[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-41099-id":3,"doc-seo-41099-113":32,"detail-sidebar-cat-0-id-113":94},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":28,"seo_description":29,"update_tm":30,"read_time":31},41099,13056703020460,"Valentina","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/be000253dac470eee5d?_k=1778207105932848923",48,"Cerita & Novel","Perempuan Berbicara Kretek","\u003Cp>Bagaimana jika suara perempuan yang selama ini dinilai dan dibatasi akhirnya mendapatkan ruang untuk berbicara? Perempuan Berbicara Kretek menghadirkan kumpulan cerita, pengalaman, dan pemikiran perempuan tentang hubungan mereka dengan kretek, budaya, serta stigma sosial yang berkembang di masyarakat.\u003C/p>\u003Cp>Melalui berbagai tulisan dari para penulis perempuan, buku ini membahas bagaimana perempuan pengkretek sering mendapatkan label negatif tanpa kesempatan untuk menjelaskan pengalaman mereka sendiri. Kretek tidak hanya dilihat sebagai kebiasaan pribadi, tetapi juga menjadi bagian dari percakapan mengenai identitas budaya, tradisi, hubungan gender, dan perubahan sosial di Indonesia.\u003C/p>\u003Cp>Pembahasan dalam buku ini terbagi dalam beberapa bagian yang mengangkat tema kehidupan sehari-hari, stigma terhadap perempuan perokok, perubahan zaman, hingga posisi kretek dalam kebudayaan Indonesia. Berbagai sudut pandang membahas tekanan sosial, gerakan anti-kretek, fatwa haram, kebijakan publik, serta dampaknya terhadap masyarakat dan industri yang berkaitan dengan tembakau.\u003C/p>\u003Cp>Sebagai karya bertema budaya dan feminisme Indonesia, buku ini tidak hanya membicarakan kretek, tetapi juga mengajak pembaca melihat bagaimana suara perempuan berhadapan dengan nilai sosial yang telah lama terbentuk. Bagi pembaca yang tertarik memahami isu gender dan pengalaman perempuan dalam konteks yang lebih luas, \u003Ca href=\"https://docshare.wps.com/id/document/labor-feminism-digital-media-and-democracy/39586/\" target=\"_blank\">\u003Cstrong>feminisme\u003C/strong>\u003C/a>\u003Cstrong> \u003C/strong>menjadi salah satu topik yang berkaitan dengan pembahasan buku ini.\u003C/p>","\u003Cp>Jakarta 2012 &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>Perempuan Berbicara Kretek &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>16 x 23 cm, x + 320 halaman, Januari 2012 ISBN : 978-602-99292-1-8 &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>Penerbit &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>Indonesia Berdikari &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>Jl. Salemba Tengah No. 39BB, Lt.2 Jakarta Pusat &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>Tahun &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>Januari 2012 &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>Desain Sampul &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>Arief Timor dan Fajrian &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>Tata Letak &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>Widiyo Nugroho &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>Kata Pengantar &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>Di negeri dengan sistem patriarkhal yang melekat dalam keseharian masyarakatnya, tidak mudah bagi perempuan untuk mengekpsresikan diri. Ada banyak hal yang kemudian menjadi tidak pantas dilakukan perempuan. Mereka seakan-akan berada dalam satu ruang yang memiliki garis demarkasiantara yang pantas dan tidak pantas dilakukan. Sayangnya, yang tidak pantasdilakukan perempuan itu bisa dengan leluasa dilaksanakan lelaki tanpa ada pandangan miring terhadapnya. &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>Pandangan masyarakatterhadapkretek (rokok) merupakan salah satunya. Tindakan mengkretek apabila dilakukan oleh lelaki, akan dinilai masyarakatsebagai hal yang biasa. Namun, apabila seorang perempuan terlihat sedang mengkretek, maka akan dilabeli sebagai seorang yang entah itu “tidak baik”,“nakal”, atau bahkan “jalang”. &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>Terlebih dalam realitasnya, begitu stigma diberikan, selesailah sudah. Mereka tidak pernah diberikan kesempatan menjawab, atau setidaknya memberikan alasan. Buku ini mencoba mengajak para perempuan untuk memberi penjelasan terkait penilain yang serta-merta pada kaumnya. Buku inisemacam jawaban dari perempuan atas penilain dari masyarakat itu. Memangdi antara penulisnya ada yang mempunyai pengalaman langsung dari penilaian masyarakat itu, karena mereka kebetulan seorang pengkretek. &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>Di samping itu, buku berjudul “Perempuan Berbicara Kretek” ini jugamenyoroti perkembangan gerakan anti kretek yang