[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-237615-113":3,"detail-sidebar-cat-1-id-113":66,"doc-detail-237615-id":100},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":59,"head_meta":61,"extra_data":63,"updated_unix":65},113,"id","bab_ii-main-theory-storyboard-camera-shot-camera-angle","BAB_II - Teori Utama - Storyboard, Camera Shot, Camera Angle","","Bab ini membahas teori utama produksi visual film, dengan fokus pada storyboard, jenis-jenis camera shot, dan camera angle. Storyboard dijelaskan sebagai rencana visual dari naskah atau skenario yang membantu sutradara dalam memvisualisasikan serta menyempurnakan ide melalui alur draft yang berurutan. Selanjutnya, camera shot dipaparkan lewat shot types seperti long shot, medium shot, close-up, termasuk turunan medium long shot dan medium close-up beserta tujuan emosional maupun informasi yang dihasilkan. Terakhir, camera angle diuraikan berdasarkan horizontal dan vertical camera angles serta jenis seperti eye view dan high-angle shot.",{"@graph":14,"@context":58},[15,34,49],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/template/","Template",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/","Umum",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/template/bab_ii-main-theory-storyboard-camera-shot-camera-angle/237615/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"author":36,"headline":10,"publisher":39,"fileFormat":42,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":43,"datePublished":43,"encodingFormat":42,"isAccessibleForFree":44,"interactionStatistic":45},"DigitalDocument",{"name":37,"@type":38},"Ezra","Person",{"url":19,"name":40,"@type":41},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-11",true,{"@type":46,"interactionType":47,"userInteractionCount":4},"InteractionCounter",{"@type":48},"ViewAction",{"@type":50,"mainEntity":51},"FAQPage",[52],{"name":53,"@type":54,"acceptedAnswer":55},"Bagaimana perbedaan medium shot dan medium close-up?","Question",{"text":56,"@type":57},"Medium shot menampilkan pemain dari bagian atas kepala hingga pinggang dengan ekspresi wajah yang mulai tampak jelas. Medium close-up berawal dari ujung kepala hingga bagian dada, dan fokus pada tubuh pemeran mendominasi frame sementara latar belakang tidak lagi dominan.","Answer","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":60,"og:title":10,"og:site_name":40,"og:description":12},"article",{"robots":62,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":64,"site_id":7},237615,1789113800,{"code":4,"msg":67,"data":68},"success",[69,73,77,81,85,89,93,97],{"id":70,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":71,"show_sort_weight":4,"slug":72},178,"Faktur","faktur",{"id":74,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":75,"show_sort_weight":4,"slug":76},192,"Formulir","formulir-192",{"id":78,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":79,"show_sort_weight":4,"slug":80},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":82,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":83,"show_sort_weight":4,"slug":84},179,"Poster","poster",{"id":86,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":87,"show_sort_weight":4,"slug":88},176,"Presentasi","presentasi",{"id":90,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":91,"show_sort_weight":4,"slug":92},177,"Resume","resume",{"id":94,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":95,"show_sort_weight":4,"slug":96},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":98,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":4,"slug":99},183,"umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":67,"data":101},{"doc_id":64,"user_id":102,"nickname":37,"user_avatar":103,"doc_module":22,"category_id":98,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":104,"file_id":105,"file_url":106,"file_type":107,"file_size":108,"view_count":4,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":109,"language":110,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":111,"faqs":112,"seo_title":113,"seo_description":12,"update_tm":65,"read_time":114},1099514068035,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_276721f389ce27ea32af1340a28f341c","2.2 Teori Utama  \n2.2.1 STORYBOARD  \nStoryboard merupakan blueprint untuk rencana visualisasi dari sebuah naskah atauskenario dalam bentuk tulisan. Bagi sutradara yang tidak memiliki sense visual yang kuat, maka