[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-41188-id":3,"doc-seo-41188-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":91},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},41188,549758252649,"Ivy","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/8000253669c5317157?_k=1778319167496531819",55,"Agama & Spiritualitas","Gerakan Emansipasi Wanita","Gerakan Emansipasi Wanita membahas gerakan pembebasan wanita yang berkembang dari Mesir lalu menyebar ke berbagai wilayah negara-negara Islam, dengan fokus pada pelepasan praktik tertentu yang dianggap terkait adab dan hukum syariat. Uraian memuat tokoh-tokoh yang berperan, tahapan penyebaran melalui organisasi persatuan wanita, serta peran karya-karya seperti Wanita di Timur, Pembebasan Wanita, dan Wanita Baru, termasuk konteks penerbitan majalah As-Sufur.","Gerakan Emansipasi Wanita  \n􀀍 􀀃􀀄􀀅􀀆􀀇 􀀅􀀈􀀅􀀉 􀀊􀀋􀀅􀀌 􀀂  \n[ Indonesia – Indonesian – 􀀎􀀏􀀐􀀑􀀒􀀐􀀓 ]  \nPenyusun : Sulaiman bin Shalih Al-Khurasyi  \nTerjemah : Team Indonesia Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad  \n2009-1430  \n􀀍 􀀃􀀄􀀅􀀆􀀇 􀀅􀀈􀀅􀀉 􀀊􀀋􀀅􀀌 􀀂  \n􀀜 􀀊􀀏􀀕􀀏􀀐􀀑􀀒􀀐􀀖􀀇 􀀊􀀗􀀘􀀙􀀚􀀛 􀀔  \n􀀝􀀇􀀅􀀞􀀇 􀀟􀀙􀀚􀀠 􀀡􀀛 􀀢􀀣􀀏􀀘􀀤 : 􀀂􀀃􀀄􀀅􀀆  \n􀀎􀀏􀀐􀀑􀀒􀀐􀀖􀀇 􀀥􀀈􀀅􀀦􀀙􀀇 :􀀇􀀈􀀉􀀆  \n􀀘􀀒􀀓􀀙 􀀏􀀚􀀛 􀀏􀀐􀀑􀀒􀀓􀀔􀀒􀀕 􀀏􀀖􀀓􀀗 :􀀇􀀋􀀌􀀍􀀉􀀎  \n2009 – 1430  \nGerakan Emansipasi Wanita  \n- Pengenalan:  \nGerakan pembebasan wanita: adalah gerakan sekuler, yang pada awalnyatumbuh di Mesir, kemudian menyebar ke seluruh pelosok negara-negara Islam, ia menyeru kepada pembebasan wanita dari adab-adab Islam dan hukum-hukum syari'ah yang khusus dengannya, seperti hijab, penyempitan makna perceraian, melarangpoligami, menyamaratakan waris serta mencontoh wanita-wanita barat pada seluruh keadaan … ajakan tersebut disebar melalui organisasi-organisasi dan persatuanpersatuan wanita yang ada di dunia Arab.  \no Pendirian dan orang-orang yang paling berperan:  \nSebelum gerakan tersebut terealisasi dalam bentuk ajakan yang tersusun untuk memerdekakan wanita melalui sebuah kelompok yang bernama Persatuan Wanita .. dahulunya terdapat pondasi pemikiran tentangnya .. yang terlihat dari sela-sela tiga buah buku dan sebuah majalah yang diterbitkan di Mesir:  \n-  Buku: Wanita di Timur: karangan Markus Fahmi Al-Muhami, seorang yang beragama Kristen, didalamnya ia mengajak untuk menghukumi hijab, membolehkan percampuran antara pria dan wanita, mempersempit perceraian, melarang poligami (bolehnya menikahi lebih dari satu orang wanita), sertamemperbolehkan pernikahan wanita muslimah dengan laki-laki Kristen.  \n-  Buku: Pembebasan Wanita: karangan Qasim Amin, dicetak pada tahun 1899 M, dengan donatur Syeikh Muhammad Abduh, Sa'ad Zaqhlul dan Ahmad Luthfi AsSayyid. Dia membuat persangkaan bahwa hijab wanita yang tersebar bukan berasal dari Islam, dan diapun berkata bahwa ajakan untuk melepas hijab tidakmengeluarkan pengajaknya dari agama ini.  \n-  Buku: Wanita Baru: juga karangan Qasim Amin – dicetak pada tahun 1900 M, ia mengandung pemikiran yang sama dengan buku pertamanya yang berdalilkan perkataan dan anggapan-anggapan pendapat orang-orang barat.  \n-  Majalah As-Sufur: Terbit pada saat sedang berkecamuknya perang dunia pertama, bersumber dari para pembela dibukanya aurat wanita, ia berfokuspada pakaian terbuka dan bercampurnya antara pria dengan wanita.  \nBerikutnya gerakan buka aurat wanita Mesir, ikut sertanya para wanita yang dipimpin oleh Huda Sya'rawi (istri Ali Sya'rawi) dalam pemberontakan yang terjadi padatahun 1919 M, mereka terjun langsung dalam pemberontakan tersebut, gerakan politik mereka dimulai oleh demonstrasi yang mereka lakukan pada pagi hari tanggal 20 Maret 1919 M.  \nFase pertama untuk pembukaan hijab ini adalah pada saat Sa'ad Zaghlulmengajak para wanita yang menghadiri ceramahnya untuk menyingkirkan cadar mereka dari mukanya masing-masing, dia sendirilah yang melepas hijab dari wajah Nurul Huda Muhammad Sulthan yang lebih dikenal dengan nama: Huda Sya'rawi, pendiri Persatuan Wanita Mesir, yaitu pada saat menjemputnya di Alexandria setelahkembali dari Al-Manfa, kemudian diikuti oleh wanita-wanita lain yang ikut melepas hijabnya setelah itu.  \nPersatuan Wanita didirikan pada April 1924 M, setelah kembalinya sang pendiri: Huda Sya'rawi dari muktamar Persatuan Wanita Internasional yang diadakan di Roma tahun 1922 M .. ia mengajak kepada seluruh ajakan yang diserukan sebelumnya oleh Markus Fahmi Al-Muhami dan Qasim Amin.  \nSetelah duapuluh tahun, persatuan ini mengadakan Muktamar Persatuan Wanita Arab, yaitu tahun 1944 M, yang dihadiri oleh para utusan wanita dari Negaranegara Arab. Inggris dan Amerika Serikat menyambut diadakannya Muktamar tersebut, bahkan istri Presiden Amerika Rosefeilt sangat berbahagia dan mendukungnya.  \n- Diantara mereka yang paling berperan dalam gerakan pembebasan wanita:  \nSyeikh Muhammad Abduh, buku \"Tahrirul Mar'ah \" (Pembebasan Wanita) telah tumbuh pemikiran buku ini diperkebunan Syeikh Muhammad Abduh, ia telah semak","cbCaiujQ0RtOC89v","https://ap.wps.com/l/cbCaiujQ0RtOC89v","pdf",171424,3,1,9,"Indonesian","id",113,"# Pengenalan\n## Karakter gerakan pembebasan wanita\n# Pendirian dan tokoh-tokoh berperan\n## Buku dan majalah yang mendukung gagasan\n## Peristiwa dan fase awal gerakan di Mesir\n# Persatuan Wanita dan muktamar\n## Pendirian Persatuan Wanita Mesir\n## Muktamar Persatuan Wanita Arab dan dukungan internasional\n# Tokoh-tokoh utama\n## Muhammad Abduh, Sa'ad Zaghlul, dan Huda Sya'rawi","[{\"question\":\"Apa inti gagasan dalam gerakan pembebasan wanita yang dijelaskan dalam dokumen ini?\",\"answer\":\"Dokumen ini menyebut gerakan sekuler yang menyerukan pembebasan wanita, khususnya pelepasan dari adab-adab Islam dan hukum syariat yang dinyatakan khusus, termasuk isu hijab dan praktik yang dianggap terkait perceraian serta poligami.\"},{\"question\":\"Karya-karya apa yang disebut menjadi dasar pemikiran gerakan tersebut di Mesir?\",\"answer\":\"Dokumen menyoroti beberapa buku seperti Wanita di Timur (Markus Fahmi Al-Muhami), Pembebasan Wanita (Qasim Amin), dan Wanita Baru (Qasim Amin), serta majalah As-Sufur yang menonjolkan pembukaan aurat dan percampuran pria-wanita.\"},{\"question\":\"Bagaimana peran Huda Sya'rawi dalam fase awal gerakan pembukaan hijab?\",\"answer\":\"Dokumen menjelaskan bahwa Sa'ad Zaghlul mengajak para wanita yang hadir ceramahnya untuk menyingkirkan cadar, lalu Huda Sya'rawi menanggalkan hijab saat menjemputnya di Alexandria setelah kembali dari Al-Manfa, kemudian diikuti wanita-wanita lain.