[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-seo-234086-113":41,"doc-detail-234086-id":100},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":42,"data":43},"ok",{"site_id":44,"language":45,"slug":46,"title":47,"keywords":48,"description":49,"schema_data":50,"social_meta":93,"head_meta":95,"extra_data":97,"updated_unix":99},113,"id","chapter-1-introduction-234086","BAB I - PENDAHULUAN","","Bab I Pendahuluan membahas rekrutmen kerja sebagai proses manajemen sumber daya manusia yang meliputi tahapan mulai dari perencanaan kebutuhan tenaga kerja, pemasangan iklan, seleksi administratif, hingga wawancara dan penawaran kerja. Uraian menekankan pergeseran komunikasi rekrutmen dari media konvensional ke media online, khususnya media sosial seperti Instagram, yang mendorong budaya visual. Fokus kajian adalah kemunculan syarat “good looking” dalam iklan lowongan kerja dan bagaimana representasi penampilan fisik berperan memproduksi serta mereproduksi ideologi estetika yang memengaruhi pandangan masyarakat terhadap kelayakan tenaga kerja, termasuk konsep beauty privilege.",{"@graph":51,"@context":92},[52,68,83],{"@type":53,"itemListElement":54},"BreadcrumbList",[55,59,62,65],{"item":56,"name":57,"@type":58,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":60,"name":10,"@type":58,"position":61},"https://docshare.wps.com/id/template/",2,{"item":63,"name":35,"@type":58,"position":64},"https://docshare.wps.com/id/template/surat/",3,{"item":66,"name":47,"@type":58,"position":67},"https://docshare.wps.com/id/template/chapter-1-introduction-234086/234086/",4,{"url":66,"name":47,"@type":69,"author":70,"headline":47,"publisher":73,"fileFormat":76,"inLanguage":45,"description":49,"dateModified":77,"datePublished":77,"encodingFormat":76,"isAccessibleForFree":78,"interactionStatistic":79},"DigitalDocument",{"name":71,"@type":72},"Caleb Sterling","Person",{"url":56,"name":74,"@type":75},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-10",true,{"@type":80,"interactionType":81,"userInteractionCount":4},"InteractionCounter",{"@type":82},"ViewAction",{"@type":84,"mainEntity":85},"FAQPage",[86],{"name":87,"@type":88,"acceptedAnswer":89},"Apa yang dimaksud beauty privilege dalam dokumen ini?","Question",{"text":90,"@type":91},"Beauty privilege merujuk pada keadaan beruntung seseorang yang tampak lebih lancar dan sukses dibanding orang kebanyakan karena memiliki fisik atau rupa yang menawan sesuai beauty standard.","Answer","https://schema.org",{"og:url":66,"og:type":94,"og:title":47,"og:site_name":74,"og:description":49},"article",{"robots":96,"canonical":66},"index,follow",{"doc_id":98,"site_id":44},234086,1789083637,{"code":4,"msg":5,"data":101},{"doc_id":98,"user_id":102,"nickname":71,"user_avatar":103,"doc_module":9,"category_id":34,"category_name":35,"doc_title":47,"doc_description":49,"doc_content":104,"file_id":105,"file_url":106,"file_type":107,"file_size":108,"view_count":4,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":109,"language":110,"language_code":45,"site_id":44,"html_lang":45,"table_of_contents":111,"faqs":112,"seo_title":113,"seo_description":49,"update_tm":99,"read_time":114},962084925290,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_085a072bc5b1113ac321206ff7593b45","202210310311071 Vanya Aisya Prodi Sosiologi  \nBAB I  \nPENDAHULUAN  \n1. 