[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-seo-236924-113":41,"doc-detail-236924-id":106},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":42,"data":43},"ok",{"site_id":44,"language":45,"slug":46,"title":47,"keywords":48,"description":49,"schema_data":50,"social_meta":99,"head_meta":101,"extra_data":103,"updated_unix":105},113,"id","chapter-1-introduction-236924","BAB I - PENDAHULUAN","","Bab I membahas latar belakang kemunculan kebutuhan akan pengelolaan informasi di tengah ledakan informasi dan era keterbukaan data. Uraian menegaskan peran “arsitek informasi” dan hubungan disiplin “arsitektur informasi” dengan “desain informasi” serta visualisasi dan information graphics. Paparan berlanjut pada sejarah istilah infografik, perkembangan penggunaan infografik dalam media, serta karakteristik infografik berita sebagai gabungan seni, jurnalisme, dan sains. Bab ini juga menyinggung penerapan nilai faktualitas dan kritik terkait penyalahgunaan istilah infografik.",{"@graph":51,"@context":98},[52,68,89],{"@type":53,"itemListElement":54},"BreadcrumbList",[55,59,62,65],{"item":56,"name":57,"@type":58,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":60,"name":10,"@type":58,"position":61},"https://docshare.wps.com/id/template/",2,{"item":63,"name":39,"@type":58,"position":64},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/",3,{"item":66,"name":47,"@type":58,"position":67},"https://docshare.wps.com/id/template/chapter-1-introduction-236924/236924/",4,{"url":66,"name":47,"@type":69,"image":70,"author":75,"headline":47,"publisher":78,"fileFormat":81,"inLanguage":45,"description":49,"dateModified":82,"datePublished":83,"encodingFormat":81,"isAccessibleForFree":84,"interactionStatistic":85},"DigitalDocument",{"url":71,"@type":72,"width":73,"height":74},"https://docshare.wps.com/thumbnails/chapter-1-introduction-236924/236924.png","ImageObject",442,249,{"name":76,"@type":77},"Oliver","Person",{"url":56,"name":79,"@type":80},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-21","2026-09-11",true,{"@type":86,"interactionType":87,"userInteractionCount":9},"InteractionCounter",{"@type":88},"ViewAction",{"@type":90,"mainEntity":91},"FAQPage",[92],{"name":93,"@type":94,"acceptedAnswer":95},"Bagaimana infografik berita berfungsi dan apa ciri utamanya?","Question",{"text":96,"@type":97},"Infografik berita memadukan seni, jurnalisme, dan sains, serta menggunakan ikon dan tipografi untuk menyampaikan pemahaman tentang kejadian atau tindakan. Ciri yang ditekankan meliputi kepatuhan pada prinsip estetika, kejelasan dan akurasi informasi, serta visualisasi yang tidak mengubah fakta lapangan.","Answer","https://schema.org",{"og:url":66,"og:type":100,"og:title":47,"og:site_name":79,"og:description":49},"article",{"robots":102,"canonical":66},"index,follow",{"doc_id":104,"site_id":44},236924,1790001649,{"code":4,"msg":5,"data":107},{"doc_id":104,"user_id":108,"nickname":76,"user_avatar":109,"doc_module":9,"category_id":38,"category_name":39,"doc_title":47,"doc_description":49,"doc_content":110,"file_id":111,"file_url":112,"file_type":113,"file_size":114,"view_count":9,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":115,"language":116,"language_code":45,"site_id":44,"html_lang":45,"table_of_contents":117,"faqs":118,"seo_title":119,"seo_description":49,"update_tm":120,"read_time":121},8796095461610,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_276721f389ce27ea32af1340a28f341c","BAB I  \nPENDAHULUAN  \n1.1 Latar Belakang  \nMasyarakat zaman kini sering dihadapkan dengan fenomena kebanjiran informasi seiring dengan bertambahnya platform media dan kanal komunikasidi tengah era keterbukaan data (Smit, de Haan, & Buijs, 2014b, p. 37) . Wurman (2000) memprediksi bahwa ledakan informasi membutuhkan intervensi cabang profesi baru, yakni “arsitek informasi”, dengan wawasan “arsitektur informasi”yang bertugas mengorganisasikan data dan membuat data tersebut masuk akal (p. 23) . Keberadaan “arsitek informasi” ini menjadi penting. Hal ini dikarenakan perannya dalam menerjemahkan dan menyusun suatu data dan informasi sebelum masyarakat sendiri yang mencoba melakukannya (Cairo, 2013, From Information to Wisdom section, para. 12) . Jurnalis pun termasuk profesi yang berpotensi menjadi “arsitek informasi” yang unggul (Wurman, 2000, p. 31) .  \nDi dalam disiplin “arsitektur informasi”, terdapat cakupan disiplin yanglebih kecil (Cairo, 2013, Making Reality Visible section, para. 3) . Cakupan lebih kecil ini disebut “desain informasi” yang merupakan seni dan ilmu pengetahuan untuk mempersiapkan dan menyajikan informasi sehingga dapat dicerna dengan lebih efisien dan efektif (Horn, 1999, p. 15) . Praktisi dalambidang ini memiliki perspektif tersendiri, termasukjurnalis koran dan majalah  \nyang menyebut “desain informasi” sebagai information graphics (grafik informasi) (Horn, 1999, pp. 16-17) . Karenanya, visualisasi dan grafik informasi ini merupakan salah satu bentuk “desain informasi”(Cairo, 2013, Making Reality Visible section, para. 4) .  \nSeiring dengan berjalannya waktu, istilah “infografik” muncul dan mulaidigunakan ketika merujuk sebuah produk grafik informasi. Featherstone (2014), misalnya, menyebut istilah “infografik” sebagai peleburan dari kata“grafik” dan “informasi” (p. 147) . Hal yang sama dilakukan Toth (2013) dengan mendefinisikan “infografik” sebagai “grafik informasi”(p. 448) . Istilah“infografik” sendiri diciptakan Peter Sullivan untuk The Sunday Times sekitartahun 1970-an sampai dengan 1990-an, yang kemudian mendorong media surat kabar untuk menyajikan lebih banyak infografik (Ru & Zhang, 2014, p. 984) .  \nSementara itu, penggunaan infografik sendiri dapat ditelusuri jauh berabad-abad lampau. Pada 1626, Christoph Scheiner mempublikasikaninfografik pertama yang mampu mengilustrasikan pola rotasi matahari, dalamsebuah buku berjudul Rosa Ursina sive Sol (Ru & Zhang, 2014, p. 984) . Setelahnya, infografik lebih sering ditemukan pada laporan, pamflet, dancetakan masa lampau seperti peta. Fenomena penyajian infografik di media massa baru terjadi sekitar tahun 1880-an di Inggris oleh beberapa koran, diikuti Amerika Serikat pada 1930-an oleh majalah bisnis Fortune (Dick, 2019, p. 4).  \nPenyajian infografik masih terus berlanjut hingga sekarang. Koran-koran yang tadinya hanya menyajikan foto, mulai menyajikan infografik dalam publikasinya (Li, 1998, p. 361) . Contohnya dapat dilihat pada media-media  \narus utama seperti The New York Times, The Guardian, dan Wired yang menyajikan infografik dalam publikasi rutinnya untuk memberitakan topik terkait sains kepada publik (Gebre & Polman, 2016, p. 2667) . Penyajian infografik ini nyatanya membawa dampak terhadap media, dengan artikel berita yang disisipkan infografik memiliki rata-rata jumlah dilihat (pageview)  \n30 kali lebih banyak daripada artikel berbasis teks (So, 2012, para. 1) . Popularitas media sosial, seperti Facebook, Twitter, dan Reddit, pun turut membawa perubahan pada pendistribusian infografik. Tiga media sosialtersebut menjadi wadah infografik sering dibagikan, sehingga membuat infografik semakin populer dengan variasi gambar statis ataupun antarmuka web sederhana yang menjelaskan beragam topik (Ru & Zhang, 2014, p. 984) .  \nInfografik berita sejatinya merupakan produk pencampuran yang tepat antara seni, jurnalisme, dan sains (“Talk to”, 2008, para. 8) . Sebagai pelengkapatau pengganti informasi tertulis, infografik berita menggunakan elemen ikon dan t","cbCaicDIWLVhKfIG","https://ap.wps.com/l/cbCaicDIWLVhKfIG","pdf",4728997,17,"Indonesian","# PENDAHULUAN\n## Latar Belakang","[{\"question\":\"Bagaimana infografik berita berfungsi dan apa ciri utamanya?\",\"answer\":\"Infografik berita memadukan seni, jurnalisme, dan sains, serta menggunakan ikon dan tipografi untuk menyampaikan pemahaman tentang kejadian atau tindakan. Ciri yang ditekankan meliputi kepatuhan pada prinsip estetika, kejelasan dan akurasi informasi, serta visualisasi yang tidak mengubah fakta lapangan.\"}]","BAB I - PENDAHULUAN | PDF",1789108524,6]