[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-236386-113":3,"detail-sidebar-cat-1-id-113":80,"doc-detail-236386-id":114},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":73,"head_meta":75,"extra_data":77,"updated_unix":79},113,"id","chapter-2-literature-review-health-education-and-tooth-loss","BAB II - Tinjauan Pustaka - Ulasan literatur kesehatan gigi dan mulut","","Bab II berisi tinjauan pustaka yang membahas penyuluhan kesehatan gigi dan mulut sebagai proses pendidikan untuk meningkatkan pengetahuan serta mendorong perubahan perilaku hidup bersih dan sehat. Uraian mencakup tujuan, metode penyuluhan (didaktik dan sokratik) serta pembagian sasaran individual dan kelompok. Selanjutnya dibahas media penyuluhan berupa infografis dan leaflet, meliputi pengertian, manfaat, keunggulan, serta keterbatasannya. Bab ini juga meninjau kehilangan gigi (edentulous), termasuk pengertian, dampak fungsional dan sosial, serta penyebab utama seperti karies dan penyakit periodontal.",{"@graph":14,"@context":72},[15,34,55],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/template/","Template",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/","Umum",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/template/chapter-2-literature-review-health-education-and-tooth-loss/236386/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/chapter-2-literature-review-health-education-and-tooth-loss/236386.png","ImageObject",442,249,{"name":42,"@type":43},"Angel","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-20","2026-09-11",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":22},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",{"@type":56,"mainEntity":57},"FAQPage",[58,64,68],{"name":59,"@type":60,"acceptedAnswer":61},"Apa tujuan utama penyuluhan kesehatan gigi dan mulut dalam tinjauan pustaka ini?","Question",{"text":62,"@type":63},"Penyuluhan bertujuan meningkatkan pengetahuan dan mendorong perubahan perilaku ke arah yang lebih positif. Untuk gigi dan mulut, penyuluhan menargetkan perubahan agar individu atau kelompok menerapkan hidup bersih dan sehat.","Answer",{"name":65,"@type":60,"acceptedAnswer":66},"Apa saja metode penyuluhan kesehatan yang disebutkan dalam dokumen?",{"text":67,"@type":63},"Metode penyuluhan kesehatan terdiri dari metode didaktik (satu arah) dan sokratik (dua arah dengan partisipasi aktif). Dokumen juga menyebut pengelompokan sasaran menjadi penyuluhan individual dan kelompok.",{"name":69,"@type":60,"acceptedAnswer":70},"Bagaimana leaflet dan infografis berfungsi sebagai media penyuluhan, serta apa keterbatasan leaflet?",{"text":71,"@type":63},"Infografis menyampaikan informasi kompleks secara visual agar menarik, mudah dipahami, dan diingat, namun versi cetak mudah rusak dan kurang fleksibel diperbarui. Leaflet adalah lembaran lipat berisi teks/gambar untuk pesan edukatif ringkas; keterbatasannya mencakup tidak menampilkan gerakan, biaya cetak berwarna cukup tinggi, masa simpan pendek, serta kurang efektif menjangkau audiens dalam jumlah besar.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":74,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":76,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":78,"site_id":7},236386,1789104973,{"code":4,"msg":81,"data":82},"success",[83,87,91,95,99,103,107,111],{"id":84,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":85,"show_sort_weight":4,"slug":86},178,"Faktur","faktur",{"id":88,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":89,"show_sort_weight":4,"slug":90},192,"Formulir","formulir-192",{"id":92,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":93,"show_sort_weight":4,"slug":94},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":96,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":97,"show_sort_weight":4,"slug":98},179,"Poster","poster",{"id":100,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":101,"show_sort_weight":4,"slug":102},176,"Presentasi","presentasi",{"id":104,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":105,"show_sort_weight":4,"slug":106},177,"Resume","resume",{"id":108,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":109,"show_sort_weight":4,"slug":110},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":112,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":4,"slug":113},183,"umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":81,"data":115},{"doc_id":78,"user_id":116,"nickname":42,"user_avatar":117,"doc_module":22,"category_id":112,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":118,"file_id":119,"file_url":120,"file_type":121,"file_size":122,"view_count":4,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":123,"language":124,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":125,"faqs":126,"seo_title":127,"seo_description":12,"update_tm":79,"read_time":128},687207412472,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_155a257f0dc6eb9ab79c44ca47cae57d","BAB II  \nTINJAUAN PUSTAKA  \nA. Telaah Pustaka  \n1. Penyuluhan  \nPenyuluhan kesehatan merupakan proses pendidikan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat melalui pendekatan komunikasi interpersonal maupun kelompok (Muzdalia et al., 2022) . Menurut Laela et al., (2022) penyuluhan kesehatan gigi dan mulut bertujuan mengubah perilaku individu atau kelompok agar menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Tujuan utama penyuluhan adalah meningkatkan pengetahuan dan mendorong perubahan perilaku ke arah yang lebih positif (Fajarnita & Herlitawati, 2023) .  \nPenyuluhan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap peserta dengan memperkenalkan ide baru yang mendorong minat serta motivasi untuk berubah (Laela et al., 2022) . Terdapat dua metode dalampenyuluhan kesehatan, yaitu metode didaktik (satu arah) dan sokratik (duaarah dengan partisipasi aktif) . Menurut Notoatmodjo (2007) membedakan metode penyuluhan berdasarkan sasarannya menjadi dua yaitu penyuluhan individual dan kelompok (Muzdalia et al., 2022) .  \nPenelitian dari Yuda et al.,(2023) menunjukkan bahwa penyuluhan gigi dan mulut berperan penting dalam meningkatkan pengetahuan dan motivasi penggunaan gigi tiruan dengan menyampaikan informasi yang akurat dan  \nmudah dipahami mengenai penggantian gigi hilang serta perawatan gigi tiruan.  \n2. Media Penyuluhan  \na. Infografis  \nInfografis merupakan singkatan dari informasi dan grafis yang merupakan reprentasi visual dari informasi, data atau pengetahuan (Pramesti & Nabillah, 2021) . Infografis dirancang dengan teks yang padat dan elemen visual seperti gambar, ilustrasi, dan grafik, sehinggainformasi yang kompleks dapat disampaikan secara menarik, mudahdipahami dan diingat oleh audiens (Apriyani et al., 2024) .  \nInfografis bermanfaat dalam membantu pembaca memahamiproses atau peristiwa ilmiah secara visual, menyegarkan tampilan media cetak, dan menyajikan informasi secara artistik. Visualisasi yang menarik, infografis tidak hanya menyampaikan data, tetapi juga mampumeningkatkan daya ingat dan daya nalar pembaca karena penyajiannya yang efisien dan mudah dipahami (Dewi & Mawardi, 2024) .  \nKeunggulan lain dari infografis adalah kemampuannya menjangkau audiens dengan latar belakang pendidikan yang beragam, karena kombinasi antara teks dan visual mempermudah pemahaman. Desain menarik dengan warna dan ikon menjadikan infografis lebih efektifdalam menarik perhatian dibandingkan dengan teks panjang, dan mampu merangkum informasi secara padat (Apriyani et al., 2024) . Infografis dalam bentuk cetak memiliki beberapa kekurangan, seperti  \nmudah rusak karena berbahan kertas, memerlukan biaya produksi lebih tinggi dibandingkan versi digital, serta memiliki jangkauan distribusi yang terbatas. Apabila terdapat kesalahan informasi, maka diperlukan pencetakan ulang karena kurang fleksibel untuk diperbarui (Aoliah et al., 2023) .  \nb. Leaflet  \nMedia leaflet merupakan media cetak berupa lembaran kertas yang dilipat dua hingga tiga bagian dan berisi informasi dalam bentuk teks, gambar, atau kombinasi keduanya. Media ini digunakan untuk menyampaikan pesan edukatif maupun himbauan secara visual dan ringkas (Apriyanti et al., 2025) . Leaflet media penyampaian informasi dan himbauan. Media leaflet memiliki ketentuan yaitu tulisan terdiri dari 200-400 kata dengan tulisan cetak dan di ikuti dengan gambar dan untukukuran kertas biasanya 20-30 cm (Meiristanti, 2020) .  \nKeunggulan Leaflet antara lain terletak pada bentuknya yang praktis, mudah dibawa dan disimpan, serta tampilannya yang menarik dan mampu merangsang imajinasi pembaca. Informasi dalam leaflet bersifat singkat namun tetap padat dan informatif (Zakiah & Winoto, 2021) . Media leaflet juga memiliki beberapa kekurangan, seperti tidak dapat menampilkan gerakan, biaya cetak yang cukup tinggi berwarna, masa simpan yang pendek, mudah hilang, dan kurang efektif untuk menjangkau audiens dalam jumlah besar (Apriyanti et al., 2025) .  \n3. Kehilangan Gigi  \na. Pengertian Kehilan","cbCaitaFJCpgdYv9","https://ap.wps.com/l/cbCaitaFJCpgdYv9","pdf",359871,17,"Indonesian","# BAB II\n## Tinjauan Pustaka\n## A. Telaah Pustaka\n### 1. Penyuluhan\n### 2. Media Penyuluhan\n### b. Leaflet\n### 3. Kehilangan Gigi\n### a. Pengertian Kehilangan Gigi\n### b. Penyebab Kehilangan Gigi\n### 1) Karies Gigi\n### 2) Penyakit Periodontal","[{\"question\":\"Apa tujuan utama penyuluhan kesehatan gigi dan mulut dalam tinjauan pustaka ini?\",\"answer\":\"Penyuluhan bertujuan meningkatkan pengetahuan dan mendorong perubahan perilaku ke arah yang lebih positif. Untuk gigi dan mulut, penyuluhan menargetkan perubahan agar individu atau kelompok menerapkan hidup bersih dan sehat.\"},{\"question\":\"Apa saja metode penyuluhan kesehatan yang disebutkan dalam dokumen?\",\"answer\":\"Metode penyuluhan kesehatan terdiri dari metode didaktik (satu arah) dan sokratik (dua arah dengan partisipasi aktif). Dokumen juga menyebut pengelompokan sasaran menjadi penyuluhan individual dan kelompok.\"},{\"question\":\"Bagaimana leaflet dan infografis berfungsi sebagai media penyuluhan, serta apa keterbatasan leaflet?\",\"answer\":\"Infografis menyampaikan informasi kompleks secara visual agar menarik, mudah dipahami, dan diingat, namun versi cetak mudah rusak dan kurang fleksibel diperbarui. Leaflet adalah lembaran lipat berisi teks/gambar untuk pesan edukatif ringkas; keterbatasannya mencakup tidak menampilkan gerakan, biaya cetak berwarna cukup tinggi, masa simpan pendek, serta kurang efektif menjangkau audiens dalam jumlah besar.\"}]","BAB II - Tinjauan Pustaka - Ulasan literatur kesehatan gigi dan mulut | PDF",6]