[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-seo-235241-113":41,"doc-detail-235241-id":114},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":42,"data":43},"ok",{"site_id":44,"language":45,"slug":46,"title":47,"keywords":48,"description":49,"schema_data":50,"social_meta":107,"head_meta":109,"extra_data":111,"updated_unix":113},113,"id","biosafety-guidelines-for-public-health-laboratories","Pedoman Keamanan Hayati di Laboratorium Kesehatan Masyarakat","","Pedoman Keamanan Hayati di Laboratorium Kesehatan Masyarakat disusun sebagai panduan komprehensif untuk memperkuat penyelenggaraan dan pengelolaan Labkesmas di Indonesia. Fokus utamanya adalah melindungi kesehatan masyarakat dan lingkungan dari potensi bahaya material biologis berisiko tinggi, termasuk risiko bioterorisme, biokriminal, dan sabotase. Pedoman mencakup manajemen risiko, penilaian risiko, langkah pengendalian, peran Komite Keamanan Hayati, serta matriks keputusan untuk menilai konsekuensi berdasarkan virulensi, resistensi dekontaminasi, dan potensi penggunaan sebagai senjata biologis.",{"@graph":51,"@context":106},[52,68,89],{"@type":53,"itemListElement":54},"BreadcrumbList",[55,59,62,65],{"item":56,"name":57,"@type":58,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":60,"name":10,"@type":58,"position":61},"https://docshare.wps.com/id/template/",2,{"item":63,"name":39,"@type":58,"position":64},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/",3,{"item":66,"name":47,"@type":58,"position":67},"https://docshare.wps.com/id/template/biosafety-guidelines-for-public-health-laboratories/235241/",4,{"url":66,"name":47,"@type":69,"image":70,"author":75,"headline":47,"publisher":78,"fileFormat":81,"inLanguage":45,"description":49,"dateModified":82,"datePublished":83,"encodingFormat":81,"isAccessibleForFree":84,"interactionStatistic":85},"DigitalDocument",{"url":71,"@type":72,"width":73,"height":74},"https://docshare.wps.com/thumbnails/biosafety-guidelines-for-public-health-laboratories/235241.png","ImageObject",442,249,{"name":76,"@type":77},"Jacob","Person",{"url":56,"name":79,"@type":80},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-21","2026-09-11",true,{"@type":86,"interactionType":87,"userInteractionCount":61},"InteractionCounter",{"@type":88},"ViewAction",{"@type":90,"mainEntity":91},"FAQPage",[92,98,102],{"name":93,"@type":94,"acceptedAnswer":95},"Apa tujuan utama Pedoman Keamanan Hayati di Labkesmas?","Question",{"text":96,"@type":97},"Melindungi kesehatan masyarakat dan lingkungan dari bahaya material biologis berisiko tinggi, sekaligus mencegah insiden keamanan hayati termasuk risiko bioterorisme dan biokriminal.","Answer",{"name":99,"@type":94,"acceptedAnswer":100},"Langkah apa saja yang dibahas dalam pedoman terkait keamanan hayati?",{"text":101,"@type":97},"Pedoman membahas manajemen risiko laboratorium, penilaian risiko, serta penerapan langkah-langkah pengendalian untuk mencegah insiden keamanan hayati.",{"name":103,"@type":94,"acceptedAnswer":104},"Apa peran Komite Keamanan Hayati dalam institusi Labkesmas?",{"text":105,"@type":97},"Komite mengawasi dan meninjau kegiatan laboratorium berisiko tinggi, memastikan prosedur keamanan diterapkan dengan benar termasuk kontrol akses, keamanan fisik, dan keamanan informasi.","https://schema.org",{"og:url":66,"og:type":108,"og:title":47,"og:site_name":79,"og:description":49},"article",{"robots":110,"canonical":66},"index,follow",{"doc_id":112,"site_id":44},235241,1790017792,{"code":4,"msg":5,"data":115},{"doc_id":112,"user_id":116,"nickname":76,"user_avatar":117,"doc_module":9,"category_id":38,"category_name":39,"doc_title":47,"doc_description":49,"doc_content":118,"file_id":119,"file_url":120,"file_type":121,"file_size":122,"view_count":61,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":123,"language":124,"language_code":45,"site_id":44,"html_lang":45,"table_of_contents":125,"faqs":126,"seo_title":127,"seo_description":49,"update_tm":128,"read_time":129},962084931830,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_a8503ba1806abce46bf441b54a3ca4cd","di Laboratorium Kesehatan Masyarakat  \nBalai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan RI  \nPerpustakaan Nasional: Katalog Dalam Terbitan (KDT) Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan  \nDirektorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan RI  \nPedoman Keamanan Hayati di Laboratorium Kesehatan Masyarakat/Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan– Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas.  \nKementerian Kesehatan RI  \n–Ed. 1–Cet. 1–Jakarta: Saintis Pers, 2025, xvi, 133 hlm, 21 cm.  \nPenanggung Jawab : dr. Darmawali Handoko, M. Epid.  \n(Kepala Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan)  \nEditor : Tim BBLBK dan Tim CDC  \nDesain Isi : Tim BBLBK  \nDesain Cover : Tim BBLBK  \nHak cipta 2025 pada Kementerian Kesehatan RI  \nRingkasan  \nBuku Pedoman Keamanan Hayati ini merupakan panduan komprehensif yang dirancang untuk memperkuat penyelenggaraan dan pengelolaan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) yang ada di Indonesia. Pedoman ini disusun atas dasar masukan  \ndari para praktisi di Labkesmas dengan tujuan utama untuk  \nmelindungi kesehatan masyarakat dan lingkungan dari potensibahaya yang ditimbulkan oleh material biologis yang berisiko tinggi. Diketahui agen patogen berbahaya dan bahan-bahanyang ada di laboratorium dapat disalahgunakan untuk tujuan bioterorisme, biokriminal, dan sabotase. Pedoman ini mencakup berbagai aspek yang berkaitan dengan implementasi keamananhayati di Labkesmas, mulai dari manajemen risiko di laboratorium, penilaian risiko, hingga penerapan langkah-langkah pengendalian untuk mencegah insiden keamanan hayati. Buku ini memberikan panduan untuk pengaturan Labkesmas dari beberapa tingkatanyang beragam.  \nDalam pedoman ini juga ditekankan pentingnya Komite Keamanan Hayati dalam institusi Labkesmas yang mengawasi dan meninjau semua kegiatan laboratorium yang melibatkan material berisiko tinggi. Komite ini dapat memastikan bahwasemua prosedur keamanan telah diterapkan dengan benar, termasuk kontrol akses, keamanan fisik, dan keamanan informasi. Pedoman ini juga memperkenalkan matriks keputusan untuk membantu laboratorium mengidentifikasi material yang memilikikonsekuensi tinggi. Matriks ini memungkinkan penilaian risiko yang komprehensif terhadap risiko yang ditimbulkan oleh material biologis, dengan mempertimbangkan faktor-faktor sepertivirulensi, resistensi terhadap dekontaminasi, dan potensi penggunaan  \nRingkasan  iii    \nsebagai senjata biologis. Dalam konteks ancaman bioterorisme, biokriminal, sabotase, dan insiden lainnya terkait keamanan hayati, pedoman ini sangat penting bagi Labkesmas.  \nDengan menerapkan panduan ini, Labkesmas dapat memastikan bahwa mereka mematuhi standar keamanan internasional dan nasional, melindungi personel laboratorium, sertamencegah potensi dampak buruk terhadap kesehatan masyarakatdan lingkungan. Secara keseluruhan, Pedoman Keamanan Hayati adalah sistem penting bagi laboratorium untuk mengelola risiko yang timbul akibat penanganan agen biologi berisiko tinggi dengan cara yang efektif dan berkelanjutan, sambil tetap mendukung kemajuan ilmu pengetahuan yang aman dan bertanggung jawab.  \n PEDOMAN KEAMANAN HAYATI di Laboratorium Kesehatan Masyarakat  \nKata Pengantar   \nBerdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/ MENKES/1801/2024, Tentang Standar Laboratorium Kesehatan Masyarakat, maka Labkesmas memiliki tugas yang mendukung penerapan keamanan hayati (biosecurity), yaitu melakukan pengelolaan biosafety dan biosecurity laboratorium, serta  \nmerespons risiko bioterorisme, wabah, dan kejadian luar biasaberbasis laboratorium. Labkesmas juga bertugas mengembangkan prosedur pemeriksaan yang aman dan melindungi masyarakat dari potensi bahaya biologis melalui surveilans dan pengujian spesimensecara aman dan terkendali.  \nMengingat tingginya risiko yang dihadapi, penerapan prinsipprinsip keamanan hayati di lingkungan Labkesmas bukan sekadar pilihan, melainkan keharusan mut","cbCaiui5rl6g2dzy","https://ap.wps.com/l/cbCaiui5rl6g2dzy","pdf",3442755,154,"Indonesian","# Ringkasan\n## Ruang lingkup dan tujuan\n## Manajemen risiko dan penilaian risiko\n## Peran Komite Keamanan Hayati\n## Matriks keputusan","[{\"question\":\"Apa tujuan utama Pedoman Keamanan Hayati di Labkesmas?\",\"answer\":\"Melindungi kesehatan masyarakat dan lingkungan dari bahaya material biologis berisiko tinggi, sekaligus mencegah insiden keamanan hayati termasuk risiko bioterorisme dan biokriminal.\"},{\"question\":\"Langkah apa saja yang dibahas dalam pedoman terkait keamanan hayati?\",\"answer\":\"Pedoman membahas manajemen risiko laboratorium, penilaian risiko, serta penerapan langkah-langkah pengendalian untuk mencegah insiden keamanan hayati.\"},{\"question\":\"Apa peran Komite Keamanan Hayati dalam institusi Labkesmas?\",\"answer\":\"Komite mengawasi dan meninjau kegiatan laboratorium berisiko tinggi, memastikan prosedur keamanan diterapkan dengan benar termasuk kontrol akses, keamanan fisik, dan keamanan informasi.\"}]","Pedoman Keamanan Hayati di Laboratorium Kesehatan Masyarakat | PDF",1789096165,54]