[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-seo-668730-113":41,"doc-detail-668730-id":113},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":42,"data":43},"ok",{"site_id":44,"language":45,"slug":46,"title":47,"keywords":48,"description":49,"schema_data":50,"social_meta":106,"head_meta":108,"extra_data":110,"updated_unix":112},113,"id","chapter-1-introduction-background-668730","BAB I - PENDAHULUAN - Latar Belakang","","Bab I membahas latar belakang keterlibatan perempuan dalam media massa sebagai objek seksualitas. Uraian menyoroti cara media menggambarkan perempuan melalui kecantikan, pakaian terbuka, dan tubuh sebagai pusat perhatian, sekaligus menegaskan dampak stereotip yang menempatkan perempuan pada posisi lebih rendah. Pembahasan membedakan konsep seks dan seksualitas sebagai konstruksi sosial-budaya yang dipengaruhi banyak faktor, serta menampilkan contoh majalah dewasa yang mengonstruksi citra perempuan melalui visual pada sampul edisi tertentu.",{"@graph":51,"@context":105},[52,68,88],{"@type":53,"itemListElement":54},"BreadcrumbList",[55,59,62,65],{"item":56,"name":57,"@type":58,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":60,"name":10,"@type":58,"position":61},"https://docshare.wps.com/id/template/",2,{"item":63,"name":39,"@type":58,"position":64},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/",3,{"item":66,"name":47,"@type":58,"position":67},"https://docshare.wps.com/id/template/chapter-1-introduction-background-668730/668730/",4,{"url":66,"name":47,"@type":69,"image":70,"author":75,"headline":47,"publisher":78,"fileFormat":81,"inLanguage":45,"description":49,"dateModified":82,"datePublished":82,"encodingFormat":81,"isAccessibleForFree":83,"interactionStatistic":84},"DigitalDocument",{"url":71,"@type":72,"width":73,"height":74},"https://docshare.wps.com/thumbnails/chapter-1-introduction-background-668730/668730.png","ImageObject",442,249,{"name":76,"@type":77},"Guten Appetit_Joghurt","Person",{"url":56,"name":79,"@type":80},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-11-01",true,{"@type":85,"interactionType":86,"userInteractionCount":4},"InteractionCounter",{"@type":87},"ViewAction",{"@type":89,"mainEntity":90},"FAQPage",[91,97,101],{"name":92,"@type":93,"acceptedAnswer":94},"Bagaimana media massa menggambarkan perempuan menurut Bab I ini?","Question",{"text":95,"@type":96},"Media massa sering melibatkan perempuan sebagai objek seksualitas dengan menonjolkan kecantikan, keseksian, cara berpakaian terbuka, dan bagian tubuh tertentu. Perempuan juga digambarkan seolah hanya layak berada di wilayah domestik dan bergantung pada laki-laki.","Answer",{"name":98,"@type":93,"acceptedAnswer":99},"Apa perbedaan seks dan seksualitas yang dijelaskan dalam teks?",{"text":100,"@type":96},"Seks dipandang bersifat biologis dan merujuk pada alat kelamin. Seksualitas dipaparkan sebagai konsep lebih abstrak berupa konstruksi sosial atau proses sosial-budaya yang mengarahkan hasrat, dipengaruhi faktor biologis, psikologis, sosial, ekonomi, politik, agama, dan spiritualitas.",{"name":102,"@type":93,"acceptedAnswer":103},"Apa peran majalah dewasa dalam pembentukan citra perempuan?",{"text":104,"@type":96},"Majalah dewasa memainkan peran dengan menampilkan perempuan sebagai objek seksualitas melalui visual sampul. Teks menyebut contoh beberapa majalah dan menunjukkan adanya kesamaan ciri pada citra tubuh perempuan yang dianggap cantik dan seksi.","https://schema.org",{"og:url":66,"og:type":107,"og:title":47,"og:site_name":79,"og:description":49},"article",{"robots":109,"canonical":66},"index,follow",{"doc_id":111,"site_id":44},668730,1793495532,{"code":4,"msg":5,"data":114},{"doc_id":111,"user_id":115,"nickname":76,"user_avatar":116,"doc_module":9,"category_id":38,"category_name":39,"doc_title":47,"doc_description":49,"doc_content":117,"file_id":118,"file_url":119,"file_type":120,"file_size":121,"view_count":4,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":122,"language":123,"language_code":45,"site_id":44,"html_lang":45,"table_of_contents":124,"faqs":125,"seo_title":126,"seo_description":49,"update_tm":112,"read_time":127},1374408768420,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_6f874abed73319feea01a86fa6f0fab8","BAB I  \nPENDAHULUAN  \nI.1 Latar Belakang  \nPerempuan dalam media massa sering kali dilibatkan sebagai objek seksualitas. Media massa mengambarkan perempuan sebagai sosok yang cantik dan seksi, dan sering kali identik dengan cara berpakaianyang terbuka serta menampilkan aurat. Marwah dalam Bahtarmengemukakan bahwa ‘Perempuan dipamerkan dan memamerkan diritelah masuk kedalam bagian materialistik, hedonistik, sekuralistik, dan individualistik yang sangat dalam. Materialistik karena yang dilihathanyalah tubuh (cenderung