ilustrator storyboard dapat menjadi solusinya. Hal ini dikarenakanilustrator storyboard dapat membantu dalam perancangan alur, pengambilangambar yang penting dalam penataan dan penayangan, serta komposisi pengambilan gambar dan urutannya. Menurut Katz (1991), storyboard memilikidua tujuan, yaitu membantu seorang sutradara dalam memvisualisasikan dan menyempurnakan ide yang sama dengan penulis yang mengembangkan ide melalui draft yang berurutan serta menjadi bahasa yang paling jelas dalam mengkomunikasikan ide kepada seluruh tim produksi. Katz (1991) jugamenyebutkan bahwa salah satu hal penting dalam pembuatan storyboard adalah storyboard frame. Hal ini bertujuan untuk menentukan sudut pandang yang sesuai. Penggunaan storyboard frame dalam penggambaran scene yang lebih luas merupakan suatu teknik dalam mengilustrasikan kualitas komposisi dari suatu media.  \n2.2.2 Camera Shot  \nKomunikasi visual dalam pembuatan film dimulai dengan hal dasar berupa shot types. Di dalam buku Grammar of the shot (Thompson, Bowen, 2012) shot merupakan rekaman dari suatu aksi dari sebuah point of view tertentu, sebuah shot diukur dari ukuran sebuah subjek pada layar. Shot dapat memberikan gambaranterkait seseorang, tempat, peristiwa yang ada dalam sebuah film yang dilihat dari sudut pandang yang unik. Terdapat tiga tipe shot yang banyak dikenal dikalanganpembuat film atau sutradara, yaitu:  \n1. Long Shot  \nLong shot atau wide shot merupakan shot yang mencangkup area luas (lebar, tinggi, dan kedalaman) dari ruang sebuah film. Teknik ini dapat memperlihatkan objek dari kepala hingga kaki serta keadaan disekitarnya (Dewandra & Islam, 2022) . Tujuan penggunaan long shot adalah  \nmenginformasikan terkait keadaan atau situasi peristiwa hingga mencapaikonflik yang terjadi di dalam film. Teknik pengambilan gambar ini dapat memberikan informasi serta pesan yang rinci karena memberikan gambaran detail kepada penonton. Hal tersebut disebabkan karena jarak yang digunakandalam pengambilan gambarnya dapat memperlihatkan latar belakang peristiwa yang dialami subjek atau objek secara jelas.  \nSumber: Spirited Away (2001)  \nGambar 1. Contoh long/wide shot  \nTeknik pengambilan gambar long shot memiliki satu turunan, yaitu medium  \nlong shot. Dimana yang membedakan dari kedua teknik ini adalah bagian tubuh  \nyang masuk ke dalam frame. Medium longshothanya menampilkanbagian atastubuh hingga lutut atau bagian lain yang tidak sepenuhnya sampai kaki.  \nGambar 2.2 Contoh medium long shot  \nSumber: Spirited Away (2001)  \n2. Medium Shot  \nTeknik pengambilan gambar selanjutnya adalah medium shot. Dimana padateknik ini, sutradara atau film director akan menampilkan pemain atau aktor dari bagian atas kepala hingga pinggang dengan ekspresi wajah yang mulai tampak  \ndan jelas. Medium shot banyak digunakan dalam scene yang ditujukan untuk memberi pengaruh kepada emosi penonton.  \nGambar 2.3 Contoh medium shot  \nSumber: Spirited Away (2001)  \nSama halnya seperti long shot, medium shot juga memiliki turunan, yaitu  \nmedium close-up. Dimana teknik pengambilan gambar mulai dari ujung kepala  \nhingga bagian dada. Namun, yang membedakan dengan medium shot adalah  \npada medium close-up bagian tubuh pemeran atau aktor mulai mendominasi  \nframe dan latar belakang atau lingkungan sekitar tidak lagi dominan.  \nGambar 2.4 Contoh medium close up  \nSumber: Spirited Away (2001)  \n3. Close-Up  \nPada dasarnya, teknik pengambilan gambar close-up berfokus pada bagian kepala hingga leher bagian bawah dan gambar yang diambil dari jarak dekat dengan hanya sebagian dari objek yang terlihat (Sabrina et al., 2021) . Teknik pengambilan gambar ini memiliki titik fokus untuk menampilkan ekspresi pemain atau aktor denganjelas dan detail. Menurut Sabrina et al. (2021) teknik pengambilan gambar dengan me","cbCaiqxREschdySO","https://ap.wps.com/l/cbCaiqxREschdySO","pdf",943670,13,"Indonesian","# 2.2 Teori Utama\n## 2.2.1 Storyboard\n## 2.2.2 Camera Shot\n## 2.2.3 Camera Angle","[{\"question\":\"Bagaimana perbedaan medium shot dan medium close-up?\",\"answer\":\"Medium shot menampilkan pemain dari bagian atas kepala hingga pinggang dengan ekspresi wajah yang mulai tampak jelas. Medium close-up berawal dari ujung kepala hingga bagian dada, dan fokus pada tubuh pemeran mendominasi frame sementara latar belakang tidak lagi dominan.\"}]","BAB_II - Teori Utama - Storyboard, Camera Shot, Camera Angle | PDF",5]