[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-234419-113":3,"detail-sidebar-cat-1-id-113":74,"doc-detail-234419-id":108},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":67,"head_meta":69,"extra_data":71,"updated_unix":73},113,"id","chapter-1-introduction-organizational-citizenship-behavior-ocb-and-employee-engagement-among-millennial-employees-at-pt-x","BAB I - PENDAHULUAN - Organizational Citizenship Behavior (OCB) dan Employee Engagement pada Karyawan Generasi Millenial PT X","","Bab I Pendahuluan membahas tantangan persaingan global dan kemajuan teknologi yang menuntut perusahaan memiliki sumber daya manusia berkualitas, khususnya generasi millenial yang intens menggunakan teknologi komunikasi. Uraian menekankan makna sumber daya manusia dan keterkaitannya dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB) sebagai perilaku extra-role yang menguntungkan organisasi tanpa paksaan. Studi pra-penelitian pada PT X mengaitkan rendahnya OCB dengan kepuasan kerja, keterlambatan, dan ketidakhadiran melalui rekapitulasi absensi tahun 2018, yang menunjukkan rata-rata absensi 4,1% dan indikasi masalah employee engagement.",{"@graph":14,"@context":66},[15,34,49],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/template/","Template",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/template/formulir/","Formulir",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/template/chapter-1-introduction-organizational-citizenship-behavior-ocb-and-employee-engagement-among-millennial-employees-at-pt-x/234419/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"author":36,"headline":10,"publisher":39,"fileFormat":42,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":43,"datePublished":43,"encodingFormat":42,"isAccessibleForFree":44,"interactionStatistic":45},"DigitalDocument",{"name":37,"@type":38},"Aurelia","Person",{"url":19,"name":40,"@type":41},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-11",true,{"@type":46,"interactionType":47,"userInteractionCount":4},"InteractionCounter",{"@type":48},"ViewAction",{"@type":50,"mainEntity":51},"FAQPage",[52,58,62],{"name":53,"@type":54,"acceptedAnswer":55},"Mengapa perusahaan membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas dalam menghadapi persaingan global?","Question",{"text":56,"@type":57},"Perusahaan harus memiliki strategi agar mampu bersaing dan beradaptasi dengan perubahan akibat persaingan global serta kemajuan teknologi. Sumber daya manusia yang berkualitas menjadi faktor penting dalam pencapaian tujuan perusahaan.","Answer",{"name":59,"@type":54,"acceptedAnswer":60},"Apa yang dimaksud dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB) dan mengapa berdampak positif bagi organisasi?",{"text":61,"@type":57},"OCB mengacu pada perilaku extra-role yang berniat menguntungkan organisasi dan mengarah pada peran harapan. Karyawan yang memiliki OCB memberi kontribusi nyata bagi kemajuan perusahaan dan mendukung daya saing kompetitif.",{"name":63,"@type":54,"acceptedAnswer":64},"Bagaimana data absensi karyawan PT X digunakan untuk mengindikasikan rendahnya OCB?",{"text":65,"@type":57},"Penelitian menganalisis keterlambatan dan ketidakhadiran sebagai salah satu indikasi rendahnya OCB. Rata-rata tingkat absensi karyawan PT X selama 2018 sebesar 4,1%, yang tergolong tinggi dan dikaitkan dengan rendahnya employee engagement sehingga tidak terbentuknya perilaku OCB.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":68,"og:title":10,"og:site_name":40,"og:description":12},"article",{"robots":70,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":72,"site_id":7},234419,1789086991,{"code":4,"msg":75,"data":76},"success",[77,81,84,88,92,96,100,104],{"id":78,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":79,"show_sort_weight":4,"slug":80},178,"Faktur","faktur",{"id":82,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":4,"slug":83},192,"formulir-192",{"id":85,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":86,"show_sort_weight":4,"slug":87},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":89,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":90,"show_sort_weight":4,"slug":91},179,"Poster","poster",{"id":93,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":94,"show_sort_weight":4,"slug":95},176,"Presentasi","presentasi",{"id":97,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":98,"show_sort_weight":4,"slug":99},177,"Resume","resume",{"id":101,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":102,"show_sort_weight":4,"slug":103},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":105,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":106,"show_sort_weight":4,"slug":107},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":75,"data":109},{"doc_id":72,"user_id":110,"nickname":37,"user_avatar":111,"doc_module":22,"category_id":82,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":112,"file_id":113,"file_url":114,"file_type":115,"file_size":116,"view_count":4,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":117,"language":118,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":119,"faqs":120,"seo_title":121,"seo_description":12,"update_tm":73,"read_time":33},1099514068365,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/10000253d8d9f28188e?