[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-seo-233338-113":41,"doc-detail-233338-id":114},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":42,"data":43},"ok",{"site_id":44,"language":45,"slug":46,"title":47,"keywords":48,"description":49,"schema_data":50,"social_meta":107,"head_meta":109,"extra_data":111,"updated_unix":113},113,"id","chapter-ii-theoretical-review-relevant-research-conceptual-framework-and-action-hypothesis","BAB II - Kajian Teori, Penelitian yang Relevan, Kerangka Pikir dan Hipotesis Tindakan","","BAB II memuat kajian teori yang menjelaskan konsep belajar, pengertian sejarah, serta dasar pembelajaran, termasuk pembelajaran sejarah. Uraian disandarkan pada pendapat para ahli dan rujukan, lalu ditarik kesimpulan tentang makna belajar, sejarah sebagai rekonstruksi masa lalu, dan pembelajaran sebagai proses organik serta konstruktif yang bertujuan meningkatkan pengalaman dan perubahan kemampuan siswa. Bagian pembelajaran sejarah merinci tujuan, dasar regulasi, ruang lingkup materi, serta mengarahkan pengembangan materi melalui standar kompetensi dan kompetensi dasar.",{"@graph":51,"@context":106},[52,68,89],{"@type":53,"itemListElement":54},"BreadcrumbList",[55,59,62,65],{"item":56,"name":57,"@type":58,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":60,"name":10,"@type":58,"position":61},"https://docshare.wps.com/id/template/",2,{"item":63,"name":39,"@type":58,"position":64},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/",3,{"item":66,"name":47,"@type":58,"position":67},"https://docshare.wps.com/id/template/chapter-ii-theoretical-review-relevant-research-conceptual-framework-and-action-hypothesis/233338/",4,{"url":66,"name":47,"@type":69,"image":70,"author":75,"headline":47,"publisher":78,"fileFormat":81,"inLanguage":45,"description":49,"dateModified":82,"datePublished":83,"encodingFormat":81,"isAccessibleForFree":84,"interactionStatistic":85},"DigitalDocument",{"url":71,"@type":72,"width":73,"height":74},"https://docshare.wps.com/thumbnails/chapter-ii-theoretical-review-relevant-research-conceptual-framework-and-action-hypothesis/233338.png","ImageObject",442,249,{"name":76,"@type":77},"Cart","Person",{"url":56,"name":79,"@type":80},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-23","2026-09-10",true,{"@type":86,"interactionType":87,"userInteractionCount":9},"InteractionCounter",{"@type":88},"ViewAction",{"@type":90,"mainEntity":91},"FAQPage",[92,98,102],{"name":93,"@type":94,"acceptedAnswer":95},"Apa definisi belajar menurut beberapa ahli yang dibahas pada BAB II?","Question",{"text":96,"@type":97},"Belajar dipandang sebagai perubahan tingkah laku melalui kegiatan seperti membaca, mengamati, mendengarkan, dan meniru; juga sebagai aktivitas mental dalam interaksi aktif dengan lingkungan; serta sebagai perubahan relatif permanen karena pengalaman.","Answer",{"name":99,"@type":94,"acceptedAnswer":100},"Bagaimana pengertian sejarah menurut BAB II?",{"text":101,"@type":97},"Sejarah dijelaskan sebagai rekonstruksi masa lalu, catatan tentang masyarakat/peradaban manusia dan perubahan yang terjadi pada watak masyarakat, serta mencakup jumlah perubahan kejadian-peristiwa, cerita tentang perubahan, dan ilmu yang menyelidiki perubahan.",{"name":103,"@type":94,"acceptedAnswer":104},"Apa yang dimaksud pembelajaran sejarah serta bagaimana arah materinya?",{"text":105,"@type":97},"Pembelajaran sejarah menanamkan pengetahuan, sikap, dan nilai mengenai proses perubahan dan perkembangan masyarakat Indonesia dan dunia dari masa lampau hingga kini. Ruang lingkupnya mengikuti ketentuan Permendiknas dan diarahkan oleh standar kompetensi serta kompetensi dasar untuk pengembangan materi dan indikator penilaian.","https://schema.org",{"og:url":66,"og:type":108,"og:title":47,"og:site_name":79,"og:description":49},"article",{"robots":110,"canonical":66},"index,follow",{"doc_id":112,"site_id":44},233338,1790132284,{"code":4,"msg":5,"data":115},{"doc_id":112,"user_id":116,"nickname":76,"user_avatar":117,"doc_module":9,"category_id":38,"category_name":39,"doc_title":47,"doc_description":49,"doc_content":118,"file_id":119,"file_url":120,"file_type":121,"file_size":122,"view_count":9,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":123,"language":124,"language_code":45,"site_id":44,"html_lang":45,"table_of_contents":125,"faqs":126,"seo_title":127,"seo_description":49,"update_tm":128,"read_time":129},18829141979164,"https://eur-avatar.wpscdn.com/davatar_6f874abed73319feea01a86fa6f0fab8","BAB II  \nKAJIAN TEORI, PENELITIAN YANG RELEVAN, KERANGKA PIKIR DAN  \nHIPOTESIS TINDAKAN  \nA. Kajian Teori  \n1. Belajar  \nSardiman A.M (1996: 22) mengatakan belajar merupakan perubahantingkah laku yang dapat dicapai melalui serangkaian kegiatan, misalnyadengan membaca, mengamati, mendengarkan, dan meniru. Perubahantersebut dapat tercapai dengan baik apabila subjek belajar itu mengalamitingkah laku yang dapat dicapai melaui serangkaian kegiatan, misalnyadengan membaca, mengamati, mendengarkan, dan meniru.  \nW.S. Winkle (1995: 53) mengemukakan bahwa belajar merupakanaktivitas mental, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, keterampilan dan nilai sikap. Pendapat lain dikemukakan oleh Santrock dan Yussen sebagaimana dikutip dalam buku Sugihartono, dkk (2007:74) yang berjudul Psikologi Pendidikan mendefinisikan belajar sebagai perubahan yang relatif permanen karena adanya pengalaman.  \nMenurut Reber sebagaimana dikutip dalam buku Sugihartono, dkk (2007:74) yang berjudul Psikologi Pendidikan mendefinisikan belajardalam 2 pengertian: Pertama, belajar sebagai proses memperoleh pengetahuan dan Kedua, belajar sebagai perubahan kemampuan bereaksi yang relatif langgeng sebagai hasil latihan yang diperkuat.  \n8  \nDari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwapengertian belajar adalah serangkaian aktivitas atau kegiatan yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan sebagai usaha untuk memperoleh ilmu pengetahuan, misalnya dengan membaca, mengamati, mendengarkan, dan meniru. Dari serangkaian kegiatan atau aktivitas akanterjadi perubahan yang relatif permanen karena adanya pengalaman. Perubahan kemampuan merupakan hasil latihan yang diperkuat.  \n2. Pengertian Sejarah  \nSejarah adalah rekonstruksi masa lalu yaitu mengenai apa saja yang telah dipikirkan, dikatakan, dikerjakan, dirasakan, dan dialami oleh orang (Kuntowijoyo 1995: 18) . Menurut Ibnu Khaldun sebagaimana dikutipdalam buku Yulianti (2007:16) yang berjudul 1700 Bank Soal Bimbingan Pemantapan Sejarah Indonesia dan Dunia mendefinisikan sejarah sebagai catatan tentang masyarakat umat manusia atau peradaban dunia dan tentang perubahan-perubahan yang terjadi pada watak masyarakat itu.  \nMenurut Moh. Ali (2005:12) Sejarah antara lain sebagai berikut  \n1) Jumlah perubahan-perubahan, kejadian-kejadian, dan peristiwaperistiwa dalam kenyataan sekitar kita  \n2) Cerita tentang perubahan-perubahan itu dan sebagainya.  \n3) Ilmu yang bertugas menyelidiki perubahan dan sebagainya.  \nDari definisi sejarah menurut beberapa ahli diatas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa sejarah adalah catatan tentang rekonstruksi  \n9  \nmasa lalu yang dialami oleh seseorang mengenai perubahan-perubahan, kejadian-kejadian, peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masyarakat.  \n3. Pembelajaran  \nPembelajaran adalah kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur material, manusiawi, fasilitas perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran (Oemar Hamalik, 2001:57) . Sedangkan menurut Agus Suprijono (2010: 11) pembelajaran adalah dialog interaktif. Pembelajaran merupakan proses organik dan konstruktif. Pembelajaran merupakan proses, cara menjadikanorang atau mahluk hidup belajar (Hasan Alwi, et. Al. 2000:17)  \nPembelajaran diartikan sebagai usaha untuk mengorganisasi lingkungan dalam hubungannya dengan siswa dan bahan pengajaran yang menimbulkan proses belajar. Pembelajaran juga diartikan sebagai suatu kegiatan yang dilakukan secara sadar dan sengaja, oleh karena itu pembelajaran pasti mempunyai tujuan. Tujuan pembelajaran adalah membantu siswa agar memperoleh berbagai pengalaman dan dengan pengalaman itu tingkah laku siswa bertambah, baik kualitas maupunkuantitas. Tingkah laku yang dimaksud meliputi pengetahuan, ketrampilan, dan nilai atas norma yang berfungsi sebagai pengendali sikap dan perilaku siswa (Darsono, 2000: 25) .  \nBerdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwapembela","cbCaiuPyCeN0HdNY","https://ap.wps.com/l/cbCaiuPyCeN0HdNY","pdf",53108,15,"Indonesian","# BAB II - Kajian Teori, Penelitian yang Relevan, Kerangka Pikir dan Hipotesis Tindakan\n## A. Kajian Teori\n### 1. Belajar\n### 2. Pengertian Sejarah\n### 3. Pembelajaran\n### 4. Pembelajaran Sejarah","[{\"question\":\"Apa definisi belajar menurut beberapa ahli yang dibahas pada BAB II?\",\"answer\":\"Belajar dipandang sebagai perubahan tingkah laku melalui kegiatan seperti membaca, mengamati, mendengarkan, dan meniru; juga sebagai aktivitas mental dalam interaksi aktif dengan lingkungan; serta sebagai perubahan relatif permanen karena pengalaman.\"},{\"question\":\"Bagaimana pengertian sejarah menurut BAB II?\",\"answer\":\"Sejarah dijelaskan sebagai rekonstruksi masa lalu, catatan tentang masyarakat/peradaban manusia dan perubahan yang terjadi pada watak masyarakat, serta mencakup jumlah perubahan kejadian-peristiwa, cerita tentang perubahan, dan ilmu yang menyelidiki perubahan.\"},{\"question\":\"Apa yang dimaksud pembelajaran sejarah serta bagaimana arah materinya?\",\"answer\":\"Pembelajaran sejarah menanamkan pengetahuan, sikap, dan nilai mengenai proses perubahan dan perkembangan masyarakat Indonesia dan dunia dari masa lampau hingga kini. Ruang lingkupnya mengikuti ketentuan Permendiknas dan diarahkan oleh standar kompetensi serta kompetensi dasar untuk pengembangan materi dan indikator penilaian.\"}]","BAB II - Kajian Teori, Penelitian yang Relevan, Kerangka Pikir dan Hipotesis Tindakan | PDF",1789077080,5]