[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-53383-id":3,"doc-seo-53383-113":31,"detail-sidebar-cat-0-id-113":93},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":28,"seo_description":14,"update_tm":29,"read_time":30},53383,962075114101,"Seraphina","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/e000253a75eb197efd?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1780044092746381165",56,"Gaya Hidup","Zaya Chakma HerStory Foundation","Kisah Zaya Chakma, perempuan Bangladesh pertama yang menjadi wasit sepak bola FIFA. Cerita menelusuri perjalanan dari kebiasaan menyembunyikan kegemaran olahraga, mendapat izin orang tua dengan syarat tetap berprestasi di sekolah, hingga rutinitas disiplin atlet setiap hari. Saat cedera mengancam karier bermain, Zaya menyiapkan rencana cadangan dengan mendalami sejarah. Setelah lulus, ia bergabung dengan Federasi Sepak Bola Bangladesh, menjadi wasit perempuan internasional pertama, pelatih di BKSP, dan meraih sertifikasi FIFA melalui tes kebugaran serta teori.","Sang Wasit: Zaya Chakma HerStory Foundation  \nHumayra Kabir  \nPerempuan super ini telah mengejar citacitanya sedari kecil, sejak ia masih tinggal di Rangamati. Namanya adalah Zaya Chakma, perempuan Bangladesh pertama yang menjadi wasit sepak bola FIFA (Federasi Sepak Bola Internasional)! Wasit adalahorang yang menegakkan peraturan dalamsuatu permainan sepak bola dan memastikansemua pemain mengikuti aturan . Pekerjaanini tidak mudah. Seorang wasit harus  \nikut berlari sepanjang pertandingan, juga menengahi para pemain yang bertengkar dan marah-marah. Namun, Zaya tahu bagaimana caranya menjaga agar pertandingan tetapterkendali.  \nSaat kecil, Zaya merahasiakan kegemarannyaberolahraga. Orang tuanya tidak tahu kalau anak mereka ternyata atlet yang andal. Suatu hari saat tengah membaca koran, ayah Zaya melihat foto putrinya dan membaca artikel tentang bagaimana Zaya mencetak gol kemenangan dalam sebuah pertandingan sepak bola. Tentu saja Zaya harus menjelaskan semuanya kepada orang tuanya. Namun, pada akhirnya, orang tua  \nZaya mengizinkannya bermain sepak bola, asalkan ia tetap berprestasi di sekolah.  \nAtlet harus selalu disiplin. Bayangkan saja, Zaya harus bangun sebelum fajar untuk berlari berkeliling lapangan, kemudian bergegas masuk kelas untuk belajar. Setelahnya, ia hanya punya sedikit waktumakan sebelum memulai latihan sepak  \nbola yang bisa makan waktu beberapa jam. Rutinitas ini dilakukan Zaya setiap hari selama beberapa tahun lamanya. Sebagai gadis yang selalu fokus dan energik, Zaya bekerja  \nsekuat tenaga dan juga bermain dengansekuat tenaga. Ia merupakan pemain yang cemerlang. Pada tahun 20 08 ,Zaya terpilih bermain sebagai gelandang tengah di tim sepak bola wanita nasional.  \nSayangnya, cita-cita Zaya sirna dalam sekejap mata. Lututnya cedera hingga ia tidak bisabermain selama beberapa bulan. Zaya  \ntahu kalau salah langkah sedikit saja bisamengakibatkan kariernya berakhir. Olehkarena itu, Zaya mempersiapkan rencanacadangan dan mendalami bidang sejarah. Setelah lulus, Zaya bergabung ke Federasi Sepak Bola Bangladesh sebagai seorang wasit dan juga menjadi pelatih bagi tim sepak  \nbola perempuan di Bangladesh Krira Shikkha Protishtan (Institut Pendidikan Olahraga Bangladesh, disingkat BKSP) . Zaya menjadi wasit perempuan tingkat internasionalpertama di Bangladesh. Pada tahun 20 13 ia menjadi wasit di babak final pertandingansepak bola internasional antara India dan Iran yang dilaksanakan di Sri Lanka.  \nPada tahun 20 19 ,Zaya berhasil lulus testersulit bagi seorang wasit sepak bola, yaitu tes sertifikasi FIFA. Tes yang amat sulit initerdiri dari tes kebugaran dan tes teori. Hanya para wasit terbaik yang berhasillulus. Kamu mungkin bisa menyaksikan Zaya menjadi wasit di pertandingan Piala Dunia berikutnya! Selain itu, Zaya juga masih menjadi pelatih tim sepak bola wanita. Baginya, tidak ada istilah bermain payah","cbCaioTXQvDOd36v","https://ap.wps.com/l/cbCaioTXQvDOd36v","pdf",991952,6,1,15,"Indonesian","id",113,"# Perjalanan Cita-Cita\n## Disiplin dan Rutinitas Atlet\n## Cedera dan Rencana Cadangan\n## Menjadi Wasit FIFA","[{\"question\":\"Siapa Zaya Chakma dan pencapaian utamanya apa?\",\"answer\":\"Zaya Chakma adalah perempuan Bangladesh pertama yang menjadi wasit sepak bola FIFA. Ia juga menjadi wasit perempuan tingkat internasional di Bangladesh.