[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-113481-id":3,"doc-seo-113481-113":31,"detail-sidebar-cat-0-id-113":97},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":28,"seo_description":14,"update_tm":29,"read_time":30},113481,962085564381,"Clementine","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_6f874abed73319feea01a86fa6f0fab8",54,"Penelitian & Laporan","Laporan Bank Dunia tentang Perkembangan Ekonomi Asia Timur dan Pasifik - September 2021 - Ringkasan Eksekutif - Long COVID","Laporan Bank Dunia ini menjelaskan pergeseran kondisi ekonomi kawasan Asia Timur dan Pasifik (EAP) setelah awalnya membaiknya pengendalian COVID-19 pada 2020. Pada 2021, penyebaran berlanjut menimbulkan kerusakan perekonomian jangka panjang, memperpanjang kesulitan manusia dan ekonomi, menurunkan pertumbuhan, serta memperbesar kesenjangan bila dampak tidak dikelola dan peluang tidak dimanfaatkan. Pemulihan yang belum merata terlihat dari target pertumbuhan, kemiskinan, penyerapan tenaga kerja, serta perbedaan hambatan vaksinasi dan kebijakan fiskal-moneter.","LAPORAN BANK DUNIA TENTANG PERKEMBANGAN EKONOMI ASIA TIMUR DAN PASIFIK  \nSEPTEMBER 2021  \nLONG COVID  \nPub lic Disclosure Authorized Pub lic Disclosure Authorized Pub lic Disclosure Authorized Pub lic Disclosure Authorized  \nPERKEMBANGAN EKONOMI ASIA TIMUR DAN PASIFIK, SEPTEMBER 2021  \nRingkasan Eksekutif  \nKeberuntungan yang pernah dialami kawasan EAP kini terbalik. Pada tahun 2020, banyak negara di kawasan EaPberhasil mengendalikan penyebaran COViD-19 sehingga kegiatan ekonomi kembali bangkit sementara dunia industrimasih terus berjuang menghadapi penyakit ini dan resesi ekonomi. namun pada tahun 2021 ini, kawasan EaP justrudilanda COViD-19 sedangkan dunia industri sudah mulai pulih.  \nPenyakit ini akan menimbulkan kerusakan perekonomian yang lama dan mungkin akan terus ada. Dalam jangka pendek, pandemi yang masih berlanjut ini akan memperpanjang kesulitan manusia dan ekonomi jika masyarakat dan dunia usahatidak dapat beradaptasi. Dalam jangka panjang, COViD-19 akan mengurangi pertumbuhandan memperbesar kesenjangan kecuali jika kita dapat mengatasi dampak-dampaknya yang membekas lama serta memanfaatkan peluang yang diciptakan oleh pandemi. kebijakan yang diciptakan harus membantu para pelaku ekonomi untuk beradaptasi hari ini dan membuat pilihan yang mencegah terjadinya perlambatan dan disparitas ekonomi di kemudian hari.  \nApa yang sedang terjadi pada negara-negara?  \nPemulihan yang belum merata di kawasan EAP sekarang menghadapi kemunduran. Disaat Tiongkok diproyeksikantumbuh 8.5 persen pada tahun 2021 seperti yang sudah diantisipasi, negara-negara lain di kawasan ini diperkirakanakan tumbuh lebih lambat – sebesar 2,5 persen, bukan 4,4 persen. Output di Tiongkok, indonesia serta Vietnam telah mencapai tingkat pre-pandemi, namun di kamboja, Malaysia dan Mongolia, output hanya akan mencapai tingkat prepandemi tahun 2022. Di Myanmar, filipina, dan Thailand serta banyak negara Pasifik, output akan tetap berada di bawah tingkat pre-pandemi bahkan hingga tahun 2023.  \nPenyerapan tenaga kerja menurun angka kemiskinan akan bertahan dan kesenjangan akan meningkat padaberbagai dimensi. angka penyerapan tenaga kerja regional turun rata-rata sekitar 2 poin persentase antara tahun 2019 dan 2020. Sebanyak 18 juta orang tidak dapat terbebas dari kemiskinan pada tahun 2021 di negara-negara berkembang di kawasan EaP karena adanya COViD-19 . Meskipun semua rumah tangga mengalami kesulitan, rumah tangga yanglebih miskin memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk kehilangan penghasilan; terpaksa menjual aset-aset produktif; mengalami kerawanan panganyang lebih besar; dan memilikianak-anak yang tidakikut sertadalam kegiatan pembelajaran.  \nApa saja faktor yang mempengaruhi kinerja ekonomi?  \nPembatasan untuk mengendalikan COVID-19 menghambat pertumbuhan. Pendekatan pengujian-pelacakanisolasi, yang berhasil dijalankan di kawasan EaP di masa lalu tidak lagi efektif untuk melawan varian Delta yang sangat menular. Vaksinasi, yang diharapkan akan membantu penurunan tingkat kematian maupun transmisi, juga masih berjalan lambat. Oleh karena itu, pemerintah-pemerintah di kawasan EaP terpaksa menerapkan pembatasan untuk mengendalikan penyakit ini, terutama karena sebagian besar masyarakatnya masih rentan terhadap penyakit tersebut. negara-negara dengan cakupan vaksinasi 10-poin presentasi lebih tinggi memiliki pertumbuhan pada PDB kuartal yanglebih cepat sebesar setengah poin persentase.  \nKendala vaksinasi berbeda-beda di setiap negara di kawasan EAP. ketersediaan vaksin dipersepsikan sebagaikendala yang mengikat dalam melaksanakan vaksinasi di negara-negara yang lebih besar di kawasan EaP seperti indonesia, filipina dan Vietnam. negara-negara yang lebih miskin dan lebih kecil seperti Papua nugini dan fiji telah mendapatkan manfaat dari sumbangan vaksin, tetapi beberapa negara, seperti Papua nugini, terkendala oleh infrastruktur distribusi yang masih terbatas.  \nii RingkaSan EkSEkuT if  \nLONG COVID  \nDua faktor telah mengurangi dampak dari wabah yang","cbCaic2SXih7ha2o","https://ap.wps.com/l/cbCaic2SXih7ha2o","pdf",717063,6,1,5,"Indonesian","id",113,"# Ringkasan Eksekutif\n## Keberhasilan yang Terbalik dan Dampak Berkelanjutan\n## Apa yang Sedang Terjadi pada Negara-Negara?\n## Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Ekonomi\n## Dua Faktor yang Mengurangi Dampak Wabah\n## Risiko Ekonomi Jangka Pendek","[{\"question\":\"Mengapa dampak ekonomi COVID-19 di kawasan EAP berlanjut hingga 2021?\",\"answer\":\"Pada 2021, kawasan EAP kembali menghadapi gelombang COVID-19 sementara pemulihan industri di dunia berjalan lebih dulu. Dampaknya dianggap dapat merusak perekonomian dalam waktu lama dan memperpanjang kesulitan ekonomi jika tidak ada adaptasi.\"},{\"question\":\"Bagaimana ketidakmerataan pemulihan terlihat di negara-negara kawasan EAP?\",\"answer\":\"Pemulihan tidak merata: Tiongkok, Indonesia, dan Vietnam mencapai tingkat pra-pandemi, sementara Kamboja, Malaysia, Mongolia hanya mencapainya pada 2022. Myanmar, Filipina, Thailand, dan banyak negara Pasifik tetap di bawah tingkat pra-pandemi hingga 2023.\"},{\"question\":\"Apa faktor utama yang mempengaruhi kinerja ekonomi selama gelombang COVID-19?\",\"answer\":\"Pembatasan untuk mengendalikan COVID-19 menghambat pertumbuhan karena pendekatan pengujian-pelacakan isolasi kurang efektif terhadap varian Delta. Vaksinasi berjalan lambat, sehingga pemerintah kembali menerapkan pembatasan dan pertumbuhan berkorelasi dengan cakupan vaksinasi.\"},{\"question\":\"Bagaimana dukungan kebijakan fiskal dan moneter berubah pada 2020–2021?\",\"answer\":\"Hambatan fiskal antarperiode membuat bantuan fiskal menurun dari rata-rata 7,7% (2020) menjadi 4,9% (2021). Di sisi lain, kebijakan moneter tetap suportif dan suku bunga tidak meningkat seperti pada beberapa negara berkembang lain.\"}]","Laporan Bank Dunia tentang Perkembangan Ekonomi Asia Timur dan Pasifik - September 2021 - Ringkasan Eksekutif - Long COVID | PDF",1784504982,8,{"code":4,"msg":32,"data":33},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":34,"title":13,"keywords":35,"description":14,"schema_data":36,"social_meta":92,"head_meta":94,"extra_data":96,"updated_unix":29},"world-bank-report-on-east-asia-and-pacific-economic-developments-september-2021-executive-summary-long-covid","",{"@graph":37,"@context":91},[38,55,70],{"@type":39,"itemListElement":40},"BreadcrumbList",[41,45,49,52],{"item":42,"name":43,"@type":44,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":46,"name":47,"@type":44,"position":48},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":50,"name":12,"@type":44,"position":51},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