[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-40600-id":3,"doc-seo-40600-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":91},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},40600,1374391975076,"Riley","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/14000253ca4ec9f6853?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1783305029341752051",55,"Agama & Spiritualitas","Mengapa Kita Diciptakan","Mengapa Kita Diciptakan membahas tujuan hidup manusia melalui kerangka etika personal dan etika sosial dalam relasi antara agama, mazhab pemikiran, dan pandangan dunia. Islam diposisikan sebagai penyempurna manusia melalui tauhid, menghubungkan dunia ide teoretis dengan tindakan sosial praktis. Buku menegaskan bahwa ideologi harus berlandaskan wawasan universal tentang alam dan manusia, menawarkan moralitas serta sistem sosial yang layak dicintai dan dihidupi. Teks juga mengajak keterbukaan pemikiran dan penghargaan pluralitas dalam memperjuangkan kebenaran mutlak.","Niengupa 7Kita Tiptakin  \nf alah satu masalah fundamental yang harus diselesaikan oleh manusiaadalah mencari tujuan hidupnya.Manusia selalu mengajukan beberapapertanyaan seperti“untuk apa dia hidup\"dan“apakah yang semestinya  \nmenjadi tujuan hidupnya\".Dalam pandangan Islam,seseorang juga semestinyabertanya tentang,\"Apakah tujuan dan filosofi misi kenabian?\"(agamadan ideologi)  \nSetiap ideologi harus berdasarkan pada perspektif universal yangmemandang alam ini sebagaimana mestinya,juga memandang manusiasebagaimana seharusnya.Sebaliknya,roh dari sebuah mazhab pemikiran harusmemiliki wawasan dan evaluasi terhadap eksistensi,bukan hanya pada aspekfilosofis tapi juga aspek religiusnya.Mazhab pemikiran tersebut harus menawarkansesuatu untuk dicintai,pun memuat moralitas seperti halnya sistem sosiallainnya.  \nPembahasan dalam buku ini:  \n·Tujuan Penciptaan,Landasan Etika Personal dan Etika Sosial  \n·Agama,Mazhab Pemikiran dan Pandangan Dunia  \n·Islam dan Penyempurnaan Manusia-Tauhid  \n\"Filsafat teoretis &praktis dalam pemikiran manusia sekaligus hadir dalamkehidupan sebagai etika,agama,dan ideologi.Buku ini menggambarkan secarasistematis keterkaitan dunia ide dan dunia praktis,bahwa kedua dunia itu bukanlahdua hal yang terpisah,semakin dekat manusia kepada ide/pemikiran teoretisnyamaka manusia seharusnya juga semakin dekat kepada tindakan praktis sosialnya,begitupun sebaliknya.Manusia yang paling teoretis adalah manusia yang palingpraktis (Tauhid).”A.M.Safwan.Pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswa MadrasahMurtadha Muthahhari,RausyanFikr Institute Jogja.Pengajar Takhasssus Falsafatuna,  \nM.Baqir Shadr dan lfan &FilsafatPerempuan  \nYAVASAN FATIMAH  \nKita menerima kebenaran mutlak  \nMADRASAH  \nsehagai kenseayaan,karena itu kita percaya keterbukaan  \nMURTADHA  \npemikiran dan menghargai pluralitas.Kita akan perjuanghan  \nMUTHAHHARI  \nkebenaran mutlah dengan keterbuhan dan pluralitas  \nMengundang Anda berpartisipasi mendukung rencana  \n# PEMBANGUNAN PONPES MADRASAH MURTADHA MUTHAHHARI 2013-2015\n\nMadrasah Murtadha Muthahhari,RausyanFikr Institute Yogyakarta,merupakan pondok pesantrenyang fokus pada kajian Filsafat Islam &Tasawuf.Madrasah ini dikembangkan bagi para mahasiswasebagai pelajaran untuk memperkuat intelektualitas &spiritualitas sembari kuliah di perguruantinggi sehingga kelak dapat mendukung menjalankan tanggungjawab profesi dan sosialnya.  \nInformasi,saran,dan konfirmasi  \npartisipast:0817272705  \nRek.BCA:037-29-39-140  \na.n.A.Mohammad Safwan  \nRausyanfikr  \nRausvanFikr  \nMenga  \nDici/  \nDar.Etika,Agama dan Mazhab PemikiranMenuju Pcrrycmpurnaan Manusi  \n07  \nSotiap ajanan yang mompencayai dan moyakinikobonanannya,hanud melindungi kobobaban benpikiadan borkoponcayaan  \nMURTADHA MUTHAHHARI  \n# MENGAPA KITADICIPTAKAN?\n\nDari Etika,Agama dan Mazhab PemikiranMenuju Penyempurnaan Manusia  \nMurtadha Muthahhari  \n“Kita menerima kebenaran mutlak sebagai keniscayaan.Karena itu kita percaya keterbukaan pemikiran.Kitamenghargai pluralitas.Kita akan perjuangkan kebenaranMutlak dengan keterbukaan dan pluralitas.\"  \n(RausyanFikr Institute,Islamic Philosophy &Mysticism)  \nRausyanFikrInstitute16lamic Phii05ophy &Mysfici客m  \n# MENGAPA KITA DICIPTAKAN?