[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-54908-id":3,"doc-seo-54908-113":31,"detail-sidebar-cat-0-id-113":93},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":28,"seo_description":14,"update_tm":29,"read_time":30},54908,549758252649,"Ivy","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/8000253669c5317157?_k=1778319167496531819",48,"Cerita & Novel","Kenapa Kak Risa Menangis","Dokumen ini adalah cerita bergambar berjudul \"Kenapa Kak Risa Menangis\" oleh Dessy Natalia dan Stella Ernes. Cerita ini mengisahkan tentang seorang anak yang mengagumi kakaknya, Risa, yang digambarkan sebagai sosok yang pintar, jago bermain, dan tidak takut pada anjing galak. Anak tersebut bercita-cita menjadi seperti Kak Risa, bahkan bisa menerbangkan layangan lebih tinggi lagi. Namun, ada juga adegan di mana Kak Risa tidak melihat ada lubang dan terjatuh, meskipun ia tidak menangis dan mengatakan bahwa layangannya bisa diperbaiki. Cerita ini tampaknya ditujukan untuk anak-anak, dengan ilustrasi yang ceria dan narasi yang sederhana. Fokus utama cerita adalah pada kekaguman seorang adik terhadap kakaknya, serta penggambaran keberanian dan ketahanan dalam menghadapi kesulitan, meskipun kecil. Pesan yang tersirat adalah pentingnya memiliki sosok panutan dan belajar dari pengalaman, bahkan dari kegagalan kecil. Dialog antara tokoh anak dan narasi cerita menggunakan bahasa Indonesia yang mudah dipahami. Ilustrasi warna-warni yang menyertai teks memperkaya pengalaman pembaca, memberikan gambaran visual tentang adegan-adegan yang diceritakan, mulai dari bermain layangan, berinteraksi dengan anjing, hingga momen terjatuh. Cerita ini menekankan emosi kekaguman, sedikit kekhawatiran orang tua (jika ada), dan pembelajaran dalam proses tumbuh kembang anak.","Boasa Tangis Kak Risa? Dessy Natalia  \nStella Ernes  \nOn ma hahangku, Haha Risa. Ibana pistar Ia malo manjangkit.  \nAhu pe boi do songon haha Risa! Haha Risa jago. Boi do ibana pahabang hapal habang. Haduan hupahabang hapal na lobi tumimbo.  \nOh-oh!  \nHaha Risa jago....  \nIbana dang mabiar tu biang na jingar.  \nAgah! Dang diida Haha Risa adong lubang,  \nHaha Risajago. nang pe madabu, dang tangisibana. Eh, hapal habang na .....  \nDang pola boha. Didok Haha Risa, boi dodipadenggan ibana.","cbCaipqx8Ki3xQxR","https://ap.wps.com/l/cbCaipqx8Ki3xQxR","pdf",1545849,6,1,23,"Indonesian","id",113,"# Kenapa Kak Risa Menangis\n## Dessy Natalia & Stella Ernes","[{\"question\":\"Siapa penulis cerita ini?\",\"answer\":\"Cerita ini ditulis oleh Dessy Natalia dan Stella Ernes.\"},{\"question\":\"Apa yang membuat adik mengagumi Kak Risa?\",\"answer\":\"Adik mengagumi Kak Risa karena dia pintar, jago bermain, dan tidak takut pada anjing galak, serta bisa menerbangkan layangan.\"},{\"question\":\"Apa yang terjadi pada Kak Risa dalam cerita?\",\"answer\":\"Kak Risa terjatuh karena tidak melihat lubang, namun ia tidak menangis dan mengatakan bahwa layangannya bisa diperbaiki.\"}]","Kenapa Kak Risa Menangis | PDF",1783680003,35,{"code":4,"msg":32,"data":33},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":34,"title":13,"keywords":35,"description":14,"schema_data":36,"social_meta":88,"head_meta":90,"extra_data":92,"updated_unix":29},"why-kak-risa-cried","",{"@graph":37,"@context":87},[38,55,70],{"@type":39,"itemListElement":40},"BreadcrumbList",[41,45,49,52],{"item":42,"name":43,"@type":44,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":46,"name":47,"@type":44,"position":48},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":50,"name":12,"@type":44,"position":51},"https://docshare.wps.com/id/document/cerita-novel/",3,{"item":53,"name":13,"@type":44,"position":54},"https://docshare.wps.com/id/document/why-kak-risa-cried/54908/",4,{"url":53,"name":13,"@type":56,"author":57,"headline":13,"publisher":59,"fileFormat":62,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":63,"datePublished":64,"encodingFormat":62,"isAccessibleForFree":65,"interactionStatistic":66},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":58},"Person",{"url":42,"name":60,"@type":61},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-08-17","2026-07-10",true,{"@type":67,"interactionType":68,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":69},"ViewAction",{"@type":71,"mainEntity":72},"FAQPage",[73,79,83],{"name":74,"@type":75,"acceptedAnswer":76},"Siapa penulis cerita ini?","Question",{"text":77,"@type":78},"Cerita ini ditulis oleh Dessy Natalia dan Stella Ernes.","Answer",{"name":80,"@type":75,"acceptedAnswer":81},"Apa yang membuat adik mengagumi Kak Risa?",{"text":82,"@type":78},"Adik mengagumi Kak Risa karena dia pintar, jago bermain, dan tidak takut pada anjing galak, serta bisa menerbangkan layangan.",{"name":84,"@type":75,"acceptedAnswer":85},"Apa yang terjadi pada Kak Risa dalam cerita?",{"text":86,"@type":78},"Kak Risa terjatuh karena tidak melihat lubang, namun ia tidak menangis dan mengatakan bahwa layangannya bisa diperbaiki.","https://schema.org",{"og:url":53,"og:type":89,"og:title":13,"og:site_name":60,"og:description":14},"article",{"robots":91,"canonical":53},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":94},[95,100,102,106,110,114,118,122,126,130,134],{"id":96,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":97,"show_sort_weight":98,"slug":99},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":12,"show_sort_weight":98,"slug":101},"story-novel",{"id":103,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":104,"show_sort_weight":98,"slug":105},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":107,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":108,"show_sort_weight":98,"slug":109},51,"Komik","comic",{"id":111,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":112,"show_sort_weight":98,"slug":113},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":115,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":116,"show_sort_weight":98,"slug":117},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":119,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":120,"show_sort_weight":98,"slug":121},49,"Sastra","literature",{"id":123,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":124,"show_sort_weight":98,"slug":125},52,"Teknologi","technology",{"id":127,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":128,"show_sort_weight":98,"slug":129},50,"Ujian","exam",{"id":131,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":132,"show_sort_weight":98,"slug":133},57,"Umum","general",{"id":135,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":136,"show_sort_weight":4,"slug":137},181,"Formulir","formulir"]