_k=1776742907772140068","BAB I  \nPENDAHULUAN  \nI.1 Latar Belakang Masalah  \nPerusahaan dalam menghadapi persaingan secara global dan kemajuan teknologi yang terus berkembang, harus mempunyai strategi yang baik dalam menjalankan bisnisnya supaya mampu bersaing dan beradaptasi dengan perubahan yang terjadi, salahsatunya perusahaan harus memiliki sumber dayamanusia yang berkualitas.  \nSumberdaya manusia yang berkualitas harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang terus berkembang. Generasi millenials merupakan generasi yang banyak menggunakan teknologi komunikasi elektronik. Hal ini dikarenakan generasi millenials merupakan generasi yang tumbuh pada era internet booming dan lahir dari tahun 1980 sampai 1995 (Lyons, 2004) (dalam Putra, 2016) . Dengan kondisi tersebut diharapkan generasi millenials mampu menjadi sumber daya manusia yang membantu perusahaan dalam menghadapipersaingan dan mencapai tujuan perusahaan.  \nMenurut Schermerhon (dalam Nugraha,2018) Sumber daya manusia dapat diartikan sebagai nilai ekonomi yang terkait dengan pengetahuan, kemampuan, ide, inovasi, komitmen dan energi. Sebagai nilai ekonomi, sumber daya manusiabukanlah unsur tunggal dalam mencapai tujuan perusahaan. Dalam mencapai haltersebut tidaklah mudah, dibutuhkan adanya kesadaran dan kerja keras melalui  \n2  \nperilaku karyawan yaitu bekerja secara optimal, dan melebihi standar perusahaan. Perilaku yang melebihi standar perusahaan dikenal sebagai prilaku Organizatonal Citizenship Behavior (OCB) .  \nOrganizational Citizenship Behavior mengacu pada konstruk perilaku extra role, yang didefinisikan sebagai perilaku yang berniat untuk menguntungkan organisasi atau yang secara langsung menguntungkan organisasi dan mengarah ke peran harapan tersebut. Darsana (2013) dalam penelitian yang dilakukan oleh Putra dan Dewi (2016) . Perilaku Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada karyawan suatu perusahaan akan berdampak positif, terutama bagi kemajuan perusahaan agar mampu menciptakan perusahaan yang unggul dan mampubersaing secara kompetitif. Berharap karyawan bisa memiliki sikap saling toleransi dan saling membantu kepada sesama pekerja, memiliki apresiasi yang tinggi antara pekerja , saling membantu meringankan beban kerja satu sama lain, agar bisa bersama-sama menjalin hubungan kerja dan saling memberikanpengaruh yang positif.  \nOCB merupakan prilaku perilaku sukarela yang berasal dari diri setiapanggota organisasi tanpa adanya dorongan atau paksaan dari pihak manapun yang diberikan oleh anggota organisasi kepada organisasinya. Karyawan yang memiliki sikap OCB akan memberikan kontribusi nyata untuk kemajuan perusahaan tanpa mengharapkan imbalan atau reward apapun dari perusahaan. Namun di pihak lain, perusahaan terkadang melupakan apa yang karyawan harapkan dan yang karyawan butuhkan serta tidak menyadari pentingnya sikap OCB yang harus diterapkan oleh karyawan.  \n3  \nPeneliti melakukan pengamatan dan pengumpulan data pada PT X terkait OCB pada perusahaan tersebut, PT X bergerak dalam pengadaan alat-alat kesehatan, pendistribusian peralatan medis, peralatan laboratorium, pemasaran obat dan memiliki kurang lebih 45 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.  \nDari pra riset yang dilakukan peneliti, ditemukan fenomena rendahnya Organizational Citizenship Behavior terjadi di PT X, peneliti melakukan pra risetkepada beberapa karyawan PT X untuk bisa mengetahui apa yang menyebabkankaryawan tidak memiliki OCB yang baik. Menurut Prasetio dan Hayuningrat (2017) karyawan yang memiliki tingkat kepuasan tinggi lebih produktif, lebih mungkin terlibat OCB, lebih meningkatkan kepuasan dan loyalitas karyawan. Sedangkan karyawan yang merasa tidak puas cenderung memiliki tingkat ketidakhadiran yang tinggi, cenderung tidak terlibat dengan kegiatan perusahaan, dan sering melakukan tindakan yang menyimpang di tempat kerja.  \nUntuk melihat OCB pada karyawan PT X, peneliti menganalisis dari data rekapitulasi keterlambatan dan ketidakhadiran karyawan pada PT X selama satutahun terakhir, dim","cbCailqDoGMcCwls","https://ap.wps.com/l/cbCailqDoGMcCwls","pdf",157656,12,"Indonesian","# PENDAHULUAN\n## Latar Belakang Masalah\n## Data Absensi Karyawan PT X Tahun 2018\n## Indikasi Rendahnya OCB melalui Employee Engagement","[{\"question\":\"Mengapa perusahaan membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas dalam menghadapi persaingan global?\",\"answer\":\"Perusahaan harus memiliki strategi agar mampu bersaing dan beradaptasi dengan perubahan akibat persaingan global serta kemajuan teknologi. Sumber daya manusia yang berkualitas menjadi faktor penting dalam pencapaian tujuan perusahaan.\"},{\"question\":\"Apa yang dimaksud dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB) dan mengapa berdampak positif bagi organisasi?\",\"answer\":\"OCB mengacu pada perilaku extra-role yang berniat menguntungkan organisasi dan mengarah pada peran harapan. Karyawan yang memiliki OCB memberi kontribusi nyata bagi kemajuan perusahaan dan mendukung daya saing kompetitif.\"},{\"question\":\"Bagaimana data absensi karyawan PT X digunakan untuk mengindikasikan rendahnya OCB?\",\"answer\":\"Penelitian menganalisis keterlambatan dan ketidakhadiran sebagai salah satu indikasi rendahnya OCB. Rata-rata tingkat absensi karyawan PT X selama 2018 sebesar 4,1%, yang tergolong tinggi dan dikaitkan dengan rendahnya employee engagement sehingga tidak terbentuknya perilaku OCB.\"}]","BAB I - PENDAHULUAN - Organizational Citizenship Behavior (OCB) dan Employee Engagement pada Karyawan Generasi Millenial PT X | PDF"]