[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-219682-113":3,"detail-sidebar-cat-1-id-113":80,"doc-detail-219682-id":114},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":73,"head_meta":75,"extra_data":77,"updated_unix":79},113,"id","chapter-1-introduction-219682","BAB I - PENDAHULUAN","","Pembelajaran Bahasa Indonesia berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 bertujuan membentuk karakter serta kemampuan berkomunikasi siswa secara lisan maupun tertulis. Menulis karangan narasi menjadi kompetensi penting, namun observasi di kelas V SD Negeri 27 Samaelo menunjukkan banyak siswa mengalami kesulitan memilih kata, menyusun kalimat yang berkesinambungan, serta menjaga kohesi dan koherensi paragraf. Ditemukan pula ketidaksesuaian metode mengajar guru yang masih dominan berupa penugasan. Metode critical incident diusulkan untuk meningkatkan proses dan hasil belajar dengan mengaktifkan siswa melalui pendeskripsian pengalaman yang relevan.",{"@graph":14,"@context":72},[15,34,55],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/template/","Template",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/","Umum",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/template/chapter-1-introduction-219682/219682/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/chapter-1-introduction-219682/219682.png","ImageObject",442,249,{"name":42,"@type":43},"Arica Lee","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document","2026-09-12","2026-09-08",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":22},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",{"@type":56,"mainEntity":57},"FAQPage",[58,64,68],{"name":59,"@type":60,"acceptedAnswer":61},"Apa tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia menurut latar belakang?","Question",{"text":62,"@type":63},"Pembelajaran diarahkan untuk mengembangkan potensi siswa agar menjadi manusia beriman dan berakhlak mulia serta mampu berkomunikasi lisan maupun tulis. Bahasa Indonesia juga digunakan untuk mengungkapkan rasa, karsa, cipta, serta berpikir etis, estetis, dan logis.","Answer",{"name":65,"@type":60,"acceptedAnswer":66},"Kesulitan apa yang dialami siswa saat menulis karangan narasi berdasarkan observasi?",{"text":67,"@type":63},"Siswa kurang mampu memilih dan menggunakan kata, isi kalimat tidak menggambarkan topik, kalimat tidak berkesinambungan sehingga kurang kohesi, serta paragraf tidak saling berhubungan atau kurang koheren.",{"name":69,"@type":60,"acceptedAnswer":70},"Bagaimana metode critical incident diharapkan membantu meningkatkan kemampuan menulis narasi?",{"text":71,"@type":63},"Metode critical incident mengaktifkan siswa dengan meminta siswa mengingat dan mendeskripsikan pengalaman masa lalu yang sesuai topik. Pendekatan ini diharapkan meningkatkan proses pembelajaran dan hasil belajar, sesuai rujukan penelitian terdahulu.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":74,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":76,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":78,"site_id":7},219682,1788879287,{"code":4,"msg":81,"data":82},"success",[83,87,91,95,99,103,107,111],{"id":84,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":85,"show_sort_weight":4,"slug":86},178,"Faktur","faktur",{"id":88,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":89,"show_sort_weight":4,"slug":90},192,"Formulir","formulir-192",{"id":92,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":93,"show_sort_weight":4,"slug":94},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":96,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":97,"show_sort_weight":4,"slug":98},179,"Poster","poster",{"id":100,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":101,"show_sort_weight":4,"slug":102},176,"Presentasi","presentasi",{"id":104,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":105,"show_sort_weight":4,"slug":106},177,"Resume","resume",{"id":108,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":109,"show_sort_weight":4,"slug":110},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":112,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":4,"slug":113},183,"umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":81,"data":115},{"doc_id":78,"user_id":116,"nickname":42,"user_avatar":117,"doc_module":22,"category_id":112,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":118,"file_id":119,"file_url":120,"file_type":121,"file_size":122,"view_count":22,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":123,"language":124,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":125,"faqs":126,"seo_title":127,"seo_description":12,"update_tm":79,"read_time":128},8796096645457,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/800003749518d68ffe3?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1779345340919836971","BAB I\nPENDAHULUAN\nLatar Belakang\nPendidikan berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi siswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003).