\"}]",1783320707,14,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":86,"head_meta":88,"extra_data":90,"updated_unix":28},"womens-emancipation-movement","",{"@graph":36,"@context":85},[37,53,68],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,50],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":20},"https://docshare.wps.com/id/document/agama-spiritualitas/",{"item":51,"name":13,"@type":43,"position":52},"https://docshare.wps.com/id/document/womens-emancipation-movement/41188/",4,{"url":51,"name":13,"@type":54,"author":55,"headline":13,"publisher":57,"fileFormat":60,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":61,"datePublished":62,"encodingFormat":60,"isAccessibleForFree":63,"interactionStatistic":64},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":56},"Person",{"url":41,"name":58,"@type":59},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-12","2026-07-06",true,{"@type":65,"interactionType":66,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":67},"ViewAction",{"@type":69,"mainEntity":70},"FAQPage",[71,77,81],{"name":72,"@type":73,"acceptedAnswer":74},"Apa inti gagasan dalam gerakan pembebasan wanita yang dijelaskan dalam dokumen ini?","Question",{"text":75,"@type":76},"Dokumen ini menyebut gerakan sekuler yang menyerukan pembebasan wanita, khususnya pelepasan dari adab-adab Islam dan hukum syariat yang dinyatakan khusus, termasuk isu hijab dan praktik yang dianggap terkait perceraian serta poligami.","Answer",{"name":78,"@type":73,"acceptedAnswer":79},"Karya-karya apa yang disebut menjadi dasar pemikiran gerakan tersebut di Mesir?",{"text":80,"@type":76},"Dokumen menyoroti beberapa buku seperti Wanita di Timur (Markus Fahmi Al-Muhami), Pembebasan Wanita (Qasim Amin), dan Wanita Baru (Qasim Amin), serta majalah As-Sufur yang menonjolkan pembukaan aurat dan percampuran pria-wanita.",{"name":82,"@type":73,"acceptedAnswer":83},"Bagaimana peran Huda Sya'rawi dalam fase awal gerakan pembukaan hijab?",{"text":84,"@type":76},"Dokumen menjelaskan bahwa Sa'ad Zaghlul mengajak para wanita yang hadir ceramahnya untuk menyingkirkan cadar, lalu Huda Sya'rawi menanggalkan hijab saat menjemputnya di Alexandria setelah kembali dari Al-Manfa, kemudian diikuti wanita-wanita lain.","https://schema.org",{"og:url":51,"og:type":87,"og:title":13,"og:site_name":58,"og:description":14},"article",{"robots":89,"canonical":51},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":92},[93,96,100,104,108,112,116,120,124,128],{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":94,"slug":95},60,"religion-spirituality",{"id":97,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":98,"show_sort_weight":94,"slug":99},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":102,"show_sort_weight":94,"slug":103},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":106,"show_sort_weight":94,"slug":107},51,"Komik","comic",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":110,"show_sort_weight":94,"slug":111},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":114,"show_sort_weight":94,"slug":115},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":118,"show_sort_weight":94,"slug":119},49,"Sastra","literature",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":122,"show_sort_weight":94,"slug":123},52,"Teknologi","technology",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":126,"show_sort_weight":94,"slug":127},50,"Ujian","exam",{"id":129,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":130,"show_sort_weight":94,"slug":131},57,"Umum","general"]