\"},{\"question\":\"Mengapa Zaya harus menjaga prestasi di sekolah?\",\"answer\":\"Orang tuanya mengizinkan Zaya bermain sepak bola dengan syarat tetap berprestasi di sekolah. Ini menjadi bagian dari tantangan dan disiplin hidupnya.\"},{\"question\":\"Apa yang terjadi pada cita-cita Zaya saat ia masih bermain sepak bola?\",\"answer\":\"Zaya mengalami cedera lutut yang membuatnya tidak bisa bermain selama beberapa bulan. Cedera itu membuatnya menyiapkan rencana cadangan dan mendalami bidang sejarah.\"}]","Zaya Chakma HerStory Foundation | PDF",1783655253,23,{"code":4,"msg":32,"data":33},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":34,"title":13,"keywords":35,"description":14,"schema_data":36,"social_meta":88,"head_meta":90,"extra_data":92,"updated_unix":29},"zaya-chakma-herstory-foundation","",{"@graph":37,"@context":87},[38,55,70],{"@type":39,"itemListElement":40},"BreadcrumbList",[41,45,49,52],{"item":42,"name":43,"@type":44,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":46,"name":47,"@type":44,"position":48},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":50,"name":12,"@type":44,"position":51},"https://docshare.wps.com/id/document/gaya-hidup/",3,{"item":53,"name":13,"@type":44,"position":54},"https://docshare.wps.com/id/document/zaya-chakma-herstory-foundation/53383/",4,{"url":53,"name":13,"@type":56,"author":57,"headline":13,"publisher":59,"fileFormat":62,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":63,"datePublished":64,"encodingFormat":62,"isAccessibleForFree":65,"interactionStatistic":66},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":58},"Person",{"url":42,"name":60,"@type":61},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-08-16","2026-07-10",true,{"@type":67,"interactionType":68,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":69},"ViewAction",{"@type":71,"mainEntity":72},"FAQPage",[73,79,83],{"name":74,"@type":75,"acceptedAnswer":76},"Siapa Zaya Chakma dan pencapaian utamanya apa?","Question",{"text":77,"@type":78},"Zaya Chakma adalah perempuan Bangladesh pertama yang menjadi wasit sepak bola FIFA. Ia juga menjadi wasit perempuan tingkat internasional di Bangladesh.","Answer",{"name":80,"@type":75,"acceptedAnswer":81},"Mengapa Zaya harus menjaga prestasi di sekolah?",{"text":82,"@type":78},"Orang tuanya mengizinkan Zaya bermain sepak bola dengan syarat tetap berprestasi di sekolah. Ini menjadi bagian dari tantangan dan disiplin hidupnya.",{"name":84,"@type":75,"acceptedAnswer":85},"Apa yang terjadi pada cita-cita Zaya saat ia masih bermain sepak bola?",{"text":86,"@type":78},"Zaya mengalami cedera lutut yang membuatnya tidak bisa bermain selama beberapa bulan. Cedera itu membuatnya menyiapkan rencana cadangan dan mendalami bidang sejarah.","https://schema.org",{"og:url":53,"og:type":89,"og:title":13,"og:site_name":60,"og:description":14},"article",{"robots":91,"canonical":53},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":94},[95,100,104,106,110,114,118,122,126,130,134],{"id":96,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":97,"show_sort_weight":98,"slug":99},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":102,"show_sort_weight":98,"slug":103},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":12,"show_sort_weight":98,"slug":105},"lifestyle",{"id":107,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":108,"show_sort_weight":98,"slug":109},51,"Komik","comic",{"id":111,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":112,"show_sort_weight":98,"slug":113},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":115,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":116,"show_sort_weight":98,"slug":117},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":119,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":120,"show_sort_weight":98,"slug":121},49,"Sastra","literature",{"id":123,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":124,"show_sort_weight":98,"slug":125},52,"Teknologi","technology",{"id":127,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":128,"show_sort_weight":98,"slug":129},50,"Ujian","exam",{"id":131,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":132,"show_sort_weight":98,"slug":133},57,"Umum","general",{"id":135,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":136,"show_sort_weight":4,"slug":137},181,"Formulir","formulir"]