meresahkan. Meskipun, para penulis dalam buku ini tidak semuanya pengkretek, tapi kebutuhanuntuk mempertahankan identitas dan penyangga ekonomi nasional memanggil mereka turut berbicara mengenai kretek. Terlebih industri kretek tanahair banyak membantu dalam menyediakan lapangan pekerjaan bagi kaumperempuan. Bilamana gerakan yang didanai pihak asing itu benar-benarberhasil memusnahkan satu-satunya industri nasional ini, yang dari hulu hinggahilir bisa dikelola bangsa sendiri, maka akan banyak perempuan kehilangan pekerjaan. Banyak perempuan yang tidak akan bisa lagi mencari penghasilan tambahan dari keterlibatannya dengan indutri kretek. &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>Buku ini berawal dari inisiatif aktifis perempuan Komunitas Kretek dari berbagai daerah yang memiliki kepedulian terhadap kretek. Para perempuan ini, dari berbagai kalangan dan pekerjaan, berkumpul dan bahu-membahu menjagawarisan bangsa ini supaya dapat bertahan dari gelombang serangan, baik daridalam negeri maupun pihak luar, yang mengkehendaki industri nasional ini hancur. &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>Secara umum buku ini dibagi dalam empat bagian. Pertama, Ritus Keseharian, di sini mereka bercerita tentang kehadiran kretek dalam keseharian mereka. Kedua, Perempuan di Simpang Stigma. Dalam bagian ini mereka berkisah bagaimana stigma “buruk” terhadap perempuan pengkretek hadir di tengah-tengah kehidupan bermasayarakat kita. Ketiga, Dalam Pusaran Arus Zaman. Setidaknya, di bagian ini dikisahkan bahwa kretek sedang menghadapitantangan tersendiri. Tantangan ini berkaitan dengan gerakan anti rokok, munculnya fatwa haram dari organisasi keagamaan, dan regulasi pemerintah yang justru menyudutkan industri kretek. Di bagian keempat, Kretek, Budaya, dan Keindonesiaan, membahas kehadiran kretek sebagai warisan budaya bangsa. &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>Kami mengucapkan banyak terimakasihkepada Kang Sobary, Salamuddin Daeng, dr Saraswati yang telah meluangkan waktunya menemani berdiskusi dan memperdalam pemahaman dalam sengkarut persoalan kemandirian dan kedaulatan bangsa. &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>Akhir kata, semoga karya ini bisa memberikan wacana alternatif dalamperdebatan tentang persoalan kretek secara khusus, maupun persoalan kedaulatan bangsa secara lebih luas. &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>Indonesia Berdikari &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>Daftar Isi &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>Kata Pengantar iii &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>Bab I RITUS KESEHARIAN 1 &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>CanduJawa-Abmi Handayani 3 &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>Kota Gila-Atika 9 &nbsp;\u003C/p>\u003Cp>Cerita Penikmat \u003C/p>","cbCaiuNOULnWWiVp","https://ap.wps.com/l/cbCaiuNOULnWWiVp","pdf",11505489,40,1,334,"Indonesian","id",113,"# Kata Pengantar\n\n# Ritus Keseharian\n## Candu Jawa\n## Kota Gila\n## Cerita Penikmat Kretek\n## Berdamai dengan Perbedaan\n## Mereka yang Mencintai Kretek\n## Asap Tembakau dalam Tiga Narasi Kebersahajaan\n## Rokok, Penyakit dan Perjodohan\n## Jejak Perempuan, Ingatan akan Kretek dan Saya\n\n# Perempuan di Simpang Stigma\n## Rokok dan Jilbab\n## Aku dan Kretek\n## Bibir Seorang Dara\n## Rokok dan Perempuan Tegar\n## Perempuan Perokok, Dahulu dan Kini\n## Rokok Itu Berjenis Kelamin Laki-laki\n## Perempuan, Rokok, dan Maskulinitas\n## Celakanya, Sudah Perempuan Perokok Pula!\n## Perempuan Juga Berhak Merokok\n## Perempuan Perokok = Perempuan Nakal\n## Pelekatan Modernisasi dan Pelupaan Tradisi\n\n# Dalam Pusaran Arus Zaman\n## Racun-racun di Pikiran Kita\n## Perempuan Perkasa di Pabrik Rokok\n## Yang Terlupakan\n## Kretek Haram\n## Rokok, Antara Legal dan Ilegal\n## Tembakau dalam Bingkai Kebijakan\n## Dari Hellenisme sampai Kartini\n## Pengetahuan Lokal, Kuasa Global\n## Kretek dan Ekofeminis\n\n# Kretek, Budaya, dan Keindonesiaan\n## Mak Pik Si Pengkretek\n## Perempuan, Tembakau, dan Lahbako\n## Kerja Sampurna: Pabrik Rokok, Migrasi, dan Perempuan\n## Merokok: Mitos dan Konstruksi Sosial\n## Tembakau Teman Baik Wanita\n## Diskriminasi dan Penghisapan\n## Bonek, Kretek dan Kultur Kekerabatan\n\n# Indeks\n\n# Biodata","[{\"question\":\"Mengapa perempuan sulit mengekspresikan diri dalam konteks sosial yang patriarkal?\",\"answer\":\"Dalam kata pengantar dijelaskan bahwa di negeri dengan sistem patriarkhal yang melekat, tindakan yang dianggap “tidak pantas” lebih mudah ditimpakan pada perempuan dibanding lelaki.\"},{\"question\":\"Bagaimana stigma masyarakat terhadap perempuan pengkretek muncul?