[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-seo-236760-113":41,"doc-detail-236760-id":108},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":42,"data":43},"ok",{"site_id":44,"language":45,"slug":46,"title":47,"keywords":48,"description":49,"schema_data":50,"social_meta":101,"head_meta":103,"extra_data":105,"updated_unix":107},113,"id","asmalibrasi","ASMALIBRASI","","ASMALIBRASI menceritakan suasana sore di kawasan Senayan, Jakarta Selatan saat Alam dan Denaya seusai bertemu temannya langsung menuju Anomali Cafe untuk makan dan berkumpul. Dalam perjalanan mereka bercanda, bernyanyi bersama, dan saling mengingatkan agar fokus. Di kafe, Denaya mengabarkan bahwa Libra sudah menunggu, lalu mempertemukan Alam dengan teman-teman kuliahnya. Obrolan mulai akrab namun beralih ke topik balapan dan keterkaitan masa lalu yang membuat Alam merasa tidak nyaman.",{"@graph":51,"@context":100},[52,68,83],{"@type":53,"itemListElement":54},"BreadcrumbList",[55,59,62,65],{"item":56,"name":57,"@type":58,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":60,"name":10,"@type":58,"position":61},"https://docshare.wps.com/id/template/",2,{"item":63,"name":35,"@type":58,"position":64},"https://docshare.wps.com/id/template/surat/",3,{"item":66,"name":47,"@type":58,"position":67},"https://docshare.wps.com/id/template/asmalibrasi/236760/",4,{"url":66,"name":47,"@type":69,"author":70,"headline":47,"publisher":73,"fileFormat":76,"inLanguage":45,"description":49,"dateModified":77,"datePublished":77,"encodingFormat":76,"isAccessibleForFree":78,"interactionStatistic":79},"DigitalDocument",{"name":71,"@type":72},"Rizky","Person",{"url":56,"name":74,"@type":75},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-11",true,{"@type":80,"interactionType":81,"userInteractionCount":4},"InteractionCounter",{"@type":82},"ViewAction",{"@type":84,"mainEntity":85},"FAQPage",[86,92,96],{"name":87,"@type":88,"acceptedAnswer":89},"Mengapa Alam dan Denaya langsung pergi ke Anomali Cafe tanpa belanja?","Question",{"text":90,"@type":91},"Denaya tidak berniat shopping karena makeup-nya masih ada, sehingga mereka melanjutkan perjalanan ke Anomali Cafe.","Answer",{"name":93,"@type":88,"acceptedAnswer":94},"Apa yang terjadi saat Alam mencari dompet di dalam mobil?",{"text":95,"@type":91},"Denaya menemukan dompet yang ternyata sudah dipegangnya; Alam baru menyadari karena Denaya tidak memberitahu sejak awal.",{"name":97,"@type":88,"acceptedAnswer":98},"Bagaimana awal pertemuan Alam dengan Libra dan teman-teman kuliah Libra?",{"text":99,"@type":91},"Libra datang memanggil Denaya, lalu Alam diperkenalkan ke tiga teman kuliah Libra; Denaya dan Libra sudah akrab sejak kecil.","https://schema.org",{"og:url":66,"og:type":102,"og:title":47,"og:site_name":74,"og:description":49},"article",{"robots":104,"canonical":66},"index,follow",{"doc_id":106,"site_id":44},236760,1789107424,{"code":4,"msg":5,"data":109},{"doc_id":106,"user_id":110,"nickname":71,"user_avatar":111,"doc_module":9,"category_id":34,"category_name":35,"doc_title":47,"doc_description":49,"doc_content":112,"file_id":113,"file_url":114,"file_type":115,"file_size":116,"view_count":4,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":117,"language":118,"language_code":45,"site_id":44,"html_lang":45,"table_of_contents":119,"faqs":120,"seo_title":121,"seo_description":49,"update_tm":107,"read_time":61},962085564807,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_6f874abed73319feea01a86fa6f0fab8","ASMALIBRASI  \nby Clouziess  \nJALANAN sore itu di daerah Senayan, Jakarta Selatan dipadati para pekerja yang baru saja bubar. Selesai bertemu temannya, Alam dan Denaya langsung menuju ke Anomali Cafe yang tidak jauh dari Pasific Place Mall, tempat dirinya melakukan transaksi bersama dengan temannya tadi.  \n“Mau langsung aja ke Anomali sayang? Gamau belanja dulu?” Sembari menunjuk ke store makeup. Denaya terlihat ragu, akan tetapi ia tidak berniat untuk shopping hari ini. Dengan cepat kepalanya menggeleng, tanda bahwa dirinya sedang tidak mood untuk belanja.  \n“Engga sayang, makeup aku masih ada. Lain kali aja deh.” Ujarnya.  \nMereka melanjutkan langkahnya, menuruni eskalator dan memasuki lift untuk menuju ke basement tempat Alam memarkirkan mobilnya. “Sayang, hati-hati. Kamu daritadi main hp terus, bisa ketabrak tembok kalo gak aku pegangin!” Dengan refleks, Alam kembali menggandeng lengan pacarnya itu.  \nDenaya menoleh sebentar ke arah Alam, lalu kembali fokus dengan handphone nya, “Aku lagi chat sama libra sayang, dia lagi ada diAnomali ternyata sama temen-temennya.”  \n“Orang mah nanti lagi chattannya kalo udah didalem mobil.” Mendengar nada Alam yang sedikitsinis, Denaya pun memasukkan ponsel lalu bersandar dibahu Alam selagi mereka mencari mobilnya.“Iya-iya sayang, maafya. Aku suruh Libra tunggu di sana, nanti kita barengan ajapas di sana nyaya.” Alam mengangguk.  \nSetelah menemukan keberadaan mobilnya, Alam dan Denaya pun segera masuk dan langsung bergegas menuju Anomali Cafe. Selama di perjalanan, mereka asik memutar playlist dan menyanyi bersama,  \n“Hey you, you my love, my love, my beginning.” Seru keduanya dengan asik, sambil memandangwajah satu sama lain. Carpool karaoke menjadi salah satu kegiatan favorite mereka selama menempuh perjalanan kemana pun. Menurut keduanya, ini bisa menjadi alternatif agar salah satu nya tidak hanyafokus pada handphone atau fokus menyetir saja.  \nKarenajarak nya tidak sampai 1km, sekarang mobil itu sudah memasuki area parkir diAnomali Cafe.“Sayang, charger kamu mau dibawa atau gausah?”  \n“Gausah beb, taro aja di dalem mobil deh. Baterai aku juga masih full.”  \nAlam masih sibuk mencari dompetnya di dalam mobil. Sementara Denaya sudah berada di luar sejak tadi. Melihat Alam yang kebingungan sampai tubuhnya berbalik ke bagian seat belakang itupun, menghampiri,  \n“Kamu nyari apalagi sih beb? Gaenak sama Libra ini dia udau nungguin daritadi.”  \nAlam berdecak dari dalam mobil, pasalnya mereka kesini bukan untuk diburu-buru, dan bertemu dengan Libra tidak ada dalam planning keduanya hari inim  \n“Dompet aku dimanaya? Terakhir aku taro tadi di sini.” Jari Alam mengarah ke console box tengah mobilnya.  \n“Sayang, really?” Ujarnya, tangan kanannya memegang barang yang dicari oleh Alam daritadi. “Inikamu yang tadi kasih ke aku loh.” Alam terkekeh, dirinya sama sekali tidak sadar. Ia pun kemudian keluar dari dalam mobil, lalu mengacak-acak rambut Denaya, “Dasar, kenapa gak bilang daritadi sayangku.”  \n“Rambut aku jangan diacak-acak beb, ish kamu kebiasaan.” Keluh nya kesal.  \n“Mau kamu pegang sendiri dompetnya?”  \n“Gausah, pegang aja sama kamu.”  \n. . . . . .  \nSuasana di Anomali sekarang cukup ramai, mungkin karena ini sudah memasuki jam-jam sore kemalam. Alam dan Denaya mencari keberadaan meja Libra. Katanya sih, Libra sedang berada di sinibersama dengan teman-teman kuliahnya.  \n“Naya, Bang Alam.” Teriak seseorang dari arah belakang, dan ternyata itu adalah Libra.  \n“Itu sayang.” Denaya mengenggam tangan kekar itu, lalu pergi menghampiri Libra.  \n“Sorry ya Bra lama, lo semua udah daritadi?” Sapa Denaya. Berhubung Libra adalah kawan Denaya sejak kecil, makanya ia sudah kenal akrab dengan teman-teman kuliah Libra. Berbeda dengan Alam, yang baru hari ini pertama kali kenal dengan semuanya, kecuali Libra.  \n“Bang, apakabar?” Libra menyapa disanding gerakan tangan yang bermaksud untuk bercengkrama  \ndengan kakak iparnya itu (semoga) . Alam membalas,“Baik, gua kira lu kesini sama Sabrina.”  \nLibra menggaru","cbCaijKmW0GXkqVW","https://ap.wps.com/l/cbCaijKmW0GXkqVW","pdf",244816,6,"Indonesian","# ASMALIBRASI\n## Perjalanan menuju Anomali Cafe\n## Kehilangan dompet dan pertemuan dengan Libra\n## Perkenalan teman-teman dan obrolan balapan","[{\"question\":\"Mengapa Alam dan Denaya langsung pergi ke Anomali Cafe tanpa belanja?\",\"answer\":\"Denaya tidak berniat shopping karena makeup-nya masih ada, sehingga mereka melanjutkan perjalanan ke Anomali Cafe.\"},{\"question\":\"Apa yang terjadi saat Alam mencari dompet di dalam mobil?\",\"answer\":\"Denaya menemukan dompet yang ternyata sudah dipegangnya; Alam baru menyadari karena Denaya tidak memberitahu sejak awal.\"},{\"question\":\"Bagaimana awal pertemuan Alam dengan Libra dan teman-teman kuliah Libra?\",\"answer\":\"Libra datang memanggil Denaya, lalu Alam diperkenalkan ke tiga teman kuliah Libra; Denaya dan Libra sudah akrab sejak kecil.\"}]","ASMALIBRASI | PDF"]