[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-detail-237113-id":41,"doc-seo-237113-113":63},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":5,"data":42},{"doc_id":43,"user_id":44,"nickname":45,"user_avatar":46,"doc_module":9,"category_id":38,"category_name":39,"doc_title":47,"doc_description":48,"doc_content":49,"file_id":50,"file_url":51,"file_type":52,"file_size":53,"view_count":4,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":54,"language":55,"language_code":56,"site_id":57,"html_lang":56,"table_of_contents":58,"faqs":59,"seo_title":60,"seo_description":48,"update_tm":61,"read_time":62},237113,687208528416,"Cipher","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_9964176cb1d06d4a9deccf72a44ae3dc","BAB I - PENDAHULUAN - Latar Belakang tentang Anak dengan Hambatan Kecerdasan Ringan dan Keterampilan Memperkenalkan Diri","Bab I Pendahuluan membahas latar belakang pendidikan bagi anak dengan hambatan kecerdasan, termasuk pembagian jenis hambatan kecerdasan ringan, sedang, dan berat. Diuraikan dasar hukum pendidikan khusus dalam sistem pendidikan nasional serta hak pendidikan yang setara. Fokus pembahasan diarahkan pada keterampilan memperkenalkan diri sebagai tahap awal hubungan sosial, termasuk kendala kognitif dan sosial pada anak dengan hambatan kecerdasan ringan. Berdasarkan observasi di SLBN Sambas, kemampuan memperkenalkan diri masih rendah. Karena itu diperlukan upaya melalui teknik modeling untuk meningkatkan keterampilan memperkenalkan diri.","BAB I  \nPENDAHULUAN  \n1.1 Latar Belakang  \nAnak dengan hambatan kecerdasan adalah anak yang memiliki kemampuan intelektual dibawah rata-rata, ketidakmampuan dalam menyesuaikan diri, sertaterjadi pada masa perkembangan. Anak dengan hambatan kecerdasan dibagikedalam tiga jenis yaitu anak dengan hambatan kecerdasan ringan,sedang, dan berat.  \nAnak dengan hambatan kecerdasan memiliki hak dan kewajiban yang sama seperti anak pada umumnya tak terkecuali dalam hal pendidikan. Pendidikan di Indonesia tidak hanya diperuntukan untuk anak-anak yang normal saja, tetapi jugabagi anak-anak yang mempunyaikelainanyang umumnya dikatakan anak-anak luarbiasa seperti yang diatur dalam Pasal 5 ayat (2) UU No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional yang berbunyi “setiap warga negara yang mempunyaikelainan fisik, emosional, mental, intelektual, dan/atau sosial berhak memperoleh Pendidikan Khusus”. Hal ini mempunyai arti bahwa kesempatan memperoleh pendidikan bagi setiap warga negara, yang tidak membeda-bedakan termasuk didalamnya anak berkebutuhan khusus. Sementara pada pasal 32 ayat (1) menjelaskan perihal pengertian pendidikan khusus yang berbunyi “Pendidikan Khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitandalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik, emosional, mental, sosial, dan/atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa”. Undang-undang tersebut menegaskan bahwa anak dengan hambatan kecerdasan dengan anak normal mempunyai kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan, tidak terkecuali anak dengan hambatan kecerdasan ringan.  \nFebrisma, Nurliya (2013) anak dengan hambatan kecerdasan ringan adalahanak yang tingkat kecerdasannya berkisar antara 52-68 (menurut skala Binet). Anak dengan hambatan kecerdasan ringan kesulitan dalam menerima informasi, akan tetapi kemampuan mereka akan optimal ketikamereka dilatih secara terus-menerus. Berdasarkan kebutuhan dan hambatan yang dimiliki oleh anak dengan hambatan kecerdasan ringan jelas bahwa pendidikan sangat diperlukan untuk  \ndiajarkan kepada anak. Pada hakikatnya anak dengan hambatan kecerdasan ringan pasti memiliki potensi yang dapat dikembangkan dengan optimal pada bidang tertentu. Potensi tersebut dapat bermanfaat untuk bisa diaplikasikan dilingkungan masyarakat dan berguna untuk bersosialisasi dilingkungan sekitar.  \nSuatu kebanggaan bagi orang tua, jika anaknya mampu untuk berinteraksi dan ikut bersosialisasi dengan lingkungannya. Baik dilingkungan keluarga, lingkungan rumah ataupun lingkungan sekolah. Mereka mau bekerja sama, berinteraksi dan saling bertukar informasi dengan individu lainnya. Oleh karena itu, perlu adanya usaha dari pihak keluarga dan sekolah dalam upaya meningkatkan keterampilan sosial yang dilakukan sejak dini.  \nBanyak keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang individu dalam membangun sebuah hubungan dengan orang lain, salah satunya adalah keterampilan memperkenalkan diri. Keterampilan memperkenalkan diri merupakanfaktor yang paling penting dalam memiliki hubungan sosial dengan orang lain. Seseorang akan kesulitan dalam menjalin hubungan yang baik dengan lingkungansekitar apabila tidak memiliki keterampilan memperkenalkan diri.  \nMemperkenalkan diri merupakan tahap awal untuk memulai hubungan baikdengan orang lain. keterampilan memperkenalkan diri sangat penting untuk diajarkan pada anak kecil yang memiliki hambatan kecerdasan, hal ini sebagaiusaha untuk mengembangkan pemahaman akan diri sendiri (Cartledge dalam Prahesti, Niken. 2013) .  \nKeterampilan memperkenalkan diri anak dengan hambatan kecerdasan ringan memang lebih lambat jika dibandingkan dengan anak pada umumnya. Hal ini dikarenakan kognitif anak dengan hambatan kecerdasan ringan yang terbatassehingga tidak mampu mengerti hal yang abstrak dan mengikuti instruksi. Faktorlain yang menjadi penyebab sulitnya anak dengan hambatan kecerdasan ringandalam keterampilan diri pribadi adalah faktor sosial. Oleh karena itu keterampilan memperkenalkan diri anak den","cbCaijodPFQFiezf","https://ap.wps.com/l/cbCaijodPFQFiezf","pdf",185690,6,"Indonesian","id",113,"# BAB I PENDAHULUAN\n## Latar Belakang\n## Penggunaan Teknik Modeling","[{\"question\":\"Apa yang dimaksud anak dengan hambatan kecerdasan ringan dalam dokumen ini?\",\"answer\":\"Anak dengan hambatan kecerdasan ringan dijelaskan memiliki kemampuan intelektual di bawah rata-rata (52–68 menurut skala Binet) dan cenderung sulit menerima informasi serta memahami hal abstrak.\"},{\"question\":\"Mengapa keterampilan memperkenalkan diri penting bagi anak dengan hambatan kecerdasan ringan?\",\"answer\":\"Keterampilan ini menjadi tahap awal untuk memulai hubungan baik dengan orang lain. Tanpa keterampilan memperkenalkan diri, anak akan kesulitan menjalin hubungan sosial dengan lingkungan sekitar.\"},{\"question\":\"Masalah apa yang ditemukan pada observasi di SLBN Sambas?\",\"answer\":\"Dokumen menyebutkan rendahnya kemampuan anak dalam memperkenalkan diri, seperti menyebutkan nama panjang, nama orang tua, nama saudara, dan alamat rumah.\"}]","BAB I - PENDAHULUAN - Latar Belakang tentang Anak dengan Hambatan Kecerdasan Ringan dan Keterampilan Memperkenalkan Diri | PDF",1789110023,2,{"code":4,"msg":64,"data":65},"ok",{"site_id":57,"language":56,"slug":66,"title":47,"keywords":67,"description":48,"schema_data":68,"social_meta":117,"head_meta":119,"extra_data":121,"updated_unix":61},"chapter-1-introduction-background-on-children-with-mild-intellectual-disabilities-and-self-introduction-skills","",{"@graph":69,"@context":116},[70,85,99],{"@type":71,"itemListElement":72},"BreadcrumbList",[73,77,79,82],{"item":74,"name":75,"@type":76,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":78,"name":10,"@type":76,"position":62},"https://docshare.wps.com/id/template/",{"item":80,"name":39,"@type":76,"position":81},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/",3,{"item":83,"name":47,"@type":76,"position":84},"https://docshare.wps.com/id/template/chapter-1-introduction-background-on-children-with-mild-intellectual-disabilities-and-self-introduction-skills/237113/",4,{"url":83,"name":47,"@type":86,"author":87,"headline":47,"publisher":89,"fileFormat":92,"inLanguage":56,"description":48,"dateModified":93,"datePublished":93,"encodingFormat":92,"isAccessibleForFree":94,"interactionStatistic":95},"DigitalDocument",{"name":45,"@type":88},"Person",{"url":74,"name":90,"@type":91},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-11",true,{"@type":96,"interactionType":97,"userInteractionCount":4},"InteractionCounter",{"@type":98},"ViewAction",{"@type":100,"mainEntity":101},"FAQPage",[102,108,112],{"name":103,"@type":104,"acceptedAnswer":105},"Apa yang dimaksud anak dengan hambatan kecerdasan ringan dalam dokumen ini?","Question",{"text":106,"@type":107},"Anak dengan hambatan kecerdasan ringan dijelaskan memiliki kemampuan intelektual di bawah rata-rata (52–68 menurut skala Binet) dan cenderung sulit menerima informasi serta memahami hal abstrak.","Answer",{"name":109,"@type":104,"acceptedAnswer":110},"Mengapa keterampilan memperkenalkan diri penting bagi anak dengan hambatan kecerdasan ringan?",{"text":111,"@type":107},"Keterampilan ini menjadi tahap awal untuk memulai hubungan baik dengan orang lain. Tanpa keterampilan memperkenalkan diri, anak akan kesulitan menjalin hubungan sosial dengan lingkungan sekitar.",{"name":113,"@type":104,"acceptedAnswer":114},"Masalah apa yang ditemukan pada observasi di SLBN Sambas?",{"text":115,"@type":107},"Dokumen menyebutkan rendahnya kemampuan anak dalam memperkenalkan diri, seperti menyebutkan nama panjang, nama orang tua, nama saudara, dan alamat rumah.","https://schema.org",{"og:url":83,"og:type":118,"og:title":47,"og:site_name":90,"og:description":48},"article",{"robots":120,"canonical":83},"index,follow",{"doc_id":43,"site_id":57}]