[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-237420-113":3,"detail-sidebar-cat-1-id-113":80,"doc-detail-237420-id":114},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":73,"head_meta":75,"extra_data":77,"updated_unix":79},113,"id","chapter-1-introduction-237420","BAB I - PENDAHULUAN","","Bab I membahas pengendalian internal sebagai proses yang dirancang, diimplementasikan, dan dipelihara untuk memberi keyakinan memadai atas pencapaian tujuan entitas. Kerangka COSO dijelaskan melalui lima unsur: lingkungan pengendalian, penilaian risiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan. Pengendalian internal diposisikan penting untuk mendeteksi fraud dengan menilai risiko pengendalian dan mendukung audit atas pelaporan keuangan. Kasus penipuan pada CIMB Niaga Syariah digunakan sebagai ilustrasi lemahnya pengendalian terhadap risiko operasional dan akses karyawan.",{"@graph":14,"@context":72},[15,34,55],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/template/","Template",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/","Umum",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/template/chapter-1-introduction-237420/237420/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/chapter-1-introduction-237420/237420.png","ImageObject",442,249,{"name":42,"@type":43},"Taylor Morgan","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-20","2026-09-11",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":22},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",{"@type":56,"mainEntity":57},"FAQPage",[58,64,68],{"name":59,"@type":60,"acceptedAnswer":61},"Apa yang dimaksud pengendalian internal menurut Standar Audit 315?","Question",{"text":62,"@type":63},"Pengendalian internal adalah proses yang didesain, diimplementasikan, dan dipelihara untuk memberikan keyakinan memadai atas pencapaian tujuan entitas terkait keandalan pelaporan keuangan, efektivitas dan efisiensi operasi, serta kepatuhan.","Answer",{"name":65,"@type":60,"acceptedAnswer":66},"Apa saja lima unsur dalam framework COSO untuk pengendalian internal?",{"text":67,"@type":63},"Lima unsur tersebut adalah Control Environment (lingkungan pengendalian), Risk assessment (penilaian risiko), Control activities (aktivitas pengendalian), Information and communication (informasi dan komunikasi), serta Monitoring (pemantauan).",{"name":69,"@type":60,"acceptedAnswer":70},"Mengapa pengendalian internal penting untuk mendeteksi fraud?",{"text":71,"@type":63},"Pengendalian internal membantu auditor mengaudit pengendalian atas pelaporan keuangan dan melakukan penilaian awal atas risiko pengendalian, sehingga fraud lebih mungkin terdeteksi melalui pengelolaan dan pemantauan yang memadai.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":74,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":76,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":78,"site_id":7},237420,1789112300,{"code":4,"msg":81,"data":82},"success",[83,87,91,95,99,103,107,111],{"id":84,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":85,"show_sort_weight":4,"slug":86},178,"Faktur","faktur",{"id":88,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":89,"show_sort_weight":4,"slug":90},192,"Formulir","formulir-192",{"id":92,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":93,"show_sort_weight":4,"slug":94},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":96,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":97,"show_sort_weight":4,"slug":98},179,"Poster","poster",{"id":100,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":101,"show_sort_weight":4,"slug":102},176,"Presentasi","presentasi",{"id":104,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":105,"show_sort_weight":4,"slug":106},177,"Resume","resume",{"id":108,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":109,"show_sort_weight":4,"slug":110},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":112,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":4,"slug":113},183,"umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":81,"data":115},{"doc_id":78,"user_id":116,"nickname":42,"user_avatar":117,"doc_module":22,"category_id":112,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":118,"file_id":119,"file_url":120,"file_type":121,"file_size":122,"view_count":22,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":123,"language":124,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":125,"faqs":126,"seo_title":127,"seo_description":12,"update_tm":79,"read_time":128},1099523885336,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_276721f389ce27ea32af1340a28f341c","BAB I  \nPENDAHULUAN  \n1.1. Latar Belakang  \nMenurut Ikatan Akuntan Publik Indonesia dalam Standar Audit 315 (2021),  \n“pengendalian internal adalah proses yang didesain, diimplementasikan, dan  \ndipelihara oleh pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola, manajemen, dan  \npersonel lain untuk menyediakan keyakinan memadai tentang pencapaian tujuan  \nsuatu entitas yang berkaitan dengan keandalan pelaporan keuangan, efektivitas dan  \nefisiensi operasi, serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan”.  \nSalah satu model pengendalian internal yang sering digunakan adalah COSO  \n(Committee of Sponsoring Organization of The Treadway Commission), COSO  \nFramework membagi pengendalian internal ke dalam 5 unsur, yaitu:”  \n1. “Control Environment (lingkungan pengendalian), terdiri dari tindakan,  \nkebijakan, dan prosedur yang mencerminkan sikap keseluruhan top  \nmanagement, direktur, dan pemilik suatu entitas mengenai pengendalian  \ninternal dan pentingnya bagi entitas tersebut. Control environment berfungsi  \nsebagai payung untuk empat komponen lainnya. Tanpa lingkungan  \npengendalian yang efektif, keempat komponen lainnya tidak mungkin  \nmenghasilkan internal control yang efektif”.  \n2. “Risk assessment (penilaian risiko), melibatkan proses untuk mengidentifikasi dan menganalisis risiko yang dapat menghalangi organisasi mencapai tujuannya. Terdapat 4 prinsip dasar terkait penilaian risiko diantaranya adalah bahwa organisasi harus memiliki tujuan yang jelas agar dapat mengidentifikasi dan menilai risiko yang berkaitan dengan tujuan tersebut, harus menentukanbagaimana risiko tersebut harus dikelola, harus mempertimbangkan potensi perilaku penipuan, dan harus memantau perubahan yang dapat memengaruhipengendalian internal”.  \n3. “Control activities (aktivitas pengendalian), merupakan kebijakan dan prosedur tambahan, selain empat komponen pengendalian lainnya, yang membantu  \nmemastikan bahwa tindakan yang diperlukan diambil untuk mengatasi risiko  \nterhadap pencapaian tujuan entitas”.  \n4. “Information and communication (informasi dan komunikasi), memiliki tujuan untuk memulai, mencatat, memproses, dan melaporkan transaksi entitas sertamenjaga akuntabilitas aset terkait. Prinsip dasar yang terkait dengan informasi dan komunikasi menekankan pentingnya menggunakan informasi yang relevan dan berkualitas yang dikomunikasikan baik secara internal maupun eksternalsesuai kebutuhan untuk mendukung berfungsinya pengendalian internal denganbaik”.  \n5. “Monitoring (pemantauan), aktivitas ini berkaitan dengan penilaian kualitaspengendalian internal yang dilakukan secara berkelanjutan atau berkala oleh manajemen untuk memastikan bahwa pengendalian berfungsi sebagaimanamestinya dan bahwa pengendalian tersebut dimodifikasi sesuai dengan perubahan kondisi”(Arens, et al., 2023) .  \nPengendalian internal penting untuk mendeteksi fraud karena membantu  \nauditor mengaudit pengendalian internal atas pelaporan keuangan dan membuat  \npenilaian awal atas risiko pengendalian. Menurut Weygandt et al. (2022),“fraud  \nadalah tindakan seorang karyawan yang dengan sengaja tidak jujur (curang) untuk  \nmendapatkan keuntungan pribadi, biasanya hal ini dapat merugikan keuangan  \nperusahaan”. Contoh kasus fraud yang terjadi adalah terkaitpenipuan pegawai bank  \nCIMB Niaga Syariah.  \n“SAL adalah mantan Relationship Manager CIMB Niaga Syariah yang  \nmemanfaatkankepercayaannasabah dengan melakukan penawaran produk obligasi  \npemerintah dengan tingkat suku bunga yang sangat tinggi (9,5% per bulan), jauh di  \natas rata-rata pasar (4%) . Untuk meyakinkan korban, SAL memberikan trade  \nconfirmation palsu. Dokumen ini memberikan kesan bahwa transaksi investasi  \ntersebut sah dan tercatat dalam sistem bank. Ketika korban meminta pencairan,  \nSAL memberikan alasan yang tidak masuk akal, yaitu proses pengembalian harus  \ndilakukan secara bertahap. Alasan ini semakin meyakinkan korban bahwa investasi  \ntersebut memang benar adanya.Sementara pihak Bank CIMB Niaga Syariah  \nCaba","cbCaifRiCDKdW4bP","https://ap.wps.com/l/cbCaifRiCDKdW4bP","pdf",626244,40,"Indonesian","# PENDAHULUAN\n## Latar Belakang\n### Pengendalian internal dan Standar Audit 315\n### Model COSO (5 unsur)\n### Peran pengendalian internal dalam pencegahan fraud\n### Contoh kasus fraud CIMB Niaga Syariah","[{\"question\":\"Apa yang dimaksud pengendalian internal menurut Standar Audit 315?\",\"answer\":\"Pengendalian internal adalah proses yang didesain, diimplementasikan, dan dipelihara untuk memberikan keyakinan memadai atas pencapaian tujuan entitas terkait keandalan pelaporan keuangan, efektivitas dan efisiensi operasi, serta kepatuhan.\"},{\"question\":\"Apa saja lima unsur dalam framework COSO untuk pengendalian internal?\",\"answer\":\"Lima unsur tersebut adalah Control Environment (lingkungan pengendalian), Risk assessment (penilaian risiko), Control activities (aktivitas pengendalian), Information and communication (informasi dan komunikasi), serta Monitoring (pemantauan).\"},{\"question\":\"Mengapa pengendalian internal penting untuk mendeteksi fraud?\",\"answer\":\"Pengendalian internal membantu auditor mengaudit pengendalian atas pelaporan keuangan dan melakukan penilaian awal atas risiko pengendalian, sehingga fraud lebih mungkin terdeteksi melalui pengelolaan dan pemantauan yang memadai.\"}]","BAB I - PENDAHULUAN | PDF",14]