[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-234260-id":3,"doc-seo-234260-113":30,"detail-sidebar-cat-1-id-113":91},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":11,"category_id":12,"category_name":13,"doc_title":14,"doc_description":15,"doc_content":16,"file_id":17,"file_url":18,"file_type":19,"file_size":20,"view_count":4,"is_deleted":4,"is_public":11,"is_downloadable":11,"audit_status":11,"page_count":21,"language":22,"language_code":23,"site_id":24,"html_lang":23,"table_of_contents":25,"faqs":26,"seo_title":27,"seo_description":15,"update_tm":28,"read_time":29},234260,2336477974920,"Mimi","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_155a257f0dc6eb9ab79c44ca47cae57d",1,176,"Presentasi","BAB IV - HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN - Penerapan Konseling Singkat Berfokus Solusi (Solution-Focused Brief Counseling) untuk Mengembangkan Resiliensi Santri","Bab IV memaparkan hasil penelitian dan pembahasan terkait penerapan konseling singkat berfokus solusi untuk mengembangkan resiliensi santri. Uraian mencakup deskripsi pelaksanaan melalui tahapan identifikasi, pembentukan kelompok, dan kerja pada sesi tiga serta empat. Proses menampilkan penggunaan miracle question, exception question, scaling question, dan coping question, disertai jurnal mingguan serta diskusi pemahaman diri. Pada bagian akhir dibahas validasi rumusan hipotetik program konseling singkat serta keterbatasan penelitian.","60  \nBAB IV  \nHASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN  \nPada bagian ini dipaparkan hasil penelitian yang meliputi: 1) deskripsi pelaksanaan konseling singkat berfokus solusi untuk mengembangkan resiliensisantri, 2) . Efektivitas penerapan konseling singkat berfokus solusi untuk  \nmengembangkan resiliensi santri, 3) Hasil validasi rumusan hipotetik program  \nkonseling singkat berfokus solusi untuk mengembangkan resiliensi santri, 4)  \npembahasan, dan 5) keterbatasan peelitian.  \nA. Deskripsi Pelaksanaan Konseling Singkat Berfokus Solusi untuk  \nMengembangkan Resiliensi Santri  \nDeskripsi pelaksanaan konseling singkat berfokus solusi untuk  \nmengembangkan resiliensi santri dirinci berdasarkan tahap-tahapnya sebagai  \nberikut:  \na. Tahap I (identifikasi)  \nTahap identifikasi dilakukan dengan pengisian skala resiliensi oleh  \n112 santri angkatan 2013 Pondok Pesantren “X”. Berdasarkan tahap identifikasi diperoleh enam santri yang termasuk dalam kategori resiliensirendah. Enam santri tersebut mengikuti sesi-sesi selanjutnya, sedangkanyang lain tidak mengikuti sesi lagi.  \nb. Tahap II (pembentukan kelompok)  \nTahap pembentukan kelompok dimulai dengan perkenalan antar  \nangota kelompok secara berpasangan dan berbagi hal-hal positif tentang  \ndiri masing-masing anggota kelompok. Ketika diminta berbagi hal positif,  \nawalnya beberapa anggota diam sejenak dan berpikir, bahkan bertanyatentang dirinya pada pasangannya. Setelah ditanyakan apakah sesungguhnya mereka telah mengenal diri sendiri, ternyata hampir semuamenyatakan kurang mengenal drinya sendiri, bahkan menyatakankekawatiran bahwa dirinya termasuk sombong ketika menceritakan kebaikan diri. Selanjutnya pada penetapan tema kelompok, anggota  \nKhulaimata Zalfa, 2014  \nPenerapan Konseling Singkat Berfokus Solusi (Solution-Focused Brief Counseling) untuk Mengembangkan Resiliensi Santri  \nUniversitas Pendidikan [Indonesia](Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu)[ |](Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu)[ repository.upi.edu](Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu)[ |](Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu)[ perpustakaan.upi.edu](Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu)  \n61  \nkelompok berdiskusi