[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-seo-237633-113":41,"doc-detail-237633-id":108},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":42,"data":43},"ok",{"site_id":44,"language":45,"slug":46,"title":47,"keywords":48,"description":49,"schema_data":50,"social_meta":101,"head_meta":103,"extra_data":105,"updated_unix":107},113,"id","appendix-chapter-ii-facts-characters-setting-and-themes-of-the-novel-dikaki-bukit-cibalak-by-ahmad-tohari","LAMPIRAN BAB II - Fakta-fakta, Karakter, Latar dan Tema Novel Dikaki Bukit Cibalak Karya Ahmad Tohari","","Lampiran Bab II menghimpun fakta-fakta cerita dalam novel Dikaki Bukit Cibalak karya Ahmad Tohari melalui tabel alur, karakter, dan latar, disertai kutipan dan rujukan halaman. Bagian alur menelusuri perkembangan peristiwa dengan penanda maju (maju-mundur), sementara bagian karakter memetakan tokoh utama beserta sifatnya seperti peduli sosial, antagonis, sabar, lugu, berpendidikan, cerdas, dan sederhana. Latar disajikan pada beberapa lokasi, kemudian diakhiri penjabaran tema yang menyoroti idealisme, konflik dengan kebijakan korup, serta dampaknya pada tokoh hingga terpaksa meninggalkan desanya.",{"@graph":51,"@context":100},[52,68,83],{"@type":53,"itemListElement":54},"BreadcrumbList",[55,59,62,65],{"item":56,"name":57,"@type":58,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":60,"name":10,"@type":58,"position":61},"https://docshare.wps.com/id/template/",2,{"item":63,"name":39,"@type":58,"position":64},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/",3,{"item":66,"name":47,"@type":58,"position":67},"https://docshare.wps.com/id/template/appendix-chapter-ii-facts-characters-setting-and-themes-of-the-novel-dikaki-bukit-cibalak-by-ahmad-tohari/237633/",4,{"url":66,"name":47,"@type":69,"author":70,"headline":47,"publisher":73,"fileFormat":76,"inLanguage":45,"description":49,"dateModified":77,"datePublished":77,"encodingFormat":76,"isAccessibleForFree":78,"interactionStatistic":79},"DigitalDocument",{"name":71,"@type":72},"wps_ap_test_251126_0180","Person",{"url":56,"name":74,"@type":75},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-11",true,{"@type":80,"interactionType":81,"userInteractionCount":4},"InteractionCounter",{"@type":82},"ViewAction",{"@type":84,"mainEntity":85},"FAQPage",[86,92,96],{"name":87,"@type":88,"acceptedAnswer":89},"Bagaimana struktur Lampiran Bab II dalam dokumen ini disusun?","Question",{"text":90,"@type":91},"Dokumen menyusun informasi cerita dalam tabel berdasarkan alur, karakter, latar, lalu ditutup dengan tabel tema yang terdapat pada novel.","Answer",{"name":93,"@type":88,"acceptedAnswer":94},"Tokoh apa saja yang dibahas pada bagian karakter?",{"text":95,"@type":91},"Karakter yang dipetakan meliputi Pambudi, Pak Dirga, Mbok Ralem, Sanis, Mulyani, Pak Barkah, dan Topo, masing-masing disertai sifat atau ciri serta kutipan.",{"name":97,"@type":88,"acceptedAnswer":98},"Tema utama apa yang disoroti dalam tabel tema?",{"text":99,"@type":91},"Tema menekankan pemuda yang cerdas dan menjunjung kebenaran namun idealismenya berbenturan