[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-237022-id":3,"doc-seo-237022-113":30,"detail-sidebar-cat-1-id-113":90},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":11,"category_id":12,"category_name":13,"doc_title":14,"doc_description":15,"doc_content":16,"file_id":17,"file_url":18,"file_type":19,"file_size":20,"view_count":4,"is_deleted":4,"is_public":11,"is_downloadable":11,"audit_status":11,"page_count":21,"language":22,"language_code":23,"site_id":24,"html_lang":23,"table_of_contents":25,"faqs":26,"seo_title":27,"seo_description":15,"update_tm":28,"read_time":29},237022,687197100911,"Himbo","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/a000239b6f1da00475?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1785132997149421697",1,183,"Umum","ANALISIS PENYEBARAN HOAKS DI KALANGAN REMAJA - Tinjauan kemampuan adaptasi remaja dalam membedakan berita","Laju komunikasi dan pergaulan remaja yang dinamis menuntut kemampuan untuk beradaptasi, termasuk membedakan berita benar dan tidak benar. Penelitian ini bertujuan menilai kemampuan remaja beradaptasi di tengah percepatan arus informasi melalui media sosial, terutama saat pandemi Covid-19. Metode deskriptif analisis memakai angket serta observasi verbal dan teks pada 196 responden usia 17–31 tahun (mayoritas Jabodetabek). Hasil menunjukkan sebagian besar remaja belum mampu membedakan hoaks, misalnya terkait vaksin Covid-19.","ANALISIS PENYEBARAN HOAKS DI KALANGAN REMAJA  \nFajar Kurniadi  \nUniversitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia  \n[Fajar.kurniadi@unindra.ac.id](Fajar.kurniadi@unindra.ac.id)  \nAbstract  \nReceived: 31 Maret 2022 Laju komunikasi dan pergaulan remaja yang dinamis membuat mereka  \nRevised: 19 April 2022 harus cepat beradaptasi dan mengembangkan diri. Adaptasi yang  \nAccepted: 18 Agustus 2022 dimaksud adalah dengan mampu membedakan berita yang dinyatakan benar atau tidak benar. Beberapa pesan menggunakan bahasa yang samarsehingga kerap dianggap benar. Tujuan penelitian ini adalah untukmelihat kemampuan remaja dalam beradaptasi di tengah perkembangan laju komunikasi di media sosial. Media sosial menjadi jalan utama remajadalam berkomunikasi, utamanya di kala pandemi. Metode yang digunakandalam penelitian ini adalah deskriptif analisis dengan pendekatan menggunakan angket dan observasi verbal dan teks. Penelitian inimelibatkan 196 responden dengan rentang usia 17-31 tahun yang mayoritas tinggal di Jabodetabek. Adapun hasil yang didapat adalah sebagian besar remaja tidak mampu membedakan berita (vaksin covid-19) hoaks atau asli. Hal ini harus menjadi perhatian serius para ahli bahasa karena kebanyakan hoaks menyasar remaja menggunakan bahasa yang provokatif dan persuasif.  \nKeywords: Hoaks; Media Sosial; Remaja  \n(*) Corresponding Author: Kurniadi, [Fajar.kurniadi@unindra.ac.id](Fajar.kurniadi@unindra.ac.id)  \nHow to Cite: Kurniadi, F. (2022) . Analisis Penyebaran Hoaks Di Kalangan Remaja. Research and Development Journal of Education, 8(2), 718-725.  \nINTRODUCTION  \nRemaja menjadi subjek dan objek perkembangan ekonomi dan peradaban. Melaluiremaja, ekonomi dan peradaban suatu bangsa bermula. Melalui pemikiran dan perlakuan remaja, perkembangan suatu bangsa bermula. Menguatkan remaja dengan kemampuan bertahan hidup yang sesuai dengan perkembangan zamannya adalah jalan keluar dari masalah bangsa. Remaja seharusnya disibukkan dengan berbagai aktivitas positif sepertimembaca, meneliti, menganalisis, dan membuat penemuan atau teori baru. Tetapi, yang terjadi tampaknya tidak demikian. sebagian remaja kini sibuk dengan hal yang konsumtif dan jauh dari proses kreatif. remaja menjadi sasaran dari berbagai pihak yang menginginkan kemajuan atau kehancuran suatu bangsa. Remaja mulai disibukkan denganaktivitas yang tidak mengembangkan pikirannya, kekuatan fisiknya, dan keimanannyasecara seimbang. Apalagi di masa pandemi Covid-19, remaja dipaksa untuk menurunkanaktivitas fisiknya di luar rumah dan berfokus pada kegiatan statis di dalam rumah. Keadaan ini akan mengubah beberapa hal di antaranya adalah pola intearksi, pola komunikasi, pola bahasa, dan pola pikir.  \nPola interaksi remaja yang awalnya membentuk kelompok-kelompok kecil untukmengerjakan suatu hal yang bermanfaat akan berubah menjadi pola interaksi yang minimal. Tidak jarang, hal ini akan memunculkan kurangnya rasa kekeluargaan dan kebersamaan di antara mereka. Awalnya mereka melakukan berbagai hal secara bersama, kini mereka harus melakukannya sendiri. Pola interaksi secara virtual menjadi solusi dari  \nmasalah ini. Mungkin kebersamaannya akan masih bisa ditanggulangi dengan pertemuan virtual. Tetapi, pasti ada perbedaan rasa yang dialami para remaja.  \nPola komunikasi yang awalnya luwes dan akrab dengan bahasa yang cepat berkembang di kalangan remaja akan berganti menjadi komunikasi yang berbeda. Pola komunikasi yang berubah, memaksa pola bahasa remaja juga berubah. Ditambah, dengan menggunakan keterbatasan media sosial, kadang menimbulkan konflik di atara mereka. Konflik terjadi karena sebagian penggunanya tidak dapat menempatkan diri pada keadaan bercanda atau serius. Selain itu, penggunaan tanda baca yang kurang tepat pun kadang menimbulkan konflik. Selain dari muatan bahasa tersebut, penggunaan diksi yang berlebihan pun kadang menimbulkan nilai rasa yang berbeda. Ketidakmampuan membaca situasi dan perasaan pembaca pesan menjadi masalah utama sehingga muncul masalah baru.  \nPerubah","cbCaiqFbqlciaJ5x","https://ap.wps.com/l/cbCaiqFbqlciaJ5x","pdf",163871,8,"Indonesian","id",113,"# Abstract\n# Introduction\n## Dinamika remaja dan perubahan pola sosial\n## Interaksi, komunikasi, dan pola bahasa pada masa pandemi\n## Pola pikir dan risiko informasi di media sosial\n## Sikap terhadap berita sensitif dan hoaks","[{\"question\":\"Apa tujuan utama penelitian tentang hoaks pada remaja?\",\"answer\":\"Menilai kemampuan remaja beradaptasi di tengah perkembangan laju komunikasi, khususnya dalam membedakan berita yang benar atau tidak benar.\"},{\"question\":\"Metode apa yang digunakan dalam penelitian ini?\",\"answer\":\"Penelitian menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan angket serta observasi verbal dan teks.\"},{\"question\":\"Apa temuan penting mengenai kemampuan remaja membedakan hoaks?\",\"answer\":\"Sebagian besar remaja tidak mampu membedakan berita hoaks atau asli, termasuk yang beredar tentang vaksin Covid-19.\"}]","ANALISIS PENYEBARAN HOAKS DI KALANGAN REMAJA - Tinjauan kemampuan adaptasi remaja dalam membedakan berita | PDF",1789109165,3,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":24,"language":23,"slug":33,"title":14,"keywords":34,"description":15,"schema_data":35,"social_meta":85,"head_meta":87,"extra_data":89,"updated_unix":28},"analysis-of-the-spread-of-hoaxes-among-adolescents-review-of-adolescents-ability-to-adapt-in-distinguishing-news","",{"@graph":36,"@context":84},[37,53,67],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,50],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":11},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/template/","Template",2,{"item":49,"name":13,"@type":43,"position":29},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/",{"item":51,"name":14,"@type":43,"position":52},"https://docshare.wps.com/id/template/analysis-of-the-spread-of-hoaxes-among-adolescents-review-of-adolescents-ability-to-adapt-in-distinguishing-news/237022/",4,{"url":51,"name":14,"@type":54,"author":55,"headline":14,"publisher":57,"fileFormat":60,"inLanguage":23,"description":15,"dateModified":61,"datePublished":61,"encodingFormat":60,"isAccessibleForFree":62,"interactionStatistic":63},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":56},"Person",{"url":41,"name":58,"@type":59},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-11",true,{"@type":64,"interactionType":65,"userInteractionCount":4},"InteractionCounter",{"@type":66},"ViewAction",{"@type":68,"mainEntity":69},"FAQPage",[70,76,80],{"name":71,"@type":72,"acceptedAnswer":73},"Apa tujuan utama penelitian tentang hoaks pada remaja?","Question",{"text":74,"@type":75},"Menilai kemampuan remaja beradaptasi di tengah perkembangan laju komunikasi, khususnya dalam membedakan berita yang benar atau tidak benar.","Answer",{"name":77,"@type":72,"acceptedAnswer":78},"Metode apa yang digunakan dalam penelitian ini?",{"text":79,"@type":75},"Penelitian menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan angket serta observasi verbal dan teks.",{"name":81,"@type":72,"acceptedAnswer":82},"Apa temuan penting mengenai kemampuan remaja membedakan hoaks?",{"text":83,"@type":75},"Sebagian besar remaja tidak mampu membedakan berita hoaks atau asli, termasuk yang beredar tentang vaksin Covid-19.","https://schema.org",{"og:url":51,"og:type":86,"og:title":14,"og:site_name":58,"og:description":15},"article",{"robots":88,"canonical":51},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":24},{"code":4,"msg":5,"data":91},[92,96,100,104,108,112,116,120],{"id":93,"doc_module":11,"doc_module_name":46,"category_name":94,"show_sort_weight":4,"slug":95},178,"Faktur","faktur",{"id":97,"doc_module":11,"doc_module_name":46,"category_name":98,"show_sort_weight":4,"slug":99},192,"Formulir","formulir-192",{"id":101,"doc_module":11,"doc_module_name":46,"category_name":102,"show_sort_weight":4,"slug":103},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":105,"doc_module":11,"doc_module_name":46,"category_name":106,"show_sort_weight":4,"slug":107},179,"Poster","poster",{"id":109,"doc_module":11,"doc_module_name":46,"category_name":110,"show_sort_weight":4,"slug":111},176,"Presentasi","presentasi",{"id":113,"doc_module":11,"doc_module_name":46,"category_name":114,"show_sort_weight":4,"slug":115},177,"Resume","resume",{"id":117,"doc_module":11,"doc_module_name":46,"category_name":118,"show_sort_weight":4,"slug":119},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":12,"doc_module":11,"doc_module_name":46,"category_name":13,"show_sort_weight":4,"slug":121},"umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f"]