[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-235070-113":3,"detail-sidebar-cat-1-id-113":80,"doc-detail-235070-id":114},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":73,"head_meta":75,"extra_data":77,"updated_unix":79},113,"id","chapter-1-introduction-background-of-the-problem-235070","BAB I - PENDAHULUAN - A. Latar Belakang Masalah","","Kurikulum, proses pembelajaran, dan penilaian dipaparkan sebagai tiga dimensi penting dalam pendidikan yang saling berkaitan: kurikulum menjadi landasan tujuan belajar, proses pembelajaran merupakan upaya guru untuk mencapai tujuan tersebut, sedangkan penilaian digunakan untuk mengukur capaian kurikulum dan keberhasilan pembelajaran. Dalam konteks Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), penilaian berorientasi pada proses dan hasil secara berkelanjutan serta komprehensif melalui Penilaian Berbasis Kelas (PBK), termasuk asesmen portofolio sebagai alternatif pendamping tes objektif. Namun guru masih menghadapi kesulitan memahami dan menyusun asesmen portofolio, serta memerlukan waktu dan komentar berkelanjutan.",{"@graph":14,"@context":72},[15,34,55],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/template/","Template",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/","Umum",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/template/chapter-1-introduction-background-of-the-problem-235070/235070/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/chapter-1-introduction-background-of-the-problem-235070/235070.png","ImageObject",442,249,{"name":42,"@type":43},"Emma Wilson","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-21","2026-09-11",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":22},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",{"@type":56,"mainEntity":57},"FAQPage",[58,64,68],{"name":59,"@type":60,"acceptedAnswer":61},"Apa keterkaitan antara kurikulum, proses pembelajaran, dan penilaian dalam pendidikan?","Question",{"text":62,"@type":63},"Kurikulum merumuskan tujuan pendidikan sebagai landasan program pembelajaran, proses pembelajaran dilakukan guru untuk mencapai tujuan kurikulum, sedangkan penilaian mengukur tingkat pencapaian kurikulum dan keberhasilan proses pembelajaran.","Answer",{"name":65,"@type":60,"acceptedAnswer":66},"Bagaimana penilaian dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dijalankan?",{"text":67,"@type":63},"KBK menekankan pencapaian kompetensi siswa dengan penilaian berkelanjutan dan komprehensif, serta mendukung Penilaian Berbasis Kelas (PBK) yang memuat pemantauan kemajuan, diagnosis kesulitan belajar, umpan balik, penentuan kenaikan kelas, dan motivasi belajar.",{"name":69,"@type":60,"acceptedAnswer":70},"Mengapa asesmen portofolio dipandang penting dan bagaimana posisinya terhadap tes objektif?",{"text":71,"@type":63},"Asesmen portofolio membantu memantau perkembangan pengetahuan, keterampilan, dan sikap melalui kumpulan karya peserta didik secara sistematis dan terorganisasi. Asesmen ini memiliki kelebihan karena berkelanjutan dan memungkinkan refleksi/evaluasi diri, namun dinyatakan bukan pengganti tes objektif melainkan alternatif pendamping agar tes tidak menjadi satu-satunya informasi dalam penilaian pembelajaran.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":74,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":76,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":78,"site_id":7},235070,1790013834,{"code":4,"msg":81,"data":82},"success",[83,87,91,95,99,103,107,111],{"id":84,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":85,"show_sort_weight":4,"slug":86},178,"Faktur","faktur",{"id":88,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":89,"show_sort_weight":4,"slug":90},192,"Formulir","formulir-192",{"id":92,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":93,"show_sort_weight":4,"slug":94},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":96,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":97,"show_sort_weight":4,"slug":98},179,"Poster","poster",{"id":100,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":101,"show_sort_weight":4,"slug":102},176,"Presentasi","presentasi",{"id":104,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":105,"show_sort_weight":4,"slug":106},177,"Resume","resume",{"id":108,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":109,"show_sort_weight":4,"slug":110},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":112,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":4,"slug":113},183,"umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":81,"data":115},{"doc_id":78,"user_id":116,"nickname":42,"user_avatar":117,"doc_module":22,"category_id":112,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":118,"file_id":119,"file_url":120,"file_type":121,"file_size":122,"view_count":22,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":123,"language":124,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":125,"faqs":126,"seo_title":127,"seo_description":12,"update_tm":128,"read_time":30},3848291630094,"https://eur-avatar.wpscdn.com/davatar_085a072bc5b1113ac321206ff7593b45","BAB I  \nPENDAHULUAN  \n# A. Latar Belakang Masalah\n\nKurikulum, prosespembelajaran, dan penilaian merupakan tiga dimensi dari  \nsekian banyak dimensi yang sangat penting dalam pendidikan. Ketiga dimensi  \ntersebut saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya. Kurikulum merupakan  \npenjabaran tujuan pendidikan yang menjadi landasan program pembelajaran.  \nProses pembelajaran merupakan upaya yang dilakukan guru untuk mencapai  \ntujuan yang dirumuskan dalam kurikulum. Penilaian merupakan salah satu  \nkegiatan yang dilakukan untuk mengukur dan menilai tingkat pencapaian  \nkurikulum dan berhasil tidaknya proses pembelajaran (Surapranata dan Hatta,  \n2006) .  \nKurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) merupakan kurikulum berdasarkan  \nstandar yang tetap menekankan pada pencapaian kompetensi siswa. Implementasi  \nKBK pada semuajenjang pendidikan menuntut berbagai perubahan pada praktik  \npembelajaran dan penggunaan asesmen, yang pada dasarnya diharapkanberorientasi pada proses dan hasil belajar dalam menguasai serta mencapai suatukompetensi secaraberkelanjutan dan komprehensif.  \nMuslich (2009) mengatakan ciri penilaian dalam KBK menganut prinsippenilaian berkelanjutan dan komprehensif guna mendukung upaya memandirikansiswa untuk belajar, bekerja sama, dan menilai diri sendiri. Karena itu, penilaiandilaksanakan dalam kerangka penilaian berbasis kelas (PBK) . PBK bertujuan  \nuntuk mengetahui kemajuan dan hasil belajar peserta didik, mendiagnosiskesulitan belajar, memberikan umpan balik/perbaikan proses pembelajaran,penentuan kenaikan kelas, dan memotivasi belajar peserta didik dengan caramengenal dan memahami diri dan merangsang untuk melakukan usaha perbaikan  \n(Surapranata dan Hatta, 2006) .  \nSurapranata dan Hatta (2006) mengatakan bahwa penilaian portofolio  \nmerupakan salah satu dari PBK terhadap sekumpulan karya peserta didik yang  \ntersusun secara sistematis dan terorganisasi yang diambil selama proses  \npembelajaran dalam kurun waktu tertentu, digunakan oleh guru dan peserta didik  \nuntuk memantau perkembangan pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta  \ndidik dalam mata pelajaran tertentu. Asesmen portofolio menunjukkan beberapa  \nkelebihan yang tidak diperoleh dari tes objektif, yaitu seperti adanya penilaian  \nyang berkelanjutan, menghargai siswa sebagai individu dengan keunikan masing -  \nmasing, dan adanya pengembanganmetakognisi melalui refleksi dan evaluasi diri.  \nSalah satu alasan asesmen portofolio digunakan dalam dunia pendidikan  \ndewasa ini adalah karena adanya ketidakpuasan terhadap penggunaan tes yang  \ndianggap tidak mampu menampilkan kemampuan siswa secara menyeluruh.Dalam konteks ini, yang dimaksud dengan tes adalah tes yang secara tradisionaldigunakan untuk mengukur keberhasilan pembelajaran. Tes tersebut kebanyakanberbentuk tes objektif dimana hanya ada satu pilihan jawaban yang benar. Testersebut dikembangkan dalam format pilihan ganda (Marhaeni, 2006) . Asesmenportofolio dalam hal ini dapat dijadikan sebagai alternatif asesmen yang dapatdikembangkan. Perlu ditekankan disini bahwa asesmen portofolio tidak  \ndimaksudkan sebagai alternatif pengganti tes, tetapi sebagai alternatif pendampingtes yang digunakan untuk melengkapi tes sehingga tes tidak menjadi satu-satunyainformasi dalampenilaian pembelajaran. (Wulan, 2009) .  \nArifin (2009) menyatakan, sebagai pendekatan yang baru dikenalkan, di  \nbeberapa negara menunjukkan bahwa banyak guru mengalami kesulitan untuk  \nmemahami portofolio yang dapat berfungsi sebagai alat pengajaran dan penilaian.  \nHal ini disebabkan oleh adanya kebiasaan guru yang senantiasa memberikan tes  \ndalam penilaian telah mendarah daging. Sehingga sangat sulit untuk tidak  \nmemikirkan tentang peringkat, skor, presentile yang harus diberikan kepada  \npeserta didik. Sebagaimana Surapranata dan Hatta mengungkapkan bahwa salah  \nsatu alasan jarang digunakan asesmen portofolio di lapangan adalah asesmen  \nportofolio dianggap kurang reliabel dibandingkan dengan bentuk penilaian lain  \nyang me","cbCailM2InF2CawU","https://ap.wps.com/l/cbCailM2InF2CawU","pdf",379045,7,"Indonesian","# BAB I - PENDAHULUAN\n## A. Latar Belakang Masalah","[{\"question\":\"Apa keterkaitan antara kurikulum, proses pembelajaran, dan penilaian dalam pendidikan?\",\"answer\":\"Kurikulum merumuskan tujuan pendidikan sebagai landasan program pembelajaran, proses pembelajaran dilakukan guru untuk mencapai tujuan kurikulum, sedangkan penilaian mengukur tingkat pencapaian kurikulum dan keberhasilan proses pembelajaran.\"},{\"question\":\"Bagaimana penilaian dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dijalankan?\",\"answer\":\"KBK menekankan pencapaian kompetensi siswa dengan penilaian berkelanjutan dan komprehensif, serta mendukung Penilaian Berbasis Kelas (PBK) yang memuat pemantauan kemajuan, diagnosis kesulitan belajar, umpan balik, penentuan kenaikan kelas, dan motivasi belajar.\"},{\"question\":\"Mengapa asesmen portofolio dipandang penting dan bagaimana posisinya terhadap tes objektif?\",\"answer\":\"Asesmen portofolio membantu memantau perkembangan pengetahuan, keterampilan, dan sikap melalui kumpulan karya peserta didik secara sistematis dan terorganisasi. Asesmen ini memiliki kelebihan karena berkelanjutan dan memungkinkan refleksi/evaluasi diri, namun dinyatakan bukan pengganti tes objektif melainkan alternatif pendamping agar tes tidak menjadi satu-satunya informasi dalam penilaian pembelajaran.\"}]","BAB I - PENDAHULUAN - A. Latar Belakang Masalah | PDF",1789094258]