bersifat sementara) dan bukannyakepribadian (yang bersifat abadi) . Hedonistik karena perempuan dalam media massa hanya merupakan kesenangan sementara. Sekuralistikkarena tidak lagi peduli pada penilaian moral. Individualistik, karenamereka tidak perduli benar akan kenekatan berpenampilan sexy atautelanjang sekalipun’. (Marwah dalam Bahtar,2006:276)  \nMedia juga kerap kali mengambarkan perempuan sebagai makluk yang tak bisa bekerja berat dan selalu bergantung pada laki-laki sertabertempat hanya di lingkungan domestik atau hanya di dalam rumahsaja. Perempuan selalu di nilai dari cara dia menampilkan diri dan bentuk fisiknya saja, sebagai barang kepemilikan kaum laki-laki dan menempati posisi lebih rendah daripada laki-laki. ‘wanita oleh media massa, baik melalui iklan maupun berita senantiasa digambarkan sangat tipikal tempatnya ada dirumah, berperan sebagai ibu rumah tangga dan pengasuh, tergantung pada laki-laki, tidak mampu membuat keputusan  \npenting, menjalani profesi yang terbatas, selalu melihat pada dirisendiri, sebagai objek seksual/simbol seks, objek fetish, objek peneguhan pola kerja patriarki, objek pelecehan dan kekerasan, selalu disalahkan dan bersifat pasif, serta menjalankan fungsi sebagai pengkonsumsi barang atau jasa dan sebagai alatpembujuk.’(Sunarto,2009:4)  \nBerbicara mengenai tubuh perempuan dalam media massa yang sering digambarkan sebagai sebuah objek seksual atau simbol seks, penting bagi peneliti untuk mengerti arti tentang seks dan seksualitasterlebih dahulu, karena hidup di era yang berkembang dengan seluruh kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi tidak menjamin masayarakat mengerti tentang isu seksualitas, pemahaman masyarakatakan isu seksualitas ini sangatlah minim, bahkan dalam kalangan pelajar sekalipun, meski telah banyak penelitian terdahulu yang membahas tentang isu seksualitas tersebut. Tidak heran juga banyak kalangan masyarakat yang menganggap isu seksualitas adalah tabu terutama tentang seksualitas tubuh perempuan. Akibatnya, tidak banyak masyarakat yang mengerti apa itu seksualitas, bahkan menentukan batasan-batasan didalamnya. Seks dan seksualitas adalah hal yang berbeda, seks adalah ‘sesuatu yang bersifat biologis. Karenaya seksdianggap sebagai sesuatu yang stabil. Seks merujuk pada alat kelamin’. Sedangkan seksualitas adalah konsep yang lebih abstrak, mencakupaspek yang tak terhingga dari keberadaan manusia, ‘seksualitas adalah sebuah konstruksi sosial atau proses sosial budaya yang mengarahkan hasrat atau berahi manusia, seksualitas dipengaruhi oleh interaksifaktor-faktor biologis, psikologis, sosial, ekonomi, politik, agama, dan spiritualitas.’(Mulia,2015:11-13)  \nMajalah, merupakan salah satu media massa yang sering kaliterlihat memainkan peranan perempuan sebagai objek seksualitas. baik dalam bentuk majalah elektronik maupun cetak, hal semacam ini dapat ditemukan misalnya dalam majalah yang target pasarnya adalah kaumlaki-laki, mendasarnya memang kaum laki-laki selalu tertarik dengan perempuan, bahkan tidak akan ada habisnya ketika para laki-lakimembicarakan tubuh perempuan, baik mulai dari kecantikan wajah, ukuran payudara, bentuk tubuh dan masih banyak lagi. beberapa contoh majalah yang melibatkan perempuan sebagai objek seksualitas adalah Playboy, FHM, POPULAR, MALE,MAXIM dan masih banyak lagi. Dalam beberapa majalah ini seksualitas digambarkan secara bebas dan luas.  \nGambar I.1  \nContoh cover majalah laki-laki dewasa  \nMajalah Popular edisi desember 2012 menampil","cbCaioXVdxHuw09A","https://ap.wps.com/l/cbCaioXVdxHuw09A","pdf",181736,16,"Indonesian","# BAB I PENDAHULUAN\n## I.1 Latar Belakang","[{\"question\":\"Bagaimana media massa menggambarkan perempuan menurut Bab I ini?\",\"answer\":\"Media massa sering melibatkan perempuan sebagai objek seksualitas dengan menonjolkan kecantikan, keseksian, cara berpakaian terbuka, dan bagian tubuh tertentu. Perempuan juga digambarkan seolah hanya layak berada di wilayah domestik dan bergantung pada laki-laki.\"},{\"question\":\"Apa perbedaan seks dan seksualitas yang dijelaskan dalam teks?\",\"answer\":\"Seks dipandang bersifat biologis dan merujuk pada alat kelamin. Seksualitas dipaparkan sebagai konsep lebih abstrak berupa konstruksi sosial atau proses sosial-budaya yang mengarahkan hasrat, dipengaruhi faktor biologis, psikologis, sosial, ekonomi, politik, agama, dan spiritualitas.\"},{\"question\":\"Apa peran majalah dewasa dalam pembentukan citra perempuan?\",\"answer\":\"Majalah dewasa memainkan peran dengan menampilkan perempuan sebagai objek seksualitas melalui visual sampul. Teks menyebut contoh beberapa majalah dan menunjukkan adanya kesamaan ciri pada citra tubuh perempuan yang dianggap cantik dan seksi.\"}]","BAB I - PENDAHULUAN - Latar Belakang | PDF",6]