dengan kekuasaan korup, yang berujung pada fitnah dan keterpaksaan tokoh meninggalkan desanya.","https://schema.org",{"og:url":66,"og:type":102,"og:title":47,"og:site_name":74,"og:description":49},"article",{"robots":104,"canonical":66},"index,follow",{"doc_id":106,"site_id":44},237633,1789113913,{"code":4,"msg":5,"data":109},{"doc_id":106,"user_id":110,"nickname":71,"user_avatar":111,"doc_module":9,"category_id":38,"category_name":39,"doc_title":47,"doc_description":49,"doc_content":112,"file_id":113,"file_url":114,"file_type":115,"file_size":116,"view_count":4,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":117,"language":118,"language_code":45,"site_id":44,"html_lang":45,"table_of_contents":119,"faqs":120,"seo_title":121,"seo_description":49,"update_tm":107,"read_time":64},8796095027276,"https://avatar.qwps.com/avatar/d3BzX2FwX3Rlc3RfMjUxMTI2XzAxODA=","LAMPIRAN BAB II  \nFakta-fakta cerita yang terdapat dalam novel Dikaki Bukit Cibalak Karya  \nAhmad Tohari  \n\n| No | Alur | Kutipan | Halaman |\n| --- | --- | --- | --- |\n| 1. | Maju (MajuMundur) | Pagi-pagi mereka pergi ke pasar membawa apa-apauntuk dijual di sana. Biasanya mereka memjualakar kayu jati yang mereka gali dari lereng-lereng Bukit Cibalak. | 7 |\n|  |  | Namun srigunting-srigunting telah lama punah dari wilayah Bukit Cibalak. Yang induk ditangkapi, dimasukkan ke dalam kotak-kotak kaca menjadipajangan. | 8 |\n|  |  | Mbok Ralem meremas-remas jarinya sendiri. Benjolan di lehernya terasa menggigit. Bibirnya geetar mau bicara, tetapi tidak sepatah kata pun berhasil diucapkan. | 21 |\n|  |  | Naskah iklan itu selesai di buat Pak Barkah, kemusian diperlihatkan kepada pambudi. Ternyata bunyinya singkat saja. | 38 |\n|  |  | Entah mengapa pikiran pambudi langsung terbang ke tanggir. Karena melihat sundal di halaman losmen itu, ia jadi teringat kepada seorang gadiskecil di kampungnya. Meskipun baru duduk dikelas dua SMP, sanis pasti lebih cantik. | 42 |\n|  |  | Tidak hanya Pak Barkah yang terkesan oleh perpisahan itu. Para pegawai kalawarta pun ikut merasa kehilangan. | 55 |\n|  |  | Pertama, usahakan kembang yang dibungkus kain mori ini terlangkahi oleh pambudi. Kedua , sampean harus mengambil segengam tanah kuburan. | 64 |\n|  |  | Kepergianku dari lumbung koperasi desa Tanggir, perbedaan paham antara aku dan pak Dirga, mulai tampak ekornya. | 77 |\n|  |  | Dulu topo menjadi sahabat karib pambudi, duduk sebangku. Teman membuat contekan dan teman mencuri pepaya yang tumbuh di belakang gedung SMA. Anak pensiunan polisi itu layak kutemui, pikir pambudi. | 97 |\n|  |  | Pembicaraan mereka berkisar pada masalah yang konyol-konyol, seolah-olah kehidupan mereka saatitu merupakan periode yang komikal. | 99 |\n|  |  | Dalam melaksanakan rencana pengembangankalawarta, pambudi seakan menggelindingkan | 125 |\n\n\n|  |  | sebuah bola dari atas tebing. Hampir semua yang harus dikerjakannya sudah mendapat petunjuk tertulis dari pendi toba. |  |  |\n| --- | --- | --- | --- | --- |\n| 2. | Karakter | Pambudi\u003Cbr>-peduli sosial | Pambudi yakin, tungku itu jarang