[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-1-id-113":3,"doc-seo-234197-113":41,"doc-detail-234197-id":108},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37],{"id":8,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":11,"show_sort_weight":4,"slug":12},178,1,"Template","Faktur","faktur",{"id":14,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":15,"show_sort_weight":4,"slug":16},192,"Formulir","formulir-192",{"id":18,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":19,"show_sort_weight":4,"slug":20},180,"Media Sosial","media-sosial",{"id":22,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":23,"show_sort_weight":4,"slug":24},179,"Poster","poster",{"id":26,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":27,"show_sort_weight":4,"slug":28},176,"Presentasi","presentasi",{"id":30,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":31,"show_sort_weight":4,"slug":32},177,"Resume","resume",{"id":34,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":35,"show_sort_weight":4,"slug":36},182,"Surat","surat-a95d00d3aaf04f3b854ecf140f00d385",{"id":38,"doc_module":9,"doc_module_name":10,"category_name":39,"show_sort_weight":4,"slug":40},183,"Umum","umum-07d1ff437201438088836b2b1ed3c90f",{"code":4,"msg":42,"data":43},"ok",{"site_id":44,"language":45,"slug":46,"title":47,"keywords":48,"description":49,"schema_data":50,"social_meta":101,"head_meta":103,"extra_data":105,"updated_unix":107},113,"id","analysis-of-work-permit-implementation-on-work-accidents-at-height-in-pt-x-public-health-journal-volume-3-issue-3-april-2015","ANALISIS IMPLEMENTASI IZIN KERJA DI KETINGGIANTERHADAP KECELAKAAN KERJA DI PT. X - JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT - Volume 3 - Nomor 3 - April 2015","","Analisis implementasi izin kerja di ketinggian terhadap kecelakaan kerja di PT. X membahas fungsi izin kerja sebagai dokumen tertulis untuk pekerjaan berbahaya, termasuk pengendalian atas potensi bahaya saat bekerja di ketinggian. Penelitian kualitatif deskriptif dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi lapangan, dengan lima pekerja sebagai informan utama serta triangulasi dari HSE dan mandor. Hasil menunjukkan pengetahuan pekerja tentang izin kerja tergolong baik, namun penerapannya pada sebagian aspek belum sesuai SOP, terutama pada penilaian dan kontrol hierarki (substitusi, administrasi) serta penggunaan alat pelindung diri. Upaya perbaikan difokuskan pada penambahan materi saat sosialisasi, peningkatan distribusi, dokumentasi, manajemen dan evaluasi sistem izin kerja, serta koordinasi di bidang K3.",{"@graph":51,"@context":100},[52,68,83],{"@type":53,"itemListElement":54},"BreadcrumbList",[55,59,62,65],{"item":56,"name":57,"@type":58,"position":9},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":60,"name":10,"@type":58,"position":61},"https://docshare.wps.com/id/template/",2,{"item":63,"name":27,"@type":58,"position":64},"https://docshare.wps.com/id/template/presentasi/",3,{"item":66,"name":47,"@type":58,"position":67},"https://docshare.wps.com/id/template/analysis-of-work-permit-implementation-on-work-accidents-at-height-in-pt-x-public-health-journal-volume-3-issue-3-april-2015/234197/",4,{"url":66,"name":47,"@type":69,"author":70,"headline":47,"publisher":73,"fileFormat":76,"inLanguage":45,"description":49,"dateModified":77,"datePublished":77,"encodingFormat":76,"isAccessibleForFree":78,"interactionStatistic":79},"DigitalDocument",{"name":71,"@type":72},"Oliver Hayes","Person",{"url":56,"name":74,"@type":75},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-10",true,{"@type":80,"interactionType":81,"userInteractionCount":4},"InteractionCounter",{"@type":82},"ViewAction",{"@type":84,"mainEntity":85},"FAQPage",[86,92,96],{"name":87,"@type":88,"acceptedAnswer":89},"Apa tujuan izin kerja dalam konteks pekerjaan berbahaya di PT. X?","Question",{"text":90,"@type":91},"Izin kerja berfungsi sebagai dokumen tertulis yang menjadi syarat pelaksanaan pekerjaan berbahaya dengan memperhatikan potensi bahaya dan tindakan antisipasi, termasuk pengendaliannya.","Answer",{"name":93,"@type":88,"acceptedAnswer":94},"Bagaimana metode penelitian dalam analisis ini?",{"text":95,"@type":91},"Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dan observasi lapangan.",{"name":97,"@type":88,"acceptedAnswer":98},"Apa temuan utama terkait kesesuaian penerapan izin kerja dengan SOP?",{"text":99,"@type":91},"Pengetahuan pekerja tentang izin kerja dinilai baik, tetapi sebagian pelaksanaan izin kerja di ketinggian belum sesuai SOP, khususnya pada kontrol hierarki dan proses penilaian.","https://schema.org",{"og:url":66,"og:type":102,"og:title":47,"og:site_name":74,"og:description":49},"article",{"robots":104,"canonical":66},"index,follow",{"doc_id":106,"site_id":44},234197,1789084636,{"code":4,"msg":5,"data":109},{"doc_id":106,"user_id":110,"nickname":71,"user_avatar":111,"doc_module":9,"category_id":26,"category_name":27,"doc_title":47,"doc_description":49,"doc_content":112,"file_id":113,"file_url":114,"file_type":115,"file_size":116,"view_count":4,"is_deleted":4,"is_public":9,"is_downloadable":9,"audit_status":9,"page_count":117,"language":118,"language_code":45,"site_id":44,"html_lang":45,"table_of_contents":119,"faqs":120,"seo_title":121,"seo_description":49,"update_tm":107,"read_time":64},687207020761,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_155a257f0dc6eb9ab79c44ca47cae57d","JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (e-Journal) Volume 