[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-seo-237427-113":41,"doc-detail-237427-id":108},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":42,"data":43},"ok",{"site_id":44,"language":45,"slug":46,"title":47,"keywords":48,"description":49,"schema_data":50,"social_meta":101,"head_meta":103,"extra_data":105,"updated_unix":107},113,"id","chapter-1-introduction-237427","BAB 1 - PENDAHULUAN","","Bab 1 Pendahuluan membahas dasar kebijakan pendidikan melalui Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 dan Kepmendikbud Ristek Nomor 56 Tahun 2022 tentang pelaksanaan Kurikulum Merdeka. Materi menekankan pendekatan pembelajaran interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, efisien, serta mendorong kreativitas. Pembahasan diarahkan pada mata pelajaran IPAS fase C di kelas 5, yang menghubungkan alam dan kehidupan sosial dalam semangat kebhinekaan, sekaligus mendorong pengambilan keputusan dan pemecahan masalah. Bab ini juga menyoroti peran IPAS dan guru dalam pengembangan kemampuan berpikir kreatif siswa.",{"@graph":51,"@context":100},[52,68,83],{"@type":53,"itemListElement":54},"BreadcrumbList",[55,59,62,65],{"item":56,"name":57,"@type":58,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":60,"name":10,"@type":58,"position":61},"https://docshare.wps.com/id/template/",2,{"item":63,"name":39,"@type":58,"position":64},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/",3,{"item":66,"name":47,"@type":58,"position":67},"https://docshare.wps.com/id/template/chapter-1-introduction-237427/237427/",4,{"url":66,"name":47,"@type":69,"author":70,"headline":47,"publisher":73,"fileFormat":76,"inLanguage":45,"description":49,"dateModified":77,"datePublished":77,"encodingFormat":76,"isAccessibleForFree":78,"interactionStatistic":79},"DigitalDocument",{"name":71,"@type":72},"Mason","Person",{"url":56,"name":74,"@type":75},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-11",true,{"@type":80,"interactionType":81,"userInteractionCount":4},"InteractionCounter",{"@type":82},"ViewAction",{"@type":84,"mainEntity":85},"FAQPage",[86,92,96],{"name":87,"@type":88,"acceptedAnswer":89},"Apa dasar regulasi yang digunakan dalam Bab 1 Pendahuluan?","Question",{"text":90,"@type":91},"Bab ini mengacu pada Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses serta Kepmendikbud Ristek Nomor 56 Tahun 2022 terkait pelaksanaan Kurikulum Merdeka.","Answer",{"name":93,"@type":88,"acceptedAnswer":94},"Pendekatan pembelajaran apa saja yang ditekankan dalam bagian latar belakang?",{"text":95,"@type":91},"Pendekatan yang disebutkan meliputi pembelajaran interaktif, inspiratif, suasana belajar menyenangkan, pembelajaran menantang, pembelajaran efisien, dan pembelajaran yang mendorong kreativitas.",{"name":97,"@type":88,"acceptedAnswer":98},"Bagaimana IPAS fase C di kelas 5 berkaitan dengan kemampuan berpikir kreatif?",{"text":99,"@type":91},"IPAS diperkenalkan sebagai sistem yang saling terhubung untuk memahami keterkaitan alam dan kehidupan sosial. Melalui eksplorasi fenomena secara ilmiah dan penerapan metode ilmiah, siswa didorong mengidentifikasi masalah dan merancang solusi, yang mendukung tumbuhnya berpikir kreatif.","https://schema.org",{"og:url":66,"og:type":102,"og:title":47,"og:site_name":74,"og:description":49},"article",{"robots":104,"canonical":66},"index,follow",{"doc_id":106,"site_id":44},237427,1789112416,{"code":4,"msg":5,"data":109},{"doc_id":106,"user_id":110,"nickname":71,"user_avatar":111,"doc_module":9,"category_id":38,"category_name":39,"doc_title":47,"doc_description":49,"doc_content":112,"file_id":113,"file_url":114,"file_type":115,"file_size":116,"view_count":4,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":117,"language":118,"language_code":45,"site_id":44,"html_lang":45,"table_of_contents":119,"faqs":120,"seo_title":121,"seo_description":49,"update_tm":107,"read_time":64},5909887256941,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_9964176cb1d06d4a9deccf72a44ae3dc","BAB 1  \nPENDAHULUAN  \n1.1 Latar Belakang  \nPermendikbud Nomor 22 Tahun 2016 menetapkan ketentuan mengenai Standar Proses untuk jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah.  \nBerdasarkan regulasi ini, proses pembelajaran di lembaga pendidikan harus dilaksanakan dengan pendekatan sebagai berikut: 1. Pembelajaran interaktif, yakni mendorong keterlibatan partisipasi aktif peserta didik dalam seluruh proses pembelajaran, 2. Pembelajaran yang menginspirasi, yaitu pembelajaran yang dapat menumbuhkan antusiasme dan motivasi belajar pada peserta didik, 3. Suasana belajar menyenangkan, sehingga membuat peserta didik nyaman dan bahagia dalam prosespembelajaran, 4. Pembelajaran yang menantang, dengan tujuan memotivasi peserta didik untuk terusberusaha dan meningkatkan prestasinya, 5. Pembelajaran yang efisien, agar kompetensi lulusan dapatdicapai secara optimal, dan 6. Pembelajaran yang mendorong kreativitas, yakni memberikan peluang bagi peserta didik untuk menyalurkan imajinasi, mengekspresikan diri secara bebas, sertamengembangkan kreativitas sesuai dengan potensi, minat, dan tahap perkembangan fisik maupun psikologis mereka.  \nMenurut Rahmawati et al. (2023), peningkatan mutu kehidupan masyarakat,  \nmemerlukan sistem pendidikan yang terorganisasi secara optimal dan terorganisasisecara efektif. Untuk mencapai tujuan tersebut, lembaga pendidikan perlumenyediakan lingkungan belajar yang efektif dan berkualitas tinggi.  \nSebagai langkah dalam upaya pemulihan proses pembelajaran, satuan pendidikan wajib mengutamakan pencapaian kompetensi peserta didik dalam menghadapi kondisi tertentu saat menerapkan kurikulum yang sedang berlaku, sesuai dengan ketentuan dalam Kepmendikbud Ristek Nomor 56 Tahun 2022 mengenai pelaksanaan Kurikulum Merdeka. Pada mata pelajaran IPAS fase Cpeserta didik dikelas 5 capaian pembelajaran, peserta didik dikenalkan pada suatusistem yang saling terhubung dan beroperasi berdasarkan peraturan yang telahditetapkan secara spesifik untuk menjalankan fungsi tertentu, khususnya yang berkaitan dengan keterkaitan antara alam dan kehidupan sosial dalam kerangkakebhinekaan. Selain itu, peserta didik juga dapat melakukan suatu tindakan, yaituseperti mengambil keputusan atau mengatasi masalah yang berhubungan dengan  \nkehidupan sehari-hari berdasarkan pemahaman terhadap materi yang telah dipelajari. Kondisi ini tentu mendorong peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif selama proses pembelajaran berlangsung.  \nArwitaningsih et al (2023) menyatakan bahwa melalui penggunaan IPAS, peserta didik menunjukkan minat yang lebih besar dalam memahami berbagai fenomena yang terjadi di sekitar mereka dan bagaimana hal-hal tersebut dapatdijelaskan secara ilmiah. Rasa ingin tahu ini menjadi pendorong bagi peserta didikuntuk mengeksplorasi lebih lanjut mengenai cara kerja alam semesta sertaketerkaitannya dengan eksistensi manusia saat ini. Pemahaman ini sangat penting dalam mengidentifikasi berbagai jenis permasalahan, menghadapi tantangan, dan merancang solusi dalam rangka mencapai tujuan pembangunan jangka panjang. Konsep-konsep dasar dalam metode ilmiah yang diterapkan dalam pembelajaran IPAS turut berperan dalam membentuk pola pikir ilmiah, memperkuat rasa ingintahu, mengembangkan kemampuan berpikir orisinal, serta meningkatkan kemampuan menarik kesimpulan yang logis untuk menghasilkan keputusan yang bijak demi pencapaian hasil belajar yang optimal.  \nDamaiyanti et al. (2023), melalui arahan yang tepat, peserta didik mampumeningkatkan kemampuan berpikir kreatif guna menciptakan ide-ide baru yang orisinal dalam konteks pembelajaran. Pemahaman mengenai proses berpikir secaraumum, serta berpikir kreatif secara khusus, menjadi hal yang penting, mengingatpeserta didik sekolah dasar masih berada dalam tahap perkembangan keterampilan berpikir kreatif. Kemampuan berpikir kreatif tidak berkembang dengan sendirinya, melainkan membutuhkan pendampingan dari pihak lain agar peserta didik dapat  \ntumbuh menjadi individu yang fleksibel, imajin","cbCaimUDpNbj0jdL","https://ap.wps.com/l/cbCaimUDpNbj0jdL","pdf",351677,8,"Indonesian","# PENDAHULUAN\n## Latar Belakang","[{\"question\":\"Apa dasar regulasi yang digunakan dalam Bab 1 Pendahuluan?\",\"answer\":\"Bab ini mengacu pada Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses serta Kepmendikbud Ristek Nomor 56 Tahun 2022 terkait pelaksanaan Kurikulum Merdeka.\"},{\"question\":\"Pendekatan pembelajaran apa saja yang ditekankan dalam bagian latar belakang?\",\"answer\":\"Pendekatan yang disebutkan meliputi pembelajaran interaktif, inspiratif, suasana belajar menyenangkan, pembelajaran menantang, pembelajaran efisien, dan pembelajaran yang mendorong kreativitas.\"},{\"question\":\"Bagaimana IPAS fase C di kelas 5 berkaitan dengan kemampuan berpikir kreatif?\",\"answer\":\"IPAS diperkenalkan sebagai sistem yang saling terhubung untuk memahami keterkaitan alam dan kehidupan sosial. Melalui eksplorasi fenomena secara ilmiah dan penerapan metode ilmiah, siswa didorong mengidentifikasi masalah dan merancang solusi, yang mendukung tumbuhnya berpikir kreatif.\"}]","BAB 1 - PENDAHULUAN | PDF"]