\n1\nBahasa Indonesia sebagai alat komunikasi paling penting untuk mempersatukan seluruh bangsa. Oleh karena itu, Bahasa Indonesia merupakan alat mengungkapkan diri baik secara lisan maupun tertulis, dari segi rasa, karsa, dan cipta serta berfikir baik secara etis, estetis, dan logis. Kemampuan menulis karangan narasi sangat penting dilakukan seseorang untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan dengan mengingat pengalaman melalui bahasa tulis selain itu kemahiran berbahasa Indonesia bagi siswa dapat tercermin dalam tata pikir, tata ucap, tata tulis dan tata laku. Oleh karena itu, Bahasa Indonesia masuk dalam kelompok mata pelajaran yang wajib diajarkan sebagai bekal bagi siswa, yang kelak terjun sebagai insan terpelajar di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai pemimpin dalam lingkungannya masing-masing.\nHal ini menandakan bahwa guru memegang peranan penting dalam proses belajar siswa melalui pembelajaran. Untuk itu guru perlu menciptakan kondisi yang memungkinkan terjadinya proses interaksi yang baik dengan siswa agar mereka dapat melakukan berbagai aktivitas belajar dengan efektif. Dalam menciptakan interaksi yang baik diperlukan profesionalisme dan tanggung jawab yang tinggi dari guru dalam usaha untuk membangkitkan serta mengembangkan keaktifan siswa dalam belajar sebagai penentu bagi keberhasilan pencapaiaan tujuan pembelajaran. Selanjutnya tingkat keaktifan belajar siswa dalam suatu proses pembelajaran juga merupakan tolok ukur dari kualitas pembelajaran itu sendiri.\nSecara sederhana, Yusuf (1990: 10) mengatakan bahwa fungsi bahasa berpengaruh bagi perkembangan potensi-potensi anak, terutama sebagai alat komunikasi yang akan membantu anak untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan berbahasa serta akan memudahkan untuk berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa diarahkan untuk meningkatkan kemampuan belajar dalam berkomunikasi, baik lisan maupun tulis. Melalui komunikasi siswa dapat mengungkapkan gagasan, ide, dan pendapatnya tentang sesuatu kepada orang lain. Untuk dapat berkomunikasi dengan baik, maka kemampuan berkomunikasi harus dilatih melalui belajar.\nSalah satu kemampuan yang harus dikuasai siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia adalah menulis. Menulis adalah kegiatan yang dilakukan seseorang untuk menghasilkan tulisan.\nHal ini berarti bahwa kemampuan menulis merupakan salah satu aktifitas yang sifatnya berdasarkan pengalaman, pengamatan, maupun berdasarkan rekaan pengarang. Mengarang adalah mengembangkan beberapa kalimat topik.Studi tentang kalimat dianggap sangat penting untuk mencapai kemahiran berbahasa atau mengarang. Menulis karangan merupakan kompetensi menulis yang di mulai di jenjang sekolah dasar. Dengan menulis karangan berdasarkan pengalaman, siswa dapat mengungkapkan perasaan, ide, dan gagasannya kepada orang lain melalui kegiatan menulis. Permasalahan pun muncul seperti yang sudah penulis lihat ketika melakukan observasi di kelas V SD Negeri 27 Samaelo kecamatan Minasate’ne Kabupaten Pangkep.\nBerdasarkan hasil observasi dan wawancara terhadap guru, penulis menemukan masih banyak siswa yang mengalami kesulitan ketika menulis karangan narasi berdasarkan pengalaman.Kesulitan yang dihadapi oleh siswa tersebut adalah siswa kurang mampu menggunakan dan memilih kata dalam menuangkan hasil pikirannya. Masalah lainnya adalah isi kalimat relatif tidak menggambarkan topik yang sedang ditulis oleh siswa, kalimat yang satu dengan k","cbCait2szsKmD4Sj","https://ap.wps.com/l/cbCait2szsKmD4Sj","docx",116912,73,"Indonesian","# BAB I PENDAHULUAN\n## Latar Belakang\n## Permasalahan Siswa dalam Menulis Narasi\n## Dampak Metode Mengajar\n## Usulan Pemecahan: Metode Critical Incident","[{\"question\":\"Apa tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia menurut latar belakang?\",\"answer\":\"Pembelajaran diarahkan untuk mengembangkan potensi siswa agar menjadi manusia beriman dan berakhlak mulia serta mampu berkomunikasi lisan maupun tulis. Bahasa Indonesia juga digunakan untuk mengungkapkan rasa, karsa, cipta, serta berpikir etis, estetis, dan logis.\"},{\"question\":\"Kesulitan apa yang dialami siswa saat menulis karangan narasi berdasarkan observasi?\",\"answer\":\"Siswa kurang mampu memilih dan menggunakan kata, isi kalimat tidak menggambarkan topik, kalimat tidak berkesinambungan sehingga kurang kohesi, serta paragraf tidak saling berhubungan atau kurang koheren.\"},{\"question\":\"Bagaimana metode critical incident diharapkan membantu meningkatkan kemampuan menulis narasi?\",\"answer\":\"Metode critical incident mengaktifkan siswa dengan meminta siswa mengingat dan mendeskripsikan pengalaman masa lalu yang sesuai topik. Pendekatan ini diharapkan meningkatkan proses pembelajaran dan hasil belajar, sesuai rujukan penelitian terdahulu.\"}]","BAB I - PENDAHULUAN | DOCX",26]