[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-seo-237184-113":41,"doc-detail-237184-id":106},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":42,"data":43},"ok",{"site_id":44,"language":45,"slug":46,"title":47,"keywords":48,"description":49,"schema_data":50,"social_meta":99,"head_meta":101,"extra_data":103,"updated_unix":105},113,"id","chapter-i-introduction-research-context","BAB I - PENDAHULUAN - Konteks Penelitian","","Bab I Pendahuluan membahas konteks penelitian tentang Madrasah Diniyah yang menerapkan metode mind mapping guna meningkatkan mutu pendidikan. Pembahasan dikaitkan dengan teori behavioristik, termasuk penguatan positif, umpan balik, reward, dan punishment dalam membentuk perilaku belajar. Penelitian diarahkan pada kualitas pemahaman dalam pembelajaran nahwu bagi siswa di Madrasah Diniyah HM Al-Mahrusiyah Putri III Ngampel Kota Kediri, serta urgensi pendidikan dan wadah proses pendidikan Islam seperti pesantren. Selanjutnya menyoroti peran pengajaran kitab kuning, karakteristik pesantren, dan pentingnya Kitab nahwu.",{"@graph":51,"@context":98},[52,68,89],{"@type":53,"itemListElement":54},"BreadcrumbList",[55,59,62,65],{"item":56,"name":57,"@type":58,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":60,"name":10,"@type":58,"position":61},"https://docshare.wps.com/id/template/",2,{"item":63,"name":39,"@type":58,"position":64},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/",3,{"item":66,"name":47,"@type":58,"position":67},"https://docshare.wps.com/id/template/chapter-i-introduction-research-context/237184/",4,{"url":66,"name":47,"@type":69,"image":70,"author":75,"headline":47,"publisher":78,"fileFormat":81,"inLanguage":45,"description":49,"dateModified":82,"datePublished":83,"encodingFormat":81,"isAccessibleForFree":84,"interactionStatistic":85},"DigitalDocument",{"url":71,"@type":72,"width":73,"height":74},"https://docshare.wps.com/thumbnails/chapter-i-introduction-research-context/237184.png","ImageObject",442,249,{"name":76,"@type":77},"Emma Mercer","Person",{"url":56,"name":79,"@type":80},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-20","2026-09-11",true,{"@type":86,"interactionType":87,"userInteractionCount":9},"InteractionCounter",{"@type":88},"ViewAction",{"@type":90,"mainEntity":91},"FAQPage",[92],{"name":93,"@type":94,"acceptedAnswer":95},"Mengapa pesantren dan pengajaran kitab kuning dianggap penting?","Question",{"text":96,"@type":97},"Pesantren dipaparkan memiliki visi dan peran besar dalam pendidikan Islam, dengan ciri khas pengajaran kitab kuning. Pengajaran kitab kuning dipandang sebagai pelajaran pokok untuk memperdalam pemahaman agama Islam, termasuk fungsi Kitab nahwu dalam karakter pesantren.","Answer","https://schema.org",{"og:url":66,"og:type":100,"og:title":47,"og:site_name":79,"og:description":49},"article",{"robots":102,"canonical":66},"index,follow",{"doc_id":104,"site_id":44},237184,1789110464,{"code":4,"msg":5,"data":107},{"doc_id":104,"user_id":108,"nickname":76,"user_avatar":109,"doc_module":9,"category_id":38,"category_name":39,"doc_title":47,"doc_description":49,"doc_content":110,"file_id":111,"file_url":112,"file_type":113,"file_size":114,"view_count":4,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":115,"language":116,"language_code":45,"site_id":44,"html_lang":45,"table_of_contents":117,"faqs":118,"seo_title":119,"seo_description":49,"update_tm":105,"read_time":120},962084925502,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_6f874abed73319feea01a86fa6f0fab8","BAB I  \nPENDAHULUAN  \nA. Konteks Penelitian  \nMadrasah Diniyah adalah salah satu lembaga yang menerapkan metode mind mapping sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan. Madrasah Diniyah dalam penerapan metode mind mapping adalah berdasarkan teori behavioristik sebagai teori penguatan positif.1 Fondasiteori ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh E. L. Thorndike, Ivan Pavlov, dan B. F. Skinner, dimana behaviorisme adalah teori yang berorientasi pada perkembangan perilaku seseorang. Perkembangantersebut