dan berlatih menggunakan kalimat-kalimat positif. Sedangkan pada saat pengungkapan masalah, tidak ada yang mau memulai mengungkapkan masalah, sehingga guru BK menunjuk salah seorang untuk menceritakan masalahnya untuk memulai. Pengungkapan masalahmendapatkan empati dari anggota kelompok yang lain dengan menyatakan dukungannya. Namun saat anggota kelompok diminta untuk mengubah  \npernyataan dengan percakapan solusi, semua santri merasa kesulitan  \nsehingga dibantu oleh santri lain. Bahkan satu orang belum berhasil  \nmengubah percakapan masalah menjadi percakapan solusi.  \nGuru BK kemudian menjelaskan mengenai resiliensi dan  \nmenyampaikan profil resiliensi anggota kelompok. Melalui tayangan klip  \nvideo dan penjelasan, guru BK memberikan ilustrasi perbedaan ciri orang  \nyang memiliki resiliensi rendah dengan orang yang memiliki resiliensi  \ntinggi. Kemudian guru BK meminta anggota kelopok mengisi jurnal  \nmingguan .  \nPada saat diminta menyebutkan kekuatan dan kelemahan diri  \ndalam waktu singkat, anggota kelompok terlihat tersipu dan saling  \nbertanya. Selama lima menit, rerata kekuatan yang disebutkan tidak  \nsampai tiga butir, sedangkan rerata kelemahan yang disebutkan mencapai  \nlima sampai enam butir. Simulasi pemahaman diri melalui penyebutan  \nkekuatan dan kelemahan diri tersebut dilajutkan di luar sesi. Sebelum sesi  \nditutup, anggota kelompok diberikan miracle question untuk direnungkan  \ndi luar sesi dan diidentifikasi perasaan serta pikiran-pikirannya selama sesi  \nberlangsung.  \nc. Tahap III (kerja)  \nTahap III dilakukan pada sesi tiga dan empat. Diskusi kelompok membahas miracle question serta simulasi pemahaman diri yang telahdiberikan pada tahap sebelumnya. Anggota kelompok menyatakan tidak mudah untuk memvisualisa","cbCaikv10etiD10G","https://ap.wps.com/l/cbCaikv10etiD10G","pdf",395463,25,"Indonesian","id",113,"# BAB IV\n## HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN\n## Deskripsi Pelaksanaan Konseling Singkat Berfokus Solusi untuk Mengembangkan Resiliensi Santri\n## Tahap I (identifikasi)\n## Tahap II (pembentukan kelompok)\n## Tahap III (kerja)\n## Validasi Rumusan Hipotetik Program\n## Pembahasan\n## Keterbatasan Penelitian","[{\"question\":\"Apa yang dilakukan pada Tahap I (identifikasi) dalam konseling singkat berfokus solusi?\",\"answer\":\"Tahap I dilakukan melalui pengisian skala resiliensi oleh 112 santri angkatan 2013 di Pondok Pesantren “X”. Hasilnya mengelompokkan enam santri ke kategori resiliensi rendah yang kemudian mengikuti sesi lanjutan.\"},{\"question\":\"Bagaimana proses pembentukan kelompok pada Tahap II?\",\"answer\":\"Tahap II dimulai dengan perkenalan dan berbagi hal positif secara berpasangan, lalu penetapan tema kelompok, pengungkapan masalah, dan percakapan solusi. Anggota kelompok kesulitan mengubah percakapan masalah menjadi percakapan solusi sehingga dibantu santri lain.\"},{\"question\":\"Pertanyaan apa saja yang digunakan pada Tahap III untuk membantu santri mengenal dirinya?\",\"answer\":\"Pada Tahap III digunakan exception question, scaling question, dan coping question. Instrumen ini membantu santri mengidentifikasi kondisi pengecualian (exception) serta kekuatan yang dapat dijadikan jaminan untuk mengatasi masalah, meski beberapa anggota masih kesulitan menjawab karena berfokus pada masalah dan penyebabnya.