[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-seo-232836-113":41,"doc-detail-232836-id":114},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":42,"data":43},"ok",{"site_id":44,"language":45,"slug":46,"title":47,"keywords":48,"description":49,"schema_data":50,"social_meta":107,"head_meta":109,"extra_data":111,"updated_unix":113},113,"id","analysis-of-the-cp-formulation-process-independent-teaching-case-study-of-cp-to-atp-conversion","Analisis Proses Perumusan CP - Merdeka Mengajar - Studi Kasus Konversi CP ke ATP","","Transformasi pendidikan di Indonesia menjadi isu sentral dalam diskursus pendidikan nasional melalui Kurikulum Merdeka yang adaptif dan relevan. Kurikulum Merdeka memberi otoritas lebih luas kepada guru, namun masih terdapat kekurangan riset komprehensif tentang dampak konversi dari Capaian Pembelajaran (CP) ke Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) terhadap praktik “Merdeka Mengajar”. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses perumusan CP ke ATP menggunakan analisis konten pada dokumen Kurikulum Merdeka sebagai studi kasus.",{"@graph":51,"@context":106},[52,68,89],{"@type":53,"itemListElement":54},"BreadcrumbList",[55,59,62,65],{"item":56,"name":57,"@type":58,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":60,"name":10,"@type":58,"position":61},"https://docshare.wps.com/id/template/",2,{"item":63,"name":39,"@type":58,"position":64},"https://docshare.wps.com/id/template/umum/",3,{"item":66,"name":47,"@type":58,"position":67},"https://docshare.wps.com/id/template/analysis-of-the-cp-formulation-process-independent-teaching-case-study-of-cp-to-atp-conversion/232836/",4,{"url":66,"name":47,"@type":69,"image":70,"author":75,"headline":47,"publisher":78,"fileFormat":81,"inLanguage":45,"description":49,"dateModified":82,"datePublished":83,"encodingFormat":81,"isAccessibleForFree":84,"interactionStatistic":85},"DigitalDocument",{"url":71,"@type":72,"width":73,"height":74},"https://docshare.wps.com/thumbnails/analysis-of-the-cp-formulation-process-independent-teaching-case-study-of-cp-to-atp-conversion/232836.png","ImageObject",442,249,{"name":76,"@type":77},"Caleb Sterling","Person",{"url":56,"name":79,"@type":80},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-21","2026-09-10",true,{"@type":86,"interactionType":87,"userInteractionCount":64},"InteractionCounter",{"@type":88},"ViewAction",{"@type":90,"mainEntity":91},"FAQPage",[92,98,102],{"name":93,"@type":94,"acceptedAnswer":95},"Apa tujuan penelitian dalam menganalisis proses perumusan CP ke ATP?","Question",{"text":96,"@type":97},"Penelitian bertujuan menganalisis proses perumusan CP ke ATP untuk menggali makna “Merdeka Mengajar” secara lebih mendalam dalam praktik.","Answer",{"name":99,"@type":94,"acceptedAnswer":100},"Bagaimana penelitian ini memperoleh dan menganalisis data?",{"text":101,"@type":97},"Data diperoleh dari dokumen Kurikulum Merdeka, panduan pembelajaran dan asesmen, serta rujukan Permendikbud dari sumber resmi. Analisis dilakukan melalui analisis dokumen secara ketat dengan menelaah proses perumusan CP ke ATP.",{"name":103,"@type":94,"acceptedAnswer":104},"Mengapa konversi CP ke ATP dianggap langkah krusial dalam Kurikulum Merdeka?",{"text":105,"@type":97},"Konversi CP ke ATP membuat capaian yang ditetapkan menjadi tujuan pembelajaran yang lebih spesifik dan terukur dalam konteks lokal, sehingga mendukung pelaksanaan pembelajaran sesuai prinsip Merdeka Mengajar.","https://schema.org",{"og:url":66,"og:type":108,"og:title":47,"og:site_name":79,"og:description":49},"article",{"robots":110,"canonical":66},"index,follow",{"doc_id":112,"site_id":44},232836,1790025615,{"code":4,"msg":5,"data":115},{"doc_id":112,"user_id":116,"nickname":76,"user_avatar":117,"doc_module":9,"category_id":38,"category_name":39,"doc_title":47,"doc_description":49,"doc_content":118,"file_id":119,"file_url":120,"file_type":121,"file_size":122,"view_count":9,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":123,"language":124,"language_code":45,"site_id":44,"html_lang":45,"table_of_contents":125,"faqs":126,"seo_title":127,"seo_description":49,"update_tm":128,"read_time":67},962084925290,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_085a072bc5b1113ac321206ff7593b45","Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan  \nVolume: 4 | Nomor 02 | Agustus 2024 |  \nDOI:  10.47709/educendikia.v4i02 .4455  \nAnalisis Proses Perumusan CP: Merdeka Mengajar?  \nAuthor:  \nJhoni Eppendi 1 Muhammad Ilham2 Nofvia De Vega3  \nAfiliation:  \nUniversitas Borneo Tarakan1,2,3  \nCorresponding email  \n[eppendij@borneo.ac.id](eppendij@borneo.ac.id)  \nHistori Naskah:  \nSubmit: 2024-08-05  \nAccepted: 2024-08-10  \nPublished: 2024-08-12  \nThis is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License  \nAbstrak:  \nTransformasi pendidikan di Indonesia menjadi isu sentral yang terusdibahas dalam ranah pendidikan nasional. Pemerintah berupaya menghadirkan kurikulum yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan zaman, salah satunya dengan melahirkan Kurikulum Merdeka. Meskipunkurikulum merdeka memberi guru otoritas yang lebih besar, ada kurangnya penelitian komprehensif tentang bagaimana konversi dari CP ke ATP berdampak pada konsep Merdeka Mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses perumusan CP ke ATP dengan tujuan menggali makna\"Merdeka Mengajar\" secara lebih mendalam. Dengan menggunakan analisis konten, penelitian ini mengkaji dokumen-dokumen Kurikulum Merdeka, khususnya proses konversi CP menjadi (ATP) dalam sebuah studikasus. Kurikulum Merdeka memberikan ruang bagi pendidik untuk berkreasi dalam pembelajaran, namun perlu adanya mekanisme yang lebih baik untuk memastikan keselarasan dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Fleksibilitas Kurikulum Merdeka berpotensi meningkatkan relevansipembelajaran, namun juga menimbulkan tantangan dalam menjaga kualitas dan keseragaman hasil belajar siswa. Konsep Merdeka Mengajar yang diusung Kurikulum Merdeka adalah memberikan otonomi yang lebih besarkepada guru untuk merencanakan dan melaksanakan pembelajaran sesuaikondisi peserta didik dalam mencapai CP kurikulum tersebut  \nKata kunci: Analisis; Capaian Pembelajaran (CP); Kurikulum Merdeka; Merdeka Mengajar; Proses Perumusan  \nPendahuluan  \nTransformasi pendidikan di Indonesia terus menjadi isu sentral dalam diskursus pendidikannasional. Upayapemerintah dalam menghadirkan kurikulum yang adaptif dan relevan dengan tuntutan zaman telahmelahirkan Kurikulum Merdeka. Kurikulum ini hadir sebagai respons atas dinamika global yang semakin kompleks dan kebutuhan akan sumber daya manusia yang kompeten dan berkarakter. Dengan memberikanotonomi yang lebih luas kepada satuan pendidikan,Kurikulum Merdeka diharapkan mampu mengatasi berbagai permasalahan yang selama ini menghambat peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia, sepertiketimpangan akses, relevansi, dan efektivitas pembelajaran (Anggraena et al., 2021; Kemdikbud, 2022b; Kemdikbudristek, 2022; Wahyudin et al., 2024) .  \nDengan tagline Merdeka Mengajar, komponen penting dari Kurikulum Merdeka, pendidik diberikantingkat otonomi yang lebih tinggi dalam membentuk pengalaman pembelajaran bagi siswa mereka. Karenakonsep ini, pendidik dapat menyesuaikan rencana pelajaran, alat penilaian, dan strategi keterlibatan siswa mereka dengan lebih baik untuk memenuhi persyaratan spesifik setiap siswa dan lingkungan kelas (Anggraena et al., 2021) .  \nDalam penerapan kurikulum Merdeka, proses penerjemahan capaian pembelajaran (CP) ke dalam alur tujuan pembelajaran (ATP) menjadi langkah yang krusial. Strategi ini berarti mendefinisikan capaian pembelajaran yang ditetapkan pemerintah menjadi tujuan pembelajaran yang lebih spesifik dan terukur  \nEdu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan  \nVolume: 4 | Nomor 02 | Agustus 2024 |  \nDOI:  10.47709/educendikia.v4i02 .4455  \ndalam konteks lokal. Melalui analisis mendalam terhadap proses perumusan CP ke ATP, penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam makna \"Merdeka Mengajar\" dalam praktik.  \nMetode Penelitian  \nPenelitian ini menggunakan desain studi kasus (Creswell & Creswell, 2023; Hancock et al., 2021) sejalan dengan tujuan utamanya untuk mengkaji Kurikulum Merdeka dan memberikan sar","cbCaimrdH7veaXFU","https://ap.wps.com/l/cbCaimrdH7veaXFU","pdf",834228,12,"Indonesian","# Pendahuluan\n## Transformasi pendidikan dan Kurikulum Merdeka\n## Tagline Merdeka Mengajar dan otonomi guru\n## Proses penerjemahan CP ke ATP\n# Metode Penelitian\n## Desain studi kasus\n## Materi dan sumber dokumen\n## Teknik analisis data\n# Hasil\n## Konsep Capaian Pembelajaran (CP)\n## Alur pengembangan pembelajaran","[{\"question\":\"Apa tujuan penelitian dalam menganalisis proses perumusan CP ke ATP?\",\"answer\":\"Penelitian bertujuan menganalisis proses perumusan CP ke ATP untuk menggali makna “Merdeka Mengajar” secara lebih mendalam dalam praktik.\"},{\"question\":\"Bagaimana penelitian ini memperoleh dan menganalisis data?\",\"answer\":\"Data diperoleh dari dokumen Kurikulum Merdeka, panduan pembelajaran dan asesmen, serta rujukan Permendikbud dari sumber resmi. Analisis dilakukan melalui analisis dokumen secara ketat dengan menelaah proses perumusan CP ke ATP.\"},{\"question\":\"Mengapa konversi CP ke ATP dianggap langkah krusial dalam Kurikulum Merdeka?\",\"answer\":\"Konversi CP ke ATP membuat capaian yang ditetapkan menjadi tujuan pembelajaran yang lebih spesifik dan terukur dalam konteks lokal, sehingga mendukung pelaksanaan pembelajaran sesuai prinsip Merdeka Mengajar.\"}]","Analisis Proses Perumusan CP - Merdeka Mengajar - Studi Kasus Konversi CP ke ATP | PDF",1789073943]