1 Latar Belakang  \nRekrutmen kerja merupakan suatu proses penting dalam manajemen sumber daya manusia, di mana perusahaan atau organisasi mencari, menarik, menyeleksi, dan menempatkan individu yang dianggap paling sesuai untuk mengisi posisi tertentu. Di Indonesia, praktik rekrutmen kerja umumnya mengikuti pola dan prosedur standar yang meliputi tahapan perencanaan kebutuhantenaga kerja, pemasangan iklan lowongan, seleksi administratif, tes tertulis dan/atau praktik, wawancara kerja, hingga tahap penawaran kerja (offering) . Salah satu tahap yang sangat menentukan dalam proses ini adalah pemasangan iklan lowongan kerja sebagai sarana komunikasi yang bertujuan untuk menarik kandidat yang memenuhi kriteria yang diharapkanoleh Perusahaan. Perkembangan teknologi informasi, media online telah menjadi saluran utamadalam proses komunikasi, termasuk dalam dunia ketenagakerjaan. Salah satu praktik yang palingmenonjol adalah pemasangan iklan lowongan kerja melalui portal rekrutmen daring, website perusahaan, hingga platform digital lainnya.  \nMedia online memungkinkan informasi lowongan kerja disebarkan dengan cepat, mudahdiakses, dan menjangkau audiens yang lebih luas. Namun, karakter media online yang mengandalkan teks, gambar, dan visual tertentu juga berkontribusi pada munculnya representasi tentang calon pekerja yang dianggap ideal, terutama terkait aspek penampilan fisik. Perkembangan media online telah mengubah pola distribusi informasi ketenagakerjaan salah satunya yaitu media sosial yang kini menjadi salah satu kanal utama dalam penyebaran iklan lowongan kerja. Instagram, misalnya, memiliki karakteristik visual yang dominan dan sering digunakan perusahaan maupun akun penyedia informasi kerja untuk menjangkau calon pelamar. Melalui unggahan foto, poster digital, hingga video pendek, syarat-syarat tertentu seperti  \npenampilan menarik atau “good looking” seringkali ditampilkan secara eksplisit. Media sosialadalah bagian dari media online, karena keduanya sama-sama berbasis internet dan menggunakan teknologi digital untuk menyediakan informasi dan interaksi. Marwick (2015) menjelaskan bahwa media digital mendorong budaya visual yang menempatkan citra tubuh dan  \n202210310311071  \nVanya Aisya Prodi Sosiologi  \npenampilan sebagai identitas sosial utama. Dengan demikian, iklan lowongan kerja di Instagram tidak sekadar berfungsi sebagai informasi rekrutmen, tetapi juga menjadi arena produksi dan reproduksi ideologi estetika yang dapat memengaruhi cara masyarakat memandang kelayakantenaga kerja (Marwick 2015) .  \nFenomena syarat good looking dalam rekrutmen kerja semakin sering ditemukan di berbagau media , khususnya Instagram. Banyak akun atau perusahaan yang mengunggah iklan lowongankerja secara eksplisit mencantumkan penampilan fisik sebagai bagian dari kualifikasi pelamar. Hal ini menunjukkan bahwa standar kecantikan tidak hanya berlaku di ranah hiburan atau konten visual, tetapi juga merambah ke dunia kerja formal maupun non-formal melalui media sosialberbasis gambar dan video seperti di instagram. Iklan lowongan kerja tidak hanya memuat kualifikasi administratif dan teknis, tetapi juga mereproduksi standar tertentu terkait penampilan fisik calon pekerja. Sebagai contoh, iklan lowongan kerja Store Crew Haus Jakarta Selatan mencantumkan syarat “berpenampilan menarik (good looking)” sebagai bagian dari kualifikasiutama, sejajar dengan pengalaman kerja dan pendidikan minimal SMA/SMK.  \nGambar 1.1 Contoh Iklan Lowongan Kerja 1  \n(Sumber: Instagram @lokerjakarta2025, diakses 14 September 2025) .  \n202210310311071  \nVanya Aisya Prodi Sosiologi  \nIklan PT Prasojo Kusuma Putra (Lurik Prasojo) untuk posisi Pramuniaga Showroom, disebutkanbahwa pelamar harus “good looking” serta memiliki kemampuan komunikasi yang sangat baik.  \nGambar 1.2 Contoh Iklan Lowongan Kerja 2 (Sumber: Instagram @lokersolorayadotcom, diakses 14 September 2025) .  \nLowongan kerja Our Good Media Mal","cbCaivgUbaxNRfrp","https://ap.wps.com/l/cbCaivgUbaxNRfrp","pdf",1884399,16,"Indonesian","# PENDAHULUAN\n## Latar Belakang","[{\"question\":\"Apa yang dimaksud beauty privilege dalam dokumen ini?\",\"answer\":\"Beauty privilege merujuk pada keadaan beruntung seseorang yang tampak lebih lancar dan sukses dibanding orang kebanyakan karena memiliki fisik atau rupa yang menawan sesuai beauty standard.\"}]","BAB I - PENDAHULUAN | PDF",6]