[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-235675-113":3,"doc-detail-235675-id":80,"detail-sidebar-cat-1-id-113":95},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":73,"head_meta":75,"extra_data":77,"updated_unix":79},113,"id","chapter-1-introduction-background-problem-statement-research-objectives-and-benefits","BAB 1 - PENDAHULUAN - Latar Belakang, Rumusan Masalah, Tujuan dan Manfaat Penelitian","","Bab pendahuluan menguraikan alasan penelitian tentang budidaya sapi potong, menyoroti meningkatnya kebutuhan daging nasional yang belum diimbangi suplai. Disajikan karakteristik produktivitas sapi Brahman Cross, termasuk performa pertumbuhan dan persentase karkas. Penekanan juga diberikan pada peran transportasi darat saat pengiriman antar daerah karena dapat menimbulkan penyusutan bobot badan. Kasus CV. Indonesia Multi Indah digunakan untuk meneliti dampak transportasi serta menentukan lama pemulihan bobot hingga kembali mendekati bobot awal.",{"@graph":14,"@context":72},[15,34,55],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/template/","Template",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/","Umum",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/template/chapter-1-introduction-background-problem-statement-research-objectives-and-benefits/235675/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/chapter-1-introduction-background-problem-statement-research-objectives-and-benefits/235675.png","ImageObject",442,249,{"name":42,"@type":43},"wps_ap_test_251126_0180","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-21","2026-09-11",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":22},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",{"@type":56,"mainEntity":57},"FAQPage",[58,64,68],{"name":59,"@type":60,"acceptedAnswer":61},"Mengapa penelitian tentang pengiriman sapi potong penting?","Question",{"text":62,"@type":63},"Karena kebutuhan konsumsi daging sapi meningkat tetapi suplai belum mencukupi, sehingga produktivitas dan efisiensi pemeliharaan perlu diperhatikan. Salah satu faktor yang memengaruhi hasil adalah transportasi saat pengiriman ternak.","Answer",{"name":65,"@type":60,"acceptedAnswer":66},"Apa masalah utama yang diteliti di CV. Indonesia Multi Indah?",{"text":67,"@type":63},"Masalah utama adalah terjadinya penyusutan bobot badan ternak selama aktivitas pengiriman menggunakan transportasi darat (truk).",{"name":69,"@type":60,"acceptedAnswer":70},"Apa tujuan penelitian ini?",{"text":71,"@type":63},"Mengetahui bobot susut sapi Brahman Cross setelah tahap pengiriman dan lama pemulihan ketika dipelihara di kandang CV. Indonesia Multi Indah.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":74,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":76,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":78,"site_id":7},235675,1789099800,{"code":4,"msg":81,"data":82},"success",{"doc_id":78,"user_id":83,"nickname":42,"user_avatar":84,"doc_module":22,"category_id":85,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":86,"file_id":87,"file_url":88,"file_type":89,"file_size":90,"view_count":4,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":26,"language":91,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":92,"faqs":93,"seo_title":94,"seo_description":12,"update_tm":79,"read_time":22},8796095027276,"https://avatar.qwps.com/avatar/d3BzX2FwX3Rlc3RfMjUxMTI2XzAxODA=",183,"BAB 1. PENDAHULUAN  \n1.1 Latar Belakang  \nSapi potong merupakan ternak yang dibudidayakan dengan tujuan utamauntuk menghasilkan daging. Budidaya ternak sapi potong sudah dikenal secara luasoleh masyarakat maupun perusahaan-perusahaan peternakan. Jangka waktupemeliharaan yang relatif singkat dan harga daging yang relatif tinggi mampumemotivasi para peternak untuk tetap bersemangat dalam mengembangkan budidaya ternak sapi potong. Bangsa ternak sapi potong yang dibudidayakan beraneka ragam meliputi sapi Peranakan Ongole, Brahman Cross, Limousin Cross, Simmental Cross, Sumba Ongole, dan lain-lain.  \nKebutuhan konsumsi daging sapi setiap tahun selalu meningkat bersamaandengan meningkatnya jumlah populasi penduduk. Permintaan daging dalam negeri masih belum diimbangi dengan suplai daging yang mencukupi. Tahun 2019 Direktorat Jendral Peternakan menyebutkan berdasarkan kajian BPS, kebutuhandaging sapi nasional 2019 sebesar 2,56 kilogram per kapita pertahun dengan begitu, pada tahun 2019 kebutuhan daging mencapai 686.270 ton.  \nSapi Brahman Cross merupakan salah satu sapi impor yang sudah bisadikembangkan di Indonesia dengan produktivitas yang sangat baik, Average Daily Gain (ADG) sapi Brahman Cross berkisar antara 1,0-1,8 kg/hari, bahkan dalam kondisi tertentu bisa mencapai 2 kg/hari. Karkas Brahman Cross bervariasi antara 45% - 55% tergantung kondisi sapi saat ditimbang hidup dan performa tiapindividunya (Zajulie dkk., 2015) .  \nTransportasi juga sangat berpengaruh dalam kegiatan peternakan yang salah satunya adalah perdagangan sapi potong antar daerah. Dengan adanya perdagangantersebut dibutuhkan sarana dan prasarana transportasi yang memadai. Transportasi terbagi menjadi 2 bagian yaitu transportasi darat dan transportasi laut. Transportasidarat meliputi truk, pick up dan lain-lain, sedangkan transportasi laut yaitu kapalbarang dan kapal angkut khusus ternak. Transportasi juga mempunyai pengaruh terhadap ternak yang diangkut salah satunya yaitu penyusutan bobot badan.  \nCV. Indonesia Multi Indah merupakan salah satu perusahaan yang bergelutdi bidang peternakan sapi dengan sistem penggemukan. Suplier sapi Brahman Cross di CV. Indonesia Multi Indah diperoleh dari perusahaan GGLC (Great Giant Livestock Company) yang berada di Lampung. Oleh karena itu, transportasi yang digunakan dalam pengiriman ternak tersebut berupa truk dengan kapasitas 16 ekorsapi Brahman Cross setiap truk. Aktivitas pengiriman ternak di CV. Indonesia Multi Indah menimbulkan suatu masalah yaitu adanya penyusutan bobot badanternak, sehingga perlu adanya evaluasi upaya pemulihan bobot ternak agar bisakembali ke bobot awal.  \n1.2 Rumusan Masalah  \nSapi Brahman Cross yang dipelihara di CV. Indonesia Multi Indah diambildari perusahaan GGLC. Pengiriman ternak di CV. Indonesia Multi Indahmenggunakan transportasi darat (truk) . Dampak yang diketahui selama aktivitaspengiriman ternak yaitu terjadinya penyusutan bobot badan ternak. Oleh karena itu, untuk megetahui dampak transportasi terhadap penyusutan bobot badan ternak perlu dilakukan penelitian, dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk masapemulihan di CV. Indonesia Multi Indah ?.  \n1.3 Tujuan Penelitian  \nTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bobot susut ternak sapi Brahman Cross setelah melalui tahap pengiriman dan lama pemulihan ketikadipelihara di kandang CV. Indonesia Multi Indah.  \n1.4 Manfaat Penelitian  \nManfaat dari penelitian ini adalah, untuk menjadi bahan evaluasi bagi pihak perusahaan dan mengetahui berapa lama waktu yang diperlukan untuk mengembalikan bobot ternak kembali semula atau bobot waktu pembelian, dansebagai bahan referensi untuk penelitian selanjutnya di bidang yang sama.","cbCaieSFDfJXO0P3","https://ap.wps.com/l/cbCaieSFDfJXO0P3","pdf",150757,"Indonesian","# BAB 1. PENDAHULUAN\n## 1.1 Latar Belakang\n## 1.2 Rumusan Masalah\n## 1.3 Tujuan Penelitian\n## 1.4 Manfaat Penelitian","[{\"question\":\"Mengapa penelitian tentang pengiriman sapi potong penting?\",\"answer\":\"Karena kebutuhan konsumsi daging sapi meningkat tetapi suplai belum mencukupi, sehingga produktivitas dan efisiensi pemeliharaan perlu diperhatikan. Salah satu faktor yang memengaruhi hasil adalah transportasi saat pengiriman ternak.\"},{\"question\":\"Apa masalah utama yang diteliti di CV. Indonesia Multi Indah?\",\"answer\":\"Masalah utama adalah terjadinya penyusutan bobot badan ternak selama aktivitas pengiriman menggunakan transportasi darat (truk).\"},{\"question\":\"Apa tujuan penelitian ini?\",\"answer\":\"Mengetahui bobot susut sapi Brahman Cross setelah tahap pengiriman dan lama pemulihan ketika dipelihara di kandang CV. Indonesia Multi Indah.\"}]","BAB 1 - PENDAHULUAN - Latar Belakang, Rumusan Masalah, Tujuan dan Manfaat Penelitian | PDF",{"code":4,"msg":81,"data":96},[97,101,105,109,113,117,121,125],{"id":98,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":99,"show_sort_weight":4,"slug":100},178,"Faktur","faktur",{"id":102,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":103,"show_sort_weight":4,"slug":104},192,"Formulir","formulir-192",{"id":106,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":107,"show_sort_weight":4,"slug":108},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":110,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":111,"show_sort_weight":4,"slug":112},179,"Poster","poster",{"id":114,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":115,"show_sort_weight":4,"slug":116},176,"Presentasi","presentasi",{"id":118,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":119,"show_sort_weight":4,"slug":120},177,"Resume","resume",{"id":122,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":123,"show_sort_weight":4,"slug":124},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":85,"doc_module":22,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":4,"slug":126},"umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f"]