\",\"answer\":\"Tindakan mengkretek pada lelaki dinilai biasa, tetapi ketika dilakukan oleh perempuan akan dilabeli dengan berbagai penilaian seperti tidak baik, nakal, atau jalang.\"},{\"question\":\"Apa yang disoroti buku terkait gerakan anti-kretek?\",\"answer\":\"Buku menyoroti perkembangan gerakan anti kretek yang meresahkan, termasuk fatwa haram dan regulasi pemerintah yang menyudutkan industri kretek, berpotensi berdampak pada pekerjaan perempuan.\"}]","Perempuan Berbicara Kretek Pdf - Seluruh teks gratis","Gratis baca Perempuan Berbicara Kretek PDF, buku perempuan berbicara kretek tentang budaya kretek dan perempuan Indonesia. Buku ini membahas pengalaman perempuan, stigma sosial, feminisme, identitas budaya, serta perdebatan tentang tembakau dan kebijakan publik. Karya berbahasa Indonesia bertema sosial budaya yang menghadirkan berbagai suara perempuan mengenai tradisi dan masyarakat.",1784890002,514,{"code":4,"msg":33,"data":34},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":35,"title":28,"keywords":36,"description":29,"schema_data":37,"social_meta":89,"head_meta":91,"extra_data":93,"updated_unix":30},"women-speak-kretek","",{"@graph":38,"@context":88},[39,56,71],{"@type":40,"itemListElement":41},"BreadcrumbList",[42,46,50,53],{"item":43,"name":44,"@type":45,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":47,"name":48,"@type":45,"position":49},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":51,"name":12,"@type":45,"position":52},"https://docshare.wps.com/id/document/cerita-novel/",3,{"item":54,"name":28,"@type":45,"position":55},"https://docshare.wps.com/id/document/women-speak-kretek/41099/",4,{"url":54,"name":28,"@type":57,"author":58,"headline":28,"publisher":60,"fileFormat":63,"inLanguage":24,"description":29,"dateModified":64,"datePublished":65,"encodingFormat":63,"isAccessibleForFree":66,"interactionStatistic":67},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":59},"Person",{"url":43,"name":61,"@type":62},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-24","2026-07-06",true,{"@type":68,"interactionType":69,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":70},"ViewAction",{"@type":72,"mainEntity":73},"FAQPage",[74,80,84],{"name":75,"@type":76,"acceptedAnswer":77},"Mengapa perempuan sulit mengekspresikan diri dalam konteks sosial yang patriarkal?","Question",{"text":78,"@type":79},"Dalam kata pengantar dijelaskan bahwa di negeri dengan sistem patriarkhal yang melekat, tindakan yang dianggap “tidak pantas” lebih mudah ditimpakan pada perempuan dibanding lelaki.","Answer",{"name":81,"@type":76,"acceptedAnswer":82},"Bagaimana stigma masyarakat terhadap perempuan pengkretek muncul?",{"text":83,"@type":79},"Tindakan mengkretek pada lelaki dinilai biasa, tetapi ketika dilakukan oleh perempuan akan dilabeli dengan berbagai penilaian seperti tidak baik, nakal, atau jalang.",{"name":85,"@type":76,"acceptedAnswer":86},"Apa yang disoroti buku terkait gerakan anti-kretek?",{"text":87,"@type":79},"Buku menyoroti perkembangan gerakan anti kretek yang meresahkan, termasuk fatwa haram dan regulasi pemerintah yang menyudutkan industri kretek, berpotensi berdampak pada pekerjaan perempuan.","https://schema.org",{"og:url":54,"og:type":90,"og:title":28,"og:site_name":61,"og:description":29},"article",{"robots":92,"canonical":54},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":95},[96,101,103,107,111,115,119,123,127,131],{"id":97,"doc_module":4,"doc_module_name":48,"category_name":98,"show_sort_weight":99,"slug":100},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":48,"category_name":12,"show_sort_weight":99,"slug":102},"story-novel",{"id":104,"doc_module":4,"doc_module_name":48,"category_name":105,"show_sort_weight":99,"slug":106},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":108,"doc_module":4,"doc_module_name":48,"category_name":109,"show_sort_weight":99,"slug":110},51,"Komik","comic",{"id":112,"doc_module":4,"doc_module_name":48,"category_name":113,"show_sort_weight":99,"slug":114},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":116,"doc_module":4,"doc_module_name":48,"category_name":117,"show_sort_weight":99,"slug":118},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":120,"doc_module":4,"doc_module_name":48,"category_name":121,"show_sort_weight":99,"slug":122},49,"Sastra","literature",{"id":124,"doc_module":4,"doc_module_name":48,"category_name":125,"show_sort_weight":99,"slug":126},52,"Teknologi","technology",{"id":128,"doc_module":4,"doc_module_name":48,"category_name":129,"show_sort_weight":99,"slug":130},50,"Ujian","exam",{"id":132,"doc_module":4,"doc_module_name":48,"category_name":133,"show_sort_weight":99,"slug":134},57,"Umum","general"]