\n\nDari Etika,Agama dan Mazhab Pemikiran MenujuPenyempurnaan Manusia  \nDiterjemahkan dari buku Goal of Life karya Murtadha Muthahhari.Pernah diterbitkan oleh Pustaka Zahra dengan judul Mengapa KitaDiciptakan?Penjelasan Islam tentang Tujuan Hidup ManusiaCetakan Pertama,Syawal 1423H/Januari 2003Cetakan Kedua,Muharram 1432H/Desember 2010Cetakan ketiga,Sa","cbCaiqKfBXZ97t6g","https://ap.wps.com/l/cbCaiqKfBXZ97t6g","pdf",2133224,3,1,126,"Indonesian","id",113,"# Mengapa Kita Diciptakan?\n## Tujuan Penciptaan dan Landasan Etika\n## Agama, Mazhab Pemikiran, dan Pandangan Dunia\n## Islam dan Penyempurnaan Manusia melalui Tauhid","[{\"question\":\"Apa gagasan utama buku Mengapa Kita Diciptakan?\",\"answer\":\"Buku menautkan tujuan hidup manusia dengan etika personal dan etika sosial, serta keterkaitan agama, mazhab pemikiran, dan pandangan dunia dalam perspektif Islam.\"},{\"question\":\"Bagaimana buku menjelaskan hubungan antara dunia ide dan dunia praktis?\",\"answer\":\"Buku menegaskan bahwa dunia ide teoretis dan dunia praktis sosial tidak terpisah; semakin dekat seseorang pada pemikiran teoretis, semakin dekat pula pada tindakan praktis sosial.\"},{\"question\":\"Mengapa tauhid disebut sebagai titik temu antara yang teoretis dan yang praktis?\",\"answer\":\"Tauhid dipaparkan sebagai manusia yang paling teoretis sekaligus paling praktis, sehingga keyakinan memandu tindakan etis dan sosial.\"}]",1783313301,194,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":86,"head_meta":88,"extra_data":90,"updated_unix":28},"why-were-we-created","",{"@graph":36,"@context":85},[37,53,68],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,50],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":20},"https://docshare.wps.com/id/document/agama-spiritualitas/",{"item":51,"name":13,"@type":43,"position":52},"https://docshare.wps.com/id/document/why-were-we-created/40600/",4,{"url":51,"name":13,"@type":54,"author":55,"headline":13,"publisher":57,"fileFormat":60,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":61,"datePublished":62,"encodingFormat":60,"isAccessibleForFree":63,"interactionStatistic":64},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":56},"Person",{"url":41,"name":58,"@type":59},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-14","2026-07-06",true,{"@type":65,"interactionType":66,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":67},"ViewAction",{"@type":69,"mainEntity":70},"FAQPage",[71,77,81],{"name":72,"@type":73,"acceptedAnswer":74},"Apa gagasan utama buku Mengapa Kita Diciptakan?","Question",{"text":75,"@type":76},"Buku menautkan tujuan hidup manusia dengan etika personal dan etika sosial, serta keterkaitan agama, mazhab pemikiran, dan pandangan dunia dalam perspektif Islam.","Answer",{"name":78,"@type":73,"acceptedAnswer":79},"Bagaimana buku menjelaskan hubungan antara dunia ide dan dunia praktis?",{"text":80,"@type":76},"Buku menegaskan bahwa dunia ide teoretis dan dunia praktis sosial tidak terpisah; semakin dekat seseorang pada pemikiran teoretis, semakin dekat pula pada tindakan praktis sosial.",{"name":82,"@type":73,"acceptedAnswer":83},"Mengapa tauhid disebut sebagai titik temu antara yang teoretis dan yang praktis?",{"text":84,"@type":76},"Tauhid dipaparkan sebagai manusia yang paling teoretis sekaligus paling praktis, sehingga keyakinan memandu tindakan etis dan sosial.","https://schema.org",{"og:url":51,"og:type":87,"og:title":13,"og:site_name":58,"og:description":14},"article",{"robots":89,"canonical":51},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":92},[93,96,100,104,108,112,116,120,124,128],{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":94,"slug":95},60,"religion-spirituality",{"id":97,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":98,"show_sort_weight":94,"slug":99},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":102,"show_sort_weight":94,"slug":103},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":106,"show_sort_weight":94,"slug":107},51,"Komik","comic",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":110,"show_sort_weight":94,"slug":111},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":114,"show_sort_weight":94,"slug":115},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":118,"show_sort_weight":94,"slug":119},49,"Sastra","literature",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":122,"show_sort_weight":94,"slug":123},52,"Teknologi","technology",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":126,"show_sort_weight":94,"slug":127},50,"Ujian","exam",{"id":129,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":130,"show_sort_weight":94,"slug":131},57,"Umum","general"]