[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-235656-113":3,"detail-sidebar-cat-1-id-113":80,"doc-detail-235656-id":114},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":73,"head_meta":75,"extra_data":77,"updated_unix":79},113,"id","bab-ii-framework-of-thought-21-previous-research","BAB II - KERANGKA PEMIKIRAN - 2.1 Penelitian Terdahulu","","BAB II memaparkan kerangka pemikiran penelitian tentang karakteristik infografik yang beredar di media masa kini. Bagian 2.1 merangkum penelitian terdahulu yang dijadikan referensi, termasuk studi terkait pengaruh visualisasi berita terhadap daya tangkap audiens. Uraian penelitian mencakup penggunaan mixed method (kuantitatif dan kualitatif), termasuk eksperimen dengan eye-tracking, focus group discussion, serta survei. Selain itu, dibahas landasan desain narrative visualization dan makna jurnalisme data bagi jurnalis masa kini.",{"@graph":14,"@context":72},[15,34,55],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/template/","Template",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/","Umum",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/template/bab-ii-framework-of-thought-21-previous-research/235656/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/bab-ii-framework-of-thought-21-previous-research/235656.png","ImageObject",442,249,{"name":42,"@type":43},"Levi","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-21","2026-09-11",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":26},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",{"@type":56,"mainEntity":57},"FAQPage",[58,64,68],{"name":59,"@type":60,"acceptedAnswer":61},"Apa tujuan penelusuran penelitian terdahulu pada Bab II bagian 2.1?","Question",{"text":62,"@type":63},"Penelusuran dilakukan untuk memperoleh referensi dan pemahaman yang lebih mendalam tentang topik karakteristik infografik dalam media masa kini.","Answer",{"name":65,"@type":60,"acceptedAnswer":66},"Metode apa yang digunakan pada penelitian terdahulu yang dirangkum?",{"text":67,"@type":63},"Penelitian menggunakan pendekatan mixed method, yaitu kuantitatif dan kualitatif, melalui eksperimen, focus group discussion, dan survei.",{"name":69,"@type":60,"acceptedAnswer":70},"Bagaimana teknik eye-tracking berperan dalam penelitian terkait infografik?",{"text":71,"@type":63},"Eye-tracking digunakan dengan mengamati kecepatan gerakan mata untuk melihat pengaruhnya terhadap atensi sampel pada gambar visual yang ditampilkan.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":74,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":76,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":78,"site_id":7},235656,1789099675,{"code":4,"msg":81,"data":82},"success",[83,87,91,95,99,103,107,111],{"id":84,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":85,"show_sort_weight":4,"slug":86},178,"Faktur","faktur",{"id":88,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":89,"show_sort_weight":4,"slug":90},192,"Formulir","formulir-192",{"id":92,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":93,"show_sort_weight":4,"slug":94},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":96,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":97,"show_sort_weight":4,"slug":98},179,"Poster","poster",{"id":100,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":101,"show_sort_weight":4,"slug":102},176,"Presentasi","presentasi",{"id":104,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":105,"show_sort_weight":4,"slug":106},177,"Resume","resume",{"id":108,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":109,"show_sort_weight":4,"slug":110},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":112,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":4,"slug":113},183,"umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":81,"data":115},{"doc_id":78,"user_id":116,"nickname":42,"user_avatar":117,"doc_module":22,"category_id":112,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":118,"file_id":119,"file_url":120,"file_type":121,"file_size":122,"view_count":22,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":123,"language":124,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":125,"faqs":126,"seo_title":127,"seo_description":12,"update_tm":79,"read_time":128},7971461740909,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_155a257f0dc6eb9ab79c44ca47cae57d","Hak cipta dan penggunaan kembali:  \nLisensi ini mengizinkan setiap orang untuk menggubah, memperbaiki, dan membuat ciptaan turunan bukan untuk kepentingan komersial, selama anda mencantumkan nama penulis dan melisensikan ciptaan turunan dengan syarat yang serupa dengan ciptaan asli.  \nCopyright and reuse:  \nThis license lets you remix, tweak, and build upon work non-commercially, as long as you credit the origin creator and license it on your new creations under the identical terms.  \nTeam project ©2017  \nDony Pratidana S. Hum | Bima Agus Setyawan S. IIP  \nBAB II  \nKERANGKA PEMIKIRAN  \n2.1 Penelitian Terdahulu  \nDalam membuat penelitian ini, ada baiknya peneliti untuk melakukan  \npenelusuran terlebih dahulu terhadap penelitian-penelitian terdahulu yang serupa  \ndengan topik, yaitu mengenai karakteristik dari infografik yang beredar di media  \nmasa kini. Penelusuran ini peneliti lakukan untuk mendapatkan bahan referensi  \ndan juga pemahaman yang lebih mendalam mengenai topik yang akan dibahas  \ndalam penelitian ini. Beberapa topik yang peneliti gunakan sebagai sumber  \nreferensi tidak jauh berbeda dari apa yang akan peneliti teliti. Berikut merupakan  \npenjelasan dari penelitian yang peneliti gunakan sebagai sumber referensi.  \nPertama, peneliti menggunakan sebuah jurnal yang bernama Journalism  \nStudies dan dikeluarkan oleh Routledge Taylor & Francis Group. Jurnal ini  \ndirampungkan oleh Yael de Haan, Sanne Kruikemeir, Sophie Lecheler, Gerald  \nSmit & Reene van der Nat pada tahun 2017. Judul dari jurnal pertama ini adalah  \n“When Does an Infographic Say More Than a Thounsands Words?”. Peneliti dari  \npenelitian tersebut menggunakan sub judul “Audience evaluations of news  \nvisualizations”. Secara garis besar, penelitian ini mencari tahu bagaimana peran  \ndari infografik dapat berpengaruh pada daya tangkap masyarakat akan suatu  \ninformasi. Selain itu, peneliti juga memfokuskan penelitian ini pada cara dari  \nmasyarakat mencerna sebuah informasi dari infografik/visualisasi data.  \nPada penelitian ini digunakan pendekatan secara kuantitatif dan juga  \nkualitatif. Hal itu karena peneliti menggunakan mixed method atau metode  \ncampuran dalam membuat penelitian ini. Dalam hal ini, peneliti menggunakan  \nbeberapa metode diantaranya eksperimen, focus group discussion, dan juga  \nsurvei. Beberapa tahapan yang dilakukan peneliti dalam melakukan penelitian ini  \nadalah dengan menganalisa seberapa jauh konsumen memperhatikan berita.  \nDalam menggunakan metode eksperimen, peneliti menggunakan teknik yang  \ndinamakan eye-tracking study. Cara ini dilakukan dengan melihat kecepatan  \ngerakan mata yang berpengaruh terhadap atensi sampel kepada gambar visual  \nyang ditampilkan.  \nDalam metode focus group discussion, peneliti melakukan diskusi dengan  \ntopik penggunaan infografik dalam media cetak, maupun online. Dimana, peserta  \ndari diskusi tersebut adalah pelanggan dari dua media cetak dan online terbesar di  \nBelanda. Dalam diskusi itu, peneliti menanyakan mengenai aspek-aspek apa saja  \nyang diperhatikan oleh peserta selama membaca berita berbentuk visualisasi data  \ndi infografik media online maupun cetak.  \nHasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada beberapa faktor yang  \ndapat menjelaskan pemahaman masyarakat terhadap informasi yang disajikan  \nmelalui visualisasi berita. Faktor pertama adalah adanya kesinambungan antara  \nberita dengan visualisasi yang disajikan.  \nDalam penelitian pertama ini, peneliti menggunakan kerangka pemikiran  \ndasar yang digunakan dalam penelitian tersebut sebagai latar belakang dari  \npenelitian yang peneliti kerjakan. Peneliti melihat, pentingnya untuk melakukan  \npenelitian ini adalah didasarkan pada kemampuan masyarakat dalam menangkap  \ninformasi melalui visual yang diaplikasikan dalam pembuatan infografik. Oleh  \nsebab itu, peneliti mencoba untuk melihat bagaimana [CNNIndonesia.com](CNNIndonesia.com)  \n[memproduksi sebuah infografik dengan memperhatikan faktor-faktor visual yang](memproduksi sebuah","cbCairfHGEGmRwlI","https://ap.wps.com/l/cbCairfHGEGmRwlI","pdf",1356408,24,"Indonesian","# BAB II KERANGKA PEMIKIRAN\n## 2.1 Penelitian Terdahulu","[{\"question\":\"Apa tujuan penelusuran penelitian terdahulu pada Bab II bagian 2.1?\",\"answer\":\"Penelusuran dilakukan untuk memperoleh referensi dan pemahaman yang lebih mendalam tentang topik karakteristik infografik dalam media masa kini.\"},{\"question\":\"Metode apa yang digunakan pada penelitian terdahulu yang dirangkum?\",\"answer\":\"Penelitian menggunakan pendekatan mixed method, yaitu kuantitatif dan kualitatif, melalui eksperimen, focus group discussion, dan survei.\"},{\"question\":\"Bagaimana teknik eye-tracking berperan dalam penelitian terkait infografik?\",\"answer\":\"Eye-tracking digunakan dengan mengamati kecepatan gerakan mata untuk melihat pengaruhnya terhadap atensi sampel pada gambar visual yang ditampilkan.\"}]","BAB II - KERANGKA PEMIKIRAN - 2.1 Penelitian Terdahulu | PDF",8]