[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-seo-235187-113":41,"doc-detail-235187-id":114},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":42,"data":43},"ok",{"site_id":44,"language":45,"slug":46,"title":47,"keywords":48,"description":49,"schema_data":50,"social_meta":107,"head_meta":109,"extra_data":111,"updated_unix":113},113,"id","chapter-1-introduction-235187","BAB I - PENDAHULUAN","","Bab I PENDAHULUAN membahas tujuan penelitian untuk mengkaji pemaknaan khalayak terhadap informasi karier pada akun TikTok melalui studi resepsi Stuart Hall. Fokusnya pada konten akun TikTok @vmuliana yang membahas career preparation bagi generasi muda, termasuk cara membuat CV menarik, kemampuan saat wawancara, serta tips berkarier dan pemanfaatan LinkedIn. Uraian ini menegaskan kebutuhan edukasi karier karena rendahnya edukasi jobseeker dan tingginya kesulitan memperoleh informasi yang rinci, up-to-date, serta relevan di media sosial.",{"@graph":51,"@context":106},[52,68,89],{"@type":53,"itemListElement":54},"BreadcrumbList",[55,59,62,65],{"item":56,"name":57,"@type":58,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":60,"name":10,"@type":58,"position":61},"https://docshare.wps.com/id/template/",2,{"item":63,"name":39,"@type":58,"position":64},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/",3,{"item":66,"name":47,"@type":58,"position":67},"https://docshare.wps.com/id/template/chapter-1-introduction-235187/235187/",4,{"url":66,"name":47,"@type":69,"image":70,"author":75,"headline":47,"publisher":78,"fileFormat":81,"inLanguage":45,"description":49,"dateModified":82,"datePublished":83,"encodingFormat":81,"isAccessibleForFree":84,"interactionStatistic":85},"DigitalDocument",{"url":71,"@type":72,"width":73,"height":74},"https://docshare.wps.com/thumbnails/chapter-1-introduction-235187/235187.png","ImageObject",442,249,{"name":76,"@type":77},"Eliana","Person",{"url":56,"name":79,"@type":80},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-21","2026-09-11",true,{"@type":86,"interactionType":87,"userInteractionCount":9},"InteractionCounter",{"@type":88},"ViewAction",{"@type":90,"mainEntity":91},"FAQPage",[92,98,102],{"name":93,"@type":94,"acceptedAnswer":95},"Apa tujuan penelitian pada Bab I ini?","Question",{"text":96,"@type":97},"Penelitian bertujuan mengkaji pemaknaan khalayak terhadap informasi seputar karier pada akun TikTok melalui studi resepsi Stuart Hall.","Answer",{"name":99,"@type":94,"acceptedAnswer":100},"Konten TikTok apa yang menjadi fokus penelitian?",{"text":101,"@type":97},"Penelitian berfokus pada konten akun TikTok @vmuliana yang membahas career preparation untuk generasi muda, termasuk pembuatan CV dan persiapan wawancara kerja.",{"name":103,"@type":94,"acceptedAnswer":104},"Mengapa edukasi career preparation dinilai penting bagi generasi muda/mahasiswa?",{"text":105,"@type":97},"Edukasi dibutuhkan karena jobseeker masih mengalami kesulitan memperoleh informasi yang rinci dan up-to-date serta kurang edukasi terkait cara mempersiapkan diri menghadapi seleksi kerja.","https://schema.org",{"og:url":66,"og:type":108,"og:title":47,"og:site_name":79,"og:description":49},"article",{"robots":110,"canonical":66},"index,follow",{"doc_id":112,"site_id":44},235187,1789970742,{"code":4,"msg":5,"data":115},{"doc_id":112,"user_id":116,"nickname":76,"user_avatar":117,"doc_module":9,"category_id":38,"category_name":39,"doc_title":47,"doc_description":49,"doc_content":118,"file_id":119,"file_url":120,"file_type":121,"file_size":122,"view_count":9,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":123,"language":124,"language_code":45,"site_id":44,"html_lang":45,"table_of_contents":125,"faqs":126,"seo_title":127,"seo_description":49,"update_tm":128,"read_time":67},4398048949847,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/400002536579ef2da7f?