[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-seo-235648-113":41,"doc-detail-235648-id":114},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":42,"data":43},"ok",{"site_id":44,"language":45,"slug":46,"title":47,"keywords":48,"description":49,"schema_data":50,"social_meta":107,"head_meta":109,"extra_data":111,"updated_unix":113},113,"id","chapter-1-introduction-developing-an-internship-application-submission-system-based-on-modular-architecture-using-feature-driven-development-fdd","BAB I - PENDAHULUAN - Pengembangan Aplikasi Pengajuan Surat Permohonan Kerja Praktek Berbasis Modular dengan Metode Feature Driven Development (FDD)","","Penelitian berfokus pada perancangan dan pembangunan aplikasi pengajuan surat permohonan kerja praktek di Politeknik Negeri Bengkalis menggunakan arsitektur modular dengan metode Feature Driven Development (FDD). Latar belakangnya menyoroti proses pengajuan surat yang masih manual sehingga memunculkan keterlambatan, kurangnya transparansi status permohonan, potensi kesalahan penulisan, serta kesulitan pendokumentasian. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran tingkat coupling antar modul sebagai indikator kualitas struktur sistem, agar aplikasi lebih efisien, mudah dikembangkan, dan perubahan fitur tidak terlalu berdampak pada modul lain.",{"@graph":51,"@context":106},[52,68,89],{"@type":53,"itemListElement":54},"BreadcrumbList",[55,59,62,65],{"item":56,"name":57,"@type":58,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":60,"name":10,"@type":58,"position":61},"https://docshare.wps.com/id/template/",2,{"item":63,"name":39,"@type":58,"position":64},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/",3,{"item":66,"name":47,"@type":58,"position":67},"https://docshare.wps.com/id/template/chapter-1-introduction-developing-an-internship-application-submission-system-based-on-modular-architecture-using-feature-driven-development-fdd/235648/",4,{"url":66,"name":47,"@type":69,"image":70,"author":75,"headline":47,"publisher":78,"fileFormat":81,"inLanguage":45,"description":49,"dateModified":82,"datePublished":83,"encodingFormat":81,"isAccessibleForFree":84,"interactionStatistic":85},"DigitalDocument",{"url":71,"@type":72,"width":73,"height":74},"https://docshare.wps.com/thumbnails/chapter-1-introduction-developing-an-internship-application-submission-system-based-on-modular-architecture-using-feature-driven-development-fdd/235648.png","ImageObject",442,249,{"name":76,"@type":77},"Aria","Person",{"url":56,"name":79,"@type":80},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-21","2026-09-11",true,{"@type":86,"interactionType":87,"userInteractionCount":9},"InteractionCounter",{"@type":88},"ViewAction",{"@type":90,"mainEntity":91},"FAQPage",[92,98,102],{"name":93,"@type":94,"acceptedAnswer":95},"Mengapa diperlukan pengembangan aplikasi pengajuan surat kerja praktek?","Question",{"text":96,"@type":97},"Proses pengajuan masih manual sehingga menimbulkan keterlambatan, kurangnya transparansi status permohonan, kesalahan penulisan, dan kesulitan pendokumentasian di kampus.","Answer",{"name":99,"@type":94,"acceptedAnswer":100},"Bagaimana perancangan aplikasi menggunakan arsitektur modular dan metode FDD?",{"text":101,"@type":97},"Aplikasi dikembangkan secara bertahap dengan fokus pada fitur kecil bernilai pengguna (FDD), sementara sistem dibagi menjadi modul-modul dengan fungsi spesifik agar tanggung jawab tiap modul jelas dan pengembangan lebih terarah.",{"name":103,"@type":94,"acceptedAnswer":104},"Apa yang dievaluasi dalam penelitian dan bagaimana indikatornya?",{"text":105,"@type":97},"Penelitian melakukan evaluasi kualitas arsitektur modular dengan menilai tingkat coupling antar modul sebagai indikator kualitas struktur sistem agar perubahan fitur lebih mudah dan berdampak lebih minimal.","https://schema.org",{"og:url":66,"og:type":108,"og:title":47,"og:site_name":79,"og:description":49},"article",{"robots":110,"canonical":66},"index,follow",{"doc_id":112,"site_id":44},235648,1789986593,{"code":4,"msg":5,"data":115},{"doc_id":112,"user_id":116,"nickname":76,"user_avatar":117,"doc_module":9,"category_id":38,"category_name":39,"doc_title":47,"doc_description":49,"doc_content":118,"file_id":119,"file_url":120,"file_type":121,"file_size":122,"view_count":9,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":67,"language":123,"language_code":45,"site_id":44,"html_lang":45,"table_of_contents":124,"faqs":125,"seo_title":126,"seo_description":49,"update_tm":127,"read_time":61},2336464648322,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/2200025388227c56fec?_k=1778556882303663488","BAB I  \nPENDAHULUAN  \n1.1 Latar Belakang  \nSetiap mahasiswa di perguruan tinggi, termasuk di Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng), diwajibkan untuk melaksanakan kegiatan kerja praktek sebagai bagian dari proses pembelajaran yang mengintegrasikan teori dan praktik. Salah satu tahapan administratif yang harus dilalui sebelum pelaksanaan kerjapraktek adalah pengajuan surat permohonan kepada instansi tujuan. Namun, padapelaksanaannya proses pengajuan surat kerja praktek masih dilakukan secara manual, sehingga menimbulkan berbagai kendala seperti keterlambatan proses, kurangnya transparansi status permohonan, kesalahan penulisan surat, sertakesulitan dalam pendokumentasian oleh pihak kampus.  \nPermasalahan tersebut mencerminkan tantangan umum dalam pengelolaan sistem administrasi akademik, khususnya terkait efisiensi pengolahan data, ketepatan informasi, dan potensi terjadinya human error. Oleh karena itu, dibutuhkan pengembangan sistem informasi berbasis perangkat lunak yang terstruktur, efisien, dan mudah dikelola guna mendukung proses administrasi kerjapraktek secara lebih optimal.  \nDalam pengembangan perangkat lunak, pemilihan metode pengembanganyang tepat sangat berpengaruh terhadap kualitas dan keberhasilan sistem yang dibangun. Beberapa metode yang umum digunakan memiliki keterbatasan tertentu. Metode Waterfall, misalnya, bersifat kaku dan sulit beradaptasi terhadap perubahankebutuhan pengguna. Pendekatan Agile seperti Scrum memang lebih fleksibel, namun pada beberapa kasus kurang memiliki struktur dan dokumentasi yang kuat, sehingga kurang sesuai untuk proyek berskala menengah hingga besar. Sementara itu, metode Rapid Application Development (RAD) yang menekankan kecepatan pengembangan sering kali mengabaikan perencanaan dan desain sistem yang matang [1]. Keterbatasan tersebut menunjukkan perlunya metode pengembangan  \nperangkat lunak yang tidak hanya fleksibel, tetapi juga memiliki struktur kerja yang jelas dan terarah.  \nFeature Driven Development (FDD) hadir sebagai salah satu metode pengembangan perangkat lunak yang menggabungkan kelebihan pendekatantradisional dan agile. FDD merupakan metode pengembangan yang dilakukansecara bertahap dengan fokus pada pembangunan fitur-fitur kecil yang bernilai bagi pengguna. Setiap fitur dirancang, dikembangkan, dan diuji secara sistematissehingga proses pengembangan menjadi lebih terukur dan mudah dikelola. Metode ini juga memungkinkan perubahan dilakukan selama proses pengembangan berlangsung, terutama pada tahap desain dan implementasi fitur [2] . Dengankarakteristik tersebut, FDD dinilai cocok diterapkan pada proyek berskala menengah hingga besar yang membutuhkan koordinasi tim dan kontrol pengembangan yang baik.  \nDalam penerapannya, metode Feature Driven Development (FDD) sangat relevan untuk dikombinasikan dengan konsep arsitektur modular. Konsep modular membagi sistem ke dalam modul-modul atau fitur-fitur kecil dengan fungsi yang spesifik, sehingga setiap modul memiliki tanggung jawab yang jelas dan dapat dikembangkan secara relatif mandiri. Pendekatan modular memungkinkan pembagian tugas yang lebih terstruktur, proses pengujian yang lebih terarah, sertamemudahkan pemeliharaan dan pengembangan sistem di masa mendatang. Kombinasi antara FDD dan modular ini diharapkan dapat menghasilkan sistem yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memiliki struktur arsitektur yang baik [3] . Namun demikian, pengembangan sistem berbasis fitur tanpa evaluasi kualitas struktur modular berpotensi menimbulkan permasalahan pada arsitektur sistem, seperti tingginya ketergantungan antar modul (coupling) dan rendahnya keterkaitan fungsi dalam satu modul (cohesion) . Kondisi tersebut dapat menyulitkan proses perubahan dan pengembangan fitur selanjutnya karena perubahan pada satu modul dapat berdampak pada modul lain. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi terhadapkualitas arsitektur modular guna memastikan sistem yang dikembangkan memiliki  \ntingkat coupling yang rendah dan mendukung kemudahan perubaha","cbCaiixLBhcMT6jt","https://ap.wps.com/l/cbCaiixLBhcMT6jt","pdf",210097,"Indonesian","# BAB I - PENDAHULUAN\n## Latar Belakang\n## Rumusan Masalah\n## Batasan Masalah\n## Tujuan","[{\"question\":\"Mengapa diperlukan pengembangan aplikasi pengajuan surat kerja praktek?\",\"answer\":\"Proses pengajuan masih manual sehingga menimbulkan keterlambatan, kurangnya transparansi status permohonan, kesalahan penulisan, dan kesulitan pendokumentasian di kampus.\"},{\"question\":\"Bagaimana perancangan aplikasi menggunakan arsitektur modular dan metode FDD?\",\"answer\":\"Aplikasi dikembangkan secara bertahap dengan fokus pada fitur kecil bernilai pengguna (FDD), sementara sistem dibagi menjadi modul-modul dengan fungsi spesifik agar tanggung jawab tiap modul jelas dan pengembangan lebih terarah.\"},{\"question\":\"Apa yang dievaluasi dalam penelitian dan bagaimana indikatornya?\",\"answer\":\"Penelitian melakukan evaluasi kualitas arsitektur modular dengan menilai tingkat coupling antar modul sebagai indikator kualitas struktur sistem agar perubahan fitur lebih mudah dan berdampak lebih minimal.\"}]","BAB I - PENDAHULUAN - Pengembangan Aplikasi Pengajuan Surat Permohonan Kerja Praktek Berbasis Modular dengan Metode Feature Driven Development (FDD) | PDF",1789099512]