\"}]","BAB IV - HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN - Penerapan Konseling Singkat Berfokus Solusi (Solution-Focused Brief Counseling) untuk Mengembangkan Resiliensi Santri | PDF",1789085385,9,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":24,"language":23,"slug":33,"title":14,"keywords":34,"description":15,"schema_data":35,"social_meta":86,"head_meta":88,"extra_data":90,"updated_unix":28},"chapter-4-research-results-and-discussion-application-of-solution-focused-brief-counseling-to-develop-student-resilience","",{"@graph":36,"@context":85},[37,54,68],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":11},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/template/","Template",2,{"item":49,"name":13,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/template/presentasi/",3,{"item":52,"name":14,"@type":43,"position":53},"https://docshare.wps.com/id/template/chapter-4-research-results-and-discussion-application-of-solution-focused-brief-counseling-to-develop-student-resilience/234260/",4,{"url":52,"name":14,"@type":55,"author":56,"headline":14,"publisher":58,"fileFormat":61,"inLanguage":23,"description":15,"dateModified":62,"datePublished":62,"encodingFormat":61,"isAccessibleForFree":63,"interactionStatistic":64},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":57},"Person",{"url":41,"name":59,"@type":60},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-11",true,{"@type":65,"interactionType":66,"userInteractionCount":4},"InteractionCounter",{"@type":67},"ViewAction",{"@type":69,"mainEntity":70},"FAQPage",[71,77,81],{"name":72,"@type":73,"acceptedAnswer":74},"Apa yang dilakukan pada Tahap I (identifikasi) dalam konseling singkat berfokus solusi?","Question",{"text":75,"@type":76},"Tahap I dilakukan melalui pengisian skala resiliensi oleh 112 santri angkatan 2013 di Pondok Pesantren “X”. Hasilnya mengelompokkan enam santri ke kategori resiliensi rendah yang kemudian mengikuti sesi lanjutan.","Answer",{"name":78,"@type":73,"acceptedAnswer":79},"Bagaimana proses pembentukan kelompok pada Tahap II?",{"text":80,"@type":76},"Tahap II dimulai dengan perkenalan dan berbagi hal positif secara berpasangan, lalu penetapan tema kelompok, pengungkapan masalah, dan percakapan solusi. Anggota kelompok kesulitan mengubah percakapan masalah menjadi percakapan solusi sehingga dibantu santri lain.",{"name":82,"@type":73,"acceptedAnswer":83},"Pertanyaan apa saja yang digunakan pada Tahap III untuk membantu santri mengenal dirinya?",{"text":84,"@type":76},"Pada Tahap III digunakan exception question, scaling question, dan coping question. Instrumen ini membantu santri mengidentifikasi kondisi pengecualian (exception) serta kekuatan yang dapat dijadikan jaminan untuk mengatasi masalah, meski beberapa anggota masih kesulitan menjawab karena berfokus pada masalah dan penyebabnya.","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":87,"og:title":14,"og:site_name":59,"og:description":15},"article",{"robots":89,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":24},{"code":4,"msg":5,"data":92},[93,97,101,105,109,111,115,119],{"id":94,"doc_module":11,"doc_module_name":46,"category_name":95,"show_sort_weight":4,"slug":96},178,"Faktur","faktur",{"id":98,"doc_module":11,"doc_module_name":46,"category_name":99,"show_sort_weight":4,"slug":100},192,"Formulir","formulir-192",{"id":102,"doc_module":11,"doc_module_name":46,"category_name":103,"show_sort_weight":4,"slug":104},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":106,"doc_module":11,"doc_module_name":46,"category_name":107,"show_sort_weight":4,"slug":108},179,"Poster","poster",{"id":12,"doc_module":11,"doc_module_name":46,"category_name":13,"show_sort_weight":4,"slug":110},"presentasi",{"id":112,"doc_module":11,"doc_module_name":46,"category_name":113,"show_sort_weight":4,"slug":114},177,"Resume","resume",{"id":116,"doc_module":11,"doc_module_name":46,"category_name":117,"show_sort_weight":4,"slug":118},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":120,"doc_module":11,"doc_module_name":46,"category_name":121,"show_sort_weight":4,"slug":122},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f"]