[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-seo-236381-113":41,"doc-detail-236381-id":106},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":42,"data":43},"ok",{"site_id":44,"language":45,"slug":46,"title":47,"keywords":48,"description":49,"schema_data":50,"social_meta":99,"head_meta":101,"extra_data":103,"updated_unix":105},113,"id","chapter-5-closing-research-conclusion-on-humor-infographics","BAB V - PENUTUP - Kesimpulan Penelitian Infografis Humor","","Bab V “Penutup” menyajikan kesimpulan penelitian tentang infografis humor pada website malesbanget.com. Infografis dipahami sebagai media komunikasi visual berbasis data yang mengangkat fenomena sosial melalui humor, namun juga dapat menimbulkan persoalan penyampaian pesan karena cara representasi bahasa. Analisis wacana kritis Norman Fairclough menekankan pembagian temuan pada level teks serta praktik kewacanaan, termasuk penggunaan bahasa nonstandar, permainan bahasa, dan keterkaitan produksi wacana dengan kondisi sosial yang sedang ramai dibicarakan.",{"@graph":51,"@context":98},[52,68,89],{"@type":53,"itemListElement":54},"BreadcrumbList",[55,59,62,65],{"item":56,"name":57,"@type":58,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":60,"name":10,"@type":58,"position":61},"https://docshare.wps.com/id/template/",2,{"item":63,"name":39,"@type":58,"position":64},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/",3,{"item":66,"name":47,"@type":58,"position":67},"https://docshare.wps.com/id/template/chapter-5-closing-research-conclusion-on-humor-infographics/236381/",4,{"url":66,"name":47,"@type":69,"image":70,"author":75,"headline":47,"publisher":78,"fileFormat":81,"inLanguage":45,"description":49,"dateModified":82,"datePublished":83,"encodingFormat":81,"isAccessibleForFree":84,"interactionStatistic":85},"DigitalDocument",{"url":71,"@type":72,"width":73,"height":74},"https://docshare.wps.com/thumbnails/chapter-5-closing-research-conclusion-on-humor-infographics/236381.png","ImageObject",442,249,{"name":76,"@type":77},"Connor ","Person",{"url":56,"name":79,"@type":80},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-21","2026-09-11",true,{"@type":86,"interactionType":87,"userInteractionCount":9},"InteractionCounter",{"@type":88},"ViewAction",{"@type":90,"mainEntity":91},"FAQPage",[92],{"name":93,"@type":94,"acceptedAnswer":95},"Apa yang dijelaskan pada level discourse practice?","Question",{"text":96,"@type":97},"Discourse practice menjelaskan hubungan sebab-akibat munculnya wacana infografis humor dengan realitas praktik sosial, termasuk produksi infografis sebagai respons terhadap kondisi sosial yang sedang ramai dan motivasi pembentukan citra dari pihak terkait.","Answer","https://schema.org",{"og:url":66,"og:type":100,"og:title":47,"og:site_name":79,"og:description":49},"article",{"robots":102,"canonical":66},"index,follow",{"doc_id":104,"site_id":44},236381,1789970562,{"code":4,"msg":5,"data":107},{"doc_id":104,"user_id":108,"nickname":76,"user_avatar":109,"doc_module":9,"category_id":38,"category_name":39,"doc_title":47,"doc_description":49,"doc_content":110,"file_id":111,"file_url":112,"file_type":113,"file_size":114,"view_count":9,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":115,"language":116,"language_code":45,"site_id":44,"html_lang":45,"table_of_contents":117,"faqs":118,"seo_title":119,"seo_description":49,"update_tm":120,"read_time":67},687207022233,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_155a257f0dc6eb9ab79c44ca47cae57d","BAB V  \nPENUTUP  \nA. Kesimpulan  \nInfografis dalam website [malesbanget.com](malesbanget.com) merupakan media komunikasi visual berbasis data yang bertujuan untuk mengkomunikasikansebuah informasi terkait dengan sebuah kejadian, peristiwa atau fenomenatertentu dalam masyarakat. Infografis humor [malesbanget.com](malesbanget.com) mengangkat data berupa hal-hal kecil yang tidak penting (remeh-temeh) dalam masyarakatdan tidak terselesaikan untuk diberikan jawaban atas masalah dalammasyarakat tersebut melalui humor. Ketika informasi berbasis humor tersebut divisualkan melalui infografis dapat memicu permasalahan dalam hal pengkomunikasian pesan. Hal tersebut berkaitan juga dengan penggunaan bahasa dalam sebuah wacana sebagai praktik sosial. Menurut Haryatmoko (2016: 3), wacana menyediakan bahasa untuk membuat pernyataan (merepresentasikan pengetahuan) tentang topik khusus pada periode sejarah tertentu.  \nPenelitian ini dilakukan terhadap empat sampel dari seluruh populasi infografis bertema humor dalam website [malesbanget.com. Penelitian](malesbanget.com. Penelitian) ini dilakukan terhadap sampel infografis berjudul: Pajak Payudara dipublikasitahun 2011, Pekerjaan Haram dipublikasi tahun 2015, Cara Mencoblos Yang Benar dipublikasi tahun 2014, dan Cewek Idaman Para Cowok dipublikasitahun 2013. Sampel tersebut dianalisis menggunakan analisis wacana kritis Norman Fairclough. Dalam analisis wacana kritis oleh Norman Fairclough tersebut membagi dibagi dalam tiga dimensi analisis, yaitu analisi teks, discourse practice dan sociocultural practisce. Selain itu karena dalampenelitian ini merupakan analisis wacana, maka dalam cara menganalisisnya menggunakan analisis dengan pendekatan bahasa sebagai praktik sosial, sepertibagaimana penggunaan bahasa, jenis bahasa yang digunakan, dan juga cara berbahasa yang digunakan dalam infografis [malesbanget.com. Kemudian](malesbanget.com. Kemudian), infografis yang dipublikasikan melalui media internet (website) juga memiliki  \nhubungan erat dengan praktik sosial masyarakat. Berikut ini kesimpulan tentang hasil penelitian kajian infografis [humor malesbanget.com](humor malesbanget.com) (analisis wacana kritis Norman Fairclough) yang diawali dengan kesimpulan pada level teks, discourse practice, kemudian sociocultural practice:  \nPertama, pada level teks. Dapat diambil kesimpulan bahwa teksinfografis, baik teks verbal maupun teks visual secara sengaja didistorsikan, distereotipekan informasinya dan digunakan untuk berbasa-basi agar mencapaikesan humor. Berbagai macam permainan bahasa digunakan untuk mendukung strategi humornya. Secara keseluruhan, bahasa yang digunakan dalam infografis adalah bahasa indonesia, berjenis nonstandar (bahasa pergaulan), ringan, tidak penting (remeh-temeh) dan humor. Diketahui terdapat bahasa jargon, bahasa alusi, dan tata bahasa proses mental yang mendukung wacanateks infografis Pajak Payudara. Penggunaan permainan bahasa pada infografis Pajak Payudara membawakan makna implisit yang membutuhkan pemahaman dan proses berfikir. Sementara, pada infografis Pekerjan Haram menggunakan bahasa perbandingan, idiom dan juga tata bahasa yang beragam, seperti proses mental, keadaan, tindakan dan partisipan. Penggunaan tata bahasa yang beragam memungkinkan banyaknya partisipan yang harus diceritakan dalam narasi infografis. Kemudian pada infografis Cara Mencoblos Yang Benardituturkan menggunakan bahasa direktif, yaitu mengajak melakukan sesuatu. Kemudian pada infografis Cewek Idaman Para Cowok menggunakan bahasa slang, plesetan, yang memungkinkan khalayak untuk mencari tau tentang realitas maknanya.  \nPeran teks visual khususnya ilustrasi hanya sebagai penggambaran secara simbolis atas teks verbal yang dituturkan menggunakan bahasa nonstandar (bahas gaul), tidak penting dan ringan serta yang kaya akan permainan bahasa pendukung humor, baik humor sex, humor olah logika, sindiran dan plesetan. Jenis tipografi yang digunakan memiliki kecenderungan berjenis dekoratif dan sans serif, sehing","cbCaifTpVNQ6dWRN","https://ap.wps.com/l/cbCaifTpVNQ6dWRN","pdf",789232,12,"Indonesian","# BAB V - PENUTUP\n## A. Kesimpulan\n## Kesimpulan pada level teks\n## Kesimpulan pada level discourse practice (praktik kewacanaan)","[{\"question\":\"Apa yang dijelaskan pada level discourse practice?\",\"answer\":\"Discourse practice menjelaskan hubungan sebab-akibat munculnya wacana infografis humor dengan realitas praktik sosial, termasuk produksi infografis sebagai respons terhadap kondisi sosial yang sedang ramai dan motivasi pembentukan citra dari pihak terkait.\"}]","BAB V - PENUTUP - Kesimpulan Penelitian Infografis Humor | PDF",1789104949]