_k=1778318612642679267","BAB I  \nPENDAHULUAN  \n1.1 Latar Belakang Masalah  \nPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemaknaan khalayak tentang informasi seputar karier pada akun TikTok melalui studi resepsi Stuart Hall. Peneliti berfokuspada konten akun TikTok @vmuliana yang membahas seputar career preparation yang dibutuhkan oleh generasi muda khususnya mahasiswadengan kebutuhan informasinya yang berbeda-beda sesuai latar belakangindividu terkait informasi cara membuat CV yang menarik, bagaimana caramemiliki kemampuan yang baik ketika menghadapi wawancara kerja, dan tips berkarier lainnya seperti pemanfaatan aplikasi Linkedin untuk kebutuhan melamar kerja. Informasi seputar karier disajikan di berbagai sumber media digital. Namun para jobseeker atau mahasiswa terkadang merasa bingung dankesulitan untuk mendapatkan informasi yang rinci, up-to-date, dan menarik terkait career preparation di media sosial yang dapat membimbing generasi muda untuk memperoleh pengetahuan dengan menyesuaikannya dengan potensi yang dimiliki khalayak (Syamsiyah, 2021) . Sebelumnya, layanan informasi karier di media pada sekolah menengah juga masih kurang diadakansecara maksimal padahal hal ini dapat membantu generasi muda untuk meningkatkan pemahamannya tentang karier kapan pun mereka membutuhkan informasi tersebut (Dewi dkk., 2018) .  \nSaat ini masyarakat dianggap sebagai kaum yang haus akan informasi. Informasi tersebut merupakan kebutuhan pokok khalayak yang dapat dengan mudah diakses melalui internet sehingga khalayak memiliki peran besar dalam mencari informasi yang ada pada media. Khalayak juga memiliki kekuatan untuk memproduksi dan mereproduksi makna yang terkandung dalam informasi yang ada di media. Hal ini dibuktikan oleh data hasil survei Alvara Research Center yang menunjukan bahwa generasi Z mendapati posisi paling tinggi dalam mengakses internet, yakni sekitar 97,7% responden dan ada sebanyak 34% responden dari generasi tersebut yang dikategorikan sebagai  \naddicted user (Mahmudan, 2022) . Dari data tersebut dapat dikatakan bahwa generasi Z telah berada pada tahap eksplorasi dan sebagian diantaranya merupakan individu berusia 18-24 tahun yang sedang menempuh pendidikan pada Perguruan Tinggi.  \nPada tahapan usia tersebut, individu sedang memasuki masamemikirkan ragam informasi terkait dunia karier maupun mulai mengembangkan kualitas dan keterampilan diri. Hal ini sejalan dengan pernyataan dari (Santrock, 2011), di mana seorang mahasiswa sedangmemasuki tahap aktif eksplorasi yaitu mencari informasi seputar karier yang relevan dan mengenali bakat serta kemampuan diri untuk mempersiapkan diridalam menghadapi dunia kerja (Khasanah & Sayekti, 2020) .  \nInformasi seputar karier diperlukan mahasiswa sebab menurut data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) pada bulan Februari 2022 menyatakanbahwa terdapat lebih dari 59% pengangguran di Indonesia berusia muda yaitu 15-29 tahun dengan kelompok usia yang didominasi antara 20-24 tahunsebanyak 2,5 jutajiwa (Kusnandar, 2022) . Hal tersebut menjadi masalahkarena para jobseeker sebelumnya dinilai masih kurang edukasi terkait career preparation, sebagaimana yang tertera pada data seleksi perusahaan dengan Engineering Career Center (ECC), menunjukan terkait rendahnya success rate jobseeker dalam proses seleksi yakni dari 10.984 pelamar, hanya 7,86% atausekitar 854 pelamar yang lolos tahap interview (Ariestianie, 2019) . Melihat permasalahan tersebut, dilakukanlah riset kepada sebanyak 293 pelamar kerja. Ternyata kesulitan terbesar yang mereka hadapi ialah karena kurang percayadiri saat wawancara, kurang memahami kelebihan dan kekurangan diri, kesulitan mencari informasi seputar dunia kerja dan kurang edukasi terkait cara membuat CV yang menarik (Ariestianie, 2019) . Oleh sebab itu, edukasi terkait career preparation sangat dibutuhkan oleh generasi muda khususnya bagi para mahasiswa untuk menjadi bekal dalam menghadapi dan mencari pekerjaan.  \nMedia sosial yang dapat digunakan oleh mahasiswa untuk mencari informasi seputar karier yai","cbCaiiNIdBBOqFel","https://ap.wps.com/l/cbCaiiNIdBBOqFel","pdf",543590,12,"Indonesian","# BAB I\n## PENDAHULUAN\n### 1.1 Latar Belakang Masalah","[{\"question\":\"Apa tujuan penelitian pada Bab I ini?\",\"answer\":\"Penelitian bertujuan mengkaji pemaknaan khalayak terhadap informasi seputar karier pada akun TikTok melalui studi resepsi Stuart Hall.\"},{\"question\":\"Konten TikTok apa yang menjadi fokus penelitian?\",\"answer\":\"Penelitian berfokus pada konten akun TikTok @vmuliana yang membahas career preparation untuk generasi muda, termasuk pembuatan CV dan persiapan wawancara kerja.\"},{\"question\":\"Mengapa edukasi career preparation dinilai penting bagi generasi muda/mahasiswa?\",\"answer\":\"Edukasi dibutuhkan karena jobseeker masih mengalami kesulitan memperoleh informasi yang rinci dan up-to-date serta kurang edukasi terkait cara mempersiapkan diri menghadapi seleksi kerja.\"}]","BAB I - PENDAHULUAN | PDF",1789095771]