":53,"name":13,"@type":44,"position":54},"https://docshare.wps.com/id/document/world-bank-report-on-east-asia-and-pacific-economic-developments-september-2021-executive-summary-long-covid/113481/",4,{"url":53,"name":13,"@type":56,"author":57,"headline":13,"publisher":59,"fileFormat":62,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":63,"datePublished":64,"encodingFormat":62,"isAccessibleForFree":65,"interactionStatistic":66},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":58},"Person",{"url":42,"name":60,"@type":61},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-08-17","2026-07-19",true,{"@type":67,"interactionType":68,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":69},"ViewAction",{"@type":71,"mainEntity":72},"FAQPage",[73,79,83,87],{"name":74,"@type":75,"acceptedAnswer":76},"Mengapa dampak ekonomi COVID-19 di kawasan EAP berlanjut hingga 2021?","Question",{"text":77,"@type":78},"Pada 2021, kawasan EAP kembali menghadapi gelombang COVID-19 sementara pemulihan industri di dunia berjalan lebih dulu. Dampaknya dianggap dapat merusak perekonomian dalam waktu lama dan memperpanjang kesulitan ekonomi jika tidak ada adaptasi.","Answer",{"name":80,"@type":75,"acceptedAnswer":81},"Bagaimana ketidakmerataan pemulihan terlihat di negara-negara kawasan EAP?",{"text":82,"@type":78},"Pemulihan tidak merata: Tiongkok, Indonesia, dan Vietnam mencapai tingkat pra-pandemi, sementara Kamboja, Malaysia, Mongolia hanya mencapainya pada 2022. Myanmar, Filipina, Thailand, dan banyak negara Pasifik tetap di bawah tingkat pra-pandemi hingga 2023.",{"name":84,"@type":75,"acceptedAnswer":85},"Apa faktor utama yang mempengaruhi kinerja ekonomi selama gelombang COVID-19?",{"text":86,"@type":78},"Pembatasan untuk mengendalikan COVID-19 menghambat pertumbuhan karena pendekatan pengujian-pelacakan isolasi kurang efektif terhadap varian Delta. Vaksinasi berjalan lambat, sehingga pemerintah kembali menerapkan pembatasan dan pertumbuhan berkorelasi dengan cakupan vaksinasi.",{"name":88,"@type":75,"acceptedAnswer":89},"Bagaimana dukungan kebijakan fiskal dan moneter berubah pada 2020–2021?",{"text":90,"@type":78},"Hambatan fiskal antarperiode membuat bantuan fiskal menurun dari rata-rata 7,7% (2020) menjadi 4,9% (2021). Di sisi lain, kebijakan moneter tetap suportif dan suku bunga tidak meningkat seperti pada beberapa negara berkembang lain.","https://schema.org",{"og:url":53,"og:type":93,"og:title":13,"og:site_name":60,"og:description":14},"article",{"robots":95,"canonical":53},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":98},[99,104,108,112,116,120,122,126,130,134,138],{"id":100,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":101,"show_sort_weight":102,"slug":103},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":106,"show_sort_weight":102,"slug":107},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":110,"show_sort_weight":102,"slug":111},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":114,"show_sort_weight":102,"slug":115},51,"Komik","comic",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":118,"show_sort_weight":102,"slug":119},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":12,"show_sort_weight":102,"slug":121},"research-report",{"id":123,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":124,"show_sort_weight":102,"slug":125},49,"Sastra","literature",{"id":127,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":128,"show_sort_weight":102,"slug":129},52,"Teknologi","technology",{"id":131,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":132,"show_sort_weight":102,"slug":133},50,"Ujian","exam",{"id":135,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":136,"show_sort_weight":102,"slug":137},57,"Umum","general",{"id":139,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":140,"show_sort_weight":4,"slug":141},181,"Formulir","formulir"]