berupa pengamatan, ukuran dan hasil dari respon seseorang pada rangsangan yang diberikan. Respon yang dihasilkan dari rangasangan tersebut dapat dikuatkan dengan adanya umpan balik (feedback), yang bisa bersifat negatif terhadap perilaku kondisi yang ditujukan. Sehingga, punishment diterapkan sebagai langkah untuk menghilangkan atau mengurangi tindakan yang tidak sesuai dan disertai penjelasan atas tindakan yang dikehendaki. Tingkah laku seseorang adalah sesuai dengan penguatan (reinforcement) dari lingkungannya.2  \n1 Aiman Fikri, “Reward Dan Punishment Dalam Persfektif pendidikan Islam (Implementasi Reward Dan Punishment Dalam Proses Kegiatan Pembelajaran)”, Jurnal Pendidikan Dan Kajian Islam, 1, 1,(Juli, 2021): 98 .  \n2 Moh. Zaiful Rosyid, Ulfatur Rahmah, Rofiqi, Reward & Punishment: Konsep Dan Aplikasi (Perum Paradiso Kav A1 Junrejo – Batu: Literasi Nusantara, 2019), 9 .  \n2  \nPenelitian ini berfokus pada permasalahan kualitas pemahamandalam pembelajaran nahwu bagi siswa yang berada di Madrasah Diniyah HM Al-Mahrusiyah Putri III Ngampel Kota Kediri. Siswa yang belajar dikelas 4 Ibtidaiyah Madrasah Diniyah adalah anak didik yang barumemulai dalam pembelajaran kitab.3 Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan manusia yang sangat penting karena dapat mengubah polapikir dan perilaku manusia menuju kehidupan yang lebih baik.4 Pendidikan juga diartikan sebagai usaha orang dewasa dalam pergaulan dengananak-anak untuk memimpin perkembangan jasmani dan rohaninya menuju kedewasaan. Asas pendidikan yang dianut oleh pemerintah dan bangsa Indonesia adalah pendidikan seumur hidup (long life education) dan dalam ajaran Islam juga dinyatakan bahwa menuntut ilmu (pendidikan) dari buaian sampai liang lahat. Oleh karena itu, pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah.5  \nUntuk menjalankan peranan pendidikan Islam diperlukan suatuwadah atau tempat berlangsungnya proses pendidikan, dimana prosespendidikan tersebut berlangsung bersamaan dengan prosespembudayaan yang akan digunakan untuk melalui proses kehidupannya. Hal tersebut dimaksudkan agar anak mendapat pengalaman,  \n3 Lautang, Elisabet,“Pentingnya Bimbingan Konseling Bagi Remaja Usia 13-17 Tahun”,(Skipsi, Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar, Jakarta, 2021), 1 .  \n4 Arhamuddin, “Penerapan Metode Sorogan di Pondok Pesantren Nurul Junaidiyah Lauwo Kecamatan Burau Kabupaten Luwu Timur”, (Skripsi, Program Studi Pendidikan Agama Islam IAIN Palopo, Palopo, 2017),.  \n5 Ummah Karimah, “ Pondok Pesantren dan Pendidikan: Relevansinya dalam Tujuan Pendidikan”, Misykat, Vol. 3 No. 1 (Juni, 2018),  \n3  \npengetahuan dan kemampuan dalam berperilaku sesuai dengan norma dan nilai budaya yang berlaku. Oleh karena itu, proses pendidikan Islam hendaknya dilaksanakan oleh suatu wadah yang mendukung prosespembelajaran secara kondusif dan disertai dengan lingkungan yang baik. Salah satu wadah yang ada di Indonesia adalah pesantren. 6  \nPesantren memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan pendidikan Islam, yakni sebagai salah satu lembaga yang mempunyai visi dan tujuan untuk mencetak generasi muda Islam yang memahami dan menguasai ilmu-ilmu agama (tafaqquh fi al – din) secaramendalam.7 Pesantren adalah salah satu lembaga yang menyelenggarakan pendidikan baik formal maupun non formal, yang memiliki peran untuk membina, membentuk dan mencetak generasi bangsa yang mampu bersaing di era modern ini. Pesantren merupakan salah satu lembaga pendid","cbCaijDlO7D9nSm9","https://ap.wps.com/l/cbCaijDlO7D9nSm9","pdf",258206,17,"Indonesian","# BAB I - PENDAHULUAN\n## A. Konteks Penelitian","[{\"question\":\"Mengapa pesantren dan pengajaran kitab kuning dianggap penting?\",\"answer\":\"Pesantren dipaparkan memiliki visi dan peran besar dalam pendidikan Islam, dengan ciri khas pengajaran kitab kuning. Pengajaran kitab kuning dipandang sebagai pelajaran pokok untuk memperdalam pemahaman agama Islam, termasuk fungsi Kitab nahwu dalam karakter pesantren.\"}]","BAB I - PENDAHULUAN - Konteks Penelitian | PDF",6]