[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-seo-159019-113":41,"doc-detail-159019-id":114},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":42,"data":43},"ok",{"site_id":44,"language":45,"slug":46,"title":47,"keywords":48,"description":49,"schema_data":50,"social_meta":107,"head_meta":109,"extra_data":111,"updated_unix":113},113,"id","chapter-1-introduction-background-159019","BAB I - PENDAHULUAN - Latar Belakang","","Bab I Pendahuluan menguraikan landasan pendidikan nasional menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang tujuan pendidikan dan hak setiap warga negara memperoleh pendidikan bermutu. Penjelasan menekankan perlunya pendidikan khusus bagi peserta didik dengan kelainan fisik, emosional, mental, intelektual, dan/atau sosial, termasuk anak tunagrahita ringan. Fokus kemudian diarahkan pada pembelajaran matematika sebagai ilmu dasar yang harus ditanamkan sedini mungkin, beserta tujuan pembelajarannya berdasarkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Sekolah Luar Biasa Tunagrahita Ringan. Bab ini juga mengidentifikasi permasalahan umum, karakteristik kesulitan belajar tunagrahita ringan, serta temuan observasi di kelas I SDLB-C YPPLB Makassar terkait rendahnya pemahaman konsep bangun datar sederhana dan rendahnya hasil belajar akibat metode dan media pembelajaran yang kurang relevan.",{"@graph":51,"@context":106},[52,68,89],{"@type":53,"itemListElement":54},"BreadcrumbList",[55,59,62,65],{"item":56,"name":57,"@type":58,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":60,"name":10,"@type":58,"position":61},"https://docshare.wps.com/id/template/",2,{"item":63,"name":39,"@type":58,"position":64},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/",3,{"item":66,"name":47,"@type":58,"position":67},"https://docshare.wps.com/id/template/chapter-1-introduction-background-159019/159019/",4,{"url":66,"name":47,"@type":69,"image":70,"author":75,"headline":47,"publisher":78,"fileFormat":81,"inLanguage":45,"description":49,"dateModified":82,"datePublished":83,"encodingFormat":81,"isAccessibleForFree":84,"interactionStatistic":85},"DigitalDocument",{"url":71,"@type":72,"width":73,"height":74},"https://docshare.wps.com/thumbnails/chapter-1-introduction-background-159019/159019.png","ImageObject",442,249,{"name":76,"@type":77},"Asher","Person",{"url":56,"name":79,"@type":80},"DocShare","Organization","application/octet-stream","2026-09-17","2026-08-29",true,{"@type":86,"interactionType":87,"userInteractionCount":9},"InteractionCounter",{"@type":88},"ViewAction",{"@type":90,"mainEntity":91},"FAQPage",[92,98,102],{"name":93,"@type":94,"acceptedAnswer":95},"Apa dasar hukum yang dijelaskan untuk tujuan pendidikan nasional?","Question",{"text":96,"@type":97},"Uraian menyebutkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas yang merumuskan tujuan pendidikan nasional mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya.","Answer",{"name":99,"@type":94,"acceptedAnswer":100},"Mengapa matematika dianggap penting untuk anak tunagrahita ringan?",{"text":101,"@type":97},"Matematika dipandang sebagai ilmu pengetahuan dasar yang memberikan manfaat nyata dalam kehidupan, sehingga perlu ditanamkan sedini mungkin agar dapat membantu proses belajar dan pemecahan masalah.",{"name":103,"@type":94,"acceptedAnswer":104},"Masalah apa yang ditemukan dalam observasi pembelajaran matematika di kelas I SDLB-C?",{"text":105,"@type":97},"Ditemukan banyak murid belum memahami konsep dan materi, misalnya belum dapat membedakan berbagai jenis bangun datar sederhana, yang berdampak pada hasil belajar rendah dan nilai di bawah KKM 60.","https://schema.org",{"og:url":66,"og:type":108,"og:title":47,"og:site_name":79,"og:description":49},"article",{"robots":110,"canonical":66},"index,follow",{"doc_id":112,"site_id":44},159019,1788010878,{"code":4,"msg":5,"data":115},{"doc_id":112,"user_id":116,"nickname":76,"user_avatar":117,"doc_module":9,"category_id":38,"category_name":39,"doc_title":47,"doc_description":49,"doc_content":118,"file_id":119,"file_url":120,"file_type":121,"file_size":122,"view_count":9,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":123,"language":124,"language_code":45,"site_id":44,"html_lang":45,"table_of_contents":125,"faqs":126,"seo_title":127,"seo_description":49,"update_tm":113,"read_time":128},687197207639,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_a8503ba1806abce46bf441b54a3ca4cd","BAB I\nPENDAHULUAN\nLatar Belakang\nDalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas merumuskan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta tanggungjawab kemasyarakatan dan kebangsaan.\nDalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa maka setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk mendapat pendidikan. Sebagaimana dalam pasal 5 ayat 1 Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sisdiknas mengatakan “setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu”. Warga negara yang menjadi subyek pendidikan tidak semuanya memiliki fisik, mental, emosi, dan sosial yang normal. Di antara mereka ada yang memiliki kelainan, meskipun demikian mereka adalah warga Negara yang berhak memperoleh kesempatan yang seluas-luasnya untuk mendapat pendidikan sesuai dengan kondisi dan kemampuan masing-masing. Hal ini tercantum dalam pasal 5 ayat 2 Undang-undang Dasar  No 20 tahun 2003 tentang sisdiknas menyebutkan “warga negara yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, intelektual dan/atau sosial berhak memperoleh pendidikan khusus. Sehubungan dengan hal itu maka anak-anak tunagrahita ringan berhak mendapat pengajaran dan keterampilan.\nSalah satu hal yang perlu diajarkan kepada anak tidak terkecuali anak tunagrahita ringan yaitu matematika. Sebab matematika dalam kehidupan telah memberikan manfaat yang nyata. Hampir seluruh proses kegiatan manusia secara tidak sadar menerapkan ilmu matematika. Sehingga matematika ditempatkan sebagai ilmu pengetahuan dasar yang harus ditanamkan sedini mungkin pada anak.\nAdapun tujuan pembelajaran matematika Berdasarkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Sekolah luar biasa Tunagrahita Ringan (Sukarso, 2006: 101) mengemukakan bahwa mata pelajaran matematika bertujuan agar peserta didik memilki kemampuan sebagai berikut:\nMemahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat dalam pemecahan masalah.\nMenggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika.\nMemecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh.\nMengkomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan dan masalah.\nMemiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah.\nUntuk mewujudkan keperluan diatas, tentu saja melalui suatu proses pembelajaran. Proses pembelajaran diharapkan dapat berjalan dengan baik. Agar proses pembelajaran bisa berjalan dengan baik maka semua komponen yang terkait didalamnya harus dioptimalkan.\nPermasalahan yang umumnya dihadapi oleh guru khususnya di sekolah luar biasa adalah bagaimana mengemas proses pembelajaran agar dapat memberikan pengalaman yang bermakna bagi murid. Mengingat peserta didik yang berkelainan memiliki jenis dan karakteristik yang heterogen.\nMurid tunagrahita ringan memiliki kelainan dari fungsi intelektualnya, yang menyebabkan murid mempunyai daya ingat yang lemah dan kemampuan berpikir terbatas pada hal-hal yang bersifat kongkrit. Selain itu murid tunagrahita ringan cenderung mengalami kesukaran dalam memusatkan perhatian. Jangkauan perhatiannya sangat sempit  dan cepat beralih sehingga kurang tangguh dalam menghadapi tugas, pelupa, serta mengalami kesukaran mengungkapkan suatu ingatan. Hal ini membawa konsekuensi pada kesulitan mereka dalam mengikuti pelajaran akademik termasuk pelajaran matematika. Namun de","cbCaigxpk1rxRkFH","https://ap.wps.com/l/cbCaigxpk1rxRkFH","doc",1436672,61,"Indonesian","# BAB I PENDAHULUAN\n## Latar Belakang","[{\"question\":\"Apa dasar hukum yang dijelaskan untuk tujuan pendidikan nasional?\",\"answer\":\"Uraian menyebutkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas yang merumuskan tujuan pendidikan nasional mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya.\"},{\"question\":\"Mengapa matematika dianggap penting untuk anak tunagrahita ringan?\",\"answer\":\"Matematika dipandang sebagai ilmu pengetahuan dasar yang memberikan manfaat nyata dalam kehidupan, sehingga perlu ditanamkan sedini mungkin agar dapat membantu proses belajar dan pemecahan masalah.\"},{\"question\":\"Masalah apa yang ditemukan dalam observasi pembelajaran matematika di kelas I SDLB-C?\",\"answer\":\"Ditemukan banyak murid belum memahami konsep dan materi, misalnya belum dapat membedakan berbagai jenis bangun datar sederhana, yang berdampak pada hasil belajar rendah dan nilai di bawah KKM 60.\"}]","BAB I - PENDAHULUAN - Latar Belakang | DOC",21]