":97,"@type":88,"acceptedAnswer":98},"Apa kendala yang dihadapi rumah sakit terkait sistem penggajian?",{"text":99,"@type":91},"Rumah sakit masih menerapkan sistem penggajian secara manual dalam siklus penggajian. Cara manual dinilai kurang efektif jika skala bisnis dan jumlah karyawan lebih besar, sehingga diperlukan sistem informasi terkomputerisasi untuk mengurangi kesalahan perhitungan dan pembayaran gaji.","https://schema.org",{"og:url":66,"og:type":102,"og:title":47,"og:site_name":74,"og:description":49},"article",{"robots":104,"canonical":66},"index,follow",{"doc_id":106,"site_id":44},233062,1789075320,{"code":4,"msg":5,"data":109},{"doc_id":106,"user_id":110,"nickname":71,"user_avatar":111,"doc_module":9,"category_id":26,"category_name":27,"doc_title":47,"doc_description":49,"doc_content":112,"file_id":113,"file_url":114,"file_type":115,"file_size":116,"view_count":4,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":117,"language":118,"language_code":45,"site_id":44,"html_lang":45,"table_of_contents":119,"faqs":120,"seo_title":121,"seo_description":49,"update_tm":107,"read_time":64},687207020761,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_155a257f0dc6eb9ab79c44ca47cae57d","BAB 1  \nPENDAHULUAN  \n1.1. Latar Belakang Masalah  \nPada era modernisasi ini perkembangan teknologi semakin berkembang pesat. Perkembangan teknologi mendorong setiap jenis usaha untuk beralih dari sistem manual menjadi sistem terkomputerisasi agar dapat bertahan dengan pesaingbisnis lainnya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan menerapkan teknologi sesuai dengan karakteristik bisnis yang dijalankan. Agar penggunaan teknologi tersebut dapat berjalan secara efektif dan efisien maka perlu dibentuk sistem yang dapat menunjang jalannya kegiatan operasional perusahaan. Sistem teknologi informasi yang dibentuk diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi pengguna terutama manajer perusahaan dalam mengambil keputusan. Perancangan sistem teknologi informasi yang baik harus menerapkan tiga hal yaitu input (masukan)– proses – output (keluaran) . Tujuan penggunaan teknologi informasi yaitu memberikan kemudahan dalam pemrosesan data karena lebih praktis untuk digunakan dan tidak memerlukan waktu yang lama. Selain itu penggunaan teknologi informasi dapat memberikan informasi yang cepat dan akurat terutamadalam mengambil keputusan.  \nPenerapan teknologi informasi tidak hanya diterapkan pada usahamanufaktur dan dagang, tetapi teknologi informasi juga dapat diterapkan pada usahajasa. Teknologi informasi dalam usaha jasa berperan penting dalam kegiatan operasional usaha khususnya Rumah Sakit dalam mengelola dan menjaga keamanan data. Menurut Menteri Kesehatan Republik Indonesia (2014) rumahsakit merupakan institusi yang menyediakan pelayanan kesehatan kepadamasyarakat melalui rawat inap, rawat jalan, dan instalasi gawat darurat. Dengan penerapan teknologi informasi maka kegiatan operasional dari rumah sakit akan berjalan lancar dan mudah terutama dalam pengelolaan data pasien terkait rawatinap dan rawat jalan. Penerapan sistem teknologi informasi tidak hanya memberikan kemudahan dalam kegiatan perawatan pasien saja, namun sistem teknologi informasi memberikan kemudahan dalam alur persediaan obat dalam  \nRumah Sakit. Melalui penerapan sistem teknologi informasi maka akan memberikan kemudahan bagi pengguna dalam memperoleh laporan persediaanobat terkait dengan jenis, stok, harga, dan tanggal kadaluarsa dari obat-obattersebut.  \nPada umumnya sebagian besar rumah sakit telah menerapkan sistem terkomputerisasi untuk menunjang kegiatan operasional. Namun penerapan sistem tersebut hanya terbatas pada penjualan dan persediaan rumah sakit. Dalam siklus penggajian, rumah sakit masih menerapkan sistem manual. Hal ini dinilai lebih mudah untuk dilaksanakan dan informasi yang dihasilkan cukup relevan. Namun penggunaan sistem manual tersebut akan berjalan baik jika jumlah karyawan relatif sedikit dengan skala bisnis yang kecil.  \nSistem penggajian merupakan faktor utama dalam setiap usaha karenamempengaruhi kegiatan operasional dan kualitas kinerja karyawan. Pengukurankualitas kinerja karyawan akan bergantung pada gaji yang diterima oleh karyawan. Agar kualitas kinerja karyawan dapat berjalan secara efektif, maka perlu diterapkan sistem penggajian yang berkualitas. Melalui penerapan sistem penggajian yang berkualitas maka akan dihasilkan informasi mengenai gaji karyawan secara baik, cepat dan akurat. Oleh karena itu penerapan sistem penggajian terkomputersisasi perlu diterapkan agar memberikan kemudahan bagi pengguna serta menyediakan informasi yang berkualitas.  \nObjek penelitian yang diteliti oleh peneliti adalah RSU Bhakti Rahayu Surabaya yang beralamat di Jalan Ketintang Madya I/16 Surabaya, Jawa Timur. RSU Bhakti Rahayu Surabaya merupakan jenis usaha yang bergerak dalam bidang pelayanan kesehatan masyarakat. RSU Bhakti Rahayu Surabaya mulai beroperasipada tahun 2001 dengan jumlah karyawan mencapai 252 orang yang terdiri dari karyawan tetap dan karyawan kontrak baik medis dan non medis. Karyawan tetap dan karyawan kontrak pada RSU Bhakti Rahayu Surabaya memiliki jumlah jam kerja selama 8 jam. Namun jam kerja dari setiap karyawan tidaklah sama","cbCaiih4bexdYMuN","https://ap.wps.com/l/cbCaiih4bexdYMuN","pdf",215509,9,"Indonesian","# BAB 1\n## PENDAHULUAN\n### Latar Belakang Masalah","[{\"question\":\"Mengapa teknologi informasi perlu diterapkan dalam kegiatan operasional perusahaan?\",\"answer\":\"Teknologi informasi mendorong beralih dari sistem manual menjadi terkomputerisasi agar perusahaan dapat bertahan dengan pesaing. Penerapannya membantu proses data menjadi lebih praktis serta menghasilkan informasi cepat dan akurat untuk pengambilan keputusan.\"},{\"question\":\"Apa peran teknologi informasi dalam usaha jasa seperti rumah sakit?\",\"answer\":\"Teknologi informasi membantu kegiatan operasional rumah sakit, khususnya pengelolaan data pasien rawat inap dan rawat jalan. Sistem juga memudahkan alur persediaan obat serta pelaporan stok, harga, dan tanggal kadaluarsa.\"},{\"question\":\"Apa kendala yang dihadapi rumah sakit terkait sistem penggajian?\",\"answer\":\"Rumah sakit masih menerapkan sistem penggajian secara manual dalam siklus penggajian. Cara manual dinilai kurang efektif jika skala bisnis dan jumlah karyawan lebih besar, sehingga diperlukan sistem informasi terkomputerisasi untuk mengurangi kesalahan perhitungan dan pembayaran gaji.\"}]","BAB 1 - PENDAHULUAN - Latar Belakang Masalah | PDF"]