3, Nomor 3, April 2015 (ISSN: 2356-3346)  \n[http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jkm](http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jkm)  \nANALISIS IMPLEMENTASI IZIN KERJA DI KETINGGIANTERHADAP KECELAKAAN KERJA DI PT. X  \nHelmi Tri Wahyuadi, Bina Kurniawan, Ekawati  \nBagian Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fakultas Kesehatan Masyarakat  \nUniversitas Diponegoro  \nEmail: [helmitri1@gmail.com](helmitri1@gmail.com)  \nAbstract :. Work permit is a written document that is used as a condition in carrying out hazardous work with due regard to the potential hazards that exist and anticipated action, also how to control it. Jobs that have the potential hazards are working at height. In PT. X ever happened of occupational accidents related to work at height up to cause the loss of working hours and even days of work. In the application of work permits, PT. X is still less than the maximum, and not in accordance with SOP (Standard Operating Procedure), in the approval of work permits. The purpose of this study was to analyze aspects of the implementation of the work permit in height, at an occupational accidents in PT. X. This research is a qualitative descriptive research method conducted in-depth interviews and field observations. This research subject is the main informant five workers at height, while the informant triangulation from HSE and foreman. Based on the results of the research, knowledge of workers about work permit has been good, with their ability to carry out the implementation of a work permit is good enough, the workers are also in accordance with the requirements of the company, most of the implementation of the work permit at height of at PT. Xis not in accordance with the applicable Standard Operating Procedures, control assessments by the hierarchy of controls as substitution, administration, and using personal protective equipment. It is necessary to add the material of the work permit at height on the time of socialization, improving distribution, documentation, management and evaluation system of work permits and coordinated cooperation in the  \noccupational health and safety division.  \nKey Words : Implementation, Work Permition, Height, Accidents  \nJURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (e-Journal)  \nVolume 3, Nomor 3, April 2015 (ISSN: 2356-3346)  \n[http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jkm](http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jkm)  \nPENDAHULUANLatar Belakang  \nDi Indonesia, kasus kecelakaan kerja menunjukkan grafik naik. Berdasarkan data BPJS ketenagakerjaan tahun 2011 menunjukkan angka 99.491 kecelakaankerja. Pada tahun 2012 menunjukkanangka 103.074 kecelakaan kerja. Sedangkan menurut International Labour Organization (ILO), tahun 2013 terjadikecelakaan kerja setiap harinya, hinggamengakibatkan korban fatal sekitar 6.000 kasus. (1)(2)(3)  \nUntuk di Indonesia, tahun yang sama, setidaknya pada setiap 100.000 tenagakerja terdapat 20 orang fatal akibatkecelakaan kerja. Data dari Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi RImenyebutkan, bahwa selama sehari terdapat lima tenaga kerja meninggal pada saat bekerja. Perusahaan jasakonstruksi, khususnya tenaga kerja yang bekerja di ketinggian memiliki risikokecelakaan kerja tertinggi. Tahun 2002- 2005 sebanyak 78.000 kasus kecelakaankerja yang menyebabkan 5.000 tenagakerja meninggal.(4)  \nPT. X merupakan salah satu perusahaan BUMN di Indonesia yang bergerak dalam sektor jasa konstruksipembangunan tempat parkir Rumah Sakit dengan 13 lantai, dimana pekerjaan pembangunan tersebut banyak risiko, termasuk risiko bekerja di ketinggian  \nseperti pebuatan kolom pengecoran, danbakisting. Sebagai upaya antisipasikecelakaan kerja akibat kondisi atautindakan tidak aman sebelum bekerja, maka PT X bisa memberlakukan surat izinkerja di ketinggian.  \nKeadaan ini diberlakukan untuk tempat dan keadaan tertentu yang memiliki risiko tinggi, memiliki kelemahandari komunikasi lisan tersebut diminimalisir dengan komunikasi secara tertulis, yaitu berbe","cbCaikl84gVUVuWz","https://ap.wps.com/l/cbCaikl84gVUVuWz","pdf",81206,9,"Indonesian","# PENDAHULUAN\n## Latar Belakang\n# METODE PENELITIAN\n## Desain Kualitatif Deskriptif\n## Subjek Penelitian dan Triangulasi\n# HASIL DAN PEMBAHASAN\n## Pengetahuan dan Penerapan Izin Kerja\n## Kesesuaian dengan SOP dan Hierarki Kontrol","[{\"question\":\"Apa tujuan izin kerja dalam konteks pekerjaan berbahaya di PT. X?\",\"answer\":\"Izin kerja berfungsi sebagai dokumen tertulis yang menjadi syarat pelaksanaan pekerjaan berbahaya dengan memperhatikan potensi bahaya dan tindakan antisipasi, termasuk pengendaliannya.\"},{\"question\":\"Bagaimana metode penelitian dalam analisis ini?\",\"answer\":\"Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dan observasi lapangan.\"},{\"question\":\"Apa temuan utama terkait kesesuaian penerapan izin kerja dengan SOP?\",\"answer\":\"Pengetahuan pekerja tentang izin kerja dinilai baik, tetapi sebagian pelaksanaan izin kerja di ketinggian belum sesuai SOP, khususnya pada kontrol hierarki dan proses penilaian.\"}]","ANALISIS IMPLEMENTASI IZIN KERJA DI KETINGGIANTERHADAP KECELAKAAN KERJA DI PT. X - JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT - Volume 3 - Nomor 3 - April 2015 | PDF"]