dinyalakan, karena hanya terlihatsedikit abu di dalamnya. Barangkali tadi mbok Ralemsekeluarkaga sarapan singkong bakar. | 31 |\n|  |  | Pak Dirga\u003Cbr>-Antagonis | Pak Dirga berkata, ’’Mbok Ralem, sebenarnya seorang seperti kamutidak bisa mendapat pinjaman. Aku tahu, banyak pinjaman yang mengembalikan pinjamanya sajatidak dapat, apalagi bersama bunganya. | 21 |\n|  |  | Mbok Ralem\u003Cbr>-sabar | ’’Untuk apa padimu nanti, Mbok?’’Akan kujual. Uangnya akan kupergunakan untuk berobat. Lihatlah, leherku membengkak. Sakit sekali rasanya. | 19 |\n|  |  | Sanis\u003Cbr>-Lugu | Dahinya hampir tertutup poni, tetapi bedak di wajah sanis tidak rata. Walaupun begitu sanis cantik seperti boneka. Anehnya, ia sangat membatasi kata-katanya. ’’Terima Kasih,’’ itulah ucapan selalu diulang-ulangnya. | 72 |\n|  |  | Mulyani\u003Cbr>-\u003Cbr>Berpendidikan | Menjelang ulangan umum, Mulyani memintanya membantu belajar. ’’Daripada mengunadang seorang guru les kan bayarannya mahal, Ma,’’ kata mulyani kepadanyonya wibawa. | 112 |\n|  |  | Pak Barkah\u003Cbr>-Cerdas | “Aku perlu mengunakan titelku demi kepercayaan dan wibawa,’’ujarnya. Orang tidak akan ambil\u003Cbr>pusing bahwa gelar\u003Cbr>kesarjanaannya bukan untuk bidang pendidikan, melainkan bidang jurnalistik. | 127 |\n|  |  | Topo\u003Cbr>-Sederhana | “Pam,’’ kata topo pada suatumalam sesudah makan nasi denganlauk abon dan sambal kecap.“Sudah kukatakan aku lebih miskin daripada kamu. | 104 |\n| 3. | Latar | Desa Tanggir | Dulu, jalan setapak itu adalah | 5 |\n\n\n|  |  |  | terowongan yang menembus belukar puyengan. Bila iringiringan kerbau lewat, tubuh mereka tenggelam di bawah terowongan semak itu. |  |\n| --- | --- | --- | --- | --- |\n|  |  | Toko Potret | Pambudi membawa Mbok Ralem ke sebuah tokoh potret. Pasfoto Mbok Ralem siap seketika. Kemudian pambudi membuat fotokopi surat kererangan dari desa dan surat p","cbCaiokmgrGBhWft","https://ap.wps.com/l/cbCaiokmgrGBhWft","pdf",198855,7,"Indonesian","# Alur\n# Karakter\n## Pambudi\n## Pak Dirga\n## Mbok Ralem\n## Sanis\n## Mulyani\n## Pak Barkah\n## Topo\n# Latar\n## Desa Tanggir\n## Toko Potret\n## Kantor Redaksi\n## Rumah sakit Yogya\n## Kota Yogya\n## Toko Nyonya Wibawa\n## Desa Tanggir\n# Tema","[{\"question\":\"Bagaimana struktur Lampiran Bab II dalam dokumen ini disusun?\",\"answer\":\"Dokumen menyusun informasi cerita dalam tabel berdasarkan alur, karakter, latar, lalu ditutup dengan tabel tema yang terdapat pada novel.\"},{\"question\":\"Tokoh apa saja yang dibahas pada bagian karakter?\",\"answer\":\"Karakter yang dipetakan meliputi Pambudi, Pak Dirga, Mbok Ralem, Sanis, Mulyani, Pak Barkah, dan Topo, masing-masing disertai sifat atau ciri serta kutipan.\"},{\"question\":\"Tema utama apa yang disoroti dalam tabel tema?\",\"answer\":\"Tema menekankan pemuda yang cerdas dan menjunjung kebenaran namun idealismenya berbenturan dengan kekuasaan korup, yang berujung pada fitnah dan keterpaksaan tokoh meninggalkan desanya.\"}]","LAMPIRAN BAB II - Fakta-fakta, Karakter, Latar dan Tema Novel Dikaki Bukit Cibalak Karya Ahmad Tohari | PDF"]